Attack on Titan

Attack on Titan (進撃の巨人)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

50 Kota di Mana Semua Berawal
Un commento di Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tag

other
Pubblicato il: 2019-05-27
Download: 240
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 172 righe.

Tembok Maria punya sepertiga wilayah manusia yang tersisa.

Lima tahun lalu, saat umat manusia kehilangan wilayah ini,

dari dua tembok yang tersisa, mereka menyadari sesuatu...

"Kita ini sudah tak berhak lagi untuk hidup."

Itu dikarenakan, umat manusia tak bisa kalahkan Raksasa.

Aku akan lenyapkan

mereka semua dari muka bumi ini!

Tapi ada seorang anak muda yang genggam pisau tajam dalam hatinya,

dan mengarahkannya ke Raksasa, jatuhkan kepalanya ke permukaan tanah.

Saat umat manusia melihatnya, menurutmu apa yang mereka pikirkan?

Beberapa bangga.

Beberapa menggenggam harapan.

Beberapa berteriak marah.

Lalu, kalau Tembok Maria direbut kembali, umat manusia akan teriakkan apa?

Apa mereka akhirnya mulai percaya bahwa umat manusia berhak untuk terus hidup?

Maju!

Apa ini merupakan takdir yang bisa kita putuskan sendiri?

Akankah ini cukup untuk buat mereka percaya?

Kalau saja Tembok Maria direbut kembali...

ano hi jinrui ha omoidashita

pada hari itu, umat manusia telah ingat

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

usuyami no naka susumu kage ha daremo kokoromoto naku

bayang melaju dalam cahaya yang redup, membuat setiap orang gelisah

futashika na mirai ha itsudatte hakuhyou no ue ni saku

masa depan yang tak pasti selalu saja mekar di atas es yang tipis

yoru ga otozureru tabi ni ikudo mo

setiap kali malam telah tiba, berkali-kali

tsumetai te de oretachi no kubisuji wo yasashiku nadeta

dengan lembutnya kami elus leher dengan tangan yang dingin ini

tasogare wo uragitte tomoru kibou no se ni sugari

walau khianati senja, kami bergantung pada nyala harapan di punggungnya

oikaketa jigoku he to mukatteiru to shittemo

walau tahu bahwa mengejarnya akan bawa kita menuju neraka

yume no tsuzuki ga mitai nara omae ha nani wo sashidaseru

bila ingin lihat kelanjutan dari mimpimu, apa yang bisa kautawarkan?

akuma ha amaku sasayaita shikabane de michi wo tsukure

iblis itu berbisik dengan manisnya, dan jalanannya terbuat dari para mayat

sono kabe no mukou ni nani ga aru osanaki hibi ni akogareta

"apa yang ada di sisi lain tembok?" pertanyaan itu selalu hantui kami sejak kecil

shinjitsu ha sugu soko ni aru shikabane no michi no saki ni

kebenarannya akan berada di sana, di ujung akhir jalan yang penuh mayat ini

yumiya ga kakenuketa kiseki tsubasa wo chirashite

jejak panah dan busur yang betebangan telah menyebar dan tembus sayap kebebasan

shinzou wo tabanetemo Requiem ni ha hayasugiru

bahkan bila harus lapisi jantungmu, tapi masih terlalu dini untuk berdoa

taiyou ha mada shizundeinai no dakara

itu karena mataharinya masih belum tenggelam

susumi tsuzukeru nami no kanata he

teruslah 'tuk maju hingga lewati ombak

Kota di Mana Semua Berawal

Tenang!

Hoi! Terangi jalannya baik-baik!

Baik.

Masih jauh dari tempat tujuan? Ini sudah hampir subuh.

Saat kita lewati gunung ini, Shiganshina tepat berada di depannya.

Maaf ya, kau sampai harus urus kuda milikku juga.

Kau seharusnya simpan tenagamu.

Ya, aku tahu.

Dia benar. Istirahatlah, Eren.

Bego, jangan sebut namanya.

Oh, benar juga, maaf.

Anggap saja tempat ini sebagai sarang musuh.

Raksasa di sebelah kiri! Berhenti! Terangi lokasinya!

Tenang saja. Dia tertidur lelap.

Yang ini pasti bukan jenis baru yang lakukan aktivitas di malam hari.

Sayang sekali. Biarkan saja.

Aku tak percaya kita tak bisa melihatnya kalau tak dekat.

Ya, aku setuju.

Malam tanpa bulan ini pasti sedang lindungi kita.

Soalnya sinar dari bulan pantulkan sinar matahari.

Raksasa jenis baru.

Kami berpikir mereka gunakan sedikit pantulan cahaya untuk bergerak.

Bergerak di bulan baru merupakan pilihan tepat.

Tak menutup kemungkinan kita akan ulangi kejadian sebelumnya.

Mereka itu mungkin salah satu dari "Raksasa Sinar Bulan."

Semoga suatu hari nanti kita bisa tangkap satu!

Aku gemetar?

Kenapa? Apa yang buatku sampai takut begini?

Sial.

Kalau aku mengacau saat rebut kembali Tembok Maria karena seperti ini, bagaimana nantinya?

Berapa banyak orang yang akan kehilangan harapan?

Kesempatan seperti ini takkan datang untuk kedua kalinya!

Apa benar aku tak cocok untuk ini?

Orang sepertiku? Bagaimana caranya selamatkan umat manusia?

Aku? Bagaimana bisa?

Eren.

Kenapa kau gemetar? Takut?

Apa? Aku tak takut!

Eh? Mustahil. Lihat tanganmu.

Ini... Dingin! Tanganku kedinginan!

Sungguh? Tubuhku sudah gemetar seperti ini dari tadi.

Lihat sendiri, 'kan?

Eren, apa kau pernah takut sama Raksasa?

Biasanya, semua orang takut terhadap mereka.

Seperti diriku.

Saat pertama kali berhadapan dengan Raksasa, aku tak bisa gerakkan badanku.

Tapi waktu itu aku...

Ditarik olehmu demi keluarkanku dari mulut Raksasa itu.

Bagaimana caranya kau bisa lakukan hal itu?

Aku jadi ingat

saat kau tunjukkan padaku buku itu.

Hingga saat itu, aku tak pernah berpikir tentang apa yang ada di luar tembok.

Setiap hari kuhabiskan hanya dengan menatap langit dan awan-awan.

Lalu, aku dengar ceritamu dan melihat ke arah matamu.

Kau seperti melihat hal yang luar biasa.

Tapi aku tak ada.

Dari situlah aku tahu.

Aku tak bebas.

Terperangkap dalam kandang kecil di dunia yang luas,

kebebasanku direnggut mereka yang tak kukenal.

Saat aku menyadarinya, aku tak bisa maafkan mereka.

Aku tak mengerti kenapa, tapi kalau itu berhubungan dengan merebut kebebasan...

Ya. Kekuatan mengalir padaku.

Terima kasih, ya.

Aku sudah baikan.

Ya.

Mungkin, tahun depan nanti, kita akan bisa lihat lautan.

Aku tahu tempat ini.

Kalau tak salah, kita ke tempat ini untuk cari kayu bakar.

Aku melihatnya!

Tanda-tanda jejak!

Sudah dekat.

Aku sudah dengar suara sungainya.

Akhirnya, kita sudah kembali.

Pertama kalinya, sejak melarikan diri dari tempat ini.

Kembali ke tempat asal kita.

Tetap siaga kalau ada Raksasa yang bersembunyi di bayang-bayang!

Kita akan memulai operasi ini!

Seluruh pasukan, ganti ke Perlengkapan Bermanuver 3D!

Ada dua gerbang yang harus kita tutup, bagian dalam dan luar.

Dengan begitu, Shiganshina akan terisolasi.

Kita akan habisi Raksasa yang tersisa di dalam.

Kalau musuh tahu rencana kita, mereka pasti akan incar Eren.

Kita pakai tudung untuk menutupi lebih dari 100 wajah pasukan kita.

Di saat mereka sudah tahu Eren yang mana, kita akan menutup gerbang luar.

Jangan berhenti!

Pergilah ke gerbang luar!

Laksanakan!

Ini...

...sisa api unggun?

Mereka di sini dan dekat!

Bertolt dan Reiner!

Rumahku ada di bagian sana.

Di sanalah semuanya tertinggal.

Tenang saja, akan kurebut kembali!

Ini terlalu aneh.

Tak ada Raksasa sama sekali?

Tapi kita harus tetap melakukannya.

Ya, tak ada alasan untuk hentikan rencananya.

Aku bisa melakukannya! Tidak...

Kami bisa melakukannya!

Karena kami semua spesial dari lahir!

Kami ini bebas!

Informasi yang Telah Terungkap

Biji Bersinar Biji yang diambil dari gua bawah tanah keluarga Reiss. Diduga terbuat dari kekuatan Raksasa. Cahaya yang lebih terang dari obor, kalau diproduksi dengan benar sangat membantu saat misi malam hari.

Jangan lengah!

Tetap waspada!

Siap!

Eren!

Bagaimana dengan Perlengkapan Bermanuver 3D milikmu?

Aman.

Tapi aku kehilangan mantelku.

Terima kasih.

Lubangnya?

Sukses!

Tertutup rapat!

Berhasil!

Eren, bagaimana keadaanmu?

Tak ada masalah.

Aku siap seperti saat latihan.

More Indonesian subtitles for Attack on Titan

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left