200 baris pertama.
"Itu adalah menara suka dan duka, pertemuan dan perpisahan."
"Saat mawar dan bayangan berhamburan, kesepian muncul kembali."
"Bunga mekar di sisi lain, sementara mereka layu di tempat kita berdiri."
"Menara Salju, Episode 7"
Aku melebih-lebihkan diriku sendiri.
Sun Tzu berkata,
"Hadapi mereka dengan pemusnahan,
dan mereka kemudian akan bertahan hidup".
Aku harus memberantas sisa kekuatan Mai Qian Cheng.
Bahkan jika itu berarti membahayakan...
... Menara Salju.
Mulai sekarang,
tak boleh ada kegagalan...
... dan tak boleh pengkhianatan di Menara Salju.
Jika ada tindakan pemberontakan,
terlepas dari siapa pun, dan di mana pun orang itu berada,
Aku akan mengakhiri hidupnya sendiri.
Kakak Seperguruan,
Aku mengenalmu dengan baik.
Kau membenci pembantaian,
dan hanya menginginkan kehidupan yang damai.
Aku hanya bertanya sekali saja.
Apa kau bersedia menunjukkan kesetiaanmu kepada Menara Salju?
Aku mengerti.
Tuan Muda Menara.
Aku datang ke sini untuk berziarah di makam orang tuaku.
Ketika guruku datang untuk melayat almarhum Tuan Xiao,
dia sudah mendesakku untuk pulang.
Jadi besok,
aku akan kembali ke Lembah Pasir dengan Kakak Seperguruan.
Semakin dingin, penghangat tangan ini...
... akan berguna untukmu.
Mungkin suatu hari nanti,
kau akan mengerti cara orang lain memperlakukanmu...
... tergantung pada dirimu sendiri.
Nona Jing.
Cara orang lain memperlakukanmu memang tergantung pada diri sendiri.
Tetapi jika kau terjebak dalam dunia yang kacau ini...
... dengan senjata di tangan,
Kau akan ditakdirkan untuk memperlakukan orang...
... di sekitarmu dengan hati yang dingin.
Bersikap dingin, hanyalah cara hidup...
... untuk mencegah diri dari terluka, atau menyakiti diri sendiri.
Aku setuju denganmu.
Tapi aku juga berpikir bahwa...
... cara memperlakukan orang,
tergantung pada seberapa layak orang itu bagi dirimu sendiri.
Adik Seperguruan,
Xiao Tai telah mengabaikanku sejak dia kembali.
Dan apa pun yang aku katakan tidak berguna.
Apakah dia akan seperti ini selamanya?
Menara Salju sedang dalam kesulitan sekarang,
semua orang sibuk karenanya.
Tidak ada yang punya waktu untukmu sekarang.
Itu benar.
Kalau begitu, Guru pasti menunggu kita.
Mari kita bertemu dengan yang lain,
dan segera berangkat.
"Menara Salju"
Anakku, Ayah selalu punya mimpi masa kecil,
yaitu membangun...
... sesuatu yang hebat dalam hidupku.
Ketika masih muda,
Ayah bermimpi menciptakan kerajaan sendiri,
menjadi pendekar terhebat di zamanku.
Menara Salju,
adalah awal dari semuanya.
Sayangnya,
untuk menghindari pembunuhan Sekte Bulan,
Ayah terpaksa menjadi buronan denganmu dan ibumu.
Namun ibumu,
dia tidak pernah menyaksikan keberhasilan Menara Salju yang agung.
Yi Qing.
Kau harus menyelamatkan ibumu...
... dari Sekte Bulan.
Ayah,
Aku ingin menyelamatkan ibuku.
dan mengembalikan kejayaan Menara Salju.
Tapi sekarang,
Menara Salju hancur berkeping-keping.
Di mana aku harus mulai?
Bagaimana aku bisa melawan Sekte Bulan?
Nan Chu dan Chi Xiao Tai datang untuk menyambut Pemimpin Menara.
Mulai sekarang,
kita hapuskan semua senioritas di antara kita.
Dan kami akan bertindak hanya atas perintahmu!
Kami bersumpah untuk Menara Salju!
Kami hanya bertindak atas perintahmu!
Pemimpin Menara,
kami siap.
Bahkan jika itu mengorbankan nyawa kami,
kami akan menghancurkan pencuri...
... dan pengkhianat Menara Salju!
Untuk kalian semua,
aku akan mengingat kebaikan kalian.
"Menara Salju"
Pemimpin Menara, sebutkan perintahmu!
Apa maumu?
Lepaskan dia.
Apa yang kau rencanakan sekarang?
Kenapa kau membawaku ke sini?
Lihatlah olehmu sendiri.
Ini adalah daun emas keluarga Qian.
Ini adalah...
... yang aku--
Ini yang kau dapat dari...
... perbuatan lurusmu membantu orang miskin dan merampok orang kaya...
... dengan nama Majelis Tian Li.
Daun emas ini seharusnya digunakan dalam membantu para pengungsi.
Ketua memberitahu kami...
... bahwa daun emas akan bisa membantu para pengungsi!
Sejak awal berdirinya,
Majelis Tian Li telah berkonspirasi dengan Sekte Bulan.
Setengah dari kekayaan rampasan...
... masuk ke Sekte Bulan.
Dan setengah lainnya,
masuk ke Mai Qian Cheng sendiri.
Orang-orang yang dipenjara di sini...
... adalah anak perempuan dari keluarga kaya...
... yang diculik oleh Mai Qian Cheng untuk tebusan.
Mereka sangat terhina.
Mereka mungkin selamat,
tetapi kerusakan yang mereka alami adalah permanen.
Adapun daun emas yang kau ambil setelah membunuh 17 orang dari keluarga Qian,
tidak seperser pun diberikan kepada pengungsi!
Sebaliknya, semua daun emas itu ditemukan di ruang bawah tanah Majelis Tian Li.
Tidak.
Tidak.
Aku tidak percaya.
Aku tidak percaya.
Nona Xie saat ini berada di Menara Salju.
Jika kau tidak percaya, tanya dia sendiri.
Majelis Tian Li menyuap para bandit dengan daun emas,
menculik Nona Xie, pengantin prianya, dan yang lainnya.
Selain Nona Xie,
yang lainnya semua telah dibunuh oleh para bandit.
Apakah ini keadilan...
... yang selalu Majelis Tian Li sebutkan?
Omong kosong!
Aku tidak percaya, Kau berbohong padaku!
Ini jebakan! Kau berbohong padaku!
Aku tidak percaya.
Ini semua palsu.
Ini semua palsu!
Kalian berdua,
Nona Xie.
Semua palsu.
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Kekayaan ini di sini,
Kau akan mengatasinya...
... dan menyerahkannya.
Adapun warna sebenarnya dari Majelis Tian Li,
kau akan melihatnya pada akhirnya.
Majelis Tian Li.
Kami akan menyerahkan sisa anggota Majelis Tian Li kepada para pejabat.
Tangkap yang kasar, bantu yang lemah.
Dukung keadilan.
Dukung...
Tangkap yang kasar, bantu yang lemah! Dukung keadilan!
Tangkap yang kasar, bantu yang lemah. Dukung keadilan.
Tenanglah.
Putra Mahkota aman di lembah.
Pengikut Sekte Bulan bahkan tidak bisa menemukan pintu masuk ke lembah,
apalagi membunuh Yang Mulia.
Orang luar tidak diizinkan memasuki Lembah Pasir.
Bagaimana kalau kau menunggu berita dari luar sini.
Jangan khawatir.
Lembah Pasir menepati janji menjaga Putra Mahkota.
Ayo pergi.
Seperti yang aku katakan sebelumnya,
Putra Mahkota selamat karenamu.
Selain itu,
aku masih berutang padamu beberapa buku medis.
Apakah kau tidak ingin bertarung bersama kami?
Aku mau.
Jika kau bisa mentransfer racun ke tubuhku.
Yang Mulia akan pulih.
Tidak!
Kau akan menukar nyawamu dengannya!
Sepertinya Kakak Seperguruan Pertama tahu kau akan pulang hari ini.
Dia melakukan beberapa persiapan.
Adik Seperguruan,
ini Ye Huo.
Guru.
Kau sudah kembali.
Apakah Guru menemukan sesuatu melalui bintang-bintang?
Semuanya tidak jelas sekarang.
Aku telah mengamati bintang-bintang belakangan ini,
dan gagal mengungkap misteri itu.
Ming Er,
matamu dipenuhi dengan kebencian juga.
Guru,
menurut rumor, para murid Sekte Bulan meninggalkan tanda di luar lembah.
Apakah mereka akan membahayakan Lembah Pasir?
Adik Seperguruan Kedua sudah memberitahuku bahwa...
... Sekte Bulan telah menderita banyak korban dalam pertempuran dengan Majelis Tian Li.
Mereka takkan bisa menyerang Lembah Pasir saat ini.
Tetap hati-hati.
Kau harus siap.
Hua Lian licik.
No comments yet. Be the first to leave one.