The Lighthouse

The Lighthouse

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

The-Lighthouse-2019-VERSI-PERBAIKAN-Bluray-BRrip-All-Resolutions-SMM SUBS
Komentar oleh SmilyMADman
Perbaikan daripada versi WEB-DL maupun Bluray yang sebelumnya. Sekitar 70% perbaikan yang terjadi di sini. Kamu mungkin sudah bisa lebih mengerti maksud dari film The LIghthouse jika menggunakan subtitle yang ini.

Tag

brrip
BluRay
Diterbitkan pada: 2021-01-01
Unduhan: 383
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Original English Subtitle By : explosiveskull

Facebook : Khairul Septian

Instagram : smadm_s

Batam, Kepulauan Riau

21 Desember 2019

Selamat menonton :)

Aw!

Haruslah pucat pasi dengan ketakutan tiga kali lipat,

menjadikan gua laut sebagai tempat istirahat,

Wahai Tuhan yang mendengar ombak yang menggulung,

sudilah untuk menyelamatkan jiwa kami yang memohon.

Untuk empat minggu!

Tak usah. Terima kasih.

Kesialan jika tidak bersulang sebelum makan.

Oh, maaf... Tak bermaksud tak hormat.

Lelaki macam apa yang tak minum? Berikan alasanmu.

Uh... bukan...

Aku paham itu tak sesuai peraturannya, pak.

Benarkah?

Benar. Dari, uh... Dari buku petunjuknya.

Kukira kau tidak suka membaca.

Aku tidak ingin membuat masalah.

Maka lakukan sesuai yang kukatakan.

Itu juga ada di bukunya.

Untuk empat minggu.

Aye. Aye. Tangki airnya butuh diperhatikan.

Salah satu tugasmu, nak.

Atau kau tidak membaca tugasmu di buku?

Kau bersihkan kuningannya dan mesin jam,

Dan kau rapikan rumah sesudahnya.

Dan masih banyak yang harus diperbaiki diluar sana.

Kau dengar aku?

Ya.

Aye, sir!

Aye, sir.

Saat kabutnya hilang,

kau lakukan tugasmu selama dog watch*.

* Dog watch : Periode waktu; Dari jam 4 hingga 8 malam.

Jam segitu? Aku kira itu waktuku untuk mengawasi lampunya.

Aku yang mengurus lampunya.

Baiklah, toh tugasnya juga bergiliran.

Jam giliran malamlah yang harus kau takuti.

Jam kerjaku, malam hingga pagi.

Kuubah aturannya karena pekerja baru yang sebelumnya.

Lakukan tugas-tugasmu. Lampunya tugasku.

Buku Petunjuk Penjaga Mercusuar Juli 1881

Bangsat!

Untukmu, sayangku.

Atap.

Urus itu sesudah tangki airnya.

Dan lampunya, dia butuh minyak.

Aye, sir.

Pergi!

Minggirlah!

Kau tak boleh ke sana!

- Minyak, pak. - Capek? Gunakan ini.

Meringankan pekerjaanmu.

Atur napasmu, nak.

Aku bilang, atur napasmu, nak.

Dan bawa drum itu...

ke tempat di mana kau mengambilnya.

Kecuali kau ingin membakar habis tempat ini.

Dan lakukan sisa pekerjaanmu yang lain.

Tugasmu masih banyak.

- Aye, sir. - Kau sangat lamban. Apa kau orang idiot?

Tidak.

Tertipu aku.

Haruslah pucat pasi dengan ketakutan tiga kali lipat,

menjadikan gua laut sebagai tempat istirahat,

Wahai Tuhan yang mendengar ombak yang menggulung,

sudilah untuk menyelamatkan jiwa kami yang memohon.

Masih terasa tak enak?

Ah, berbahagialah sedikit, nak.

Sekarang waktunya kita untuk saling mengobrol.

Kau harus menikmatinya.

Seperti ini selama dua minggu kedepan dan kita berdua akan menjadi

sangat senyap seperti makam.

Aku tidak banyak bicara.

Menurutmu hanya kau?

Tidak, pak. Tidak.

Memang.

Memang.

The Chicopee, Betapa indahnya dia.

Diciptakan rapi dan kokoh!

Tidak ada lagi armada di tahun 1864 selain dirinya.

Kami sedang istirahat...

Itu sebuah pemberontakan...

Mengapa, tanyamu? Mengapa?

Apa bagian tersulit dari kehidupan pelayar, nak?

Saat kau tak ada kerjaan di tengah laut.

Daerah angin mati. Daerah angin mati.

Lebih kejam daripada iblis.

Kebosanan menjahatkan diri seseorang,

Dan air bersihnya mengering.

Satu-satunya obat adalah alkohol.

Membuat mereka senang, membuat mereka ramah,

membuat mereka tenang, membuat mereka...

Bodoh.

Terkutuklah aku jika kau tidak punya jiwa pelaut

dalam dirimu, nak.

Bicaralah, nak.

Uh...

Apa... Apa yang membuat penjaga sebelumnya pergi?

Dia? Asistenku?

Mmm-hmm.

Meninggal.

Dia menjadi gila.

Mengoceh tentang peri laut, duyung, pertanda buruk dan sebagainya.

Pada akhirnya,

Tidak ada kewarasan dalam dirinya selain hal-hal aneh.

Dia mempercayai bahwa ada semacam pemikat di lampunya.

Dia memperhatikan bahwa St. Elmo...

*Api St. Elmo : Takhayul para pelaut dimana sebuah bola api beterbangan,

telah melemparkan api kedalamnya.

pelaut terkadang memercayainya sebagai pertanda bagus.

Keselamatan, katanya.

Dongeng saja.

Aku lihat kau bertikai dengan burung camar.

Biarkan saja mereka.

Kesialan jika kau membunuh burung camar.

Dongeng lagi.

Kesialan jika membunuh burung camar!

Abaikan diriku, nak.

Tidak ada.

Buatkanlah kopi.

Malam panjang akan datang.

Secangkir kopi akan sangat bagus.

Kau lalai dalam pekerjaanmu, nak!

Jangan menyangkal!

Menurutmu apa ini?

- Pak? - Apa?

Aku sudah menyapunya dan mengepelnya dua kali, pak.

Kau bohong.

- Sudah kubersihkan. - Ini masih penuh kotoran.

Tak disapu, tak dicuci, dan masih bernoda.

Kau senang menganiayaiku?

Ulangi?

Sudah kubilang...

Beraninya kau membantah padaku, dasar anjing.

Dengarlah,

Aku tak pernah ingin menjadi pembantu...

atau budak dalam pekerjaan ini.

Ini tak benar!

Pondok ini bahkan lebih buruk...

daripada gubuk manapun yang pernah kulihat.

Ratu Inggris punya pembantu mewah yang bahkan...

tak bisa melakukan sebagus seperti yang kulakukan,

karena kubilang padamu, aku sudah bersihkan...

tempat ini dua kali, pak...

Dan kubilang padamu kau tidak benar-benar melakukannya.

Dan kukatakan, kau bersihkan lagi,

dan kau bersihkan persis seperti ini,

dan lakukan sebanyak 10 kali sesudahnya.

Dan jika kukatakan padamu untuk menarik dan mencabut...

setiap lantai dan dinding kayu rumah ini...

dan kau ampelas dengan...

tanganmu itu, laksanakan!

Dan jika kukatakan padamu untuk mencabut setiap paku...

dari setiap lubang yang rusak...

dan bersihkan setiap karatnya...

hingga berkilauan seperti zakar paus sperma,

dan bangun kembali tempat ini...

dari awal,

dan lakukan berulang-ulang, laksanakan!

Dan demi Tuhan,

kau akan tersenyum saat melakukannya, yang berarti kau menyukainya.

Kau akan menyukainya karena aku yang menyuruhmu!

Bantah aku lagi, maka kukurangi gajimu.

Kau dengar aku, nak?

Aye, sir.

Ah.

Bersihkan, anjing.

Bersihkan!

Seimbangkan, nak.

Aye, sir.

Lakukan hingga benar-benar putih, nak.

Terang! Berkilau!

Seperti penanda rumah lacur.

Berikanlah para pelayar hari yang cerah.

Mereka tak akan bisa melihatnya saat badai!

Jaga emosimu, nak.

Pekerjaan ini menyenangkan.

Dan kau akan mendapat tanda hebat dalam buku harianku.

Ia bagaikan Injil!

Akan kuturunkan kau beberapa kaki.

Pelan-pelan!

Kau berada di tangan seorang ahli!

Pelan-pelan!

Jangan banyak gerak, nak.

- Tidak! - Kau banyak gerak!

- Seimbangkan! - Sudah!

Pergi! Pergi! Pergi! Pergi!

Terima kasih, nak.

Winslow.

Ephraim Winslow.

Selama dua minggu ini, aku...

Aku lebih suka jika kau menyebut namaku.

Lihat dirimu,

memberi perintah, nak.

- Winslow. - Oke, oke.

More Indonesian subtitles for The Lighthouse

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left