200 baris pertama.
Ayo, Tante Vya!
Mbak Ayunda, kita baru saja pindah ke Paradise Garden, salam kenal.
Lalu kenapa kau kembali ke sini?
Kesempatan, Vy.
Biar bisa lebih dekat dengan Abella.
Kau tidak apa-apa, 'kan?
Sakitku hanya datang dan pergi.
Aku juga minum obat kalau saat sakit saja.
Jadi aku tidak apa-apa.
Mas Tarjo itu diciduk.
Pakai mobil van warna hijau.
Selain cctv itu ada lagikah yang lainnya?
Seharusnya sih banyak.
Halo?
Halo, Pak Bos?
Rumah BC 28 minta akses ke cctv, Pak Bos.
Yang kemarin kau lihat itu benar Kak Nitya?
Kau yakin tidak mimpi?
Benar, Ndra, aku kemarin belum tidur. Aku masih jalan ke kamarnya.
Mengada-ngada kau.
Kau boleh tidak mempercayaiku, tapi jangan bilang aku mengada-ngada.
Aku tahu apa yang aku lihat kemarin.
Tidak bisa, Mas.
Akses cctv hanya untuk lingkungan dalam.
Saya tidak bisa memberikannya ke Mas, atau ke Mbak.
Lalu kenapa pasang cctv kalau kita tidak bisa memeriksanya?
Iya, kita kan mau memastikan apakah mereka keluar atau tidak.
Ini masalah orang hilang, Pak.
Seperti yang saya katakan, saya tidak memiliki wewenang untuk memberi akses.
Kita hanya ingin memeriksa, Pak.
Kalau ada keluhan, langsung saja ke manajemen.
Saya mau patroli.
Apa kita lapor saja, Ndra?
Ke developer?
Buat melihat cctv?
Sepertinya berlebihan.
Lapor ke polisi.
Kan seperti yang kau katakan, ini kasus orang hilang.
Tapi polisi menerima laporan kalau kehilangan 2x24 jam.
Lagi pula tadi aku hanya menakut-nakutinya.
Kenapa kau bisa sesantai ini?
Ini kan kakak kau yang tidak ada kabarnya!
Bukan seperti itu Vy. Aku tahu Bang Ganes.
Dia pasti memiliki alasan yang kuat jika tidak ada kabar seperti ini.
Dan dia juga pasti bisa jaga diri. Begitu pula dengan Kak Nitya.
Kalau ini bisa membuatmu tenang, aku akan coba menghubungi teman polisiku.
Nah, itu baru benar.
Kenapa buru-buru?
Mau jemput Abella karena ibuku tidak bisa, dia ada arisan.
Ayo pergi bersama, aku akan antar. Aku juga mau ke kantor.
Andra!
Andra, ikut aku!
Apakah kau niat? Jika tidak, katakan. Jadi kau tidak membuang waktuku.
Kenapa bikin outline seperti ini? Ini bukan majalah dinding SMA!
Kau memberiku satu menit, aku juga bisa bikin seperti ini.
Maaf, Pak. Di rumah saya lagi ada masalah.
Bang Ganes dan Kak Nitya tiba-tiba menghilang, Pak.
Apakah sudah lapor polisi?
Oke, aku minta maaf.
Tapi apa pun yang terjadi di luar sana, aku tidak ingin itu menjadi alasan.
Tapi saya yakin mereka baik-baik saja, Pak.
Maaf kalau tadi menjadi alasan. Ini pasti akan saya perbaiki.
Ini, benarkan!
Sekali lagi saya minta maaf, Pak.
Aku tinggal dulu, karena selain kakak kau,
sepertinya polisi punya beberapa kasus tentang orang hilang.
Hei!
Apakah kau sudah makan? Aku beli bubur.
Iya, terima kasih.
Kau sedang apa? Ayo makan! Kau 'kan belum makan dari pagi.
Ndra, apakah kau tahu kalau Pak Sarno lagi keliling,
pos satpam kosong sekitar 15 menit.
Lalu?
Apakah kau masih ingin melihat cctv?
Ayo makan dulu. Kata Bang Ganes, sebelum kerja kita harus isi perut dulu.
Ya?
Ayo! Tunggu sebentar ya, Abella.
Ndra, ayo cepat masuk!
Apakah kau serius?
Iya.
Aduh!
Aku menjadi kriminal.
24.
Pak!
Ada maling, Pak!
Pak!
- Pak, ada maling, Pak! Itu! - Maling? Dimana?
Jefri Nichol
Vanesha Prescilla
Yoga Pratama
Ages Naomi
Jolene Marie
Jenny Zhang
Fatimah Azzahra
Paradise Garden
Itu! Itu!
- Itu, Pak! - Maling apa, Mbak?
Maling ikan saya.
Kemana kucing itu?
Soalnya itu ikan saya satu-satunya, Pak.
Yasudahlah kalau tidak ketemu, belum rejeki.
Rejeki kucing itu.
Kucing?
Ya ampun, bikin kaget saja.
Bagaimana? Apakah kau mendapatkannya?
- Aku mendapatkannya. - Bagus!
Terima kasih sudah mau direpotkan.
Aku tidak menyangka kalau kau sangat berbakat.
Berbakat?
Jadi maling.
Bagaimana kalau maling hati?
Apakah kau sudah pernah dipukul saat menjadi maling?
Belum pernah.
Ndra, itu siapa?
Apakah dia ambasador perumahan ini?
Bukan, dia adalah orang yang punya perumahan ini.
Yang punya Paradise Garden?
Paradise Garden, Paradise Hospital, Paradise Fondation,
dan semua Paradise yang berada di bawah naungan Paradise Corps
adalah miliknya semua.
Namanya Ayunda, dia masih muda.
Sepertinya seumuran kita.
Kenapa bisa?
Tentu saja, dia anaknya Pak Hartawan.
Pak Hartawan adalah seorang yang memiliki Paradise Corps.
Dia meninggal secara misterius beberapa bulan yang lalu.
Hasil otopsinya tidak diberitahukan kepada publik.
Jadi, semua harta warisannya diberikan kepada anaknya.
Berarti, Kak Nitya dan Bang Ganes itu...
Iya, mereka kerja dengan dia.
Bang Ganes pernah cerita kepadaku.
Sepertinya sebentar lagi, Paradise yang di atas ini akan dibeli olehnya.
Bodoh.
Coba lihat waktu pagi hari.
Coba lihat dari kamera lain.
Ndra, ayo cepat.
Coba lihat yang ini.
Coba lihat yang satu lagi.
Sial, dia tadi tidak berbicara apa-apa.
Apakah kau masih ingin melihat file yang lain?
Seriuslah!
Setidaknya sekarang kita punya bukti kalau mereka memang keluar.
Mau kemana kau?
Pulang ke rumah.
Tunggu sebentar, Ndra. Aku masih belum yakin apakah itu
Bang Ganes dan Kak Nitya.
Kak Nitya tidak pernah memakai baju seperti itu.
Mungkin dia kedinginan, makanya memakai baju kupluk.
Mungkin mereka mau ke Puncak.
Kau kenapa, Ndra? Kenapa tidak bisa serius?
Kakakku hilang sudah mau dua hari!
Aku tahu, Bang Ganes juga hilang. Aku tahu.
Tapi aku harus pulang dulu.
Terserah kau.
Jangan marah, ayo tersenyum.
Vya?
Pergi sana, kau kan mau pulang.
Lucu, padahal tadi kau mau tersenyum.
Kartu apa ini?
Ada logo di situ, tapi aku tidak tahu,
apakah itu logo perusahaan, atau percetakan.
Iya.
Kita simpan saja. Mana tahu ada hubungannya dengan Kak Nitya.
Ndra,
sebenarnya aku ingin memberitahu bagaimana aku menemukan kartu itu.
Tapi kau jangan berpikir yang tidak-tidak.
Bagaimana?
Jadi sepertinya,
Kak Nitya memberikanku petunjuk kalau dia ada dimana.
Karena kemarin dia muncul dan memberitahu kalau kartu ini ada di bawah pintu.
Apakah kau baik-baik saja?
Aku kan sudah katakan jangan berpikir yang tidak-tidak.
Aku pikir kita menjalani ini bersama.
Vy, aku tahu kau ingin menemukan Kak Nitya. Aku juga begitu.
Tapi tolong masuk akal.
Terserah kau mau percaya atau tidak.
Terima kasih, Pak.
Kalau yang ini tahu, Pak?
Masih ke sana lagi, Bang.
Sial! Ada lumpur.
Permisi, Bu, apakah Ibu tahu Pak Rahmat atau Pak Tarjo?
Tidak tahu? Terima kasih, Bu.
Pak.
Permisi, Pak, apakah Bapak tahu Pak Tarjo dan Pak Rahmat?
Kalau ada yang tanya-tanya, biasanya mereka tidak mau membuka mulut.
Kenapa begitu, Pak?
Takut.
Tidak ada gunanya.
Saya juga tidak tahu pasti. Semua orang memiliki alasan masing-masing.
Kalau bapak kenapa tolong saya?
Saya juga punya alasan sendiri.
Jadi bapak dipanggil dengan nama apa, Pak?
Tomas.
Bapak Tomas.
Apakah Bapak Tomas pernah mendengar kabar tentang Pak Tarjo dan Pak Rahmat?
Yang hilang tidak hanya mereka.
Jadi selain mereka ada lagi yang hilang, Pak?
Iya.
Yang aneh adalah,
kalau mereka tertabrak atau sakit, pasti berakhir ke kamar mayat.
No comments yet. Be the first to leave one.