123 baris pertama.
Kau akan mengetahui tentang ini
hanya karena aku mabuk.
Baiklah.
Organisasiku itu mencintai struktur.
Cinta hierarki dan juga pembagian tugas berdasarkan peran kami masing-masing.
Posisiku sebenarnya hanya sebagai salah satu ketua bandar.
Satu bandar bisnis memegang satu lini bisnis.
Lalu, kami semua dikontrol oleh satu pimpinan utama.
Mengerti?
Untuk hal-hal sensitif, kami selalu melacaknya melalui buku.
Buku?
Benar.
Melalui buku.
Buku kertas?
Coba kalian polisi...
Tidak akan bisa, bukan?
Lagi pula...
pimpinan utama memang kolot.
Kalau begitu, di mana buku raksasa ini?
Ada di...
Renata...
Aku memang sedang mabuk, tapi tidak semabuk itu.
Dan kau pikir aku bodoh, ya?
Sudah.
Hei, kau mau pergi ke mana?
Aku harus mencari adikku.
Aku mau mengobrol dengannya.
Oh ya...
sudah cukup informasinya?
Oke.
PEREKAM SUARA
BERDASARKAN SERIAL TV TERKENAL DERU DEBU
Di mana kau?
Aku di tempat biasa.
Billy!
James.
Ada apa denganmu?
Maksudmu?
Kau memberikan Dosis 18 kepada Ayuma?
Kau memberikan Dosis 18 kepada kekasihmu sendiri.
Apa urusanmu?
Kau tidak punya otak, ya?
Kekasihmu bisa ketergantungan dan kecanduan.
Ini mengingatkanku pada saat masih SMP.
Kau memang kuat.
Namun, itu saat kau sadar.
Kau sadar.
Lebih baik kau jangan banyak bicara.
Kita berbisnis dan mencari uang di tempat yang sama.
Di tempat yang membuat orang ketergantungan.
Jangan membuat kita seolah-olah orang yang berbeda.
Sebenarnya kau menyayangi Ayuma atau tidak?
Aku sangat mencintainya.
Begitu juga sebaliknya.
Itu sebabnya aku tak perlu meminta izin untuk uji cobanya.
Lalu, yang paling pas,
Ayuma itu tak ingin menjadi lebih hebat dari Renata.
Ayuma hanya ingin menang.
Rapikan dirimu.
Itu sebabnya, kalau berhubungan dengan wanita, jangan pakai hati.
Memang siapa dirimu, Keparat?
Aku tidak mengenalmu.
Sandra...
Kali ini aku setuju denganmu.
Agresif, hilang rasa sakit, adiktif.
Baiklah.
Jadi, ini intinya racun rabies?
Bisa jadi.
Namun, yang lebih gilanya,
mereka menyelundupkan Dosis 18 ini tanpa kita semua ketahui.
Jadi, bahan-bahannya diedarkan ke obat-obatan preskripsi biasa.
Seperti obat batuk, obat sakit kepala, dan obat tidur.
Mereka bisa kecanduan tanpa menyadarinya.
Namun, bukankah kita sudah akan menutup
sistem transportasi bahan-bahan mereka, ya?
Tak akan semudah itu menghadapi sindikat sekuat ini.
Baiklah, tapi kalian harus ingat
mereka akan selalu mencari cara baru untuk pengiriman.
- Ada yang bisa dibantu? - Permisi, Pak. Ada kiriman.
- Untuk Letnan Renata. - Letnan?
- Letnan. - Tanda tangan di sini.
Di sini?
Hari tidak bermain golf, Jenderal?
Hari ini aku tidak bermain golf, karena masih banyak kesibukan.
Tumben. Biasanya Jenderal memprioritaskan golf.
Izin, Komandan. Ada paket.
- Kapten Harris? - Ya?
Maaf, bisa lihat ini sebentar?
Baik.
Isinya tiga kali lipat.
Tak peduli isinya tiga, lima, atau sepuluh kali lipat,
kau sendiri sudah tahu
jika nama seseorang sudah masuk ke dalam buku itu, dia tak boleh hidup.
Kabur!
Ayah!
Hei, dia mau kabur!
Maju!
Sandra.
Bagaimana rasanya?
Membesarkan dua anak remaja dengan gaji seorang polisi.
Tolong jangan melibatkan anak-anakku.
Semua ini bisa terjadi
karena kau meninggalkanku.
Mengerti?
Andai saja kau tak meninggalkanku,
aku bisa saja membebaskan Alex dari utang-utangnya.
Supaya dia tidak mengecewakan ayah dan kakak kesayangannya.
Sekarang habis anakmu.
Hidup...
Kumohon, biar aku saja yang bertanggung jawab.
Kau dengar, ya.
Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Alex sudah berada di luar tanganku.
Nama dia juga sudah ditulis di dalam buku oleh Pimpinan.
Kau tahu, bukan?
Nama yang sudah tertulis di dalam buku
adalah nama-nama orang yang tidak boleh hidup.
Renata juga bisa ikut terseret.
Namun, tenang.
Aku masih punya cara untuk menyelamatkan Renata.
Bagaimana?
Mudah.
Sama seperti yang lain sebelumnya.
No comments yet. Be the first to leave one.