Le prime 155 righe.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
Jual Alat Bantu S*ksual
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom |
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator |
Jual Alat Bantu S*ksual | S*x Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga
PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M
PERSEMBAHAN UNTUK ORANGTUAKU TERCINTA
I
IN
INS
INST
INSTA
INSTAG
INSTAGR
INSTAGRA
INSTAGRAM @
INSTAGRAM @b
INSTAGRAM @br
INSTAGRAM @bro
INSTAGRAM @brot
INSTAGRAM @broth
INSTAGRAM @broth3
INSTAGRAM @broth3r
INSTAGRAM @broth3rm
INSTAGRAM @broth3rma
INSTAGRAM @broth3rmax
INSTAGRAM @broth3rmax
INSTAGRAM @broth3rmax
INSTAGRAM @broth3rmax T
INSTAGRAM @broth3rmax TE
INSTAGRAM @broth3rmax TEL
INSTAGRAM @broth3rmax TELE
INSTAGRAM @broth3rmax TELEG
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGR
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRA
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM
INSTAGRAM @broth3rmax
INSTAGRAM @broth3rmax
INSTAGRAM @broth3rmax t
INSTAGRAM @broth3rmax t.
INSTAGRAM @broth3rmax t.m
LONDON
Selamat pagi. / Kami dari RAW India.
Namaku Mohan Sachdev.
Saurabh Prakash. / Silahkan ikut aku.
BADAN INTELIJEN RAHASIA INGGRIS (SIS)
Terima kasih.
Terima kasih. / Sama-sama.
Apa yang dia lakukan, pak?
Tn. Maanav.
Namaku Mohan Sachdev. Dia Saurabh Prakash.
Kami dari RAW. (Research and Analysis Wing)
Kau ingin sesuatu?
Sebuah pernyataan...
dibumbui dengan fakta.
Ceritakan pada kami dari awal.
11 September 2022
aku mengendarai mobil,
Vicky membuntutiku. / Kami tak tertarik sama Vicky.
Bagaimana kau bisa menghubungi Katkar?
Untuk bisa mendekati Katkar, kami harus melewati Vicky.
Kalian mau faktanya
faktanya lebih pahit.
terjemahan broth3r max
MUMBAI
"MAUKAH MENIKAHIKU?"
"KAU PAHLAWANKU"
"MAANAV"
Yeah?
Tuan Manaav, kenapa kau menolak film besar itu?
Tolong tak ada tanya-jawab. / Tak apa.
Itu cerita biopik seorang gangster.
Jadi ikon anak muda jelas aku punya tanggung jawab sosial.
Kejahatan, preman...
itu tidak relevan lagi. / Bila tidak relevan,
kenapa banyak aduan ke polisi dan menyia-nyiakan sumberdaya pemerintah?
Aku ini seorang pahlawan aksi
kusimpan tenagaku sampai akhir.
HARYANA, INDIA SELATAN
Saeed,
Maanav akan langsung ke showroom setelah syuting.
Siapkan dokumen dan mobilnya.
Dia sudah nunggu 3 bulan
membuatku gila!
Jangan ada masalah lagi, tolong.
Sampai nanti, dah.
Maanav...
Ayolah!
Syuting sudah siap, kru sedang menunggu dan kau belum mulai latihan juga!
Bro, kau tak akan ke lokasi syuting sebelum latihan, ngerti.
Kadang kau berlagak sok manis.
Lihat pesaing di sekitarmu.
Mereka semua begitu, mereka pamer memanfaatkan kesempatan, selagi kau...
Cukup sudah sama aturan dan tata tertibmu!
Kau pahlawan aksi terakhir, kau harus terlihat begitu...
siap melawan preman kapan saja. / Aku tak perlu berkelahi,
"Aku harus membalas kematian saudaraku."
Tak ada yang lihat otot ini. Penonton ingin lihat kemurkaan di mataku.
Orang anggap uangnya layak di belikan tiket hanya saat melihat pahlawan aksi marah.
Lalu kau sanggup marah, begitu?
Aku paham,
sutradara akan mengerti
tapi penonton tak akan mengerti!
Ayo.
Namaku Tillu.
Aku seorang jurnalis, tuan.
Siap, Maanav? Suara rolling.
Kamera rolling.
Dan... eksyen.
Cut... / Cut!
Maaf, teman-teman. / Maanav...
Pak Produser.
Ada apa?
Klimaks.
"Membalas kematian saudaraku."
Aku belum bisa merasakan kemarahan...
sekarang karena kau disini, aku pasti bisa.
Ayolah, tuan.
Vicky Solanki ke sini. / Siapa dia?
Bhoora Solanki, Anggota Dewan Kota sini,
yang memberikan ijin syuting disini...
Vicky adalah adiknya.
Dia ikut pemilihan dan ingin berfoto denganmu
kita nanti bakal bisa numpang promo.
Cuma 5 menit saja, tuan.
Kuberi waktu 10 jam
tiap hari. Jangan diremehkan ini.
Aku tak ingin diganggu.
Kami semua lagi kerja... bukan main-main!
Telpon untukmu, Maanav.
Pergilah.
Tolong jangan dibaca SMS-ku.
Dia tak bisa marah.
Paksa dia!
Bikin dia bisa marah! Ini sudah cerita klimaks...
Suruh dia marah, Roshan.
Tak apa, tenang.
Hai, tuan.
Beri kami waktu 2 menit...
2 menit sudah berubah jadi 2 jam!
Aku ngerti, tuan. Akan kusampaikan padanya,
tolong kasih waktu 2 menit.
Dengar...
Kau ada waktu 'kan?
Kenapa tak kau saja yang memberiku waktu 2 menit?
Masih ada yang kurang disini, Maanav. / Aku tahu apanya yang kurang.
Apa? / Tuan...
Vicky harus pergi karena ada kerjaan,
jika kau bersedia luangkan waktu 2 menit...
Lihat saja monitornya.
No comments yet. Be the first to leave one.