Le prime 158 righe.
Bunga bermekaran dengan menyerap
- kematian yang tidak terhitung. - Riko!
- Di dasar dunia yang indah ini, - Riko!
Terkubur tragedi yang tidak ada habisnya.
Selama kau bukan pihak yang terlibat,
kau tak akan pernah mengetahuinya.
Kau hanya akan terpikat
- oleh keindahan yang sungguh memesona. - Tunggu… Riko…
- Entakkan saja kakimu ke tanah - Jangan tinggalkan aku,
- dan terus maju. - Riko!
Tragedimu hanya berakhir menjadi makanan
dan hanya akan memekarkan bunga yang baru.
Riko!
Kumohon…
Kumohon buka matamu!
Riko!
Berisik sekali.
Dia…
Jantungnya masih berdetak.
Meskipun sudah hampir berhenti.
Siapa kau?
Aku hanya boneka yang lembut.
Aku datang untuk menghibur kalian.
Apa?
Siapa kau sebenarnya?
Aku ingin memperkenalkan diri dulu,
tapi bukankah sebaiknya kita selamatkan dia dulu?
Riko…
Ini parah.
Aku harus bagaimana?
Beri tahu aku! Aku ingin menyelamatkan Riko!
Bagaimana caranya supaya dia bernapas lagi?
Kau tinggal berikan napas buatan saja.
Seperti ciuman.
Kau tahu caranya?
Dia kembali bernapas.
Syukurlah!
Terima kasih!
Bagaimana aku harus berterima kasih…
Masih terlalu cepat untuk lega.
Apa?
Sepertinya dia masih belum sadar.
Tidak!
Aku harus bagaimana?
Tenang dulu.
Kau gendong dia sampai ke tempat tinggalku.
Apa?
Aku akan lakukan sesuatu.
Serius?
Padahal kau tidak kenal siapa kami!
Itu…
Bisa menyingkir dulu?
Tempat apa ini?
Peralatan Penjelajah?
Selain itu…
Itu peluit?
Hei, kau sebenarnya siapa?
Benar juga, aku belum memberi tahu namaku.
Aku Nanachi.
Akulah yang kalian sebut sebagai…
Narehate.
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
Narehate?
Anak kecil?
Ternyata memang tidak tahu, ya.
Soalnya kau juga tidak terlihat seperti Penjelajah.
Sini, baringkan dia di sini.
Nanachi, maaf kalau aku tidak sopan,
apa kau seumuran dengan kami?
Kau cemas?
Mau cari orang lain saja?
Aku mohon! Tolong selamatkan Riko!
Wah…
Anak baik.
Di kalangan para Penjelajah, penanganan seperti ini memang umum,
tapi itu karena mereka tidak tahu cara yang benar.
Apa yang kau lakukan?
Nanti racunnya…
Tenang saja.
Biarkan racun itu ke seluruh tubuhnya, baru dihilangkan.
Ini obat buatan temanku yang kupadatkan dengan lilin.
Kalau tidak bisa masuk lewat mulut,
tinggal lewat anus saja.
Sekarang soal tangannya.
Akan kubuang serpihan tulangnya,
lalu menjahit pembuluh darah dan dagingnya.
Lihat, yang putih ini sarafnya.
Banyak sekali yang rusak, ya.
Aku ini tidak pandai menjahit, tahu.
Caramu memotong ini benar-benar buruk sekali.
Untung saja dia pingsan.
Beres, kita berhasil melakukan pertolongan pertama.
Syukurlah.
Mulai dari sinilah bagian repotnya.
Aku ingin kau keluar untuk mencari banyak bahan.
Kau boleh minta apa saja!
- Jangan dekat-dekat! - Maaf sebelumnya aku meragukanmu!
Kumohon, Nanachi! Tolong selamatkan Riko!
Meski begitu…
Kenapa kau tidak potong dari sendi sikunya?
Kau bisa melepasnya dari persendian tanpa mematahkan tulangnya.
Itu…
Jangan-jangan kau cuma disuruh, ya?
Ya.
Begitu rupanya.
Dia perempuan yang luar biasa.
Apa?
Kalau bagian di bawah siku dibiarkan utuh,
hal yang bisa dilakukan saat menjelajah akan sangat berubah.
Dia masih ingin maju.
Meski berada di situasi itu,
dia sama sekali tidak menyerah untuk bertualang.
Riko…
Benar juga!
Kami belum memperkenalkan diri.
Namaku Reg! Dia Riko!
Aku sudah tahu.
Soalnya ini pertama kalinya orang seperti kalian datang kemari.
Sejak kalian masuk ke wilayah perburuanku, aku sudah tahu semuanya.
Berarti…
Hawa keberadaan yang kurasakan saat memasuki lapisan keempat…
Itu kau, ya?
Ya, benar.
Aku mengawasi kalian sepanjang waktu.
Kalau tidak, aku tidak akan bisa mengobati racun Bola Penusuk, 'kan?
Tunggu dulu…
Itu berarti waktu makhluk itu menyerang kami…
Ya, aku juga lihat dan mendengarnya.
"Kenapa kau tidak menolong kami?" Raut mukamu bilang begitu.
Aku sekadar tertarik saja pada kalian.
Sejak awal aku tidak berniat muncul di depan kalian.
Kalau begitu, kenapa malah menolong kami?
Aku hanya kasihan.
"Riko, jangan tinggalkan aku!"
Kau menangis seperti anak hilang.
Aku tidak kuat melihatnya.
Apa itu?
Apa ada orang lain di sini?
Teman sekamarku.
Biar kuperkenalkan.
Ia Mitty kecilku yang manis.
Ini…
Ia juga Narehate.
Apa?
Apa kau sudah dengar soal tekanan naik di lapisan keenam?
Kalau tidak salah,
"Kehilangan sifat manusia atau bisa katakan mati."
Benar.
Kalau berhasil selamat dari Kutukan lapisan keenam, akan berakhir begini.
Kepribadian dan kecerdasan akan menghilang.
Sesuai namanya, Narehate, "yang tadinya manusia".
Mau bagaimanapun, tidak akan bisa kembali seperti semula.
Teknik memanjangkan lengan yang kau gunakan itu…
Bagaimana kalau dilakukan di lapisan keenam,
memikirkannya saja membuat berdebar-debar, 'kan?
Tapi, Nanachi!
Kau…
Kau berbeda!
No comments yet. Be the first to leave one.