Le prime 135 righe.
Kakak, tunggu aku.
Kakak!
Ada apa?
Setelah Invasi
Bekas Departemen Riset dan Pengembangan
Kenapa menggambar di sini?
Bukankah kau harus ada di dalam untuk bersiap-siap?
Bicara apa kau ini? Sudah kulakukan selagi menunggu kalian.
Nenek kucing pergi ke mana?
Yoruichi sudah pergi dahulu.
Haha, nanti akan kuadukan.
Si bodoh ini langsung menjawab
begitu kusebut nenek kucing.
Nah, ayo masuk dahulu.
Tunggu sebentar.
Kenapa membiarkan mereka pergi dahulu?
Bukankah kita sepakat untuk pergi bersama begitu kita semua berkumpul?
Situasinya berubah.
Lalu kenapa kalau berubah?
Yang pergi dahulu cuma mereka. Bagaimana kalau mereka mati?
Kau pikir mengulur waktu dari musuh lebih penting daripada membiarkan mereka hidup?
Itu sebabnya kau menyuruh Ichigo dan Yoruichi pergi dahulu, 'kan?
Eh?
Kakak sudah pergi dahulu?
Tidak.
Padahal aku baru dipanggil olehnya setelah sekian lama.
Aku juga sudah bawa banyak barang ke sini untuk membantunya.
Maaf.
Tetapi alasanku mengirim Yoruichi dahulu itu demi Seireitei.
Tolong mengertilah.
Kepala Klan Shihoin Ke-23 Yushiro Shihoin
Ya.
Barang-barang yang kau bawa pasti akan sangat membantu kakakmu.
Ayo masuk.
Aku ingat sekarang.
Aku muak setiap kali kau bilang, "Ini demi Seireitei."
Apa aku boleh lewat, Ichibee Hyousube?
Sudah aku peringatkan berapa kali, kau masih saja memanggil namaku, ya?
Jangan salahkan aku kalau tenggorokanmu hancur.
Raja kalian lari dahulu seperti pecundang, ya.
Kalau begitu, aku terpaksa harus membunuh pewarisnya dahulu.
Siapa yang menjadi pewarisnya?
Mulai dari sini,
sampai sini.
Dalam jarak sebegini, aku akan mengalahkanmu.
Jaraknya cukup panjang, ya.
Padahal aku hanya perlu tiga langkah untuk membunuhmu, Ichibee Hyousube.
Sudah kubilang.
Jangan seenaknya memanggil namaku.
Senri Tsutensho.
Apa pun yang terkena pukulan tangan ini akan terbang sejauh ribuan mil.
Aku sudah memperingatkanmu, 'kan?
Jangan salahkan aku kalau tenggorokanmu hancur.
Pergilah ribuan mil dari sini,
dan renungkan dirimu sendiri.
Aku memberikan suara kepada diriku sendiri.
Sankt Bogen!
Tak kusangka kau meluncurkan diri ke atas dengan menembak dirimu sendiri.
Dasar merepotkan.
Kubilang berhenti memanggil namaku dan renungkan diri, tetapi kau malah kembali.
Sudah tua, tetapi sikapmu masih seperti bocah nakal, ya.
Apa boleh buat kalau kau terus mengeyel.
Aku harus membunuhmu.
Aku akan menunggu sampai mental kalian siap.
Meski tak ada bedanya siapa yang akan kubunuh dahulu.
Menyesallah.
Kau tak bersyukur karena tak melawan Yang Mulia.
Tak peduli kekuatan macam apa yang kau gunakan,
tetap saja tak akan cukup untuk merusak sangkarku.
Aku juga ikut menyerang.
Rasakan ini!
Sayang sekali,
kau terlalu cepat mengeluarkan air panas yang indah ini.
Setelah mengalahkanmu nanti, akan aku pertimbangkan.
Akan kutunjukkan seperti apa rasanya berjemur di air panas terbuka.
Kinpika.
Sudah lama aku ingin pamer kekuatanku, tetapi mereka malah mengambil mangsaku.
Yuha juga ada di sana.
Masih belum.
Seranganmu belum cukup untuk membunuhku.
Apa maksudnya?
Alasan Yang Mulia membawaku,
karena aku tak bisa mati.
Kemampuanku tak berguna, 'kan?
Aku juga sangat membencinya.
Saat memikirkan kekuatanku, aku seolah-olah ada di ambang kematian.
Schrift-ku adalah D.
Kekuatanku adalah The Deathdealing.
Aku bisa menghitung dosis mematikan dari setiap zat yang masuk
ke dalam tubuhku yang menyebabkan kematian.
Aku bahkan bisa mengubah jumlahnya sesuai keinginanku.
Apa?
Pasti sulit untuk memahaminya, 'kan?
Aku juga awalnya begitu.
Tetapi kau tak perlu tahu dan tak usah mencari tahu.
Yang perlu kau tahu adalah kau akan segera mati.
Aku mengurangi dosis mematikan darah dalam tubuhmu.
Saat darah yang memungkinkanmu untuk terus hidup lebih banyak dalam tubuhmu,
kau makin mendekati kematian.
Kau kesakitan, 'kan? Tetapi kau tak bisa melakukan apa pun.
Inilah rasanya menjadi mematikan.
Aku paham betul.
Karena kita berdua sama.
Tak akan kubiarkan kau mengambil dan mengumpulkan sangkar Reishi.
Licht Regen.
Seranganmu lemah, ya.
Seperti hujan musim semi.
Kenapa diam saja?
Perisai yang kau banggakan itu akan segera kuhancurkan.
Kau pikir bisa menghancurkannya?
Tentu saja.
Kau menangkisnya?
Tetapi bohong.
Sudah sekarat, ya.
Kau tak serius melawanku, ya?
Kau pasti menganggapku tak penting
dari cara bicara dan kesan pertamaku, ya.
Tetapi itu bukan masalah.
Tetapi dahulu aku selalu memikirkannya.
Belakangan ini aku terus bilang kepada diriku bahwa inilah kekuatanku.
Bersikap murung bisa memberikan serangan fatal kepada musuh.
Terima kasih untuk penjelasannya.
Karena kau mengurangi dosis mematikan darahku, aku akan mati karena kebanyakan darah, 'kan?
Berarti aku tinggal mengeluarkan darahnya sampai dosisnya ada di bawah ambang batas.
Kau gegabah sekali.
Tetapi solusinya tak sesimpel itu.
Berat badanmu seharusnya sekitar 60 kilogram.
Tebakanmu akurat seperti dokter. Berat badanku 62 kilogram.
Jumlah darah per kilogram di tubuh kira-kira 65,7 mililiter.
Kalau berat badanmu 62 kilogram, jumlah darahmu ada empat liter.
Kalau kau kehilangan darah dua liter, kau akan mati kehilangan darah.
Lalu dosis mematikan darahmu sekarang
sekitar 1,6 liter.
Artinya, meski tak menguras semua darahmu sampai mati,
pada akhirnya kau akan mati oleh darahmu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.