Le prime 200 righe.
Promo Double Bonus Bisa claim setiap hari s/d 10Juta
The Girl With A Bracelet
DUA TAHUN KEMUDIAN
Ada apa?
Aku ingin bertemu Lise.
- Untuk apa? - Hanya ingin menemuinya.
- Kau siapa? - Namaku Diego.
Bagaimana kau bisa masuk?
Gerbang itu terbuka.
Maaf, tapi Lise sedang sibuk.
Benarkah? Dia meneleponku.
Kau salah.
Jangan masuk seperti ini, ini tanah milik pribadi.
Baik.
Beri tahu Lise bahwa aku ke sini...
Agar dia bisa meneleponku.
Diego apa?
Tanya Lise.
Diego dari mana?
Diego Maradona.
- Kau sedang sibuk? - Tidak.
Siapa Diego?
Siapa?
Diego yang datang ke sini, sangat sopan.
Dia seorang teman.
Tapi, siapa dia?
Diego dari mana?
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu namanya?
Ya, namanya Diego.
Dari mana asalnya?
Kau tidak bertemu dengannya di kursus korespondensi.
Seorang teman memperkenalkan kami. Bertemu di Facebook.
Aku tak ingin melihatnya lagi.
Aku tak ingin dia datang ke sini lagi...
Kau tidak boleh pergi.
Maka semuanya akan baik-baik saja.
Fokus. Lalu lakukan apa yang kau inginkan.
Sementara itu, aku tak ingin ada gangguan.
Itu saja.
Tanpa Diego atau siapa pun itu. Titik.
Tak bisa seenaknya di sini.
Mengerti?
Aku tidak mendengar. Apa kita sepakat?
Ya, Ayah.
Kau sedang belajar?
Membaca interogasi. Pengacara itu menyuruhku.
Bagaimana dia?
Dia tegas, tapi tidak apa-apa.
Kau yakin?
Ya, aku suka gayanya.
Baik.
Aku akan membiarkanmu mempelajarinya.
Ini bukan drama.
Kau tidak berangkat sekolah?
Tidak, ini hari Rabu.
Kau sedang apa?
Rebahan.
Kau ingin bermain sepak bola?
Tidak, aku sedang istirahat.
- Ayo ke luar. - Aku sedang tak ingin.
Selain itu, gelang itu menggangguku dalam bermain.
Kau jaga gawang saja.
Aku tak mau, tinggalkan aku sendiri.
Jika kau pergi ke penjara...
Boleh aku tempati kamarmu?
Ya, jika kau mau.
- Sungguh? - Ya.
Sekarang, pergilah dari sini.
DIJUAL
Bagaimana perasaanmu?
Baik...
Biasa saja.
Kau sendiri?
Baik.
Aku tak akan datang ke sidangmu.
- Kau mendengarku? - Ya.
- Kau marah? - Tidak sama sekali.
Aku tak bisa pergi.
Ada beberapa alasan, pasienku...
Sudahlah, Bu. Tak perlu dijelaskan.
Kau sudah beri tahu Ayah?
Ya.
Dia tidak menyukainya.
Ayahmu akan di sana. Kau tak akan sendirian.
Ya.
Aku akan berdoa untukmu.
Aku tahu.
Ada enam juri.
Cobalah menatap mereka ketika kau berbicara.
Tatap hakim, jaksa...
Dan pengacara korban saat dia bertanya padamu.
Namun, jangan lupa kau juga akan diamati.
Oleh orang yang membencimu.
- Selamat pagi, Dokter. - Selamat pagi.
Aku akan bersamanya. Kami lewat belakang.
- Baik. Parkir di sini saja? - Silakan.
Yakinlah...
Kau siap.
Selamat pagi, Lise. Ikutlah denganku.
Aku kembali sebelum jam 3 sore.
Flora sedang ada tamu...
Jadi aku tidak terkejut saat melihat...
Botol-botol berserakan di seluruh ruangan.
Aku ingin minum segelas air...
Tapi semuanya kotor.
Kurasa sudah waktunya dia bangun dan merapikan tempat itu.
Jadi, aku naik.
Pintu kamar tidurnya terbuka...
Ketika aku masuk, aku melihatnya.
Itu mengerikan.
Aku tak ingat persis semuanya, tapi...
Aku ingat sekilas.
Ada darah.
Seprainya berwarna merah.
Ada darah juga di dinding...
Di sandaran kasur.
Tubuhnya tak bisa dikenali...
Karena luka di sekujur tubuhnya.
Hanya wajahnya yang tak terluka.
Dan matanya terbuka.
Beberapa catatan untuk pengadilan.
Daftar telepon menunjukkan bahwa Ny. Dufour...
Menelepon polisi pada pukul 14.52...
Lalu dia menelepon ibunya pada pukul 14.54.
Ada pertanyaan, Dokter?
Aku punya satu pertanyaan untuk klienku.
Flora adalah putrimu satu-satunya...
Kau membesarkannya sendirian dan akrab dengannya.
Kau tahu jika dia punya musuh?
Tidak.
Terima kasih.
Jaksa?
Tak ada pertanyaan, Yang Mulia.
Pengacara pembela?
Selamat pagi, Nyonya.
Aku punya pertanyaan.
Ketika kau kembali ke rumahnya...
Kau masuk lewat pintu depan?
Dan apa pintunya terbuka?
Ya, pintunya terbuka.
Jadi, siapa pun yang datang dari luar...
Bisa membuka pintunya tanpa kunci?
Ya.
Terima kasih, Nyonya.
Ny. Dufour, aku mengusulkan agar kita akhiri dulu di sini.
Terima kasih atas kesaksianmu.
Kau bisa kembali ke tempatmu.
Nn. Bataille.
Bisakah kau berdiri?
Berapa umurmu?
Umurku 18.
Berapa umurmu saat kejadian?
16 tahun, hampir 17 tahun.
Kau tinggal di Nantes, Av. Monthor, bersama orang tuamu.
Ya, serta adikku.
Setelah kejadian itu, kau di masukkan ke penjara?
- Ya. - Berapa lama?
Enam bulan.
Hakim investigasi membebaskanmu pada 21 Desember 2016...
Dan menempatkanmu di bawah tahanan rumah...
Dengan gelang elektronik?
Ya.
Apa hubunganmu dengan korban, Flora Dufour?
Kami berteman, teman akrab.
Kau baru saja mendengar kesaksian Béatrice Dufour.
Ceritakan apa yang terjadi...
Dari sudut pandangmu...
Dimulai dari malam sebelumnya?
Kami mengadakan pesta di rumah Flora...
Dan aku menginap di rumahnya.
Berapa jauh rumahmu ke rumah Flora?
Sekitar lima menit berjalan kaki.
Kenapa kau tidak pulang setelah itu?
Karena aku ingin menginap di rumah Flora.
Apa Flora memintamu menginap di rumahnya?
Tidak.
Kau bertanya kepada Flora apa kau boleh menginap?
Tidak.
Terjadi begitu saja. Aku lelah, lalu aku tertidur.
Jadi, itu inisiatifmu sendiri menginap di rumah Flora?
Ya.
Di mana kau tidur?
Di kamarnya.
Apa kau tahu jika ada orang lain yang menginap juga?
Sejauh yang kami tahu, kami sendirian di rumah.
Dan di pagi hari?
Aku kesiangan, lalu bergegas menjemput adikku dari sekolah.
Ketika aku pergi semuanya normal dan Flora masih tidur.
Aku tidak menutup pintu karena aku tidak punya kunci.
Kau bilang bergegas untuk menjemput adikmu dari sekolah.
Ceritakan...
Kapan kau meninggalkan rumah Flora Dufour?
Aku bangun kesiangan, meninggalkan rumah Flora...
Antara pukul 11.20 dan 11.30.
Lalu?
Aku naik skuterku lalu menjemput adikku dari sekolah.
Hari itu cerah, kami pergi ke taman Dervalières.
Kami di sana selama...
Sekitar satu jam.
No comments yet. Be the first to leave one.