Tokyo Love Story

Tokyo Love Story

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Tokyo Love Story EP06 1080p NF WEB-DL AAC2 0 H 264-MagicStar id
Un commento di koleksifilmserial
terjemahan manual dengan bahasa santai sehingga mudah dipahami https://t.me/koleksifilmserial

Tag

webdl
Pubblicato il: 2025-03-19
Download: 91
Sottotitoli per non udenti: No
FPS: 29.97

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Kamu bilang akan mencintaiku 24 jam sehari.

Bahkan saat kamu bekerja,

atau sedang nongkrong sama teman-teman.

Aku ingin kamu mencintaiku sepenuh hati.

Terus genggam tanganku.

Fokuskan matamu hanya padaku.

Kalau tidak...

Aku akan pergi ke tempat lain.

SELAMAT ULANG TAHUN KANCHI

Maaf.

Kanchi.

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Terima kasih.

Kamu terpesona padaku, ya?

Ehm...

-Maaf. -Maaf kenapa?

Soal kejadian kemarin.

Kemarin?

Kamu nggak marah?

-Kenapa nanya gitu? -Soalnya...

Tentu saja aku marah.

Kanchi, kamu benar-benar paham nggak

kalau kamu itu segalanya buatku?

Ini bikin frustrasi.

Aku ngerti, kok.

-Aku cuma mikirin kamu, Rika-- -Bohong.

Setengah hatimu masih ada di tempat lain.

Itu nggak benar!

Kalau gitu, bilang sekarang.

Bilang, "Aku cinta kamu, Rika." Sekencang mungkin biar dunia dengar.

Sekarang?

Tuh kan, kamu malah ngelirik ke tempat lain.

Aku nggak ngelirik ke mana-mana. Mana ada orang yang ngomong kayak gitu di tempat umum?

Aku bisa.

Aku bisa bilang. Mau dengar?

Aku cinta--

Udah, stop.

Hei.

Aku cinta kamu, Kanchi.

Hei.

Aku cinta kamu, Kanchi.

Aku cinta kamu.

Eh, playboy nih!

Mantap!

Jangan malu gitu dong!

JUDUL UTAMA

JUDUL EPISODE

‪DITULIS OLEH FUMI SAIMON‬

Rika. Aku lihat tadi.

-Lihat apa? -Pernyataan cinta di siang bolong.

Aku cinta kamu, Kanchi.

-Nggak nyangka banget. -Oh, itu.

Semua orang di bagian penjualan ngomongin

kalau Nagao jadi MVP percintaan kantor bulan ini.

Dasar kamu…

Baiklah.

Hei, anak muda. Ayo minum teh bareng.

Jangan nakut-nakutin aku.

Aku bawain kopi.

Aku lagi sibuk kerja.

Giliran ada cewek lain yang nelepon, kamu langsung pergi,

tapi pacar sendiri malah dicuekin.

Cowok ini kelihatannya baik, padahal hatinya kayak iblis.

Maaf.

Aku nggak bisa tinggalin Sekiguchi sendirian.

Dengar, semua?

"Nggak bisa ninggalin dia sendirian."

Terus, gimana dengan Rika yang ditinggal sendirian?

Aku suka kamu.

Oh! Kanchi Nagao, 24 tahun,

akhirnya ngaku dia suka Satomi!

Bukan, aku ngomong ke kamu, Rika.

Oh, alasan doang.

Kelihatannya sih kamu nggak nyesel sama sekali.

Aku memang merasa bersalah.

Aku merasa bersalah, dan aku sama sekali nggak ada apa-apa dengan Sekiguchi.

-Nggak ada sama sekali? -Nggak ada sama sekali.

Sedikit pun?

Sedikit pun.

Beneran nggak ada sama sekali?

-Mungkin sedikit. -Eh?

Bercanda. Aku nggak ada perasaan sama dia.

Oh gitu. Jadi kamu mainin aku terus nanti tinggalin?

Kamu jahat banget.

Sekarang aku udah lega.

Mau kopi?

‪Makasih.‬

Duduk yuk.

-Kemarin sampai rumah aman? -Iya.

-Kuenya enak. -Oh, ya?

-Makanannya juga enak. -Oh, gitu.

Kok kelihatan murung gitu?

-Sebenarnya… -Kamu serius?

Apa?

Itu air mata bohongan, tahu.

Aku cuma nangis kalau makan wasabi

atau baca Anne of Green Gables .

Itu asli, kok.

Telepon bunyi.

Halo, ini Na… Oh, Mikami?

Sekiguchi kenapa?

Oh, gitu.

Di mana?

Baiklah, nanti aku telepon lagi.

Satomi kenapa?

Oh.

Dia di rumah sakit, usus buntu.

Usus buntu?

Dia baru selesai operasi.

Kita harus jenguk dia.

Ayo kita pergi bareng.

-Eh. -Apa?

Menurutmu Satomi cukuran nggak?

Cukur apa?

Biasanya kalau usus buntu kan dicukur, ya?

Jangan ngomong gitu di depannya. Nanti dia malu.

Kamu yang malu, kan?

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS BUNKYO

Ini dia.

Masuk yuk.

-Nagao. -Halo.

Hai.

Kalian datang.

Di telepon tadi, kamu kayak nggak peduli sama kondisi Satomi.

Jangan bohong.

Senang lihat kamu baik-baik saja.

Maaf bikin kalian khawatir cuma gara-gara usus buntu.

-Makasih. -Kanchi

sampai pucat saking khawatirnya.

-Serius? -Iya, dia sampai kepikiran kamu cukuran nggak.

Hei! Kapan aku bilang begitu?

Nggak usah defensif gitu.

Aku nggak defensif!

-Lihat tuh, mukanya merah kayak anak kecil. -Eh!

Ini kan rumah sakit universitas tempat kamu kuliah, Mikami?

Iya.

Jadi kamu bisa nemenin dia, kan?

So sweet banget.

Kebetulan di kamar ini juga nggak ada orang lain.

Kamu lapar?

Pengen makan buah.

Harusnya tadi kita bawa.

Aku beliin deh.

Nggak, aku aja.

Kalau gitu kita pergi bareng.

-Hah? -Ide bagus.

-Kami pergi dulu. -Daah.

Tunggu.

Tunggu. Eh.

JERUK NAVEL

Mungkin aku akan buatkan dia jus jeruk.

-Mikami. -Ada apa?

Kamu selingkuh, ya?

Hah?

Satomi kelihatan sedih.

Mungkin dia memang suka bersedih.

Kok bisa kamu ngomong gitu?

Aku cuma bilang dia itu terlalu khawatir.

Apa salahnya khawatir sama orang yang disukai?

Aku nggak selingkuh.

Begitu, ya.

Harusnya tadi langsung bilang gitu.

Kamu percaya?

Kamu bilang nggak selingkuh, kan?

Benar.

Aku ambil ini, ya.

Ini juga.

Kalau firasatku benar,

kamu itu sebenarnya pria yang luar biasa, ya?

-Kamu juga mikir gitu? -Iya.

Rasanya jadi ingin...

melakukan sesuatu yang lebih denganmu.

Eh, nggak, nggak! Itu nggak benar.

Aku kan pacarnya Kanchi! -Iya, iya.

Maaf soal yang kemarin.

Rika marah nggak?

Nggak.

Syukurlah.

Aku lega dengarnya.

Aku nggak mau kalian berdua bertengkar gara-gara aku.

Hei,

hubunganmu sama Mikami masih nggak enak, ya?

Aku udah nggak tahu harus gimana lagi.

Kamu udah coba bicara sama dia?

Ada perasaan yang susah dijelaskan dengan kata-kata.

Padahal dulu aku suka banget sama dia.

Maksudmu apa?

Ingat,

kamu dulu suka sama Mikami selama lima tahun.

Jadi jangan bilang hal-hal yang kamu bilang ke aku kemarin.

-Yah... -Aku tahu.

Aku...

Aku akan coba percaya sama Mikami lagi.

Ya?

Halo. Gimana perasaanmu sekarang?

Harusnya ketuk pintu dulu.

Kenapa?

Mereka bisa aja lagi mesra-mesraan di ranjang.

Tenang aja.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left