A Series of Unfortunate Events

A Series of Unfortunate Events

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 3

Informazioni sulla release

A Series of Unfortunate Events S03 NF WEBRip-Complete
Un commento di ichemicalwolf
Complete Indonesian subtitles of A Series of Unfortunate Events Season 3. Netflix retail

Tag

webrip
web
BRip
TS
Pubblicato il: 2019-01-01
Download: 79
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Tayangan ini merusak malam Hidupmu dan harimu

Setiap episode membuat lara

Jadi jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Anak-anak Baudelaire terjebak di gunung Tertutup salju

Makin banyak penjahat datang Dan mereka tak bisa ke mana-mana

Cara yang mengerikan untuk memulai Musim ketiga dan terakhir kita

Semua yang masih menonton Sudah tak punya alasan

Jadi jangan lihat

Jangan lihat

Semuanya mengerikan

Dan rasa tak enak akan datang

Tanyakan orang waras, "Perlu menonton?"

Dan mereka akan bilang

Jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

BAGIAN SATU

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

UNTUK BEATRICE –

SAAT KITA BERTEMU, KAU AMAT CANTIK, DAN AKU KESEPIAN

SEKARANG AKU AGAK KESEPIAN.

Seperti bersalaman, hewan rumah, dan wortel mentah,

banyak hal yang lebih disukai jika tak licin,

dan hal licin yang paling tak disukai adalah lereng,

karena itu aku mohon kau jangan melihat.

"Itu lereng licin" adalah ungkapan

yang merujuk pada hal-hal kecil dan tampaknya baik saja,

ternyata dapat membawa ke sesuatu yang amat buruk.

Namaku Lemony Snicket,

dan aku menyesal bahwa dalam hidup anak-anak Baudelaire,

setiap jalan membawa pada hal yang amat buruk.

Anak-anak Baudelaire mencari teman baru di sekolah,

yang membawa pada kekejian gila,

ketahanan fisik yang tak perlu,

dan penculikan.

Upaya mereka menyelamatkan teman membawa lebih banyak kejahatan,

jatuh dalam kegelapan,

dan hal mencurigakan.

yang setelah diselidiki,

mengakibatkan bangsawan bersaudara tewas,

tuduhan palsu pembunuhan,

dan hidup dalam pelarian,

mengakibatkan makin banyak hal yang terlalu buruk,

seperti mengemudi di bawah umur,

kecelakaan balon udara,

pembedahan yang secara medis meragukan,

karier di sirkus,

pengungkapan luar biasa suatu organisasi rahasia,

dan kemungkinan penyintas kebakaran penghancur rumah mereka,

singa,

dan akhirnya...

karavan lepas meluncur jatuh dari gunung.

Seperti yang ditemukan Klaus dan Violet Baudelaire...

lereng licin juga bisa berarti nyata.

Ada apa ini?

Kita tidak mati!

Belum!

- Bagaimana hentikan karavan? - Harus bikin sistem pengereman!

Violet, ini saat tepat untuk ide.

Violet, cepat! Jalan hampir habis!

Cari sesuatu yang bisa menjangkau roda.

Kalau ini?

Sempurna. Gunakan memacetkan roda.

Kuikat ini jadi parasut penahan.

Cepat, jalannya tak selalu lurus.

Kurasa aku bisa. Hanya perlu lebih banyak gesekan.

Bagaimana?

Tidak bagus.

Tak apa. Aku jadi sempat membuat ini.

PERINGATAN KARAVAN TAK AMAN BAGI ANAK-ANAK

Jangan berpikir soal jatuh.

Tak mungkin berpikir yang lain.

Kita hidup.

Kita hidup, tapi tak oke.

Count Olaf masih menyekap Sunny, harus kita ambil.

Dia pasti ketakutan.

Sunny tangguh. Sepertinya bocah tanpa daya, tapi dia pejuang.

Dan penggigit.

- Kau ingat petanya? - Aku tak sempat lihat lama,

tapi hanya ini jalan melalui pegunungan.

Jika diikuti, akan membawa ke Count Olaf.

- Dan Sunny. - Dan Sunny

Salah kita dia hilang.

Count Olaf perlu satu dari kita hidup, agar dapat harta.

Jika dia kira kita mati, Sunny aman.

Dia tak aman sampai kita kumpul lagi.

Jadi sebaiknya jalan terus.

- Bayi ini gigiti aku! - Taruh di kotak dasbor.

Baui ini, Esmé? Aroma segar pegunungan.

- Karena M-Y-N-A-G! - Apa, sayang?

- Menang! - Bukan itu ejaan...

Bertahun-tahun, atau terasa bertahun-tahun,

kukejar harta Baudelaire

pakai berbagai cara brilian, tapi hanya sebagian berhasil.

Akhirnya, aku di jalur yang benar!

Jalur itu.

Sekarang aku di jalur yang benar.

Dua dari tiga anak Baudelaire

jatuh ke jurang dan jadi gepeng.

Gepeng.

Kita ke arah kantor pusat rahasia V.F.D.,

untuk hancurkan musuh selamanya,

termasuk orang tua Baudelaire yang selamat dari kebakaran.

- Mungkin ibunya. - Wanita lebih tangguh.

Yang terbaik, harta Baudelaire di tanganku,

paling tidak bayi ini.

Baru kali ini pikiranku jelas dan fokus sejak mengendus minyak tanah.

Sesalku cuma tak dengar debamnya,

atau bunyi apa pun saat karavan jatuh ke jurang

dan melumat anak-anak kaya.

- Cuma itu? - Bagaimana dengan tato?

Semua orang menyesali tato.

- Kami menyesal. - Aku tidak.

Kita belum yakin Violet dan Klaus mati.

Mereka lolos dari banyak situasi berbahaya.

Tak bisa kupungkiri aku kagumi mereka.

Apa-apaan kau kagumi mereka!

Dan aku yakin mereka mati.

Mereka jatuh ke jurang.

Tolong, ini bukan melodrama berlebih-lebihan.

Izinkan aku beri peringatan:

Saat kau di lereng licin, hati-hati melangkah.

Saat kau di puncak sesuatu, seperti batas moral atau gunung...

Aku di puncak gunung!

tak ada jalan selain turun.

Saran ini diberikan oleh satu wanita paling berani yang kukenal.

Wanita yang saat itu sedang lari selamatkan hidupnya.

Menuju bibir jurang.

Untungnya, seperti semua wanita,

kakakku ahli dalam melakukan hal yang mustahil.

Ayolah, tak bisa lari lagi.

- Kecuali ke jurang. - Tempat kami akan melemparmu.

Tapi mungkin tak perlu kekerasan.

Berikan mangkuk gula itu dan kau bisa pergi.

Percayalah.

Dan berharaplah mati. Bagaimana, Snicket?

Lebih baik aku lompat ke jurang.

Kita ikuti dia?

Kirim rajawali. Mungkin sudah kelaparan.

Kau prajurit, bocah.

Aku baru belajar gantole saat umur tujuh.

Tapi kita belum keluar dari hutan.

Aku di puncak dunia, Esmé.

Secara harfiah maupun kiasan aku di puncak.

Secara teknis, ini dataran tinggi.

Sepertinya bukan kantor pusat V.F.D.

Kita pasti salah ambil cabang jalan. Salah baca peta.

Bukan salahku, sayang. Aku tak suka baca.

Dan, katamu sudah pernah ke sini.

Mataku ditutup.

Organisasi rahasia bodoh dan kerahasiaan bodoh mereka.

Kau bodoh!

Bayi ini tak henti mengeluh sekalipun terus kucubit.

- Aduh! - Kau lihat?

Jika orang tua yang hidup sembunyi di pusat V.F.D.,

maka membakarnya akan selesaikan masalah kita.

Kami akan hentikan!

Kau tak bisa hentikan kami, jika itu maksudmu.

Memang itu.

Kita kemah di sini malam ini dan membakarnya besok pagi.

Penting untuk istirahat sebelum membakar.

Kita akan kejutkan para relawan saat minum kopi, atau teh,

atau apa pun yang diminum orang congkak.

Pasang tendanya!

Oh, dan keluarkan orang-orang aneh dari bagasi.

Tak ada tisu.

Keluar, orang aneh!

Sudah saatnya. Kami hampir tak bisa bernapas.

Ah, keping salju ringkih ingin bernapas.

Angin es ini membuat tubuhku yang meliuk ini gemetar.

Tanganku yang kuat juga perlu sarung tangan.

Ya, tanganmu yang kuat bisa belah kayu bakar.

Paling tidak akan ada api.

Tidak untukmu.

Kalian tak boleh di kemah kami.

Kau pikir aku di tenda hangat malam pertama ikut Count Olaf?

Aku tidur di bagasi.

Kami juga tidur di bagasi.

Potong kayunya, aneh.

Kupikir kerja untuk Count Olaf akan glamor dan senang.

Tapi sependek masa kerjaku,

aku membantu menculik dan membunuh,

terguncang-guncang di dalam bagasi,

dan nilai diriku merosot,

membuang terapi bertahun-tahun.

Aku mulai pertanyakan pilihan hidupku.

Dan jujur saja, harusnya kalian juga!

Ah, keping salju ringkih ingin berpikir pilihan hidup.

Tak seperti kami!

- Tak seperti kami! - Jangan berdiri saja.

Orang aneh.

Persimpangan.

Tepatnya, bercabang.

Maksudku kiasan. Kita harus putuskan ke arah mana.

GUNUNG FRAUGHT LEMBAH EMPAT ANGIN

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left