Le prime 200 righe.
- Kau sudah membeli album baru? - Belum.
Putih, ya, manis.
Sudah saatnya.
Aku agak gugup.
Hei, Bung.
Ya, kau.
Kau, Pirang.
Kau tadi mengintip celana dalam gadis SMA itu, 'kan?
Di usiamu ini, seharusnya kau tahu. Itu kejahatan.
Si cabul tukang intip. Serahkan dompetmu.
Atau kami panggil polisi, setelah memukulimu.
Ini pertanyaannya:
Siapa yang akan tewas sekarang?
Aku, si cabul, dengan sabuk hitam tingkat dua...
atau dua orang menyedihkan yang, sayangnya...
mencoba memeras uangku?
Yang mana?
Hei, Eikichi, kau di mana?
Oh, Ryuji. Terima kasih sudah menjemputku.
Sial. Aku tak menyadari sudah selarut ini.
Maaf. Terima kasih untuk uangnya.
Lain kali, jika mau memeras uang, berhati-hatilah.
- Ayo, Ryuji. - Tunggu.
Bahkan tak lucu jika terlambat sejak hari pertama. Aku akan membalap.
Cuma hari ini. Mengapa aku harus memberimu tumpangan?
Ayolah. Kita teman terbaik, kan?
Sudah enam tahun sejak kita datang ke Tokyo.
Kini kau mengurus toko. Perubahan hebat.
Lihat siapa yang berbicara. Entah apa yang kau lakukan.
Soal apa?
Bodoh. Tugas praktik mengajar. Apa lagi?
Kau, yang paling tak mungkin, mencoba jadi guru.
Tugas praktik mengajar. Itu membuatku bersemangat.
Banyak gadis SMA yang lugu. Aku sudah tak sabar.
Onizuka-sensei, tolong jelaskan ini.
Di mana itu?
Di sini.
Apa? Di mana?
Tepat di sini. Di sini.
Hal bagus seperti itu bisa mulai terjadi.
Itu sungguh luar biasa. Sungguh.
Baik, aku paham. Wow, itu luar biasa.
Benar. Luar biasa, 'kan? Jadi, tolong biarkan aku pergi hari ini.
Aku akan jadi pelayan masyarakat seperti kau. Kuperkenalkan dengan gadis..
Sekarang, tanda tangani di sini.
Itu sebabnya...
SMA MUSASHI-NO-KITA PELAJARAN 1
- Sampai jumpa. - Ya.
Lihat gadis-gadis itu!
ADA ANAK LELAKI JUGA, TAPI DIA CUMA MELIHAT YANG GADIS
Para gadis ceria, dengan rok super mini, di mana-mana. Bagus.
Pak Guru.
Tenanglah.
Permisi.
Celana dalam.
Bapak ini guru, 'kan?
Ya. Guru. Benar, aku guru.
Jadi, kau butuh apa dari Guru ini?
Tolong berikan bola itu.
Apa... Oh, aku tidak melihatnya. Dasar konyol.
Terimalah.
Terima kasih banyak, Pak Guru.
Ini seperti mimpi.
Cepat sekali kau mengincar seseorang.
Siapa itu?
Jangan gunakan nada mengancam begitu.
Aku Hidero Osawa. Aku guru magang, seperti kau. Apa kabar?
Sungguh? Kau juga?
Ketiga kali? Kau banyak sekali mengulang tugas praktik mengajar.
Ada berbagai alasan.
Berbagai?
Ini.
Aku menggerayangi 13 gadis dua tahun lalu. Tahun lalu, 20.
Menggerayangi... Maksudmu, murid perempuan.
Tentu saja itu suka sama suka.
Ajari aku. Bagaimana caranya...
Ada berbagai jenis...
Kita akan terlambat. Kita teruskan seperti ini.
Dalam karier ini, ada peluang menikahi gadis 16 tahun di usia 40-an.
Di usia 40-an...16 tahun...
Akan kuajari tekniknya nanti.
Master.
Tugas praktik mengajar adalah bagian kurikulum perguruan tinggi.
Tapi murid kita tak akan melihatnya begitu. Waspadalah.
Jika ada pertanyaan, silakan tanyakan kepada wali kelas kalian.
Tolong jangan terlibat masalah selama dua minggu.
Walaupun aku juga punya tanggung jawab sebagai wali kelas,
kelas ini cukup unik...
Di usia 40-an, mempelai wanita 16 tahun. Di usia 40-an...
Selamat datang, Pak Guru. Mau mandi? Atau makan malam?
USIA 40
Oh, Yoriko.
Oh, tidak, jangan di sini. Jangan, Pak Guru.
Impian tiap pria. Saat usiaku 50, dia 20-an.
Saat usiaku 60, dia 30-an.
Puncaknya sebagai wanita.
Sudah sampai.
Selamat pagi, Semua.
Apa... semuanya... Di mana aku?
Enam belas tahun... Apa ini Legiun Rok Panjang lusuh?
Kenapa tak ada remaja dengan rok mini dan ganguro?
Onizuka-sensei, selanjutnya kuserahkan kepadamu.
Apa? Tunggu.
Aku Onizuka.
Aku ingin menikmati dua minggu mendatang...
dengan kalian.
Kalian tak mendengarkan. Keparat.
Sialan. Dasar kumpulan kalkun.
Aku ingin membunuh mereka. Jika tak punya kewajiban sebagai guru, aku akan...
Apa? Ada apa? Kau mau apa dariku?
Jabat tangan? Tentu saja, kau ingin bersahabat denganku.
Itu manis, walaupun wajahmu tidak.
Bagus, Takeda. Pemimpin intimidasi guru magang.
Ada apa, Guru? Apa yang Bapak kepal?
- Ingin meninju seseorang? - Hei, bagus sekali.
Oh, tidak. Mau berhenti, ya? Silakan. Tinju aku.
Di sini boleh. Keras, ya.
Jika Bapak tinju, aku akan mengadu ke dewan pendidikan.
Kami juga akan berbicara kepada media.
Guru. Hukuman fisik berlebihan.
Liputan dari ruang kelas asli.
Itu ide hebat.
Sial sekali. Bukankah Kelas O isinya anak-anak nakal?
Aku tak tahan. Aku bisa membunuh mereka besok.
Santai saja. Aku akan mengirimkan gadis manis dari kelasku.
Kalau kau, Momoi?
Buruk. Kumpulan anak aneh terburuk.
Mereka memandangku, dan mengungkit rokku.
Itu buruk sekali.
Di kelasku, gurunya yang terburuk.
Dia cukup menyebalkan.
Murid-murid di kelasku manis semua.
Aku tidak bertanya kepadamu.
Aku tak tahu berapa orang yang serius berpikir akan menjadi guru.
Sebaiknya tak berharap banyak untuk pendidikan.
Anak zaman sekarang parah dengan perundungan dan obat-obatan.
Guru harus menjaga jarak dan menerima gaji.
Itu benar. Jika terlalu serius, kau dapat masalah.
Kutipan dari The Apology for Socrates oleh Plato,
"Aku yakin bahwa aku tak tahu yang tak kuketahui.
Fakta sederhana ini membuatku unggul."
Pernyataan oleh Plato ini adalah...
Hei, bukankah itu ucapan Socrates?
Membuat kesalahan, seperti guru.
Dia cuma mahasiswa? Pasti dari perguruan tinggi kelas tiga.
Apa yang dikatakan Socrates...
Para keparat itu. Mengguman saja.
Andai bisa kubunuh mereka. Bunuh mereka.
- Ada yang paham? - Ya.
Oh, kau...
Socrates mengatakan bahwa kerendahan hati pencari kebenaran menimbulkan...
kesadaran diri yang tepat.
Begitu, ya? Tunggu. Oh, ya. Itu benar.
Terima kasih untuk yang kemarin. Aku senang Bapak di kelas kami.
Aku Nanako Mizuki. Panggil aku Nana.
HIDUP GURU
Dia sungguh menakjubkan.
Dia luar biasa.
- Bodoh. - Yang di sana, Ryuji Danma.
Perhatikan yang akan kukatakan.
Maaf jika aku mengecilkan ceritamu,
tapi Osawa mungkin benar.
Apa maksudmu?
Kau Eikichi yang garang dan kuat.
Tak masuk akal untuk mengharapkanmu menjadi guru yang baik.
Kurasa tak semua anak zaman kini rusak.
Tapi jika terlalu terlibat,
kau bisa mendapatkan masalah dan dipecat.
Akhirnya, jalan telah terbuka untukku untuk menjadi guru terhebat.
Jangan ganggu aku. Aku akan bertahan dan berhasil.
Kau menggunakan pengganti untuk mendapatkan ijazah SMA.
Kau tak boleh membicarakan itu. Aku, sang guru, akan marah.
Guru yang baik...
Aku harus bergegas pulang dan bersiap untuk besok.
Kau... Mizuki.
Pak Guru.
Kenapa kau di sini selarut ini?
Aku bermasalah dengan orang tuaku. Jadi, aku kabur dari rumah.
Aku tak punya tempat tujuan.
Kabur? Kau...
Pak Guru, selamat datang. Mandi dahulu? Atau...
Mempelai 16 tahun. Aku tak perlu menunggu hingga usiaku 40.
Pak Guru, ada masalah?
Tidak, tak ada.
Biarkan aku bermalam di tempat Bapak.
HIDUP GURU
Bapak pasti lapar. Mau menunggu sementara kubuatkan sukiyaki?
Sulit membuat kuah sukiyaki yang sempurna.
Harus berhati-hati dengan cita rasa daging.
Biar kucicipi.
Pak Guru, aku tak akan melihat.
Pakailah baju yang nyaman.
Bagus jika ada kompor portabel.
Mungkin lain kali kubawa dari rumah.
Sukiyaki adalah makanan favoritku.
Bapak tak suka sukiyaki?
Tidak, bukan begitu.
Bujangan seperti Bapak mungkin tak akan memasak sukiyaki.
Benar. Agak sulit memasak sukiyaki untuk satu orang saja.
Itu benar.
No comments yet. Be the first to leave one.