Le prime 184 righe.
Iya..
Ya.
Kau tahu harus apa.
Selamat Pagi, Azul.
- Kemana saja kamu? - Moco...
- Sudah lama sekali? Ada apa ? - Aku dekat kota ini...
...dengan geng baru. Aku dengar kau dipenjara dekat sini.
Jadi aku telepon, Teman.
Bagus sekali, Babi !
Bebaskan aku dan berikan uang bagianku.
- Aku kejar dimanapun kamu. - Haruskah aku bebaskan kamu?
Aku tahu kau mengatur bisnis dari penjara, berkat telepon dan orang setiamu...
Telepon genggam dan perlindungan dari sipir penjara.
Tidak jelek, mungkin suatu hari akan aku coba.
Kau berhutang kekayaan. Aku disini menderita.
Kau tahu itu. Jadi tolong bebaskan aku, Teman !!
Segera, Azul. Segera.
Aku kirim orang untuk menjemputmu.
Beberapa hari lagi.
Itu terdengar lebih seperti Moco yang aku kenal dulu..
Tunggu dulu.
Aku tidak melupakan jasamu dalam keberhasilan kita...
Ada apa, Moco?
Membebaskan aku hari ini?
Ada 3 orang bersenjata, kau yang mengirim mereka?
Aku masih di sini. Juga temanmu. Tapi tidak lama lagi.
Mereka ingin meneriakan sesuatu. Dengarkan.
Akan kau ikuti saat kita bertemu nanti.
Pagi itu seperti biasanya.
Tanpa Cinta, Tanpa nasib baik.
Tanpa kesempatan.
Tanpa harapan.
Aku bertemu kura-kura di jalan tol.
yang sama-sama sedang menempuh perjalanan.
Yang aku tidak ketahui adalah waktuku makin habis.
Kelapa gratis... Aku mulai menyukai kota ini.
Aku selalu ingin jadi "mariachi".
Seperti Ayahku, Kakekku dan buyutku.
Aku belum sehebat mereka. Tapi aku terus belajar.
Aku ingin mengikuti jejak mereka, dengan gitarku.
Aku bermain dari satu kota ke kota lain. Mencari pengalaman..
Kota ini adalah berikutnya.
Kelapa gratis di batas kota...
membuatku yakin kota ini akan memberi nasib baik.
Tapi aku salah.
- Mau apa? - Soda.
- Tidak ada Musik? - Kenapa ?
Aku seorang mariachi. Sang Maestro.
Aku nyanyikan ballada, lagu cinta... asli.
- Masa bodoh? - Aku bisa meramaikan tempat ini.
Aku tidak perlu di gaji. Penghasilanku dari tips.
Tapi aku perlu pekerjaan tetap.
Aku jamin, tamu kamu akan semakin ramai.
Kenapa aku perlu seorang mariachi, jika aku sudah piunya group band?
Liohat? Cukup menggaji satu orang dan aku punya satu group Band.
Mengerti?
Thanks.
Jika kau mau cari nafkah, cari peralatan yang canggih.
Idiot...
Ada apa ini? Mariachi lagi?
Tidak ada lowongan untukmu.
Bartender...minta Bir.
Pakai botol.
Aku mencari teman lamaku
Namanya...Moco.
- Dimana dia? - Kadang dia datang.
Dia pemilik tempat ini.
- Kau kenal dia? - Tentu, kami anak buahnya.
Sayang sekali...
Tahan.
Ada apa ini?
- Katakan! - Moco!
Pinjam teleponnya.
Pakailah.
Moco?
Mati? semuanya?
Kapan ?
Seperti apa dia?
Membawa kotak gitar?
Baju hitam ?
Jangan takut, Moco.
Akan kami temukan, membunuhnya, Dan beri makan pada anjing.
Kalau kau meliohat orang berbaju hitam membawa kotak gitar...
Telepon nomor ini. Nama dia Azul.
Kalau tidak, kau akan membunuhku, benar?
Aku tidak, Dia mungkin ..
Aku mulai merasa kota ini tidak membawa nasib baik.
Bagaimana saat kejayaan para pemain Gitar?
Seperti kakek buyutku.
Teknologi sudah mengalahkan kami...
...dan menghancurkan budaya kami.
Membuat kami jadi robot.
Dia yang mahluk tercantik yang aku lihat sepanjang hari.
Sebelum kura-kura itu, tentu saja.
- Kau pesan apa? - Soda.
Soda? kau anak-anak atau apa?
Aku seorang musisi. Aku tidak minum atau merokok.
Suaraku adalah modalku.
Cheers.
Aku tidak perlu digaji.
Penghasilanku dari pemberian tips. Tapi aku perlu pekerjaan tetap.
- Dimana? - Di sini, di bar-mu.
Tidak, uangku tidak cukup untuk menggaji seorang mariachi.
Hari yang buruk.
Apa?
Thanks.
Aku perlu kamar murah untuk seminggu.
Aku sedang cari kerja, bisa aku bayar nanti?
Yeah, bayar saja nanti.
Thanks.
Maaf, tapi kau harus bayar Uang muka?
Kau tidak percaya padaku?
Maaf...Berapapun dulu adanya?
Tidak banyak. Aku hanya punya beberpa peso.
Cukup. selamat istirahat. Thanks.
Bukan, kamar 10.
Di sana!
Dia pakai baju hitam, cari dia!
Di sini!
Kenapa, mariachi? Mabuk soda?
Aku baru saja membunuh 4 orang.
Apa itu benar?
- Tunggu! Siapa namamu? - Domino.
Tunggu, Domino. Aku membela diri.
Aku bukan orang sini. Tidak ada yang kenal aku.
Tidak punya teman...
Juga musuh...
- Mereka pencuri? - Aku rasa bukan.
4 orang.
Aku tinggal di hotel murahan.
Tidak punya uang atau barang berharga
Mereka mau membunuh aku.
Kenapa kau kemari? Agar aku ikut terbunuh juga?
Aku perlu tempat persembunyian sampai aman.
Mereka mengira aku orang lain. Aku hanya seorang mariachi.
Aku punya kamar di atas. Jangan sentuh apapun.
Aku ke sana nanti. Kita bisa bertemu temanku nanti.
Terima kasih. Tidak akan aku lupakan.
Sebelah sana.
Awas ada anjing.
- Hallo, Domino. - Kenapa ini?
Pinjam Telepon. aku harus telepon Moco.
Domino...Apa ada orang asing ke sini?
Orang asing selalu datang dan pergi.
- Baju hitam, bawa kotak gitar? - Tidak.
Dia membunuh 10 orang kita.
Semuanya hanya dalam satu hari.
- Kau mau telepon boss? - Beri aku minium dulu.
Moco...Dia kabur.
Dia menembaki aku, dan membunuh anak buah kita.
Kabar buruk. Aku tidak bisa melihat jelas muka dia.
Kalau dia ganti penyamarannya. Aku tidak bisa mengenalinya lagi..
Jangan takut.
Satu yang aku tahu. Dia selalu bawa kotak gitar dan pakai baju hitam.
Itu saja.
Tapi...Isinya bukan gitar.
Kotak gitar penuh dengan senjata.
- Apa? - Bukan gitar.
Kotak itu penuh senjata.
Alat pembunuhannya.
Selamat tinggal. Terima kasih minumnya.
Aku segera kembali.
- Aku bilang jangan sentuh apapun. - Aku sedang bersantai.
- Aku bisa bangun... - Tidak...lanjutkan saja.
- Perku shampo? - Ya, thanks.
- Siapa kau? - Seorang musisi.
Apa isinya?
- Senapan, pisau? - Gitarku.
Kita lihat...
Kau sangat modis, mariachi.
Kau bilang 4 orang.
Nyatanya kau bunuh 10 oarang.
Kau tidak mau melihatnya?
Mainkan!
Mainkan! nyanyikan!
Mainkan!
Bernyanyi!
Penampilan terbaikku.
Kau menginspirasi aku.
Kau seorang mariachi.
Seorang Maestro.
- Pekerjakan akau. - Tidak, akau tidak punya uang.
Tempat bagus ini? Kau tidak punya uang ?
Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.