Holiday Rush

Holiday Rush

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Holiday Rush 2019 1080p NF WEBRip DDP5 1 Atmos x264-CM Indonesian
Komentar oleh nortwing
Netflix Official subtitle , runtime 01:34.29 , framerate 24.000 fps

Tag

webrip
web
x264
BRip
1080
Diterbitkan pada: 2019-11-28
Unduhan: 15
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Irv Jackson di sini di Smile NYC,

mengantarkanmu dari Thanksgiving, menuju rutinitas Natal.

Selanjutnya pada pukul 6:00, DJ terbaik teman berkendara Anda,

aliran adrenalinmu, Rush Williams.

Saatnya memulai liburan dengan lagu klasik baru dari John Legend,

"Merry Merry Christmas."

Evie.

Kau tak boleh mengirim pesan pada Ayahmu saat pukul 5:00.

Aku mau kuda mini.

EVIE GABBY AYAH

Sayang, Sinterklas tahu saat kau bangun.

Sebaiknya kau tidur.

Kuda mini.

Aku juga.

Gabby, anak yang baik tidak bangun sampai pukul 7:00.

Aku masih tampan.

Aku harus memasang lonceng padamu.

Kopi Red Eye Double Shot.

- Kopi rasa betapa kau peduli padaku. - Oh, ayolah.

Aku memutar 5 km untuk beli kopi $5 untuk memastikan

DJ bintangku tidak telat. Itu yang kupedulikan pagi ini.

DJ bintangmu punya mobil sendiri. Lebih bagus dari punyamu.

- Kau dapat banyak kiriman pesan? - Daftar Natal si kembar.

- Aku harus pulang sebelum pukul 16:00. - Kau baru sampai, Bibi Jo.

Hanya memberitahumu, aku ada janji lain.

Selamat pagi, Josephine.

Jangan pedulikan dia, dia mau mengelak dari daftar permintaan Natal.

Si kembar ingin kuda mini. Mereka tidak bosan dengan boneka binatang.

Tidak. Anak-anak ini serius.

Mereka ingin kuda mini nyata, yang makan jerami dan buang kotoran.

Baiklah.

Buatkan mereka makan siang.

Butuh lima menit, tapi menunjukkan banyak cinta.

Uangnya untukku. Aku buat makan siang.

Bibi Jo biasa buatkan untukku sebelum aku sekolah.

Sejak Paula meninggal, dia lakukan itu untuk anak-anak.

Aku selalu menyelipkan sesuatu yang manis.

Dia sepadan.

Jika aku tak berbagi kamar mandi dengan adikku,

jika dia tak jatuhkan ponselku ke toilet,

jika metode beras berhasil,

dan jika kau tak memaksaku untuk belajar soal semua itu,

- aku sudah SMS-kan daftar ini. - Selamat pagi.

- Daftar wajib yang warna merah muda. - Tunggu, Nona Mya.

Bacakan daftar itu, Rush.

Tas Prada...

malam Broadway di NYC.

Mya, kita sudah bicarakan ini. Ekstra bukan tujuannya.

Terlalu pagi untuk kata-kata nasihat.

Semakin kau kaya, semakin serakah anak-anak itu.

Pegang dan ambil.

Aku menyayangimu.

Mya, kita akan bicarakan daftar ini.

- Selamat pagi, Jamal. - Pagi.

Kau siap untuk hari "penerimaan awal" itu, 'kan?

- Ya. - Sudah ada kabar?

Belum. Aku masih menunggu kiriman surel.

- Kau pasti diterima. - Dan kami punya kampus cadangan.

- Harvard adalah tujuannya, Ayah. - Ya.

- Diam, tetap pada tujuan. - Boleh aku bicara dengan anakku?

Astaga. Dengar, kau bisa, Jamal.

Hanya ada Harvard. Hanya akan ada Harvard.

- Terima kasih, Roxy. - Itu tempat yang tepat.

Aku mau permisi. Aku mau cari udara segar.

Peregangan.

J-Train harus tetap di jalurnya.

- Aku suka itu. - Baiklah.

- Dia sebentar lagi lebih tinggi dariku. - Sudah kubilang.

Dari mana dia dapat kecerdasan itu?

Entahlah. Tapi dia punya selera dan kepekaan seperti Rush.

Yang tenar masuk dulu, yang cantik belakangan.

Jangan tumpahkan kopinya. Aku baru bersihkan bekasmu.

- Kau mengemudi terlalu cepat. - Kau terlalu telat.

- Pagi, Rush. Pagi, Roxy. - Pagi.

Kita punya 95 detik sebelum siaran,

aku masih harus cek suara, cek daftar lagu Natal.

Setelah selesai, cepatlah keluar. Ada rapat dengan Marshall pukul 10:00.

Dan Boris sudah tiga hari tidak telepon balik, dia sudah kuberi manisan ubi.

Janella, aku mau kau tenang.

- Ini masih pagi. - Hei!

Dengan wajah seperti itu, aku tak tahu kenapa kau kerja di radio.

Astaga.

Hei, Adrenaline Rush-ku.

Katrina, jaga sikapmu, paham?

Sikapmu lebih baik tetap di dalam pakaianmu.

Bung, ayo.

Kau harus membuatku bersinar.

Aku belikan kalian kopi, tapi lalu aku stres dan aku meminumnya.

Irv Jackson di sini membangunkanmu.

Bersiaplah untuk Rush Williams yang akan menemanimu.

- Tes. - Ya, kau mengetes kesabaranku.

- Dengar, Tuan Bintang. - Ya, Bos.

- Thanksgiving usai. Tak ada kalkun lagi. - Ya, Bos.

Kita putar musik Natal hari ini.

Ayo meluncur. Kau suka itu? "Meluncur."

Janella mengirim daftar lagu Natal yang kusetujui?

- Ya, sudah. - Sudah kupelajari, kuhafal, kusiapkan.

Kita berpegang pada itu.

Tak ada hip-hop.

Siaran mulai dalam lima, empat, tiga...

Selamat pagi, orang-orangku. NYC, Queens, Brooklyn, Strong Island.

Ini Adrenaline Rush-mu saat pagi, di Smile NYC.

Bersihkan sisa kalkun itu dari gigimu karena Rush akan memainkan lagu Natal.

Entah kau mengemudi ke kantor, ke mal, atau mengemudikan kegilaan Natalmu.

Ayo kita mainkan musik lawas. Kupersembahkan untuk anak sulungku, Jamal.

Hari ini akan menjadi hari yang spesial baginya.

"Christmas in Hollis", Run DMC!

Ini dia!

Saat Natal di Hollis, Queens

Ibu memasak ayam dan sayuran

Nasi dan campuran, makaroni dan keju

Sinterklas menaruh hadiah Di bawah pohon Natal...

Setiap hari.

Hentikan.

Lonceng Berbunyi

Berbunyi di sepanjang jalan.

- Pagi. - Pagi, Sayang.

Gabby, Evie.

- Tas? - Sudah!

- PR? - Sudah!

Ciuman?

Sudah.

Baiklah, beri aku ruang. Surel sudah datang.

- Kau tanya from who ? - Biasanya aku tanya " from whom "?

Dari yang pertama dan satu-satunya, Universitas Harvard. Benar, Harvard.

Siap-siap tepuk tangan.

Jamal. Surel?

- Ya. - Itu bagus, bukan?

Aku belum tahu. Tapi aku ingin menunggu dan membukanya dengan Ayah.

Aku mau diriku disambut.

Momen kemajuan untuk Jamal P. Williams.

Apa pun isi surel itu, aku bangga padamu, Sayang.

Apa aku bisa dapat tempat parkir utama di Harvard dengan mobil baru

berpita merah yang diantarkan Sinterklas padaku saat Natal?

Ya, kau tahu.

Kalian beruntung bisa punya semua ini.

Jika aku Sinterklas, aku akan terbang melewati rumah ini.

Saat aku kecil, kami bertiga berbagi satu telur.

Kami cuma mencium bau daging babi

saat tetangga memasaknya di hari yang berangin.

Ceritanya makin sedih dari hari ke hari.

Yang benar saja, satu telur?

- Aku tahu. - Aku tahu.

Makan sarapanmu.

- Memelototiku dengan perintah. - Kau harus ingat

kau harus memutar lagu Natal dari daftar "hit" yang disetujui.

Kita harus main aman, Rush.

Apa yang terjadi dengan "Musikku, aturanku. Musikku bagus"?

Tidak terus-terusan. Dan saat ini salah satunya.

Rush, ayolah.

- Jika kau kerja, kau harus ikuti aturan. - Tidak.

- Kau tahu itu, 'kan? - Ya.

Sekarang stasiun radionya dapat laba, ratingnya naik,

pendapatan iklan bagus. Kita membawa acara ini ke nomor satu.

Kita harus buat atasan melihat cara kita,

lalu kita bisa menjadi...

pemilik stasiun radio.

Tunggu, kukira kau...

Sebagian pemilik stasiun radio, tapi itu masih besar.

Fokuslah denganku! Apa kau melihatnya?

- Aku lihat. - Kau yakin?

Aku bisa lihat.

- Kita bisa melakukan ini. - Bersama!

- Benar. - Ya.

Benar.

Mari kita sepakati ini dulu, lalu nanti kita bisa melanggar peraturan.

Aku menantikannya. Tentu saja.

- Ya. - Kau tahu apa yang kunantikan?

Cek bonus Natal yang banyak.

Harus banyak angka nolnya, dan beberapa koma.

Karena aku sudah habiskan sekitar empat nol.

Hei, Daniels!

- Nona Williams. - Saatnya momen pencerahan.

Tahap Satu harus selesai sebelum Natal.

Kolam itu harus digali sebelum tanah membeku,

karena itu takkan mencair sampai Maret,

dan itu membuat jadwal Hari Peringatan kami terancam.

- Tapi, Nona Williams... - Jika ada lembur...

ayahku akan membayarnya.

Kau bosnya.

Baiklah. Kau siap selesaikan kesepakatan ini?

- Penguasaan stasiun sepenuhnya. - Itu dia.

Ya, aku tahu. Ini Natal. Ya.

Tapi semua harus kena pemotongan gaji.

Ya, saatnya untuk menjadi Scrooge, aku serius.

Maaf soal itu. Tunggu.

Aku mulai tidak suka ini.

Aku serius. Tak ada favorit dan aku takkan mainkan favorit.

Semua orang akan kena imbasnya, dan kau juga, kau paham?

Oke, Ibu. Baiklah.

Aku juga sayang Ibu. Sampai jumpa.

- Rush! Roxy! - Itu kami.

- Roxy dan Rush! - Itu masih kami.

- Apa kabar? - Marshall, kau tahu ini pukul berapa.

Saatnya bicara kepemilikan.

Mungkin ini hari terburuk untuk itu.

Stasiun WMLE baru saja dibeli.

Ikut aku.

Dibeli oleh siapa?

Pelan-pelan. Tahan. Kita dijual?

More Indonesian subtitles for Holiday Rush

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left