Le prime 200 righe.
Sebelumnya.
- Seseorang yang berkuasa. - Era wanita tangguh.
"Era wanita tangguh!"
Kim Soo Mi, wanita tertua di hutan.
Jangan besar kepala.
Jessi, wanita pujaan terhebat.
Mereka akur seperti ibu dan anak.
Mereka sangat cocok.
Kepala Suku dan Ibu Gila
bisa akrab seperti keluarga sempurna.
Mereka semua berkumpul mencari harta karun di Yangyang.
Ada salem yang kembali setelah empat tahun,
kerang besar, bahkan ikan lele air tawar.
Itu luar biasa.
Sekarang saatnya mencicipi masakan Ibu.
Masaklah dengan udang asin.
Ini makanan pertama untuk Kepala Suku dan Ibu Gila.
- Nasi gentongnya tampak lezat. - Seberapa enak rasanya?
Berapa lama dididihkan?
- Ini hampir selesai. - Hampir?
- Mi Sun. - Ya?
Kamu bisa membersihkan semua itu.
- Baiklah. - Ambil sendok dan siapkan mejanya.
Bersiaplah untuk makan.
Apa kita butuh tisu?
- Tisu? Kurasa tidak. - Tidak?
"Beginikah caranya?"
- Letakkan. - Apa sumpitnya di kanan?
Itu sebaliknya.
"Angin kencang membuat peralatan makan jatuh"
Astaga, kacau sekali.
- Astaga! - Apa lagi sekarang?
Ini tertiup angin.
Astaga.
Tahan!
"Anginnya cukup kuat untuk membuat meja bergerak!"
Siapa yang menyuruh kita menata meja?
Aku!
Aku!
"Itu... Baiklah"
Nanti saja meletakkannya.
Jessi, jangan susun alat makannya.
- Masukkan ke wadah. - Mari kita lakukan itu.
Angin akan meniup semuanya.
Jessi, nanti... Taruh saja di sana.
- Tinggalkan saja di sana. - Letakkan di sana.
Di atas meja.
Airnya mendidih.
- Bu Kim. - Buka tutupnya.
"Kerang terbuka dalam kaldu putih"
Ini benar-benar... Astaga, ini benar-benar...
Luar biasa.
"Rebusan ikan lele juga mendidih"
Ini tampak sangat enak.
Ya. Ini makanan yang sangat kusukai.
"Zukini dalam udang asin juga sudah siap!"
Ini makanan rumahan sungguhan.
Apa aku menyajikan ini?
Ya. Masing-masing satu mangkuk.
- Dengan kuahnya. - Baiklah.
"Kerangnya disajikan di mangkuk kuningan"
- Terima kasih. - Ini luar biasa.
"Aromanya enak"
Jessi.
Tidak mungkin. Aku sangat bahagia, Bu Kim.
- Ini enak. - Benar, bukan?
Tugasku adalah memasak untuk mereka.
Mencari cara untuk memberi makan Byung Man
dan yang lainnya adalah tugasku.
"Ibu ingin memberi mereka makanan enak"
- Mari makan. - Baiklah.
Mari makan.
Senang mendengarnya. "Mari makan."
Mari makan.
Bukankah baru kali pertama kita makan seperti ini di hutan?
Lihat makanan ini.
Kita harus memberinya tepuk tangan.
"Hanya Soo Mi yang bisa menciptakan meja cinta ini"
Ini makanan rumahan sungguhan.
- Ini makanan rumahan sungguhan. - Astaga.
Astaga. Ikan lele air tawar ada di semur ini? Luar biasa.
Kuah kerang pasti enak.
Aku melihat makanan
dan mulutku berliur.
Ini makanan rumahan sungguhan.
- Aku merindukan ini di hutan. - Benar, bukan?
Kita tidak bisa mendapatkan ini di mana pun.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Terima kasih, Bu Kim. - Terima kasih.
Nasi gentong sangat enak.
- Benar, bukan? - Ya.
Hei.
- Nasi gentong sulit dibuat. - Benar.
Sulit untuk memperkirakan airnya.
Sama sekali tidak gosong. Ini matang sempurna.
- Nasinya enak sekali. - Enak sekali.
- Aku bisa hanya makan nasi. - Ya.
Bukan hanya nasinya yang enak. Semuanya enak.
Ini sangat lezat.
"Melahap nasi"
- Byung Man. - Ya?
- Bungkus dengan kubis. - Baiklah.
Ini benar-benar bebas bahan kimia.
Sama sekali tidak ada pestisida.
Buat ssam dengan itu.
"Nasi dan ssamjang dengan selada"
"Sesuap besar"
Bungkusan ini rasanya berbeda.
"Aku juga mau"
"Enak"
"Soo Mi juga makan sesuap besar"
"Ini perpaduan nasi gentong dan kubis segar"
"Tapi rasanya tidak bisa dibandingkan"
Saat aku masih kecil,
ini yang kumakan setiap hari.
- Benarkah? - Ya, tidak ada lagi.
Terkadang kami makan ayam
dan sup daging sapi untuk Tahun Baru, Chuseok,
dan ulang tahun ayahku.
Lihat aku makan. Ini caraku makan.
"Sesuap besar"
Kamu sangat mirip denganku.
Kamu belum makan kemarin?
- Tidak. - Dengar.
Saat masih kecil, jika ibumu melakukan itu,
kamu akan menirunya.
Aku suka merobek kimchi, bukan memotongnya.
Aku juga harus mencobanya.
"Dia meniru Soo Mi dan memenuhi mulutnya"
Bisakah kamu membantuku?
Zukini ini enak.
"Zukini dalam udang asin sangat enak"
Semuanya enak. Namun...
"Merasakan dengan sesuap besar"
Enak sekali.
- Enak, bukan? - Ya.
"Mengenang dengan sesuap besar"
Kerang ini enak.
Kerang ini.
Ini cukup enak.
Apa ada berbagai jenis?
Ada yang besar, sebagian kecil.
Ini kerang raksasa.
- Kerang biasanya kecil. - Ya.
Kerang bagus untuk hati.
- Ini? - Ya.
"Selanjutnya, dia makan semur"
Ini yang terbaik. Lobak hijau kering di dalam semur.
Ini luar biasa.
Lobak hijau kering di dalam semur.
Ini hidangan lezat yang sesungguhnya.
Ini dia.
Dia tadi menambahkan biji cabai.
Ini pedas dan sama sekali tidak amis.
Sup ikan air tawar bisa berbau kerosin
- jika tidak dimasak dengan benar. - Benarkah?
Jadi, kamu harus tambahkan ekstrak jahe dan udang asin.
- Aku juga menambahkan doenjang. - Begitu rupanya.
- Ini tidak berbau tanah. - Tidak.
- Benar, bukan? - Ya.
- Mereka juga menangkap ini? - Ya.
Aku mendapatkannya dari perangkap yang kupasang kemarin.
Ada 15 ikan di dalamnya.
Apa ini daun kubis?
Ya. Kita suka daun kubis.
- Bukankah itu enak? - Ya.
Apa itu ada di semur lain?
"Jessi suka daun kubis"
"Dia mengisi mulutnya dengan berbagai makanan di meja"
Ini cukup enak. Luar biasa.
Ini enak sekali.
"Dia mencampur semur di nasinya"
"Dan mengambil sesendok"
Aku bisa merasakan masakan ibuku setelah sekian lama.
Aku merasa... Aku merasa senang.
Aku juga memikirkan ibuku.
Dia akan membuat daun perilla rebus
dan bungkusan.
Aku sangat menyukainya.
Aku sangat merindukan ibuku.
"Aku sangat merindukan ibuku"
Jessi secara mengejutkan menyukai
makanan kampung sederhana.
Dia benar-benar orang Korea.
Dia suka daun lobak kering dan kimchi lobak.
Orang Korea harus makan
sesuatu dengan nasi.
Aku hanya suka memasak dan memberi makan orang.
Tidak ada alasan lain.
- Terima kasih banyak, Bu Kim. - Ini enak.
- Bersama keluargamu... - Ya.
- Bersama ibu, kakak, dan... - Kalau begitu...
Jika kita keluarga, bagaimana dengan statusnya?
- Itu ibuku. - Ya.
- Aku apa? - Anak sulung.
Kamu akan menjadi bibi.
- Bibi? - Bibi.
- Dia seperti seorang bibi. - Kamu bibi.
- Byung Man adalah adikku. - Baiklah.
Sisanya adalah anak-anakku.
No comments yet. Be the first to leave one.