The Pacific

The Pacific

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 1

Informasi rilis

The Pacific S01E06 PROPER HDTV XviD-NoTV
Komentar oleh rizaladam

Tag

HDTV
hdtv
XviD
HD
Diterbitkan pada: 2019-04-07
Unduhan: 68
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

16 September 1944.

Hari kedua penyerangan di Peleliu.

Mereka kira itu hanya operasi militer singkat.

Mungkin usai dua atau tiga hari.

Hanya ada beberapa ribu pasukan Jepang di sana.

Masalahnya ada banyak Jepang di sana...

...dibanding Marinir yang menunggu di pantai.

Kami tak sadar ada batu karang di sana...

...dengan 500 gua di dalamnya.

Mereka melihat kami yang ada di pulau itu.

Perlawanan Jepang sangat sengit...

...hingga Marinir tak bisa mendapat persediaan ke pantai.

Saat siang, suhu udara naik sampai 43 derajat Celsius.

Dan tak ada air yang bisa diminum di Peleliu.

Kau bisa pergi lama...

...tanpa makanan dan bertahan hidup.

Tapi kau tak bisa lakukan itu tanpa air.

Aku pernah haus...

...tapi tak pernah merasa haus seperti itu.

Pada kondisi ini...

...Marinir diperintahkan menyeberangi lapangan udara terbuka...

...yang ada di tengah pulau.

Saat mereka menyeberang, pasukan Jepang mulai menembak.

Menyeberangi lanud itu...

...kurasa itu jalan terpanjang yang pernah kutempuh.

Sangat menyeramkan.

Yang membuatnya menyeramkan adalah...

...kau tak bisa bertindak apapun.

Aku merasa tak berdaya, tak bisa melawan.

Kau tak bisa melakukan apapun.

Itu pertunjukan mengerikan.

Adalah mukjizat Divisi Marinir pertama...

...tak seluruhnya dibantai.

Sebelumnya di The Pacific:

- Kita mengenal pria ini? - Selamat datang kembali, Kawan.

Aku tak percaya aku akhirnya datang kemari dan kau pulang.

Seperti apa rasanya?

Itu tak pernah bisa kau bayangkan.

Ikuti pria di depan kalian...

...dan turun ke pantai itu.

Kita mulai, semuanya!

Mulai menembak!

Terus bergerak!

Sledge, cepat ke pantai! Ayo jalan!

- Bill. - Brengsek!

Bill!

Perawat.

Perawat!

Kita kaya, Anak-anak.

Tentara emas punya banyak emas dalam giginya.

Besok kita harus pergi keluar sana.

THE PACIFIC Bagian 6

Tee, tolong lihat siapa yang datang larut malam.

Ya, Bu.

Seorang pria berseragam, Bu.

Sidney Philip.

Ayah, Sid ada di sini.

- Kuharap aku tak membuat Anda kaget. - Sama sekali tidak.

Siapa yang berdiri di lorongku?

- Ini Sidney. - Dr. Sledge.

Masih ada kue pai di meja.

Terima kasih, Rose.

Kuingin kau bicara yang jujur soal Eugene-ku.

- Bagaimana keadaannya, Sid? - Jangan memojokkan dia.

Ny. Sledge...

Eugene bersama dengan banyak Marinir yang hebat.

Peleton pertama adalah yang terbaik.

Mereka pria yang hebat juga. Mereka saling menjaga.

Selain itu, dia petugas mortir...

...sama sepertiku. Kami petugas mortir...

...selalu agak di belakang pertempuran.

Kuberitahu Anda, itu tempat yang baik.

Aku tak bisa katakan ini pada setiap Marinir yang kukenal...

...tapi aku tak mencemaskan Eugene.

Kau lihat, Ayah?

Itu tak terlalu sulit untuk didengar, 'kan?

Perawat peleton kedua, naiklah kemari!

Apa yang kau lakukan?

Bereskan semua ini dan bersiap untuk pergi.

Apa yang kau lihat? Ada pergerakan?

Semuanya tenang.

Ada kabar tentang Hoosier?

Kita diserang cukup sengit di pantai.

Kami masih sedang menyortir jumlah korban.

Tak ada kabar untuk kita.

Brengsek, aku cuma ingin air.

Regu ketiga, pergi ke kanan!

Seseorang menemukan air. Sumpah demi Tuhan.

- Ada air. - Seseorang menemukan air.

- Puji Tuhan. - Airnya ada banyak.

Berikan helm-ku.

Astaga!

Ini diracuni.

Jepang meracuni airnya.

Dengar, persenjataan! CO punya perintah!

Baiklah, ini perintahnya.

Seluruh divisi pindah ke seberang lanud pada pukul 09:00.

Peleton pertama dan kedua akan memimpin.

Diikuti oleh persenjataan dan peleton ketiga.

Satu-satunya cara hentikan artileri Jepang ini adalah naik ke bukit itu.

Dan satu-satunya cara naik ke bukit itu adalah menyeberangi lanud ini.

Saat kita bergerak, jangan berhenti sampai bisa menyeberang.

- Kalian paham? - Ya, Kapten.

Ada pertanyaan?

Kami butuh air, Kapten.

Aku sedang mengusahakannya, Kopral.

Siapkan peralatan kalian dan bersiaplah.

Kembali ke posisi kalian. Berkemaslah!

Ayo, regu kedua! Kembali ke barisan!

Ayo, Roket!

Kemasi peralatan! Cepat!

Kita harus menyeberangi itu?

Berhentilah mengeluh.

Semuanya usai saat kau menyeberang.

Jepang membenci mortir dan bazoka...

...seperti penembak, Leyden.

Menurutmu, berapa Jepang yang ada di sana?

- Ada yang bawa penyeka bokong? - Tak ada penyeka bokong, makanan...

...dan air. Jadi jangan pikirkan itu.

Meneguk air yang segar?

Menyiram kepalamu dengan air?

Singkirkan itu dari pikiranmu.

Aku punya sedikit air.

Kita harus pergi!

Bersiaplah! Ayo!

Terima kasih.

Ayo! Bawa peralatan itu!

Kau telah dipromosikan.

Kau menyuruhnya mengukur mortir?

Setidaknya itu yang kulakukan sebagai pengganti air.

Regu ketiga, ikut aku!

Berdirilah kalian.

Bawa peralatan itu. Sebentar lagi kita pergi.

Tetaplah waspada! Bersiaplah!

Regu ke-5 juga tak punya air.

Mungkin Jepang di sana itu punya sedikit.

Bagaimana mereka mengutus kita kemari tanpa air?

Lucky?

Bawa peralatan kalian! Bersiap untuk pergi!

Bersyukurlah ada AL.

Peleton pertama dan kedua, jalan!

Ayo jalan!

Ayo jalan!

Ayo, regu pertama! Tetap bersamaku!

Ayo, regu kedua! Kalian cepatlah!

Regu ketiga, cepat!

Ayo, cepat!

Selalu yang pertama.

- Mari seberangi lanud itu! - Aku di belakangmu, Bill.

- Jangan berhenti! - Cepat! Tetap merunduk!

Persenjataan, ayo!

Regu pertama, maju ke depan!

- Sampai jumpa di seberang! - Ayo!

Ayo! Bergegaslah! Cepat!

Cepat!

Bawa dia pergi!

Ayo, Sledge! Cepat!

Cepat.

Dengar! Kita akan seberangi lanud!

Bersiap untuk pergi!

Bersiap untuk menyeberang! Sebarkan perintah ini!

Sudah siap? Kompi How!

Di kiri dan kanan, ayo!

- Sampai jumpa di seberang! - Ayo, Marinir!

- Ayo! - Cepat!

Cepat!

Lututku!

Perawat, tolong aku!

Bersiap untuk pergi!

Michael, cepat! Ayo!

Sonny! Joe!

Serangan penembak jitu!

Ayo cepat pergi!

Cepat! Ayo!

Jangan berhenti lari! Ayo!

Kau tak apa-apa! Berdirilah!

Kau harus berdiri! Cepat! Kau tak apa-apa!

- Cepat! - Ayo!

Kakiku terasa sangat sakit.

Apa kau mendengar?

Setengah jalan menuju ke landasan pacu, Pak.

Kami dapat serangan hebat.

- Runner. - Kami butuh serangan udara.

Kami butuh serangan udara...

...untuk hancurkan artileri Jepang dari bukit.

Apa kau mendengar?

- Kita harus balas mereka. - Kami akan cari bantuan.

Apa kau mendengar?

- Kurasa tak bisa menghubungi. - Kita butuh radio yang berfungsi.

- Perbaiki ini. Kau mendengarku? - Baik, Pak.

Leckie.

Kastil putih, ini How-4. Apa kau dengar?

- Kita harus kembali. - Bagaimana dengan Conley?

Bawa radio dan perawat kemari.

Aku akan jaga Conley.

Kastil Putih, ini How-4. Apa kau dengar?

Aku akan kembali. Kau dengar?

Aku akan kembali.

Ayo, tetaplah bersamaku.

Perawat!

More Indonesian subtitles for The Pacific

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left