Krótki film o zabijaniu
Le prime 200 righe.
FILM PENDEK TENTANG PEMBUNUHAN
Membuang kain pel?
Mungkin masih berguna.
Ada yang membuangnya ke arahku.
Mengenaimu?
Tidak.
Tahu siapa yang punya kain pel seperti ini?
Aku benci kucing.
Sama-sama tak bisa dipercaya seperti manusia.
Filmnya bagus?
Tidak, membosankan.
Ceritanya tentang apa?
Cinta. Tapi membosankan.
Lagi pula, baru akan tayang nanti sore.
Sekarang sedang ada rapat.
Kau sedang apa?
Mencabuti uban.
Kau tahu...
..di mana pangkalan taksi terdekat?
Alun-alun Istana.
Halo.
Halo.
Piotr Balicki?
Silakan masuk.
Mau dilukis?
Berapa biayanya?
Dua ribu.
Memangnya butuh waktu lama?
Apa maksudmu?
Kau membayar bukan untuk waktunya.
Kau membayar...
..untuk bakatku.
Kau punya bakat?
Tidak.
Kau bisa membuat sepatu?
Atau menumbuhkan pohon?
Pohon?
Ya, aku bisa.
Kalau begitu, tak perlu cemas.
Di mana alun-alun Istana?
Lurus saja.
Silakan.
Aku ragu-ragu bukan karena tak bisa menjawabnya,..
..tapi karena aku sudah dua kali diberi pertanyaan itu.
Aku bisa menjawabnya dengan mudah saat ujian masuk.
Lalu empat tahun lalu, di tempat yang sama ini,..
..aku tak yakin lagi dengan jawabanku.
Dan sekarang...
Itu pertanyaan yang bagus.
Kenapa aku ingin jadi pengacara?
Mau jawaban jujur...
..atau jawaban yang semestinya?
Kami ingin mengetahui tentang dirimu.
Secara singkat, aku tak tahu.
Aku tertarik.
Aku sudah melihat banyak hal selama empat tahun ini.
Ini pekerjaan...
..yang memiliki fungsi sosial.
Penting bagiku jika pekerjaan itu bisa berguna.
Tapi yang terpenting adalah,..
..jika semuanya berjalan lancar,..
..aku bisa bertemu dan memahami orang-orang...
..yang tak pernah kutemui di pekerjaan lain.
Itu alasannya.
Kurasa seiring dengan berjalannya waktu jawabannya menjadi...
..semakin sulit dipahami.
Semua orang bertanya-tanya apa pekerjaan mereka memiliki arti.
Semakin ditelaah, keraguan itu semakin kuat.
Kiriman!
Beata, cepat.
Halo.
Pergi dari situ.
Kau menakuti merpatinya.
Pergi!
Sialan!
Taksinya kosong?
Aku sedang mencucinya.
Kami akan menunggu. Cuacanya dingin.
Apa pandanganmu tentang...
..pencegahan kejahatan secara umum?
Pada dasarnya, hukuman yang dampaknya lebih terasa...
..pada masyarakat dibanding pada terpidana,..
..sehingga mereka tak mau melakukan tindak kejahatan.
- Kujelaskan lebih spesifik lagi? - Ya.
Bagaimana caranya agar terpidana menjadi jera.
Agar hukuman terpidana menimbulkan efek jera pada masyarakat.
Secara sederhana, dengan cara menanamkan ketakutan di masyarakat.
Pasal 50 Hukum Pidana membahas tentang ini.
Aku tak suka dengan nada bicaramu yang ironis.
Itu justifikasi yang diragukan sebagai dasar untuk hukuman berat.
Bukan hanya aku seorang yang berpendapat begitu.
Bisa menyebutkan dukungan atas teorimu ini...
..dengan sumber yang terpercaya...
..atau kutipan klasik?
"Sejak masanya Kain,..
..dunia tak pernah terintimidasi atau menjadi lebih baik...
..dengan hukuman."
- Mau kusebutkan sumbernya? - Tak perlu.
Nyonya, sayurannya belum dibayar.
Mau jalan-jalan, Beata?
Permisi!
Istriku yang membuatnya.
Mau?
Makanlah.
- Halo. - Ya?
Aku punya...
Kau ingin menggantung foto?
Tidak.
Aku salah sangka.
Aku punya foto.
Bisakah...
..diperbesar?
Lipatannya akan tetap terlihat.
Tak masalah.
Baiklah.
Maaf.
Dengan melihat fotonya, bisakah kita mengetahui...
..jika orangnya masih hidup atau tidak?
Kau dibohongi.
- Apa kabar? - Lumayan baik.
Pilihkan nomornya untukku.
17.
Sudah ada.
16.
Sedekat itu?
15.
Kau selalu mengisinya dengan hati-hati.
Aku suka keteraturan.
Kau selalu beruntung.
Bulan lalu menang berapa?
412.
Dan 1.200 di musim gugur.
Minggu lalu menang 46.
- Jumlahnya jadi... - Cukup lumayan.
Tapi kuharap bisa...
Ya.
Itu yang selalu diharapkan.
Tim kita yang terbaik!
Kami mendukung tim terbaik!
Piotr Balicki.
Aku ingin menyampaikan bahwa kau lulus ujian.
Setelah empat tahun magang,..
..sekarang kau jadi rekanan.
- Selamat. - Terima kasih.
Sekarang tinggal mengambil sumpah.
Aku lulus ujian!
Aku jadi pengacara!
Sekarang aku jadi pengacara!
Aku lulus!
Piotr, jangan bercanda.
Apa?
Naiklah.
Orang Jerman?
Orang Bulgaria?
Akan kuramal nasibmu.
Sedekah untuk anakku.
Kau akan pergi ke luar negeri.
Tidak!
Tidak, aku tak takut.
Izinkan aku membaca rajahmu.
Akan kukatakan yang sebenarnya.
Baiklah, yang sebenarnya.
- Ya? - Teh.
Tak ada teh.
- Ada apa saja? - Kopi dan kue.
Kalau begitu, kopi dan kue.
- Kue apa? - Kue krim.
Jangan yang itu. Yang itu saja.
Garis keberuntunganmu panjang dan tebal.
Dua anak.
Kapan?
Ada saat-saat dalam kehidupan...
..saat segalanya terasa mungkin.
Jalanmu terbentang luas. Kau bisa meraih apa pun.
Itulah yang kurasakan saat lulus sekolah.
Kupikir itu tak akan terjadi lagi.
Tapi sekarang aku merasakannya lagi.
Saat kau melewati titik tertentu...
..kau merasa semuanya tergantung padamu, begitu?
Benar.
Tahu yang kupikirkan?
Tidak.
Aku tak pernah tahu.
Orang-orang akan menyayangimu...
..seperti yang kurasakan sekarang.
Apa kau kebetulan...
- ..menuju Mokotów? - Tidak. Wola.
Kami sedang buru-buru.
Mokotów.
Ke mana tujuan mereka?
Wola.
Sabar.
Dasar pemberang.
- Ada apa? - Bukan apa-apa.
Aku sedang berpikir mungkin ini tak akan berjalan mudah.
Bisa naikkan jendelanya?
Dingin.
Belok kiri.
Lurus justru lebih cepat.
Lewat sini saja.
No comments yet. Be the first to leave one.