200 baris pertama.
Meiji 7 (1874). Bui Tokyo, Hachioji, Cabang Kanagawa Prefecture
Yuki...
Kau lahir dengan dendam...
Anak malang...
Lahir di tanah jahanam...
Lady Snowblood
Minggir!
Ayo minggir!
Kau kira dirimu siapa?!
Apa kau tahu Shibayama Genzo, bosnya geng Asakura Senryo?
Jangan banyak bacot! Sembelih dia!
Lonte!
Siapa kau, pembunuh?!
Anjing! Lonte!
Jangan sembelih diar...
Biar dia bicara siapa yang menyuruhnya.
Siap Dan!
Laksanakan!
Siapa kau?! Ngomong!
Siapa yang nyuruh kamu membunuhku?!
Jawab anjing!
Siapa kau...?
Dendam..
Siapa?!
Orang yang menderita, karenamu...
Bangke, siapa kamu?!
Lady Snowblood.
Chapter One: Vengeance Binds Love and Hate
Sudah 20 tahun sejak...
zaman Meiji berakhir. 3 Abad dibawah rezim Tokugawa.
Kehidupan sosial ala Eropa
yang pernah ditentang kini mulai diterima masyarakat.
Tapi kejahatan tetap merajalela...
pejabat korup pengusaha sesat...
yang hanya cari untung.
Laki dan wanita makin indi vidual...
yang miskin...
makin miskin.
Saat ini, hidup wanita dari dunia lain.
Semua mengagumi kecantikannya...
tapi, tidak banyak yang tahu di diluar fisiknya yang cantik
terdapat dendam membara
Konon, salju yang putih tak cukup untuk membersihkan dunia
tapi salju bercampur darah bisa membersihkan dunia
Bangke...
Maaf...
Saya ingin bertemu Engkong Matsuemon...
Mana engkong Matsuemon, pemimpinmu?
Antarkan saya ke dia!
Ayo ikut.
Ayo, silakan!
Pass it around!
Daun muda! Daun muda!
Daun muda! Daun muda!
Ayo kita nikmati daun muda ini!
Rezeki ini!
Ayo nikmati!
Daun muda! Daun muda!
Dewi ini datang untuk kita nikmati.
Kau kira kau tangguh?!
Dia mengenaiku!
Bunuh pelacur ini!
Stop!
Stop! Stop!
Bodoh! Idiot!
Ow!
Berani - beraninya!
Ada apa...?
Bodoh, kayak anjing pingin kawin saja!
Tapi, Boss...
Idiot!
Engkong...
Wanita ini tamuku.
Apa?!
Seperti kita ketahui, anjing kudisan Shiba-Gen...
mencoba menghancurkan kampung kita.
Wanita ini...
yang membunuhnya!
Nona, konon kau adalah asinan (asinan = pembunuh)...
tapi, kau sangat anggun, itu lho, yang nyanyi mimpi.
Jadi, Nona Shurayuki...
apa yang kau cari?
Ngkong Matsuemon...
Aku ingin bantuanmu mencari orang - orang ini.
Takemura Banzo... Tsukamoto Gishiro...
Kitahama Okono...
Oh... mereka dari...
dusun Koichi, Desa Aimi kecamatan Shimane.
Dusun Koichi, tempat masa kecilku.
Jadi ingat sama kembang desanya.
Sebenarnya, ada apa?
Ingat kerusuhan Ketsuzei pada tahun 6 Meiji?
Samar - samar sih...
Mereka penyebabnya.
Dapat banyak uang dari dusun Kiochi
dengan menipu warga.
Lantas kabur.
Detailnya sih gak ingat ya...
tapi konon ada empat orang, bukan tiga.
Betul.
Orang keempat Shokei Tokuichi sudah mati...
Dia dibunuh.
Mohon dibantu ya.
Iya tapi...
tanpa tahu wajahnya./..
Tak cukup hanya tahu namanya.
Saya yakin Engkong bisa.
Apalagi Engkong punya.
Ratusan anak buah, sudah kayak LSM dah...
tinggal hubungi saja...
Pasti berhasil!
Rasanya tidak mustahil...
Tapi, untuk apa ini?
Tahun 6 Meiji, kayaknya Nona bahkan belum lahir.
Konon katanya ada yang disebut Karma..
Yang judul lagu itu lho...
Saat itu kan ada wajib militer.
Biasa, untuk pemuda pemudi
10 November 10, semua keluarga harus sudah terdaftar
minimal anak 16 tahun.
Hingga 20 tahun...
wajib ikut wajib militer
Nah, saat - saat itu
Pada tahun 6 Meiji...
kabinet memutuskan.
Untuk memperkuat militer.
Agar Jepan makin modern.
Biar gak kalah sama Londo.
Tapi, petani maan bisa perang...
jadinya demo deh.
Yang demo, ya dibasmi...
Tapi ada perampokan, pemerkosaan.
Konon katanya.
Orang berbaju putih adalah komandannya.
Jadi tidak disukai warga.
Inilah bagian pertama tragedi.
Meiji 6 (1873), Juni. Dusun Koichi, Desa Aimi, Kecamatan Shimane.
Shiro!
Shiro!
Lepaskan aku!
Anak - anak!
Lepaskan aku! Mama!
Shiro!
Let's go.
Lepaskanl!
Mama!
Hey!
Lihat, dia berbaju putih!
Lepaskan!
Ingat...
Dia orang pemerintah, bunuh Dia!
Jangan asal ngomong!
Saya Umar Bakri, guru baru Dusun ini.
Diam! Bunuh!
Tsukamoto Gishiro
Takemura Banzo
Shokei Tokuichi
Sayang!
Kitahama Okono
Anjing!
Belum juga puas hidup?!
Sayang!
Sayang!
Sayang!
Apa sudah waktunya?
Sepertinya.
Lantas, kau harus pergi...
Saatnya menjalani takdirmu.
Paman, aku sangat berterimakasih atas pertolonganmu.
Sayangnya aku belum bisa membalas jasamu.
Jangan dipikirkan...
Kau punya takdir yang harus kau jalani
Lupakan kesenangan duniawi...
Lupakan kesenangan surgawi...
Tapi jangan lupakan Dendam
Kuajari kau beladiri dan seks.
Agar sempurna jadi anak dunia lain.
Anak dunia lain.
Begitu terus katamu saat kau ngeseks denganku.
"Kajima Sayo"
"Kobayashi Tora"
Kau adalah anak dunia lain...
Yang tak bisa diubah.
Yang dilahirkan dengan dendam...
besar dengan kenikmatan seks...
yang sering menikmati tubuhku...
Sayo! Ayo, kamu bisa!
Otora! Jangan diam saja!
Susah bener...
tumben nih!
Moga - moga, Sayo gak mati!
Bodo amat! Kalau aku mati,
tapi selamatkan anakku, Otora!
Sue, susah bener...
Biar...
Yang penting, selamatkan anakku...
Kau bahkan tak tahu siapa ayahnya!
Kalau anakku mati...
kubunuh kau, Otora!
Kenapa 4 orang itu berbuat begitu?
No comments yet. Be the first to leave one.