200 baris pertama.
MY ROYAL NEMESIS
Bos, kurasa ada wanita yang menghalangi kita.
Aku juga punya mata.
Seret dia keluar.
Hancurkan semuanya!
- Baik. - Baik.
- Apaโฆ - Siapa itu?
Siapa kau?
Cha Se-gye dari Chail E&C. Tak tahu siapa aku?
Tidak. Perlukah aku tahu?
Tangkap dia! Sialan.
Hei! Tangkap dia! Sialan!
Tangkap dia!
Bajingan.
Hei!
POLISI.
Polisi. Hentikan sekarang juga.
Shin Seo-ri.
Kau baik-baik saja?
Cha Se-gye.
Aku di sini.
Bicaralah.
Terang sekali.
Cahayanya menyilaukan.
Shin Seo-ri.
Sialan.
Shin Seo-ri.
Sial.
EPISODE 13 TAKDIR YANG TAK TERDUGA
Dan-sim. Buka matamu, Dan-sim.
- Dan-sim. - Astaga.
Dan-sim, kau sudah sadar?
Kau baik-baik saja, Dan-sim?
Namaku
adalah Seo-ri. Kenapa merekaโฆ
Pernapasan sudah sangat stabil,
dan kondisi vital secara umum terlihat baik, Ketua.
Selama tidak ada infeksi atau perdarahan lanjutan,
kau boleh pulang dalam dua minggu.
Ketua,
aku tidak tahu tentang itu.
Aku tak terkait dengan perusahaan Pak Cha atau kecelakaanmu.
Aku hanya berpikir Presiden Choi Mun-do dan aku bisa menjadi rekan yang baik.
Asalkan beristirahat total, kita bisa mengharapkan
- pemulihan ingatan bertahap. - Baik.
Terima kasih. Aku akan berhati-hati.
Hubungi Komisaris.
Katakan aku ingin bertemu.
Apa kau baik-baik saja?
Apanya?
Tidak.
Aku hanya bertanya apa kau baik-baik saja.
Peka sekali.
Cepat paham keadaan.
Apa yang bisa kulakukan?
Aku tak bisa memutar balik waktu yang telah berlalu.
Sekarang sudah terlambat untuk menyesal.
Aku harus menjalani hidup saat ini.
Harus melakukan apa yang kubisa.
Ada apa?
Terjadi sesuatu?
Cha Se-gye.
Kau tahu,
hidupโฆ
Selalu terasa seperti hukuman penjara.
Setiap hariโฆ
Terasa seperti hukuman.
Beraninya dia.
Gadis bodoh itu menceburkan diri ke sungai begitu saja.
Aku sudah beri surat perbudakannya,
tetapi dia bahkan tak tahu namanya.
Dia tak tahu apa-apa. Harus bagaimana?
Memangnya ada pilihan?
Tak harus punya nama untuk menjadi budak.
Usir dia begitu dia bangun.
Keterlaluan.
Kenapa aku dilahirkan hanya untuk dihukum?
Wajah anak ini muram sekali. Benar-benar membawa sial.
Jika wajahmu terus begitu, kau tak akan dapat apa-apa.
- Hei! - Mau ke mana kau?
Dasar bocah!
Hei!
Kurung dia di gudang. Jangan beri setetes air pun.
Jika aku harus hidup seperti iniโฆ
Keluarkan aku!
Keluarkan aku!
Namun, masa orang biasa itu akan segera berakhir.
Ini akhirnya.
Benar, bukan? Dia hanyalah orang rendahan.
Mungkin akan lebih baikโฆ
Namun, siapa yang tahu?
Bisa saja itu kutukan untuk membunuh Ratu.
PANGERAN AGUNG CHEONGHEON
โฆjika aku tak pernah dilahirkan ke dunia ini.
Bahkan saat datang ke sini,
aku menganggapnya sebagai hadiah,
sebagai kesempatan kedua dalam hidup.
Aku berusaha meyakinkan diriku.
Namun, aku kembali menerima hukuman.
Aku mulai bertanya-tanya penderitaan seperti apa yang akan datang.
Namun, anehnya,
kurasa
aku mulai tersenyum sejak datang ke sini.
Bertemu Nenek dan bertemu denganmu
membuat hatiku merasa tenang.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku.
Jadi, aku akan menganggapnya impas.
Sungguh menganggapnya sebagai hadiah.
Seolah aku menerima sekaligus
semua hadiah yang terlambat kudapatkan.
Begitulah aku akan memandangnya.
Cha Se-gye.
Mari menua bersama.
Ya.
Aku tak akan melepaskanmu.
Aku tak membiarkanmu pergi.
Tak perlu.
Aku tak akan pergi.
Tak perlu lagi.
Karena aku telah kembali
ke tempat asalku.
Semalam dia demam tinggi,
tetapi setelah diberi obat, kondisinya membaik hari ini.
Udaranya dingin, jadi jangan terlalu lama di luar.
Nenek.
Aku datang.
Cucu Nenek datang.
Tolong lihat aku.
Nona.
Apa pria muda di sampingmu itu
pacarmu?
Ya, aku pacarnya, Nenek.
Astaga, kau pria yang tampan. Sama seperti suamiku dahulu.
Dia mungkin tidak menghasilkan banyak uang,
tetapi dia pria tampan. Benar-benar tampan.
Aku juga menghasilkan banyak uang.
Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku sangat bisa diandalkan.
Anak ini pandai berkata-kata.
Masih saja bergaya, padahal melarat.
Nona, kau siapa?
Kenapa begitu baik kepadaku?
Siapa lagi?
Aku pacarnya.
Jangan menangis.
Sudahlah.
Apa maksud kejadian kemarin? Kau memanggilku tiba-tiba.
Harus bagaimana? Mereka tiba-tiba datang.
Aku juga terkejut.
Seharusnya kau memperingatkan aku dulu.
Kesepakatan diam-diam dengan Inspektur Lee.
"Kesepakatan diam-diam"? Jaga bicaramu.
Izinkan aku beri penawaran.
Kau serius mau menawarkan
kesepakatan dengan polisi aktif?
Bukan kesepakatan. Hanya informasi.
Kulihat kartel dalam kepolisian
sudah mengakar.
Dalam pertarungan,
waktulah yang menentukan.
Begitu juga dalam penyerangan.
Sudah waktunya kau turun ke lapangan.
Awasi restoran itu. Entah kapan mereka menyerang lagi.
Lebih baik
jika dia keluar kamar dan menghirup udara segar.
Bisakah kita bicara, Nona Shin?
Standarmu tinggi, Anak Muda.
Kau memilih yang tepat.
Bagaimana Nenek bisa tahu hanya dengan sekali melihatnya?
Apa maksudmu, "sekali"?
Dia bayiku. Aku membesarkannya dengan kedua tanganku sendiri.
Dengarkan.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan.
Tunggu. Biar kupanggil Shin Seo-ri.
Bukan.
Bukan Seo-ri, tetapi kau.
Ada yang ingin kusampaikan.
Jadi, ini bukan kerasukan, melainkan kepulangan?
Bukan pengambilalihan paksa, melainkan kepulangan yang gemilang?
Kau terlempar ke Joseon saat berusia 12 tahun,
jadi dayang istana, lalu mati karena racun.
Sekarang, kau kembali ke masa kini.
Tak pernah kulihat regresi, kerasukan, reinkarnasi seperti ini.
Ini seperti menemukan benua baru.
Pantas saja.
Hwagyeong itu terasa aneh. Wajahnya memang sepertimu,
tetapi dia sama sekali tak seperti Yang Mulia.
Kau melihatnya.
Bagaimanapun, intinya,
tak ada alasan untuk menyelidiki hwagyeong itu
atau memanggil roh apa pun.
Yang Mulia, aku menyampaikan ucapan selamat yang terdalam.
Hei, ayolah.
Kau harus berhenti memanggilku Yang Mulia sekarang.
Panggil aku Shin Seo-ri.
Itu namaku.
Baik. Shin Seo-ri.
Baiklah, kalau begitu.
Ini benar-benar awal yang baru untukmu.
Untuk benar-benar memulai awal baru,
aku harus menyingkirkan batang-batang busuk terlebih dahulu.
No comments yet. Be the first to leave one.