Le prime 200 righe.
Algojo datang!
Laksanakan hukumannya!
Baik, Tuan!
Penggal kepalanya sekarang!
Baik, Tuan.
Ayah, Ibu, maafkan aku karena telah mengecewakan kalian.
Aku tidak bisa melakukannya.
Ada apa dengannya?
Tuan.
Tuan Seong, sedang apa di sini?
Bukankah sudah kubilang
kita akan segera bertemu lagi?
Apa? Mereka...
Tunggu apa lagi? Tangkap mereka!
Tangkap mereka!
Kau pikir bisa lolos dengan ini?
Jangan mendekat! Jangan! Aku akan membunuhmu!
Perintahkan anak buahmu untuk menjatuhkan senjata.
Apa yang kau lakukan?
Sekarang!
Semuanya!
Jatuhkan senjata.
Jatuhkan.
Jatuhkan!
Jangan mendekat!
Jangan mendekat! Jangan mengambilnya!
Jangan mendekat!
Minggir!
Jatuhkan senjatamu sekarang!
Lepaskan aku!
Bukankah dia menyuruhmu menjatuhkan itu?
Keras kepala sekali.
Periksa apakah penjaga datang.
Baik, Tuan.
Di mana buktinya?
Bukti?
Bukti untuk membuktikan Pangeran Hwi-yeong bukan pengkhianat.
Begitu rupanya. Itukah yang kau cari?
Aku tidak tahu.
Da-in.
Jika kau menolak memberi tahu kami,
aku akan memenggal kepalamu dan menggunakannya sebagai bukti.
Da-in, kau mau membunuh seseorang?
Pria ini membunuh ayahku.
Ayah?
Maksudmu kau putri Pangeran Hwi-yeong?
Ya.
Aku putri Pangeran Hwi-yeong.
Apa maksudmu? Aku...
Aku tidak melakukan apa pun.
Itulah kejahatanmu.
Kau tahu Pangeran Hwi-yeong tidak bersalah,
tapi kau diam saja dan pura-pura tidak tahu.
Jadi, jangan diam lagi.
Ada sekitar sepuluh penjaga yang memindahkan gerobak.
Kudengar mereka punya pemanah kali ini.
Ada dua pemanah,
dan sisanya memiliki pedang.
Kau harus melindungi kami.
Baiklah.
Kami akan mengandalkanmu.
Mereka akan segera tiba.
Mari bersiap.
- Baik, Tuan! - Baik, Tuan!
Kau ingat ucapanku?
Kita tidak boleh mengambil nyawa orang.
Aku berjanji.
Kau berencana menutup mulutmu?
Aku tidak tahu Pangeran Hwi-yeong akan mati seperti itu.
Di mana bukti yang ditinggalkan ayahku?
Tuan, para penjaga datang.
Kita harus pergi.
Beri tahu kami di mana buktinya.
Sekarang!
Aku mengirimnya ke Hyemisa bersama dengan persembahan beras.
Benda itu sedang dibawa ke sana.
Katakan apa yang ditinggalkan ayahku.
Nona Da-in, kita harus pergi sekarang!
Kau tetap di sini.
Apa maksudmu?
Kau mengalami cobaan berat, jadi, kau harus memulihkan diri.
Aku ikut denganmu.
Nona Da-in, lakukan perintah Tuan I-gyeom.
Kau mungkin menghalangi mereka.
Apa?
Tuan, aku akan menjaga Nona Da-in.
Jangan mencemaskannya.
Jaga Da-in.
Baiklah.
Mari bertemu di kuil desa tempat kita menginap semalam.
Ya, Tuan Seong.
Bagaimana denganku?
Kau ikut denganku.
Aku akan mendapatkan buktinya.
Jaga dirimu.
Tuan? Tuan.
Tuan.
Anda baik-baik saja?
Mereka mengincar persembahan beras.
Pergi dan tangkap mereka sekarang juga!
Ya, Tuan.
Semuanya, ikut aku! Sekarang!
Kita pasti bisa! Pasti!
Siapa kau?
Hentikan mereka!
Lihat siapa ini.
Bukankah kau Bae?
Bae?
Aku senang sekali bertemu denganmu.
Tidak!
Apa ini berisi emas dan permata?
Ambil semuanya, tapi jangan bunuh aku.
Dasar bedebah!
Kau sudah berjanji.
Kau ingin kami mengampuni dia?
Kau tak tahu kekejaman yang dia lakukan.
Ya.
Benarkah?
Tolong!
Kau tahu berapa banyak orang menderita karena pria itu?
Dia harus mati demi menyelamatkan banyak nyawa.
Ikat orang-orang ini.
Tolong! Tolong aku!
Tolong aku!
Bukankah itu rubah?
Kau agen kerajaan.
Ada apa?
Sesuatu yang buruk terjadi.
Gerombolan perampok mencuri beras persembahan
dan sekarang mengincar nyawaku. Tolong aku!
Tuan, di sana.
Mereka yang mencuri persembahan beras.
Kau! Ini agen rahasia kerajaan.
Ayah dan ibunya pasti perampok.
Kita harus tangkap mereka semua dan bunuh tiga generasi keturunannya.
Kemarilah.
Kau! Ambil pedang keadilan!
- Kemarilah. - Kau!
Kakak.
Kau melakukan perampokan lagi?
Aku hanya berusaha mengembalikannya kepada pemilik aslinya.
Itu tetap saja alasan.
Aku tidak peduli dengan ucapanmu.
Di gerobak yang dicuri anak buahmu
ada sesuatu yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Apa itu?
Aku belum melihatnya.
Kudengar gubernur mengirimnya dengan persembahan beras.
Di sini!
Di sini!
Tuan.
Para penjaga datang.
Kita harus pergi.
Jangan ikuti kami.
Ayo.
Ya.
Kita harus pergi.
Ayo.
Ayo.
Tuan Seong.
Apa yang terjadi?
Kau sudah menemukan buktinya?
Nona Da-in,
perampok menyerang mereka dan membawa seluruh gerobaknya.
Mereka perampok. Mereka tidak peduli apa yang ada di gerobak.
Mari kita susun rencana untuk mendapatkan bukti itu.
Kau terluka?
Aku baik-baik saja.
Hanya itu yang penting.
Aku akan kembali ke Hanyang dan melaporkan kejadian yang menimpa Yang Mulia.
Harus. Aku mengandalkanmu.
Siapa yang tahu tipu muslihat Tuan Kim Man-hui di istana?
Bahkan dengan kesaksianku, akan sulit mengubah situasinya.
Aku tahu.
Aku akan mendapatkan buktinya dan kembali ke Hanyang secepatnya,
jadi, beri aku waktu.
Baiklah.
Jaga dirimu, Tuan Choi.
Baiklah.
Mari kita buka itu.
Apa itu?
Kukira akan ada emas di dalamnya.
Dahulu ini milik gubernur,
jadi, itu mungkin barang antik yang berharga.
Di gerobak yang dicuri anak buahmu
ada sesuatu yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Mau kau apakan benda itu?
Aku akan mencari penadah dan meminta mereka menilai harga benda ini.
Biar aku yang mengurusnya.
Kau baru saja tiba,
dan kau kekurangan koneksi.
Ambil sisanya di dalam.
- Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Haruskah kita menjualnya?
Untuk mengumpulkan dana, aku tidak punya pilihan.
Dana?
Menurutmu berapa lama beras akan bertahan saat kita mulai memberi makan?
Memiliki segerobak beras tidak menyelesaikan masalah kita.
Kita harus sampai ke akarnya.
Akan ada pemberontakan.
No comments yet. Be the first to leave one.