Sir

Sir

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Sir 2018 All NF WebDL Indonesia by Ackiel-Khan
Un commento di Ackiel_Khan
IDFL™ SubsCrew || DILARANG mengomersilkan, unggah ulang dan resync tanpa seijin Penerjemah.

Tag

webdl
web
WEBDL
Pubblicato il: 2021-02-05
Download: 87
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Teks Film Bahasa Indonesia Oleh: Ackiel Khan | IDFL™ Subs Crew Kunjungi Akun Facebook & Instagram Ackiel Khan

Katamu dua minggu. Kenapa balik terburu-buru?

Entahlah.

Bagaimana dengan ibu mertuamu? / Aku akan bilang lembur.

Fokus pada kuliahmu. Akan kuurus sisanya.

SIR

Kau sudah balik?

Aku ditelepon.

Kau juga balik? / Ya.

Aku sedang di kereta saat ditelepon. Liburannya batal.

Sial. / Pasti terjadi sesuatu.

Coba pikir, siapa yang mau balik di hari H pernikahan?

Pernikahannya batal?

Kau sudah dengar? / Apa?

Pernikahannya batal. / Kok bisa?

Kata Jeetu... / Beritahu Jeetu, jangan ikut campur.

Selamat malam, Tuan.

Raju...

Naiklah taxi. / Terima kasih, Tuan.

Terima kasih.

Ratna, bisa minta tolong tutupkan...

Terima kasih.

Halo.

Rokok Goldflake satu.

Goldflake ? / Ya.

Salam, Nyonya.

Mana Ashwin? Teleponku tak diangkat.

Tuan sedang ke luar. Ponselnya tidak dibawa.

Biar kutunggu saja.

Tolong buatkan aku air jeruk. Dan...

Tolong nyalakan AC-nya.

Apa Sabina kemari?

Tidak.

Dia menelepon?

Saya tidak tahu.

Tuan, ada Nyonya Besar.

Hai, Bu.

Kau sudah bicara pada Sabina?

Bu, pernikahannya sudah batal.

Bisa-bisanya ibu mengira aku akan melakukan itu?

Aku yakin dia juga ingin kembali dan memperbaiki yang telah terjadi.

Terima kasih.

Tidak, tidak, Sawant. Kita tak bisa menundanya lagi.

Setidaknya mulai kerjakan kerangka luar gedungnya.

Oh, Hai. / Hai, Ayah.

Kukira kau tak ngantor. Jadi, aku kemari.

Tak apa-apa.

Kau harus mengendalikan mereka.

Jika tidak, mereka akan mengendalikanmu begitu saja.

Kau baik-baik saja, 'kan? / Ya.

Ini. Seharusnya kau beritahu Nyonya kalau kau vegetarian.

Aku sangat butuh pekerjaan ini.

Saat aku baru pertama kerja...,

...aku tak berani bicara di depan ibunya.

Dan sekarang kau berani?

Tuan...

..Boleh aku beli roti sebentar untuk pelengkap kari kambingnya?

Tidak, tidak perlu. Aku tidak lapar.

Katakan.

Entahlah. Katanya Nona selingkuh saat di luar negeri.

Tapi dia bukan orang semacam itu.

Orang kota memang begitu. Kakak tidak tahu saja.

Jangan bicara sembarangan.

Kau masih ingat gelang yang kau temukan di koperku?

Di kampung, janda tak memakai gelang.

Anda tahu istilah "pertanda buruk"? / Pertanda buruk apanya.

Kau sedang tidak di kampung, kau di Mumbai sekarang.

Di sini kau hidup dengan caramu sendiri.

Dia sendiri yang memberiku gelang, Choti.

Aku harus melepasnya saat di kampung. Namun tetiba aku merasa inilah hidupku.

Aku bebas menjadi yang kumau.

Carikan aku pekerjaan juga.

Kau sudah gila? Kau juga ingin jadi pembantu?

Aku ingin ke Mumbai...

Selesaikan diplomamu. Nanti kita mulai usaha bersama.

Aku akan menjahit dan kau urus kasnya.

Daripada membiayai kuliahku, kakak sebaiknya kursus menjahit.

Aku tak perlu kursus.

Kak Laksmi sudah menemukan seorang penjahit untuk mengajariku.

Kenapa tidak cerita?

Aku harus minta izin Tuan dulu.

Dia wanita yang baik.

Dia tak pantas ditinggal begitu saja di altar.

Altar: tempat acara sakral berlangsung.

Aku tahu.

Ash, itu sudah terjadi dan itu hanya hubungan biasa.

Tidak. Bagiku, itu bukan hubungan biasa.

Dia ingin lebih dan dia benar.

Semua orang ingin aku menikahinya.

Tetapi aku tak cinta dengannya. Tak cukup baginya. Diapun menyadari itu.

Rahul sedang sakit. Kami terpuruk saat itu.

Dan dia... dia ada di sana.

Dia sudah menjadi bagian keluarga.

Dan aku merasa aku harus melamarnya.

Hanya itu yang bisa kulakukan.

Dia ingin seseorang yang bisa menghubunginya 5 kali sehari.

Aku bukanlah orang itu.

Ashwin, ayolah. Omong kosong semacam itu tidak ada.

Bagimu mungkin begitu.

Kau memang sinis, Nandu. Tetapi, dia tidak.

Aku tak ingin menjadi penghalang impiannya.

Tuan, perlu saya bawakan makan siang untuk Anda berdua?

Kau tak bisa lihat kalau kami sedang ngobrol?

Maaf, Nona.

Lebih baik aku pergi saja.

Vishal menunggu makan siang dan si pembantu sialan tak masuk lagi.

Daah.

Ratna.

Ya, Tuan.

Tolong siapkan makan, siang. / Ya.

Dagingnya tidak enak?

Kuahnya enak.

Dagingnya agak keras.

Ratna...

Jangan diambil hati.

Dia tak bermaksud begitu.

Beruntung kau datang.

Setidaknya dia berhenti mengoceh.

Tuan, boleh saya bertanya?

Ada guru jahit di dekat sini...

...Boleh saya bantu-bantu di sana?

Ada apa? Kau perlu uang tambahan?

Tidak, saya ingin belajar.

Jam berapa waktunya?

Jam 2 sampai 4 sore. Akan saya bereskan semua sebelum berangkat.

Baiklah.

Terima kasih, Tuan.

Dia membuatku emosi...

...Untung dia sudah pergi.

Daging karinya?

Dia tak menyentuhnya.

Tetapi dia makan 4 chapati pakai kuahnya.

Kalau Nyonya tak kembali, kau mau berhenti?

Untuk apa?

Benar... Sudah ada kerjaan menjahit juga.

Salam, Master-ji.

Apa yang perlu kukerjakan?

Bersihkan saja lantai atas.

Di mana?

Di atas.

7,5 inci? / Tidak.

8,5? / Tidak, masih kurang. Genapkan 10.

Baiklah. Bajunya bisa diambil hari Jum'at.

Baik.

Master-ji...

...Maukah Anda mengajariku?

Untuk sekarang, bersih-bersih saja.

Kita lihat minggu depan.

Nyonya Sabina yang mengirimnya.

Barang ini hanya membuatnya sedih.

Jangan di sini.

Kenapa?

Bukan hanya Nyonyamu yang sedih.

Benarkah? Tapi dia yang meninggalkan Nyonya.

Tidak begitu. / Kau dengar apa memangnya?

Selamat Malam, Tuan. / Ada apa ini?

Nyonya Sabina yang mengirimnya.

Tuan, akan saya taruh di kamar saya.

Jadi Anda takkan merasa tak nyaman.

Terima kasih.

Tuan...

Aku tidak menikah, tetapi setidaknya aku mendapat kado.

Terima kasih.

Ada apa?

Tidak ada.

Tuan, mau saya panaskan tehnya?

Tidak, tak perlu.

Tuan, Anda tahu kan...

..kalau suami saya meninggal 2 bulan setelah pernikahan.

Maaf, tidak. Aku tidak tahu.

Dia sakit. Dia tak pernah bilang.

Orang tua kami selalu ingin segera menikahkan kami.

Di kampung juga sama.

Saya ingin sekolah...

...Tetapi mereka bersedia menerima saya tanpa mahar.

Jadi, ayah saya tak bertanya lagi.

Saya menjanda di usia 19 tahun.

Anda tahu apa arti menjanda di sana?

Apa?

Hidupmu telah berakhir.

Tetapi sekarang, Saya menghasilkan uang sendiri.

Saya memang seorang pembantu...,

..Tetapi saya bisa menguliahkan Choti.

Adikmu? / Ya.

Hidup belum berakhir, Tuan.

Hanya itu yang ingin saya katakan.

Sebentar, Ratna.

Tolong belikan renda dan lapisan kain yang pas untuk ini..

...di Pasar Manish.

Sekarang?

Ya, sekarang. Ini mendesak.

Tapi Master-ji, sekarang sudah jam 4. Saya bisa telat pulang.

Kau ingin belajar. / Ya.

Tetapi kau tak ingin bekerja.

Cepat belikan, ini mendesak.

Ada kain yang seperti ini? / Ya.

Tolong agak cepat.

Ini kainmu. / Oh, sudah. Baiklah.

Kemana saja kau? Tuan sudah pulang sejak tadi.

Maaf, Tuan.

More Indonesian subtitles for Sir

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left