Le prime 200 righe.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Sejak awal, mobil dirancang untuk jadi
sekuat dan seaman mungkin
tapi kendaraan bermotor masih jadi
kendaraan paling berbahaya di Bumi.
Bersama Monolith, kami memperkenalkan cara berpikir baru.
Mobil sebagai tempat yang sepenuhnya aman.
Lapisan body adamantin dengan nano teknologi
jendela anti peluru super tipis
25 sensor anti bencana canggih
dan ruangan eksklusif baru.
Sebagian besar perampokan terjadi di dalam mobil.
Wanita jadi sasaran penyerangan.
Maka kami memutuskan membuat Monolith
agar pengemudi terhindar dari segala macam risiko.
Monolith kami punya fitur intetaktif buatan
kecerdasan, bisa jadi teman mengemudi, dan keamanan.
Namanya Lilith. Anda pasti senang mengenalnya.
Semua fitur ini menjadikan Monolith
mobil teraman yang pernah dibuat
dan tempat teraman bagi Anda sekeluarga.
Baik. Ayo cari musik untukmu.
Selamat malam. Apa yang bisa kubantu?
Lihat, David. Kita punya mobil yang bisa bicara.
Kita belum pernah bertemu. Namaku Lilith.
Kau ingin kupanggil apa?
Kurasa Sandra saja.
Sandra Saja. Apa pengucapanku benar?
Bukan. Tidak pakai "saja". Namaku Sandra.
Sandra. Apa pengucapanku benar?
Benar, mengingat kau sebuah mobil.
Hai, manusia kecil di kursi belakang.
Siapa namamu?
Bagaimana kau tahu ada bayi dalam mobil?
Menurut demografi AS, manusia seberat 15 kg
sebagian besar adalah bayi.
Aku terkesan.
Itu David.
Halo, David.
Lilith, kau juga tahu berat badanku?
61 kg.
Baik, aku mengerti. Cukup.
Lilith, apa kau menyimpan informasi
tentang berat badan?
Tentu saja. Demi alasan keamanan dan kenyamanan.
Aku mengubah dan terus mengembangkan sistemku.
Apa pernah ada orang lain dengan berat badan berbeda
di dalam mobil ini?
Menampilkan data terkini.
Baik. Itu pasti Carl.
Berarti itu T. Wayne dan kurasa itu pacarnya.
Siapa jalang kelaparan itu?
Sandra, aku tak mengerti.
Panggilan masuk. Carl.
Lihat siapa itu.
Hai, Kawan.
Ayah.
Ayah merindukanmu.
Aku telepon 30 menit yang lalu.
Kurasa ponselmu mati.
Ya, baterainya habis. Aku lupa bawa charger.
Sandra.
Sayang, Ibu sedang telepon.
Kura-kura.
Baik. Kau mau bermain dengan kura-kura?
Ini kura-kuranya. Bermainlah.
Bagaimana penerbanganmu?
Lumayan. Banyak guncangan.
Mereka meminta kami memakai sabuk terus
sampai tiba di LA dan di sana ada seorang wanita.
Kau di mana?
Menginap di hotel dekat bandara lagi?
Aku suka pesawat. Kau yang membencinya.
Kau suka pramugarinya.
Bisakah kita bahas hal terpenting saat ini?
Bagaimana mobil barunya? Kau suka?
Ya, mobilnya luar biasa.
Hanya saja aku tak mengharapkan
mobil canggih lapis baja.
Aku merasa seperti penyanyi rap asuhanmu.
Apa pun demi keamanan anakku.
Aku pasang aplikasi Monolith di ponselmu.
Itu bisa kendalikan semua fungsi yang dimiliki mobil tersebut.
Kau sudah mencobanya?
Baru sedikit.
Kopilot kecilku tak mengizinkan.
Jangan izinkan dia memakai ponselmu, Sayang.
Mudah bagimu bilang begitu saat kau berada
ratusan kilometer dari sini.
Maaf, Sayang. Aku harus pergi.
Maaf, Carl. Rasanya ini salah.
Kau selalu jauh dari kami.
Mereka menungguku di studio untuk menyelesaikan
musiknya. Aku akan telepon lagi setelah selesai nanti.
Jangan dipikirkan.
Aku pasti sudah tidur saat kau pulang.
Kau mau ke mana?
Rumah orang tuamu.
Eek.
Aku mencintaimu. Kau tahu itu, kan?
Aku tahu.
Tolonglah, Sayang.
Tenang. Ibu hampir selesai.
Ibu tahu.
Tidak apa-apa.
Jadi, kau pergi juga semalam.
Seharusnya tidak.
Kau pergi ke mana?
Aku tidak mabuk berat.
Aku tak sempat berurusan denganmu.
Kau pergi ke mana?
Aku bersama pria yang menemaniku ke sana.
Apa maksudmu?
Pria yang...
Benar, yang itu.
Apa kalian menuntaskannya?
Tentu saja.
Baik. Tunggu.
Akan kutunjukkan padamu.
Apa itu? Namanya?
Dasar kalian.
Ada yang lain?
Bukan namanya.
Apa tubuhmu harus diperiksa?
Tidak, aku baik-baik saja. Ini konyol.
Ayo pergi. Gangguan.
Ibu merindukan Venice
tapi Ibu mencintai bocah kecilnya.
Itu benar.
Baik, Sayang. Ini yang terakhir sebelum rumah nenek.
Ayo. 1, 2 ,3.
Cari apa yang kau inginkan.
Kelerengku.
Apa?
Kelerengku.
Kau mau kelereng?
Itu agak berbahaya, Sayang.
Ya.
Ya.
Baiklah.
Kau harus bilang apa?
Terima kasih.
Terima kasih. Benar.
Terima kasih, Bu.
Siapa aku?
Sandra.
Aku mau ini.
Ini?
Ya.
Baik. Lucu. Ayo pergi.
Hai.
Hai. Apa kabar?
Baik. Hanya ini dan ini.
Parafmu.
Terima kasih banyak.
Sama-sama.
Sayang, ayo pergi.
Hei.
Hai.
Temanku bilang dia mengenalmu.
Kurasa tidak.
Kau dari LA?
Dulu.
Aku tinggal di sini sekarang.
Kenapa aku katakan ini padamu?
Aku tahu aku mengenalmu.
Rambutmu tampak berbeda.
Kau seorang penyanyi.
Dulu.
Bintang hip hop, kan?
Tebakanmu benar.
Mustahil.
Bagaimana lagu sepeda itu?
Tolong jangan.
Bintang hip hop, menyanyilah bersamaku.
Baiklah.
Kau harus ikut berpesta dengan kami malam ini.
Tempatnya sangat bagus.
Airport One.
Ada apa? Kau kemari bersama seseorang?
Ya, bersama priaku.
Yang memakai kostum beruang.
Itu putraku.
Kau punya anak?
Jadi, dia yang membuat bintang hip hop berhenti?
Bukan, itu keinginanku sendiri.
Baiklah, kalau begitu.
Sampai jumpa, bintang hip hop.
Dah.
Baiklah, David. Ayo pergi.
David?
David?
Kau melihat anakku?
Tidak.
David?
David?
David?
Astaga. David?
David, kau di dalam sini?
David, berhenti.
No comments yet. Be the first to leave one.