A3! Season Autumn & Winter

A3! Season Autumn & Winter

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

A3! Season Autumn & Winter 01-12 COMPLETE IQIYI
Un commento di MarBot
Retail from iQIYI.

Tag

other
Pubblicato il: 2021-06-03
Download: 4
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Potretku, Settsu Banri.

MANKAI COMPANY Audisi Tim Musim Gugur

Sepertinya tidak ada yang datang.

Padahal sudah kuhubungi mereka lewat jaringan perekrutan.

PERGOLAKAN DI MUSIM GUGUR

Jaringan perekrutan?

Cuma kenalan Sutradara saja, 'kan?

Apa kita kenal orang yang kita tunggu ini?

Iya.

Tapi entah apa yang satu laginya akan datang atau tidak.

Aku harap orangnya seperti segitiga.

Orang macam apa itu?

Kamu mengharapkan orang yang mukanya segitiga?

Permisi.

Ah, jaringan perekrutan itu maksudnya Omimi?

Mimi (telinga)?

Kupanggil Omimi karena namamu Omi.

Apa itu nama panggilanku?

Mohon bantuannya, Kak Omi.

Ya, sama-sama.

Met siang!

Siapa dia?

Namaku Nanao Taichi!

Enggak punya pengalaman teater sama sekali,

tapi aku ingin terkenal!

Sama, dong!

Aku Miyoshi Kazunori. Salken!

Salken juga!

Sama hebohnya.

Taichi dan Kazunori bisa jadi duet.

Kecerdasan dan karakter sama-sama satu poin seperti anak anjing.

Kamu kasar banget.

Kenapa?

A, anu... Kak Yukki, ya?

Salam kenal yang sebesar-besarnya!

Biar kuberi tahu.

Meskipun penampilannya begitu, dia adalah lelaki berhati busuk.

Ada kata yang tidak sopan.

Serius?

Cantik begini laki-laki?

Padahal tekadku untuk terlibat dalam drama percintaan sudah sempurna.

Kami tidak butuh tekad begitu.

Sebentar, sepertinya kita pernah ketemu.

Ah, kita satu sekolah, 'kan?

Aku mengenalmu, kok.

Karena itu, ya?

Omi, terima kasih sudah datang.

Sama-sama. Terima kasih sudah mengundangku.

Berhubung kamu punya minat, aku tulis jadi calon aktor, ya?

Ya.

Menjadi aktor sudah menjadi impianku sekarang.

"Sudah menjadi"?

Hei.

Siapa preman kesasar ini?

Ah! Ju—

Hah? Jangan asal panggil, ya.

Apa benar tempat audisinya di sini?

Benar. Kamu ingin ikut?

Ya.

Kalau begitu, silakan tulis nama dan posisi yang diinginkan.

Silakan, jangan sungkan! Masuk saja!

Silakan masuk!

Sudah kubilang, aku—

Teman-teman, aku bawa calon peserta audisi, nih!

Aku cuma diseret ke sini dan tidak ada minat.

Sedang apa kau di sini?

Itu pertanyaanku, bego.

- Hah? - Hah!?

Tu, tunggu dulu, kalian.

Mereka bukan orang yang kalem, ya.

Dia Hyodo Juza!

Kamu kenal?

Dia kakak kelasku!

Dia terkenal karena jago berkelahi.

Ketemu juga orang segitiganya.

Matanya segitiga!

Apa-apaan kau?

Mau apa kau?

- Jangan cari gara-gara di sini. - Tolong, hentikan.

Mana mau aku menuruti perintahmu.

Pokoknya kalau kalian ingin ikut audisi, tolong tunggu dengan tenang!

Kalian yang di sana, tidak perlu saling menatap!

Beginilah kalau preman bentrok.

Dengan kata lain, mereka cocok.

Sepertinya iya.

Sutradara, kapan audisinya dimulai?

Sebenarnya aku ingin mulai segera.

Omong-omong, siapa lagi yang dihubungi?

Kalau itu...

Oh.

Meskipun pas-pasan, bisa terkumpul lima orang.

Tuan Sakyo.

Ah, ada penagih utang.

Penagih utang?

Terima kasih sudah datang.

Jadi satu orang lagi yang dihubungi itu Tuan Sakyo?

Iya.

Yang terkumpul anggota kelas bawah semua, ya.

A, apa tidak apa-apa?

Jangan nilai buku dari sampulnya.

Meski penampilannya agak seram,

tapi Tuan Sakyo mengawasi Mankai Company sejak lama.

Eh?

Dia adalah orang yang paling menyayangi dan paling tahu tentang teater ini.

Menurutku dia adalah sosok yang paling dibutuhkan.

Jadi dia bukan penagih utang biasa?

Jangan banyak bicara. Aku ke sini untuk naik panggung.

Hanya itu.

Segera mulai audisinya.

Baik.

Silakan mulai dari perkenalan sederhana satu per satu,

lalu membaca dialog.

Dimulai dari Omi.

Fushimi Omi, tahun ketiga Universitas Yosei.

Tidak ada pengalaman teater.

Silakan langsung saja.

Halo, Ibu? Ini aku.

Aku baru lihat pengumuman.

Iya. Aku diterima.

Aku serius.

Ya. Memang sulit dipercaya.

Terima kasih.

Masih terdengar canggung,

tapi suaranya terdengar meyakinkan.

Apa sudah cukup?

Ya. Terima kasih.

Berikutnya, Taichi.

Baik!

Nanao Taichi, SMA Oka kelas 2. Pengalaman teater masih nol!

Halo, Ibu?

Aku baru lihat pengumuman.

Ya. Aku diterima.

Aku serius.

Ya. Aku juga tidak percaya.

Terima kasih.

Sekian!

Apa kamu pernah ikut audisi sebelumnya?

Tidak, sama sekali belum pernah.

Oh, soalnya kamu terlihat terbiasa.

Berikutnya, siapa preman-preman di sana yang mau duluan?

Kalau begitu aku duluan.

Seenaknya saja!

Hah? Siapa cepat dia dapat.

Peraturan dari mana itu?

Sudah, sudah.

Silakan dari yang pertama berdiri.

Settsu Banri dari Akademi Hanasaki kelas 3.

Tidak punya pengalaman teater.

Halo, Ibu? Ini aku.

Aku baru lihat pengumumannya.

Jago juga.

Ya. Aku diterima.

Aku serius.

Ya. Aku juga tidak percaya.

Terima kasih.

Hebat, tidak ada yang salah.

Ya.

Dia punya bakat, ya.

Yakin kamu tidak ada pengalaman?

Hah? Tidak sulit kalau hanya begini.

Baiklah, berikutnya.

Hyodo Juza, SMA Oka kelas 3. Belum pernah ikut teater.

Halo, Ibu? Ini aku.

Aku sedang lihat pengumumannya.

Iya. Aku terima—aku diterima.

Betulan, iya.

Aku juga tidak percaya. Terima kasih.

Terasa tegang, ya.

Apa itu? Payah banget! Kamu main-main?

Perutku sakit!

Jangan begitu, Banri!

Juza, jangan berkelahi di sini.

Aku tahu kalau aku payah,

tapi aku ingin bisa akting!

Aku mohon terima aku!

Itu saja permintaanku.

Juza, kamu benar-benar ingin ikut teater, ya?

Yang paling dibutuhkan adalah

perasaan menjadi lebih baik dalam seni teater.

Jadi kami terima.

Sungguh?

Tenang saja, kami punya banyak banyak cara untuk melatih lobak sekalipun.

Mohon bantuannya.

Yang benar saja, yang begini juga diterima?

Masih lebih baik daripada akting anggun tanpa semangat.

Kau bicara tentang siapa, Pak Tua?

Kau sendiri berhadapan dengan siapa?

Yang terakhir, Tuan Sakyo.

Silakan.

Furuichi Sakyo.

Pengalaman teater hanya sedikit waktu masih kecil.

Halo, Ibu? Ini aku.

Aku baru lihat pengumumannya.

Iya, aku diterima.

Aku tidak bohong.

Iya. Aku juga tidak percaya.

Terima kasih.

Tidak terasa ada celahnya.

Yang satu ini sudah dewasa.

Ya. Terima kasih.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left