Le prime 200 righe.
- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *
PARIS, 1943
- Selamat menonton pertunjukan. - Terima kasih.
- Selamat menonton pertunjukan. - Terima kasih.
- Eva. - Aku tahu itu pasti kau.
Sungguh senang bertemu denganmu.
Eva...
Kukira kau sudah kembali ke Amerika.
Servier sudah mencarimu ke mana-mana.
Aku terus di sini.
Kukira kau orang licik.
Sekarang aku teringat.
Penuh perhitungan.
Kau tertarik pada Korben dan kekuasaan.
Maafkan aku.
Jangan minta maaf.
Aku sungguh berharap aku punya strategi rahasia,...
...rencana kehidupan.
Aku tahu aku kelihatan keras.
Orang takkan langsung suka padaku.
Aku bukan sensitif akan rasa sakit. Aku butuh waktu merasakannya.
Tapi, jika kau melihat ke dalam isi benakku,...
...kau akan melihat kalau aku berperasaan.
Dan aku juga ingin dicintai.
Kau masih ingat pesta itu?
Tentu saja aku ingat.
Kapankah itu? Aku sudah lupa.
Itu sebelum semua hal mengerikan ini.
"Masa sebelum peperangan" yang dibicarakan semua orang.
Intinya adalah...
Sebelum peperangan aku tidak merasa hidup.
Apa mereka juga melihat bintang-bintang yang sama?
Siapa?
Orang-orang di rumah.
Di sana siang hari sekarang.
Kenapa kita tidak bisa melihat bintang di siang hari?
Karena terkadang kau harus mematikan lampu baru bisa melihat.
BEBERAPA TAHUN SEBELUMNYA
Seperti waktu kau memejamkan matamu untuk melihat mimpi mereka?
Ya, bisa dikatakan begitu.
Laura?
- Kapan kita pulang? - Segera.
Mendekatlah.
Besok pagi, kita akan terbangun di Paris.
Paris.
Selamat datang di Pulau Surgawi.
Setelah Bucharest, Warsaw, Prague...
Tarik napas dalam.
Tarik napas dalam.
- Aku sangat kedinginan. - Kau tidak kedinginan.
Kau hanya sedang takut.
...cenayang paling terkenal di Amerika.
Malam ini...
Kalian tak hanya akan menyaksikan sebuah pertunjukan.
Tapi, mengalaminya langsung.
Agar konsentrasi mereka tak terganggu,...
...aku minta kalian...
...untuk tak menyambut mereka dengan tepuk tangan.
- Hadirin sekalian. - Mari kita mulai.
Kita sambut kakak beradik Barlow.
Pertama-tama, aku ingin minta maaf.
Aku tak ingin ada orang yang kecewa.
Kami takkan memperlihatkan apa pun yang belum kalian ketahui sebelumnya.
Kami akan memperlihatkan pada kalian...
...apa yang terhilang dari kalian.
Kami akan memperlihatkan apa yang terhilang dari kalian.
Kerabat kalian yang sudah meninggal.
Datang dari negara yang sangat muda, Amerika Serikat,...
...Eropa tampak seperti taman pemakaman umum.
Jika kalian pikirkan,...
...tanah di bawah kaki kita...
...mungkin ditinggali oleh 10 kali atau 100 kali lebih banyak orang mati...
...daripada yang masih hidup.
Apakah yang ingin mereka katakan?
Kita bisa bicara dengan mereka.
Apa di sini...
...ada yang siap untuk menjawabku?
Dengan jujur?
Apa ada arwah?
Apa ada arwah yang terluka?
Bagaimana dengan kalian?
Apa kalian sudah siap?
Apa kalian siap...
...untuk mendengarkannya?
Apa kalian siap mendengar kebenarannya?
Dua wanita.
Dengan jujur?
Tidak.
Aku paling takut dengan hal seperti ini.
Ayolah, Nyonya. Jangan takut.
Jangan menduga apa pun.
Berharaplah akan segalanya.
Dengarkan napas adikku.
Konsentrasilah pada napasnya.
Dia datang.
Aku sudah datang.
Ibu?
Ya.
Ibu?
- Ibu? - Ya.
Kaukah itu, Sayang?
Siapa namanya?
Kalau kau tertarik memanggil arwah secara privat, katakan pada Juncker.
Aku senang kau menyukainya.
Kalau kau tertarik, kami menyediakan sesi privat.
Ini dia datang. Hebat sekali.
Akhirnya kita bertemu.
- Laura Barlow, John Kitching. - Senang bertemu denganmu.
Pertunjukan tadi luar biasa.
- Kau bisa mengundangnya ke Inggris. - Aku senang kau menyukainya.
Aku punya ide bagus untuk kusarankan padamu.
Baik.
Aku pergi dulu. Aku cinta kau.
Kau harus bertemu dengan adikku. Kau pasti suka padanya.
Di mana dia?
Jangan ke mana-mana. Aku akan memanggilnya.
Jangan ke mana-mana.
Kita sudah sepakat hanya boleh minum paling banyak 2 gelas.
Kita masih belum selesai.
Aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang yang sangat penting.
- Keluarlah. - Bagaimana dengan burungnya?
Kenapa dengan burungnya? Mereka tidak akan terbang pergi.
Bagaimana dengan sesi pemanggilan arwah privat?
Hanya itu saja?
Ini adalah waktu yang sukar bagi semua orang.
Bagaimana dengan Kitching? Apa katanya soal London?
Dia cepat pergi. Kami tidak punya waktu untuk membicarakan bisnis.
- Dia pergi begitu saja? - Bukan pertama kalinya.
Aku sangat menyesal.
- Vincent, tutuplah ini nanti. - Baik.
Ada apa?
Tidak ada, tidurlah.
Silakan masuk.
Senang kalian datang kemari. Aku sudah menantikan kalian.
Aku minta maaf soal kemarin. Aku sangat tidak sopan padamu.
- Sampanye? - Tidak, terima kasih.
- Bagaimana dengan teh? - Tidak, terima kasih.
Rumahmu sangat indah.
Aku suka hiasan-hiasan kecil.
Saat bepergian, aku mengoleksi banyak benda.
Dan saat tidak bepergian, aku juga mengoleksinya.
Tapi, tidak ada yang sangat berarti bagiku.
Bahasa Inggrismu sangat bagus.
Terima kasih sudah bicara begitu.
Kau punya aksen, kalau aku tak salah dengar.
Bukan hanya aksen Prancis.
Kau benar. Aku tak dilahirkan sebagai orang Prancis.
Kita bisa mulai kapan pun kau mau. Kami sudah siap.
Baiklah.
Kita butuh satu kursi lagi.
Kenapa?
Saat kita memanggil arwah,...
...itu seperti mengundang tamu. Kita harus mempersiapkan kedatangannya.
Baiklah.
Martin, tolong ambilkan satu kursi lagi.
Baik, Tuan.
Mari kita mulai dengan bergandengan tangan.
Pejamkan matamu.
Apa kau sudah siap untuk percaya, André?
Kau siap untuk membiarkan kami masuk?
Ya.
Letakkan semua ketidakpercayaanmu dalam sebuah lingkaran merah.
Bayangkan lingkaran merah itu. Dengarkan napas adikku.
Lingkaran itu semakin mengecil.
Lalu menghilang.
Dia datang.
Apa yang kau lihat?
Tidak ada.
Aku mendengar langkah kaki.
Tuan.
Tuan?
Tuan!
Tuan?
Apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Bagaimana kalian melakukannya?
Terima kasih.
Selamat malam, Nona.
Aku mendengar langkah kaki.
Sampai kami memahami perhitunganmu,...
...kami tidak akan pergi dari sini!
Kata-kata yang bagus.
Tuan-tuan.
Kami akan menjawab semua pertanyaan dengan senang hati.
Tapi, kalian tidak boleh membenci kami atas pilihan yang kami buat...
...dan menuduh kami menyembunyikannya.
Benar, kalian tidak menyembunyikan apa pun.
Saat kami sedang menanyai kalian, kalian membuat keputusan.
Mungkin dewan direksi sebaiknya mengundurkan diri.
Kalau perang meletus,...
...semua ide ini akan hangus sia-sia.
Terima kasih, tuan-tuan.
Aku sudah mendengarkan dengan sabar. Sekarang tolong dengarkan jawabanku.
Kalian semua lupa...
...kalau ada satu faktor penting, krisis ekonomi.
Itu terlalu meremehkan masalah!
Kami tidak minta agar dividen digantikan dengan fantasi kalian.
Maafkan aku, tapi kalian salah.
Kalian tidak akan menerima dividen,...
...seperti yang sudah dijelaskan oleh pendahuluku.
No comments yet. Be the first to leave one.