Le prime 200 righe.
Pada episode Star Trek: Discovery sebelumnya:
Apa itu?
Discovery? Ini Stamets.
Kami dapat penumpang. Data kapal diakses.
Layar kapal dicerminkan di sini.
Satelit menyelidiki komputer Anda.
Owo, pindahkan kami. Sekarang!
Airiam, apa mereka aman?
Komandan Airiam?
Mereka aman di kapal.
Berkat mata tajam Komandan Saru,
dia bisa melihat Malaikat Merah.
Entitas itu humanoid.
Kontrol, yang menciptakan penilaian ancaman Seksi 31,
mungkin merasa waspada
pada penjelajah waktu beragenda.
Teknologinya sangat canggih.
Apa yang terjadi jika dipakai untuk melawan kita?
Letnan Spock harus ditahan secepat mungkin.
Karena dia kabur bersama adiknya, Burnham berkhianat lagi.
Spock tak bersalah.
Tak ada pembunuhan.
Saya lihat Malaikat Merah. Dia menunjukkan masa depan kita.
Apa itu?
Masa depan ketika semua kehidupan di galaksi dimusnahkan.
Sebentar lagi...
Discovery akan menjadi kapal yang paling dicari.
Sebagai mantan buronan, saya sarankan satu cara.
Apa itu?
Kita kabur.
Pemindainya negatif. Aku tak terlacak ke sini.
Pemindai kami pun aman. Selamat datang.
Andai kondisinya lebih baik, Tn. Saru.
Kau melihat kecemasanku soal Seksi 31?
Sudah, tapi sebelum itu,
aku harus bicara dengan Tn. Spock.
Mereka akan menyiksanya dengan teknologi
yang tak pernah dilihat oleh Armada Bintang.
Mereka bisa membunuhnya.
Mereka juga meminta agen mereka menyabotase pendorong spora kami.
Aku mengerti tuduhannya.
Apa pun kata Seksi 31...
jangan percayai mereka.
Kau mungkin mengira kita sepihak...
Kau tak tahu pikiranku.
Di mana Spock?
Mulai pemetaan serebral.
Jangan bergerak.
ARSIP, LANGSUNG
Baik, ayo kita mulai.
Sebutkan pangkat, posisi, dan tugasmu.
Pangkat saya letnan.
Saya perwira sains, ditugaskan di Enterprise.
Letnan Spock, apa kau akan jujur hari ini?
Ya.
Bagus.
Apa kau meninggalkan rumah sakit jiwa tanpa izin?
Tidak. Saya masuk sendiri ke rumah sakit itu,
maka tak perlu izin pergi.
Saat pergi, apa kau membunuh awak Armada Bintang
selagi pergi?
Tidak.
Kau membunuh untuk bela diri?
Tidak.
Bisa jelaskan alasannya?
Laksamana, saya sudah jelas.
Saya tak membunuh.
TAK MENIPU
Dia tak bersalah.
Saya kenal Tyler. Dia takkan sabotase pendorong spora.
- Dia loyal kepada Armada Bintang. - Dia loyal kepada Seksi 31.
Agenda mereka berbeda dengan Armada Bintang.
Biar saya bicara dengannya.
Tak boleh kontak. Itu perintah.
Ini pasti sulit, mengingat riwayatmu dengannya.
Tapi misi kita prioritas.
Hanya adikmu yang pernah kontak dengan Malaikat Merah.
Bantu cari tahu siapa dia dan apa maunya.
- Kau bisa dipercaya? - Tentu saja, Pak.
Dan akan saya buktikan Tyler tak bersalah. Percayalah.
Bagaimana kau kabur dari RSJ
tanpa kekerasan?
Saya lakukan "tekanan saraf Vulcan."
Manuver melumpuhkan tanpa luka permanen.
Kau masuk sendiri ke RSJ.
Kenapa kabur?
Saya tadinya tak percaya pada visi yang ditunjukkan Malaikat Merah,
maka saya ragukan kewarasan saya.
Saat tahu saya waras, tetap ditahan takkan produktif.
Apa kau tahu
kenapa Malaikat Merah memilihmu untuk menerima visi ini?
Tidak.
Saya pun sering menanyakan itu.
Tahu apa artinya?
Seseorang atau sesuatu akan mengakhiri semua makhluk hidup di galaksi.
Saat kau bilang kiamat bagi makhluk hidup, maksudmu apa?
Maksud saya itu.
Tak ada manusia, Vulcan, Federasi. Tak ada kehidupan apa pun.
TAK MENIPU
Laksamana.
Jika boleh bicara.
Saya percaya dia.
Saya tahu pasti dia tak membunuh orang.
Mungkin kau membelanya karena kau kakaknya.
Bukan kandung.
Dia jujur soal pembunuhan itu. Atau dia percaya begitu.
Maaf, Laksamana, tapi saya tak paham keraguan Anda.
Apa tes itu tak akurat?
Tesnya 100 persen akurat. Tapi begitu pula ini.
Itu bukan Spock yang kukenal. Itu pasti dipalsukan.
Kuverifikasi kode sumbernya. Video ini langsung dari RSJ.
Laksamana yang memimpin Seksi 31 tak menjawabku berpekan-pekan.
Sistem penilaian ancaman mereka, Kontrol,
tak menerima kode input data lagi.
Kau tahu siapa yang mengusirmu?
Laksamana Patar. Dia ekstremis logika.
Sejujurnya, menurutku fanatismenya...
mencemaskan.
Begitu sinyalnya muncul, dia mulai menarik Armada
untuk menyerahkan semua pengambilan keputusan ke Kontrol.
Kontrol adalah alat bagus.
Semua laksamana masukkan data ke sana.
Kami memikirkan rekomendasinya.
Tapi keputusan akhir selalu mencakup pengalaman dan insting kami.
Tapi menyampaikan kecemasan Anda
berisiko diketahui oleh laksamana itu.
Itu alasan Anda datang diam-diam.
Manfaat dari jadi buronan. Apa yang bisa kami bantu?
Kontrol ada di pangkalan operasai depan Seksi 31.
Kau harus ke sana, tangkap Patar,
dan reset sistem untuk menerima input kami seperti biasanya.
Kami mengandalkan Kontrol untuk semua keputusan strategi penting.
Jika itu ada di tangan ekstremis...
seluruh Federasi dalam bahaya.
Baik...
kita harus berangkat.
Laksamana, halo. Senang melihat Anda.
Saya ingin bilang saya bukan buronan.
Tak pernah menjadi buronan, kecuali saat 16 tahun,
saat saya berontak dan meretas...
Ada yang ingin kau laporkan?
Ya, Pak.
Transmisi subruang yang dikirim Tyler
dikirim ke 7-4- mark -5.6,
itu aneh karena di sana kosong.
Hanya ruang kosong dan koloni tahanan yang ditinggal 100 tahun lalu.
Itu tak ditinggalkan.
Itu markas besar Seksi 31.
Omong-omong, di mana Tn. Tyler?
Ditahan di kamar. Dia tak bisa berulah lagi.
Pecahkan pesannya. Cari tahu isinya.
Ya, Pak.
Letnan Detmer, siapkan arah ke markas besar Seksi 31.
Ya, Kapten.
Laksamana, mohon izinmu.
Makin cepat, makin baik.
Jalan.
Kau atau aku yang bilang?
- Kau. - Baik.
Tidak, aku.
Kami kawin lari.
Kami sudah menikah.
- Dia resmi... - Elang laut. Terikat kepadanya.
- Apa yang kulakukan? - Entah.
Kami tak sabar lagi.
Kami akan ceritakan semua detail manisnya.
Tapi kami harus pergi. Kapal berangkat sejam lagi.
Kami tak sabar kembali dan merayakannya dengan kalian.
Aku akan menangis.
Kami sudah lama pergi, tapi kami akan pulang.
Kembali ke arsip.
Mulai ulasan memori.
- Kirim lima awak ke dek... - Hapus.
Hapus.
Apa maksudmu?
Aku takkan main Kadis-Kot denganmu lagi.
- Kenapa? - Kau tahu.
Alasannya sama dengan aku tak bermain dengannya lagi.
- Kau menghafal semua langkah pertama. - Tidak.
Ya.
Tapi Airiam juga.
Benar.
Simpan ke arsip.
Jangan menahan diri.
Simpan ke arsip.
Simpan ke arsip.
Masuk.
Hapus.
Jangan sampai kau hapus semua momen denganku.
Sebenarnya, memori itu selalu yang pertama kuhapus.
Kau beruntung bisa menghapus semua yang ingin kau lupakan.
Jika bisa, aku takkan mengenali ibuku.
Kau takkan terlalu iri jika harus melakukannya tiap pekan.
Ini melelahkan.
Tetap saja.
Apa itu?
Masih baru?
Tadinya kusimpan secara pribadi.
Tapi aku suka mengeluarkannya sekarang.
Dari pantai yang sama?
No comments yet. Be the first to leave one.