Informasi rilis

Merah Putih II - Darah Garuda (2010) Indonesia
Komentar oleh kikywebsite

Tag

other
Diterbitkan pada: 2021-06-28
Unduhan: 59
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Agustus, 1945. Bagi dunia, perang sudah berakhir.

Namun untuk lndonesia, baru dimulai.

1946, Kerajaan Belanda kembali menjajah.

Jendral Sudirman, terkapar sakit paru-parunya.

Memimpin perang dari tandunya.

Juni, 1947. Van Mook memerintahkan serangan.

Dan menggiring tawanan ke camp-camp.

Sekali lagi, Belanda menjadi raja dari Hindia.

Sersan! Ada kendaraan mendekat.

Sersan, saya Mayor Van Gaartner. Ada kabar penting untuk Kolonel.

Saya harus bertemu dengannya segera!

Sersan.

Terima kasih.

Aduh.

Teruskan kerjamu.

Semua ini bikin aku muak!

Lakukan saja seperti yang mereka suruh.

Senja!

Diam!

Dia masih muda.

Dia harus dewasa.

- Aku bukan kuli. - Apa susahnya?

Ayahku pemilik perkebunan.

Aku tidak dilahirkan untuk ini.

Jadi khusus untukmu, kopi-kopi ini bisa memetik dirinya sendiri?!

Sudahlah.

Pura-pura saja bekerja sampai mereka datang menyelamatkan kita.

Tidak ada yang akan menyelamatkan kita.

Mereka pasti datang.

- Mas Amir... - Suamimu yang bodoh itulah...

... yang menyuruh kita ke sini.

Mana dia tahu ada Belanda di sini.

Hush, diam.

Kenapa kalian?

Sersan. Sersan. Ada kendaraan lagi.

Ada truk!

Berhenti!

Berhenti!

Tidak boleh ada kendaraan sipil. Putar balik!

Kami dapat perintah dari Mayor Van Gaartner untuk jemput tawanan.

Mungkin saja. Ada apa di belakang?

Ya, tapi Mayor Van Gaartner bilang...

Saya dengar kamu bilang apa tadi.

Sekarang kamu monyet, keluar dari mobil...

... dan tunjukkan saya ada apa dibelakang!

OK, Sersan.

OK, jalan!

Kalau kamu tidak suka kerja...

Ayo, aku cari kerjaan khusus buat kamu.

Ada apa ini?

Saya tidak ada hubungan dengan pemberontak.

Seharusnya saya tidak di sini.

Oh, begitu?

Aku juga mau mencicipi ini, Frederick.

Tunggu!

Tolonglah...

Dia cuma anak kecil.

Oh...

Brengsek!

Aku tak akan berbaik hati lagi padamu!

Frederick, ambil dia.

Turun.

Kembali ke kamar masing-masing.

Ayo, cepat, cepat, cepat.

Jangan takut.

Mereka pasti datang.

Tak ada yang akan datang.

Mereka akan datang.

Nenek tua tahu apa?

Tomas?

Kenapa berisik kalian?

Ada apa ini, hah?

Hei, kamu bergerak, kamu mati!

Yang mau ikut, jalan!

Jatuhkan senjata! Jatuhkan senjata!

Hei, Tomas! Pembantai tahanan perang kamu.

Bajingan kotor!

Saya kasih kamu tiga detik untuk meletakkan senjata kamu.

Satu!

Dua!

Tomas!

Naik, naik, naik, naik.

Sersan. Sersan.

Berhenti!

Berhenti!

Merdeka!

Salamku untuk Ratu Wihelmina.

Merdeka!

Sebagian Belanda itu adalah pasukan komando.

Waktu perang dunia ke dua, mereka diturunkan Inggris...

... di belakang garis perbatasan antara Belanda dan Jerman.

Bagaimana kalau mereka jalan ke sini?

Apa yang harus kita lakukan, Letnan?

Aku kenal jalur ini.

Kita bisa menyeberang gunung.

Dan bertemu dengan pasukan Jendral Sudirman.

Hei.

Bagaimana kalau kau ke sini melepaskan aku?

Aku janji, aku tak akan kasar padamu...

... nanti kalau teman-temanku datang. Hah?

Kita semua bakal lembut sekali.

Jangan dengarkan dia.

Jangan takut, nona. Kamu juga akan dapat giliran.

Tenang.

Lepaskan.

Bagaimana?

Apa kita buang dia ke hutan lalu kita habisi?

Itu orang hanya menyulitkan kita.

Habisi saja sekarang.

Bunuh saja binatang itu.

Kaliat ingat, betapa bergunanya Mayor Van Gaartner?

Sekarang dengar, aku jelaskan dengan sederhana.

Kita tidak membunuh.

Kenapa kau membuntuti aku?

Kenapa kau pergi?

Aku mau pulang.

Tunggu.

Tadi di perkebunan...

- Aku tidak tahu... - Itu sudah biasa.

Kamu tahu sendiri itu.

Tentara...

Bagiku itu tidak ada artinya.

Tapi...

Terima kasih kembali.

Keluarkan, usir Belanda!

Keluar! Keluar! keluar!

Bahaya, mba.

Oh, kau yang mau jadi pelindungku sekarang?

Iya, memang.

Ya Tuhan.

Mama!

- Ma, jangan, ma. - Mama, jangan khawatir, mama.

Mama harus khawatir. Itu tugas mama.

Papa!

- Pa? Pa! - Papa!

Masuk. Kalian masuk.

- Pa? - Masuk! Kalian masuk!

Pa...

Pa!

Keluar!

Pa! Ma, ma, ma.

Kalian tetap di dalam. Apapun yang kalian dengar.

Mama sayang kalian.

Keluar! Keluar! Bakar!

Udah, papa cepat masuk.

Cepat masuk! Sekarang! Cepat, pak!

Kalian mau apa?

Diam, pak tua!

Kau dan keluarga Belandamu sudah tidak punya kuasa lagi di negeri ini.

- Diam! - Lepaskan!

Lepaskan!

- Diam! - Lepaskan!

- Diam! - Lepaskan!

Berhenti!

Atau kalian semua ku tembak mati.

Jangan tembak.

Kami tentara Republik.

Berhenti!

Jangan tembak.

Kami dari sekolah tentara rakyat.

Ku dengar kalian semua sudah dihabisi.

Tidak semua.

Bagaimana kalau aku panggil 50 orang dari kesatuanku...

... dan bilang kalian semua ini mata-mata Belanda.

Itu akan sulit, kalau tidak ada udara di lehermu.

Kami mencari pasukan Jendral Sudirman.

Bapak telah menemukan kami.

Dayan.

Melati, Senja.

Budi.

Jadi ini, 50 anggota pasukanmu?

Dia bisa menembak lebih jitu daripada orang dewasa.

Dan pasti dia lebih jitu daripada Marius.

Belanda memusnahkan kampung di dekat sini.

Orangtuanya terbunuh tapi aku menyelamatkan dia.

Ayo.

Aku antar ke pasukan Jendral Sudirman.

Semua orang sibuk hari ini.

Jendral Sudirman akan mengadakan serangan balasan.

Mungkin kalian bisa memperkuat serangan balasan.

Ada petugas, supaya saya bisa lapor?

Ada, pak. Panggil Mayor Fadli.

Baik.

Merdeka!

- Merdeka! - Lapor, Mayor.

Ada rombongan yang ingin bertemu.

Jadi, cuma ini yang selamat dari kalian?

Betul, pak.

Ikut aku. Kita bicara.

Perhatian!

Sersan Yanto, tolong carikan mereka tempat untuk menginap.

Dan yang perempuan tolong diantar.

Laksanakan.

Siap.

Saya bagian dari mereka.

Saya tetap di sini.

Cuma tentara yang boleh di sini.

Laksanakan.

Yang lain.

Silahkan.

Blood Of Eagles subtitles in other languages

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left