Le prime 200 righe.
Penerjemah : sukair Resync by genoveva
Hanya waktu yang bisa mengajarkan kita apakah kebenaran dan legenda.
Beberapa kebenaran tidak bertahan diberbagai zaman.
Tetapi legenda seorang anak bermata biru akan abadi selamanya...
... dan dibisikkan dalam empat penjuru mata angin Great White Mountains.
Kami, Yagahl, pemburu terkuat semua binatang buas...
...manak. Tetapi dunia kita mulai untuk berubah..
Kemudian Mannaks datang dan datang lagi ke lembah kita...
... dan kelak pada suatu masa ketika mereka tidak datang sama sekali.
Para Pemburu mulai resah.
Dan warga mulai kelaparan.
Hanya satu diantara mereka... yang biasa dipanggil dengan sebutan "Ibu Tua".
Hanya dia yang bisa berkomunikasi dengan roh leluhur, satu-satunya yang tersisa.
...dan menanyakan kebijaksanaan sang pencipta untuk menyelamatkan warga....
Berkali-kali ia bertanya.
Hingga pada suatu malam, dewa menjawab do'anya dan memberikan sebuah tanda
Awal sebuah tanda berakhirnya.
Kami menemukannya disebuah pegunungan dia sedang memeluk wanita yang meninggal
Dewa telah mengirimnya.
Dia datang untuk menyampaikan kepada kita
Empat kaki setan (four-legged demon) bermaksud untuk mengakhiri dunia
Mereka akan mendatangi lembah pada saat........
....kita pergi dalam perburuan terakhir
Tetapi jangan takut
Dari perburuan itu, Seorang pahlawan akan muncul.
Dan seorang wanita akan menjadi kekasihnya
Mereka akan membawa kita kepada kehidupan yang baru
Dimana Yagahl tidak akan merasa kelaparan lagi
Malam itu, Ibu tua tidak dapat melihat wajah seorang ksatria yang disebutkan itu
tapi dia tahu bahwa anak bermata biru...
...yang telah diberkati harus dilindungi...
Bagi masyarakat kita, dia seorang Evolet pemberi harapan hidup
Bagi seorang anak beranama D'Leh, Evolet jauh lebih dari sekedar itu
Hanya satu orang dari kalangan Yagahl yang tidak mempercayai ramalan Ibu tua:
Ayah anak laki-laki itu,
yang membawa tombak putih dan bersiul untuk berburu
Aku akan menjaga anakmu seperti anakku sendiri
Aku tahu.
Tapi berjanjilah kamu tidak akan mengatakan pada seorang pun mengapa aku pergi
Kita tidak bisa menunggu perburuan terakhir
- Lempar lagi! - lemparan yang bagus!
Ka'Ren.
Ka'Ren.
Tidak, bukan kamu.
Ayahmu telah dianggap tidak ada oleh warga Pergilah
Tinggalkan dia! Ka'Ren, Tinggalkan dia!
- D'Leh... - Dia anak seorang pengecut.
Jangan pernah bilang begitu.
Tak seorangpun dari kalian.
Kamu sendiri. Seperti aku.
Apa yang terjadi dengan sukumu?
Mereka dibunuh.
oleh four-legged demons.
Kamu tidak akan pernah sendiri, Evolet.
Kau lihat cahaya itu? Yang itu?
Cahaya itu tidak melintasi langit seperti cahaya-cahaya yang lain
Cahaya itu seperti kamu yang menerangi dalam hatiku.
Cahaya itu tidak akan pernah hilang.
Takkan pernah hilang?
Tidak. Tidak akan pernah.
Evolet, Kemari.
Jangan keluar dari pondok tanpa memberitahukanku.
Dan saat bulan bersinar Evolet dan D'leh saling memandang
dan cinta dihati mereka semakin tumbuh bersemi
Hingga akhirnya, setelah beberapa tahun,
hari perburuan terakhir itu tiba.
D'Leh, berapa lama lagi kita harus terus waspada?
Hingga manaks datang.
- Dan kapan mereka datang? - Aku tidak tahu.
- D'Leh, kapan aku bisa jadi seorang pemburu? - Ketika kamu berhenti menanyaiku pertanyaan-pertanyaan.
Pemburu besar Tic'Tic datang ke pondok "Ibu tua".
Dia berpikir ramalannya akan terjadi.
Dia bialng padanya untuk tidak membunuh manak pada perburuan ini
Dia pikir Ka'Ren akan memenangkan tombak putih
dan meminang Evolet.
Baku, lihat apa yang kutemukan untukmu.
Kamu tahu siapa pemburu terbaik yang bernama Ka'Ren.
Kita harus lari. jika bersama kita dapat melalui Great Mountains.
Meninggalkan orang-orang? Seperti yang ayahku lakukan?
Aku tidak dapat melakukannya.
Aku telah menunggu hari ini sejak lama.
Satu-satunya jalan agar kita bersama adalah Aku harus membunuh manak.
Mereka disini! Mereka disini! Lihat!
Betapa banyak mereka!
Hari ini, aku tidak akan menusuk jantung manak itu
Mungkin salah satu diantara kalian yang akan melakukannya
Satu dari kalian berhak mendapatkan tombak putih.
Bolehkah sesepuh dari Yagahr dan jiwa dari manak terkuat
Pilihlah salah satu yang terbaik.
- Ka'Ren, kamu mendapat lemparan pertama. - Ka'Ren, manak milikmu.
Kamu akan menjadi pemimpin kami.
D'Leh, bagaiamana denganmu?
Aku ingin mendapatkan Evolet.
Bersatu kita bisa!
Tic'Tic menemukan pimpinan kawanan itu.
Pelan-pelan! D'Leh!
Mereka sudah berpencar! Bawa dia kembali!
Baku, mereka datang!
Mereka datang! Mereka datang!
yang terakhir datang! itu dia yang paling besar!
D'Leh datang! Ka'Ren, lemparkan!
Jatuhkan dia! Bawa dia kembali!
Binatang itu begitu kuat. Ayo, Ka'Ren.
- D'Leh, kita harus pergi. - Aku tidak bisa. Tanganku tersangkut.
Lihat, lihat! Itu kan D'Leh!
Kau membunuhnya! Seorang diri!
Belum pernah satu orang pun melakukannya
Itulah kebenarian.
D'Leh membunuh manak. Dia tidak melepaskan genggamannya dari jaring itu.
Dia seorang diri.
Apa yang kau tunggu?
Orang bijak, aku telah membunuh manak.
Aku meminta tombak putih. dan meminang Evolet.
Sejak hari itu, D'Leh bukan lagi anak dari seorang pecundang
Sekarang Yagahl akan menghormati namanya
karena telah membawa mereka manak untuk yang terakhir kalinya.
Dan meskipun "Ibu tua" merasa senang
melihat Evolet begitu bahagia,
jiwanya merasa takut karena orang yang telah membunuh binatang buas kuat itu
tidak memliki keteguhan hati atas apa yang diramalkan terjadi
Kenapa Tic'Tic tidak merayakannya bersama kita?
- D'Leh? - Ada sesuatu yang harus kulakukan.
Apa yang kau inginkan?
Aku tidak seberani itu. Dan aku tidak memburunya seorang diri.
Roh leluhur dari Yagahl ada bersama kita hari ini.
Apa yang harus kulakukan? Jika aku serahkan tombak putih, kuserahkan Evolet.
Apa yang harus kulakukan? Jika aku serahkan tombak putih, kuserahkan Evolet.
Memangnya dia milikmu hingga kau serahkan?
Ini bukan sebuah cara Yagahl untuk mengakui tombak putih dengan sebuah kebohongan
- Aku serahkan tombak putih kembali kepada Tic'Tic. - Kenapa kamu melakukan itu?
- Aku tidak membunuh manak, Evolet. - Kau membunuhnya. Kau memegang jaring itu.
Tidak, aku bohong!
Aku coba melepaskannya seperti yang lain Tapi tanganku tersangkut.
Lalu manak berlari kearah tombakku
Aku tidak melakukan apa-apa!
Evolet, ingatlah apa yang kukatakan padamu tentang cahaya itu?
Aku masih merasakan hal yang sama.
Kamu akan selalu ada dihatiku.
Tidak akan pernah hilang.
Tapi masih...
kau melepaskanku.
Malam itu hujan salju yang cukup besar turun kelembah Yagahl
Dan seperti hujan es, kesedihan menyelubungi hati D'Leh's.
Hujan salju datang bersama four-legged demons.
Tinggallah disini.
Moha.........! Awas.........!
Jangan bunuh mereka.. tangkap hidup-hidup..
Baku, sembunyi! Ya bu.
kita tidak dapat membantunya.
Ikat dia dikudaku.
lepaskan aku...
Lepaskan aku!
- Apa yang kau lakukan? - Aku akan mengejarnya.
Melewati Great Mountains? Itu tidak mungkin.
Mereka datang melewati Great Mountains, bukan?
- Mereka iblis. Mungkin mereka bisa terbang. - Aku tidak melihat sayapnya, apa kau lihat?
Kau pikir kamu dapat membawanya kembali sendiri? Kau pikir kau siapa?
Dia tidak sendiri.
Aku pergi dengannya.
Tanpa pemburu lainnya, kita semua akan mati.
Aku ikut juga.
Tidak, Baku, kau tetap tinggal disini.
Tapi kamu, Ka'Ren, kau harus pergi dengannya.
Jangan sentuh aku!
Dan setelah mereka berpamitan kepada tetua dan anak-anak mereka
Orang bijak Yagahl memberkati mereka dengan tombak disampingnya .
"Ibu Tua" tahu bahwa mereka tidak akan pernah berburu lagi
tapi sejak itu mereka adalah ksatria.
Akan segera gelap, jadi kita tinggal disini.
Tidak, kita lanjutkan. Kita semakin dekat.
Aku tidak dapat melihat dalam gelap, apa kau bisa? kita tinggal disini.
Kita tinggal disini, makan dan tidur.
Kenapa kamu tidak membawa tombak putih?
Apa kau takut?
- Jawablah! - Ka'Ren, tidurlah.
Baku? Baku! Apa yang kau lakukan disini?
- Pulanglah! - Aku mau membantumu.
- Aku bisa membawa air. - Pulanglah!
Mereka membunuh ibuku!
Dia sendiri.
Dia hanya akan melambatkan perjalanan kita.
D'Leh, aku haus.
- Apinya masih menyala kecil dibatu itu. - D'Leh!
Dia masih hidup. Kita harus cepat!
Kenapa "Ibu Tua" menggigil kedinginan?
Hujan salju bukan sahabat bagi pemburu.
Es telah menelan jejak perampok itu
Hanya roh leluhur dari Yagahl yang menuntun jalan mereka
Dan mereka berjalan berhari-hari, siang dan malam ke tempat yang jauh
Dimana Great Mountains ini berakhir
dan dimana kisah anak bermata biru ini dimulai
Tempat dimana four-legged demons membunuh rekan-rekan Evolet.
Kita berjalan berhari-hari. Dan masih belum mendapatkan tanda apa-apa!
- Mungkin benar mereka punya sayap. - Mungkin.
Tapi saudara-saudara kita kan tidak
Jangan lupa dikunyah.
Mungkin dia hanya kehilangan ini.
- Ini bukan disini. - Baku, mendekatlah.
Apa itu?
- Kita harus membebaskan mereka malam ini. - Bukan malam ini.
No comments yet. Be the first to leave one.