200 baris pertama.
Ibu, itu aksi marah di jalanan terbaik.
Ya, aku tak tahu kita boleh memaki orang lebih tua.
Semua orang tahu kuning berarti kebut.
Kakek lihat mobil masuk. Senang kalian sudah pulang.
Tidak, dia senang melihat kita. Pasti mau disuruh berbenah rumah.
Sebenarnya, tolong bantu Kakek ambilkan kunci inggris.
Ada meja kerja Kakek.
- Astaga. Mobilnya di sini? - Mobilnya di sini.
Ayah tak sabar anak itu melihat mobil impiannya.
Pasti asyik.
Ini, Kakek.
Kau suka kejutanmu?
Apa di dalam mobil tua jelek itu?
Itu kejutannya.
Mobil tua jelek.
Ulang tahunku nanti, beri aku kartu hadiah Amazon saja.
Ayolah. Volvo 122S tahun 1967.
Ini akan menjadi mobil impianmu.
Terlihat jauh lebih tua dan kotor daripada di foto.
Ya, seperti di Tinder.
Dengar, Carter, foto-foto itu menggambarkan
yang bisa kau ubah agar mobil itu menjadi milikmu,
agar menjadi mobil impianmu.
Jadi, selamat ulang tahun.
Masih lima bulan lagi.
Kakek tahu. Tapi akan butuh lebih dari lima bulan untuk mengerjakan ini.
Lima bulan? Sekali lagi, kartu hadiah Amazon.
Carter, saat Ibu 16 tahun, kakekmu dan Ibu melakukan ini dengan GTO Ibu.
Awalnya jauh lebih buruk dari ini.
Mobil itu sangat keren sekarang. Aku menyukainya.
- Terima kasih, Kakek. - Sama-sama, Nak.
- Hentikan dia. - Carter, hentikan.
Hentikan.
- Hentikan. - Beri dia camilan.
Para gadis akan menyukai mobil manisku.
Sampai mereka bertemu sopirnya.
Sedikit kejam, 'kan?
Sedikit?
Siapa yang mengebel setelah pukul 19.00?
Menurut Ayah itu pembobolan rumah?
Mungkin yang sopan.
Hei, Matt, aku datang menemui Riley dan anak-anak.
Tidak.
Kau tahu, anak-anakku?
Hanya pecundang hipster yang salah rumah.
Sial, Ayah.
Itu ayah kalian.
Ayah tak bilang itu bukan Jimmy.
Kakek hanya bilang salah rumah dan itu benar.
Ayah!
Inilah orang-orang favoritku di seluruh dunia.
Dan kakek mereka.
Ayo. Kemarilah.
Hei, Ayah.
Mengantar bunga. Akhirnya kau dapat pekerjaan, Jimmy.
Kakek selalu mengolok Ayah. Dia pria yang lucu.
Dia lucu sekali.
Kau tahu apa lagi yang lucu?
Kau muncul saat kubilang aku tak mau menemuimu.
Ada rehat tur. Aku ingin bertemu anak-anakku.
Aku juga ingin bertemu denganmu. Aku membelikan ini untukmu.
Bunga dari jalan tol.
- Semua dimaafkan. - Aku tahu kau suka bunga, Sayang.
Senang mengobrol. Sampai nanti, Sayang.
Ada hadiah untukmu, Georgie.
"Masa depan adalah wanita."
Aku menyukainya.
Ibu dapat itu saat seusiamu.
Menjelaskan semua yang perlu kita ketahui.
Carter, Ayah belikan kaus Foo Fighters yang keren ini.
Aku lebih suka K-pop belakangan ini.
Lagi pula, kelihatannya agak kecil.
Kau jadi jauh lebih tinggi dalam sebulan.
Jika lebih besar lagi, harus melakukan tes DNA.
Semoga saja, ya?
Ada lagi yang berharap ini pembobolan rumah?
Terima kasih, Ayah. Kakek membelikanku mobil.
Butuh sedikit perbaikan, tapi tak seperti beberapa hubungan, bisa diperbaiki.
Oke.
- Kini Ayah tak bersikap halus. - Apa dia pernah halus?
Carter, tunjukkan mobilmu kepada ayahmu. Ajak Georgia.
Sekarang. Ya.
Kau tampak cantik, Riles.
Ayah harus tenang.
Aku tenang, Riles.
- Kenapa dia di sini? - Entahlah.
Aku pun tak mau dia di sini.
Tapi dia di sini, jadi, bisakah Ayah coba 90 hingga 100 persen lebih baik?
Ayah mengalami reaksi alergi terhadap kacang,
seperti kacang bodoh yang mampir tanpa pemberitahuan.
Ayah tahu?
- Sebenarnya dia musisi yang berbakat. - Hentikan.
Dia menulis beberapa lagu indah untukku.
Siapa yang jatuh cinta pada musik karya pemain bas?
Linda McCartney?
Wanita yang menikahi Sting?
Aku yakin ada yang lain.
Tidak.
McCartney, Sting, dan Jimmy, kau sudah sebut semuanya.
Karena dia di sini, dia bisa menandatangani surat cerainya.
Semoga kau mendapatkan bagian kumis indah itu.
Kau baik sekali memberi Carter mobil itu.
Ya, Kakek yang terbaik.
- Boleh Ayah tidur di sini malam ini? - Ayah menyewa hotel.
Tidak, ayo lihat kamar dan semua barangku.
- Georgia. - Kumohon, Ibu.
Oke. Hanya satu malam. Dia ayah dari anak-anakku.
Ayo, Ayah. Aku menambang mata uang kripto sendiri bernama Georginium.
- Terima kasih. - Pasang alarmmu.
Waktu keluar pukul 05.00, sebelum aku bangun.
Itu Ayah berusaha bersikap baik.
Sejak kapan kau bangun pagi?
Saat aku di rumah bersama ayahmu.
Tak bisa tidur dengan satu mata terbuka,
apa pun kata Metallica.
Hei, aku membuatkanmu kopi.
Tiga sendok gula, 'kan?
Tanpa gula.
Hampir benar.
Kau yakin? Kedengarannya tidak tepat.
Ya, aku yakin tahu apa yang kusuka di kopiku.
Kau tak bisa jadi suami yang baik. Ini sebabnya aku ingin bercerai.
Aku menyopir ke sini untuk membahas itu. Kau sungguh ingin cerai?
Apa petunjukmu? Saat aku pindah ke negara bagian lain?
Sudah kukatakan ratusan kali.
Kita tumbuh bersama, tapi kau tak pernah tumbuh dewasa.
Baik, aku tahu bukan suami terbaik, dan itu sebabnya…
kutulis lagu ini untukmu.
- Kau tak akan membacanya? - Jimmy, aku tak mau mengulangi ini lagi.
Kita bertengkar, kau minta maaf, kita berbaikan, dan kembali bersama.
Tapi di situlah tempat kita. Bersama.
Kumohon jangan. Kenapa kau selalu wangi?
Masih di sini?
Apa itu cangkir kopiku?
"Mobil sungguhan tak ganti gigi sendiri."
Itu cangkirku.
Hei. Siapa yang mau ke Dermaga Santa Monica?
Itu bukan jadwal hari Rabu di sini. Ini hari sekolah.
Sebagai orang yang belajar dua bab lebih dulu di semua pelajaran,
satu kali absen tidak akan merusak peluangku masuk Berkeley.
Satu-satunya hal yang akan mencegahmu masuk Berkeley
adalah mencukur kakimu.
Kumohon.
- Baiklah. - Ya!
Bagaimana, Carter? Kau ikut? Pasti menyenangkan.
Tak perlu.
Tak apa. Kau boleh pergi.
Kurasa aku lebih suka sekolah.
Sekolah? Mungkin kita butuh tes DNA itu.
Baik, kami akan merindukanmu. Ayo pergi, Georgie.
Mungkin jika Ayah rendam dalam bensin.
Hai, Kawan-Kawan. Aku belikan kalian kopi dari kafe hipster di sudut jalan.
Manis untuk Gabriel karena dia manis.
Pedas untuk Stitch karena dia pedas.
Aku merasa sangat dimengerti.
- Apa yang kuminum? - Kau minum favoritku,
dua seloki kopi dengan susu gandum, tanpa gula, dan sedikit kapulaga.
Apa?
Siapa bilang aku tak asyik lagi?
Mewah.
Rasanya seperti sesuatu…
yang mewah.
Di Vegas, aku dan teman-teman minum kopi santai,
komplen soal kehidupan buruk kami sebelum melakukan pekerjaan buruk kami.
Kalian temanku sekarang.
Entah siapa yang lebih sedih, kami atau kau.
Aku suka sesi komplen.
- Aku sedang stres berat, tapi… - Diam.
Yang beli kopi, yang boleh bicara.
- Baik. - Ada apa, Riley?
Jimmy datang semalam.
Sial!
Aku berusaha keras mencegah ayahku membunuhnya
hingga aku tak sempat memikirkan betapa aku ingin membunuhnya.
Kopi yang enak dan gosip hebat.
Maksudku, pria itu belum berubah.
Dia pikir bisa kembali dan semua akan baik-baik saja?
Lucu sekali.
Bagaimana anak-anak kami?
Carter kesulitan dengan Jimmy sejak kami pindah kemari.
Kau yakin hanya Carter yang kesulitan?
Mungkin kau juga sulit menata perasaanmu pada Jimmy.
Aku hebat, 'kan?
Ocehan hebat.
Dia menulis lagu ini untuk mencoba merayuku kembali.
Serangan cinta klasik.
Tepat.
Aku belum membacanya karena lagunya selalu bagus
dan itu mengarah ke hal lain yang hebat.
Seks.
Aksi ranjang.
Hal itu.
Ya.
- Kita bisa mengatasinya. - Coba kulihat.
"Untuk gadis yang tak layak kudapatkan."
- Tertulis begitu? - Seharusnya.
Biar kubaca ini.
Sial.
Baru baca dua baris dan kurasa aku baru saja hamil.
Riley, kau dalam bahaya.
No comments yet. Be the first to leave one.