200 baris pertama.
Jung Woo
KIM Kap-soo
CHOI Moo-sung JI Seung-hyun
KIM Hae-gon YOON Ji-hye
LEE Hong-nae YOON Je-moon
Para Bos Kuam, silakan tuang minuman.
Mari kita angkat gelas.
- Bersulang! - Bersulang!
Aku juga mendengar Bos Park kurang sehat hari ini,
jadi, kusiapkan hadiah kecil.
Bawa kemari.
Heesu, aku bersusah payah mendapatkan itu.
Aku menugaskan penggali ginseng liar yang terkenal,
dan sulit mendapatkan satu.
Ada banyak tetua di sini.
Mana berani aku menerima kemewahan ini?
Anak muda membutuhkan energi untuk bekerja.
Itu sia-sia jika dikonsumsi oleh para tetua.
Itu membuat kami lebih sulit mati nantinya.
Aku juga menyiapkan hadiah untuk Heesu.
Boleh kuberikan sekarang?
Aku tak menyangka kau sangat murah hati.
Kau pikir aku bukan manusia?
Terimalah, ini hadiah kecil.
Apa itu?
Itu sungguh hadiahmu?
Dunia ini kejam. Untuk melindungi sesuatu,
kau membutuhkan benda seperti itu.
Heesu, apa yang ingin kau lindungi?
Dahulu, ada sesuatu yang kulindungi,
tapi selama hidup di selokan,
aku lupa apa itu.
Bukan begitu, Sialan?
Pak Ok!
Sadarlah.
Lakukan dengan benar!
Berapa kali aku harus memperingatkanmu?
Ada apa?
Hentikan!
- Astaga. - Heesu, tolong aku...
Kawan, aku menyuruhmu mengawalnya, bukan menghajarnya!
Apa aku membunuhnya?
Jika kau berulah, kau pikir pamanmu akan menelepon siapa?
Bersihkan dia dan bawa dia ke kantor.
Merepotkan.
Aku tak akan memintamu untuk mengampuniku.
Bos palsu yang kehilangan bisnisnya karena judi...
tidak pantas untuk hidup.
Jika aku tetap hidup, aku hanya akan kembali berjudi dan memakai sabu...
Lihat jari-jariku.
Aku memotong satu jariku agar berhenti berjudi.
Rentenir memotong dua jariku.
Lantas?
Aku akan menikam Yongkang dan mati bersamanya.
Tapi sebagai gantinya, bisakah kau...
mengirimkan Rp6,25 juta kepada putraku setiap bulan?
Agar dia bisa hidup tanpa aku.
Menangkap paus lagi?
Tidak, saat ini, menangkap paus adalah masalah besar.
Paus itu berenang ke jaring kami.
Kami akan minum di kedai Dongsik nanti.
- Mampirlah untuk makan paus. - Kita minum!
Aku tak suka baunya. Kalian saja.
- Sampai jumpa. - Ya.
- Mampirlah nanti! - Tidak!
Heesu!
Heesu! Tunggu!
Ada apa? Kenapa ribut-ribut?
Perusahaan listrik memutus listrik kami! Lakukan sesuatu!
Ada apa dengan mereka?
Tunggulah. Akan kuperiksa.
Tolong cepat lakukan.
Penjualan sudah sepi karena flu perut.
Baiklah.
Sampai jumpa!
Selamat pagi, Pak!
Ada apa?
Anak buah Yongkang datang dan merusak tempat ini.
Ada apa dengan mereka?
Penatu tak bekerja dengan benar, jadi, Pak Kim mengirim mereka.
Haruskah kita telepon polisi?
Untuk apa menelepon polisi? Bersihkan saja tempat ini.
Baik, Pak!
Apa kau gila? Kenapa kau tak bisa dihubungi?
Kita sedang berperang!
Jangan berlebihan. Tak ada perang.
Jika mengacau dengan pipa besi bukan perang, lalu apa?
Sulit mendapatkan pekerjaan. Itu tak seberapa.
Aku akan bicara dengan Yongkang.
Akan kumpulkan orang-orang, jadi, bawa mereka bersamamu!
Kenapa membawa pasukan untuk hal sepele? Memalukan...
Kalau begitu, Heesu,
jangan ribut soal ini,
dan beri saja dia bagian kecil,
agar dia tenang.
Jika dia menginginkan tempat di pantai, beri dia sedikit, ya?
Aku akan mengurusnya.
- Baguslah. - Asal jangan di area pantaiku...
Itu menyakiti harga diriku.
Memalukan...
Paman selalu mendengarkan Heesu.
Biarkan saja orang-orang kita menghabisi mereka...
Jadi, kau mau berperang melawan Yongkang?
Kau berani menghadapinya? Dasar tidak berguna...
Kalian semua keluarlah.
Keluar.
Kau juga!
Ayolah, Pak.
Apa-apaan...
Kawanku, Heesu.
Lama tak jumpa.
Kau tak pernah datang saat aku mengundangmu.
Kau datang sendiri?
Tentu, haruskah kubawa orang tuaku?
Aku tadi takut sekali.
Aku sangat takut kau membawa pasukan Kuam.
Untuk apa aku memperbesar masalah?
Aku mendapatkan tempat ini lewat kesepakatan adil dengan Ok,
jadi, kenapa kau ikut campur?
Tempat ini bukan miliknya. Kau tahu itu.
Kau mendapatkannya hanya karena utangnya.
Tak masalah bagaimana aku mendapatkannya.
Jika bisnis ini atas namaku, maka ini adil.
Aku hanya butuh tanda tangan di akta jual belinya.
Itu tak akan terjadi.
Kenapa?
Kau membunuh Ok?
Bung...
Dahulu, kau sungguh pria yang kekar.
Kini kau sudah tua.
Apa aku terlihat picik?
Ya, sedikit.
Kau bukan tipe orang yang mengamuk hanya karena masalah penatu.
Kau tahu kenapa pria itu dihajar?
Mana kutahu? Dia mengacak-acak penatu?
Dia mengira itu detergen, dan memakainya di mesin cuci.
Aku rugi setidaknya Rp1,25 miliar.
Apa maksudmu?
Tapi dia hanya dihajar untuk diberi pelajaran.
Kenapa?
Harga sabu itu murah.
Sabu?
Kami mendistribusikan, mengantar, dan bertransaksi juga.
Jika polisi mengejar kami, kami semua akan dipenjara.
Bos dan kau tak akan mendapat masalah.
Duduk saja dan makanlah keik yang kami kirimkan padamu.
Setelah kau menghabiskan waktu di luar negeri,
kau pikir Kuam itu mudah?
Sudah 15 tahun sejak aku kabur ke luar negeri karena membunuh,
dan tak ada yang berubah sejak itu.
Pria tua itu masih berlagak seperti jagoan,
dan anak buahnya belum terlatih.
Kukira kau berbeda.
Tapi kau sama saja dengan mereka.
Terserah.
Mengenai pengedar,
bahkan preman seperti kita menghindari mereka.
Kau tahu alasannya?
Narkoba adalah racun yang menggoda.
Meski kau mendapat banyak uang dan kabur ke luar negeri,
Interpol akan memburumu sampai kiamat.
Kau tahu seperti apa Interpol.
Aku sungguh tak tahu...
Tak tahu apa?
Interpol, aku tak pernah bertemu mereka.
Kau pernah bertemu mereka?
Bodoh, aku bicara serius.
Pokoknya, hindari narkoba!
Kau menggunakannya sekali, berpesta, lalu semua orang mati setelahnya!
Kau ingin terlibat dalam bisnis itu?
Tentu.
Kapan aku bisa kaya dengan menjual cabai palsu?
Bos.
Rentenir Hong ingin bertemu denganmu.
Bos, bawa ini.
- Apa ini? - Hanya hal kecil.
Bukankah kau jagoan Kuam?
Tapi kau belum punya uang.
- Tak usah memberikan itu, Bodoh. - Terima saja.
Bagaimana bisa orang yang berutang begitu bermartabat?
Haruskah aku menangis?
Utangmu Rp625 juta, kau dengar?
Setidaknya, bayar bunganya sebelum berjudi, mengerti?
Aku akan melunasinya saat aku dapat pekerjaan. Berhentilah mengomeliku, ya?
Mengomelimu?
Jaga mulutmu.
Heesu, jangan pernah meninggalkan Bos Son.
Begitu kau keluar, semua organmu milikku.
Omong kosong.
Heesu, kau datang!
Kenapa sulit sekali bertemu denganmu belakangan ini?
Aku sibuk.
Benarkah?
Dengan semua miras yang menumpuk ini,
bisnis musim panas akan lancar.
Soju dan bir tak bisa menghasilkan uang.
Tapi vodka bisa menghasilkan uang.
Rasa sederhana, harga murah.
Kau seharusnya bergabung. Aku tahu kau dekat dengan orang-orang Rusia.
Aku kenal seorang pria yang kaya
No comments yet. Be the first to leave one.