Le prime 200 righe.
Aku Takeo Gouda, kelas satu SMA.
Musim semi, aku dapat pacar.
Musim gugur, aku dapat murid.
Saijou, aku ini gurumu dalam bidang apa?
Mu-Mungkin, guru urusan hati.
Begitu, ya.
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
MURIDKU
Suna, guru itu tugasnya apa?
Kok tiba-tiba tanya begitu?
Kemarin, Saijou bilang dia menyukaiku sebagai manusia,
dia juga bilang mau memanggilku guru.
Suka sebagai manusia, ya?
Adakah seseorang yang kaupanggil guru?
Guru.
Dulu banget, aku kebablasan main hingga larut dan tersesat.
Sehabis jalan begitu jauh,
aku akhirnya sampai di kota dan berhasil pulang, sih.
Gunung biarkanmu pulang!
Ingat itu.
Tak ada yang bisa lawan kehendak alam.
Gunung, ya?
Saat itu, aku betul-betul tersentuh.
Guruku adalah kehendak alam!
Seleramu tinggi, ya.
Dia menyukainya sebagai manusia?
Ah, aku mengerti itu.
Aku juga suka pacar Rinko sebagai manusia.
Terima kasih.
Enggak usah cemas.
Pacarmu bilang, dirinya enggak populer, 'kan?
Ya.
Tapi, aku tetap jatuh cinta sama dia.
Kau terlalu cemas.
Omong-omong, kalian berdua berencana masuk Universitas Hakutou, 'kan?
Suna, Yamato baru saja mengajakku pergi ke Festival Universitas Hakutou.
Sabtu atau Minggu? Yang mana?
Keduanya bisa.
Universitas Hakutou?
Guru, kau mau kuliah di sana?
Ya, kau juga?
Ha?
Eh, ya!
Kau mau ikut?
Eh?
Tapi, itu kencan, 'kan?
Nanti aku ganggu.
Tunggu, aku tanya Yamato dulu.
Katanya oke.
Cepatnya!
Apa betul enggak apa?
Takeo!
Gouda!
Halo!
Halo, Saijou.
Oh, halo.
Maaf, aku enggak ganggu, 'kan?
Enggak sama sekali.
Hebat! Festivalnya ramai!
Stempel buat dikumpulkan juga ada.
Takeo mau coba?
Ya.
Rebusan daging sapi ini dibuat dengan resep rahasia, lo.
Rahasia!
Rahasia!
Yamato.
Mau sampai kapan kau meniupnya?
Aku suka.
Oh, aku enggak tahan makanan panas.
Eh, semuanya sudah selesai?
Maaf, akan kuhabiskan sekarang.
Enggak apa.
Tiup sebanyak yang kaumau.
Tinggal dua stempel lagi.
Kayaknya cukup jauh.
Kampusnya luas banget.
Kalian istirahat saja di sini.
Aku yang urus stempelnya.
Eh, enggak apa?
Ya.
Aku ikut.
Nanti kau malah tersesat.
Ya.
Saijou, apa yang kausuka dari Takeo?
Eh?
Maaf.
Saat di kandang ayam,
aku enggak sengaja menguping pas kau bilang menyukai Takeo sebagai manusia.
Aku penasaran dengan alasannya.
Dia membantuku latihan lari estafet.
Ya, ya.
Aku terjatuh saat perlombaan berlangsung,
pikiranku jadi buyar.
Pas aku lihat ke depan, guru berdiri menantiku.
Semuanya sudah berlari meninggalkannya,
tapi dia tetap menungguku.
Terus, saat kuberikan batonnya, dia berlari cepat banget dan juara pertama,
padahal dia yang paling terakhir berlari.
Hebat!
Ya, hebat, 'kan?
Dia menyusul yang lainnya!
Hebat!
Takeo hebat banget!
Tapi, guru bilang jadi juara pertama itu enggak penting.
Saat itu, melihatnya berlari dengan segenap hati, buatku senang banget.
Aku mengerti maksudmu!
Oh, maaf.
Aku enggak bermaksud terlalu dekat.
Siapa yang pertama menembak?
Oh, aku.
Begitu, ya.
Awal tahun ini, baru pertama kali aku jadi korban penjahat kelamin.
Serius?
Ya. Saat itu Takeo satu kereta sama aku, terus dia menolongku.
Gouda banget.
Habis itu, penjahat itu bilang akulah yang mau dipegang.
Apaan itu? Parah banget dia!
Takeo marah sama dia.
Marah banget sama dia.
Keren, 'kan?
Ya.
Tapi, saat itu pula dia memukulnya.
Wah?
Ada apa? Kayaknya menyenangkan.
Dia melakukannya saat di pos petugas?
Oh, Takeo!
Bagaimana ini? Saijou dan aku malah keenakan mengobrol.
Oh, baguslah.
Aku sudah dapatkan semua stempelnya, lo.
Terima kasih.
Ah ya, aku bawa kue lapis Perancis hari ini.
Eh, Yamato yang bikin?
Jreng!
Duh, aku mengatakannya.
Kau mengatakannya.
Aku suka!
Aku suka!
Aku suka!
Aku suka padamu, Yamato!
Ada krim di wajahmu.
Hem? Di sini?
Di sini.
Di sini?
Di sini.
Kena.
Di wajahmu juga ada, lo.
Eh, di sini?
Di sini.
Kena?
Ya.
Gawat nih, kuenya menempel di wajah.
Lumayan gawat.
Berikutnya ke mana, ya?
Kita sudah kelilingi seisi kampus.
Betul juga.
Oh, aku masih ada urusan di kota.
Pisah di sini, ya.
Oh, begitu.
Sampai jumpa, Saijou.
No comments yet. Be the first to leave one.