Undercover

Undercover

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 2

Informazioni sulla release

Undercover 2019 S02E03 Soldiers of Love 720p NF WEB-DL DDP5 1 x264
Un commento di UFSIMV
EPS 03

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Pubblicato il: 2022-01-24
Download: 34
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

DUA AGEN RAHASIA BEKERJA DARI PONDOK DI TAMAN LIBURAN

Permisi, Pak, boleh bertanya?

Kau tahu letak pondok ini?

Kau tak akan menemukannya. Itu terbakar habis.

- Halo. - Hai.

- Aku mau keripik. - Tentu.

- Harganya dua euro. - Ini. Terima kasih.

- Boleh bertanya? - Tentu.

Kasus polisi di koran itu terjadi di sini, bukan?

- Kasus Ferry Bouman? - Kenapa kau bertanya?

Aku harus meneliti artikel koran untuk tugas sekolah.

Ini tidak akan lama. Hanya ingin tanyakan beberapa hal.

Warga sini tak suka diingatkan akan cerita itu. Jelas?

Baiklah, maaf.

- Hei. - Hei.

Masuk.

Selamat datang. Kopi?

Tidak. Aku tak akan lama.

Ada yang tak beres?

Aku dan Patrick baru bicara.

Dia tak yakin kau dan Nick masih objektif.

Katanya hubunganmu dengan Laurent rusak parah.

Mulai lagi. Polisi yang pentingkan karier.

Mereka ingin kasus segera selesai.

Tugas penyamaran tidak seperti itu.

Kurasa dia benar.

Apa?

Aku juga berpikir kita harus pakai cara berbeda.

Tanpa melibatkanmu.

Kau ajari aku cara tangani kasus ini?

Kau di sini karena aku. Tanpaku, kau menangani kasus kecil.

Kita ingin tangkap Berger Bersaudara. Akan kulakukan apa pun untuk itu.

- Aku menolak dicopot dari kasusku. - Sudah diputuskan.

Maaf. Kupikir aku yang seharusnya memberitahumu.

- Ya. - Bob, Patrick datang menemuiku.

Aku tahu. Lisa datang menemuiku.

Sudah kucoba, tetapi keputusannya sudah final. Maaf.

- Mungkin lebih baik begini. - Mungkin.

Semua baik?

Semua baik.

Di mana kau?

Di rumah.

Benar, aku harus pergi.

Dengar, Bob, mereka tidak akan lolos. Aku berjanji.

Baik.

Hei, Laurent.

Steve?

Begini cara pria sejati.

Berhadapan langsung.

Lain kali kau serang aku dari belakang seperti pengecut, kubunuh kau. Paham?

- Ya. - Paham?

Ya.

Hei, Nona.

Hai, aku hampir selesai.

Tenang, aku tak berniat mendesakmu. Jangan buru-buru.

Apa kabar? Kau tak terlihat belakangan ini.

Ada yang tak beres?

Ya. Hubungan dengan Steve tak akan berhasil.

Maaf. Itu bukan karena Laurent, bukan?

Aku ke rumahnya dengannya, tempat yang bagus.

Kami cocok. Aku menginap. Menyenangkan.

Namun, esok paginya dia berubah total.

Tiba-tiba dia sangat menyebalkan.

Katanya ada yang harus dia kerjakan. Dia mendepakku.

Serius? Buruk sekali.

Aku bodoh.

Jangan katakan itu. Bukan salahmu.

Semua pria berengsek.

Aku bisa lebih baik, bukan?

Ya. Atau tetap melajang, sepertiku. Itu lebih baik lagi.

- Ayo kita minum. - Kenapa lehermu?

Tak apa. Hanya sedikit pilek.

- Karena cuaca. Ayo. - Hei.

Pilihanmu memang buruk.

- Sayang... - Apa?

Tidak, aku tak mau pura-pura bodoh.

Aku bicara soal pria yang kau undang.

Steve? Kenapa dia?

Dia harus menjaga sikap.

Laurent yang mencari masalah.

- Apa maksudmu? - Steve menyerangnya tadi malam.

Memukulinya.

Jika aku melihatnya lagi, dia harus menghadapi aku dan T-bone.

Tenang. Sharon tak ada kaitannya.

Mereka lama tak bertemu.

Jadi, tutup mulutmu.

Apa?

Kau gila.

Menghajar sasaran. Seharusnya kau diskors.

- Aku harus selamatkan muka. - Lalu bagaimana memperbaikinya?

Sudah kuduga.

Kau mau membalasnya, makanya kau dicopot dari kasus ini.

Kau punya kesempatan, dan kau rusak.

Untungnya Lisa masuk dengan baik, atau semuanya hancur.

Apa rencanamu? Kirim orang lain?

- Kami akan diskusikan sendiri. - Sungguh?

- Tanpaku, kau gagal. - Denganmu, kami gagal.

Aku mengerti kemarahan dan frustrasimu.

Namun, relakanlah, sebelum kau merusak semua.

Jika putusanku, kau sudah diskors.

Bob.

Maaf. Kau tahu aku tak menginginkan ini.

Aku tak marah kepadamu.

Kau akan baik?

Akan sulit.

Kulihat lebam di leher Nathalie. Kurasa perbuatan Laurent.

Jika ada yang bisa kubantu, telepon aku.

- Ya, baik. - Ya?

Ayo ulangi. Tertawa.

Lagi. Membungkuk dan tertawa.

Tertawa. Ulangi.

Baik, bagus. Kendurkan otot-otot itu.

Hari ini kita akan pikirkan kekhawatiran kita.

Dan membuangnya ke sumur tawa.

Lutut yang nyeri...

Kecemasanku.

Ya.

Kemandulanku.

Danielle.

Apa yang ingin kau buang?

Apa yang harus hilang? Buang ke sumur tawa.

Ini konyol.

Baik. Mari kita pungut semua tawa dari tanah.

Ayo ulangi.

Setidaknya kau keluar rumah. Itu kemajuan besar.

Mungkin itu berarti obatnya bekerja. Itu manjur untukku.

Setelah sebulan minum obat antidepresan, aku merasa seperti diriku lagi.

Kau hanya perlu bersabar. Semua akan baik.

Aku hanya ikut yoga agar kau tak membicarakannya, paham?

Aku akan rapikan sebentar lagi.

Aku bisa bantu.

Tidak.

- Akan lebih cepat. Kita setel musik. - Tidak, terima kasih.

Lalu, kau bisa kunjungi Ferry.

Lama dia tak bertemu kau, dia cemas.

- Ya, terserah. - Hei.

Bukan hanya kau yang kesulitan.

Aku dan Ferry juga banyak kehilangan, tetapi kita harus tegar bersama.

Benar.

Aku tahu kenapa kau selalu di sini.

Kau memata-mataiku untuk Ferry, bukan?

Berapa dia membayarmu?

Kau hanya pikirkan dirimu.

Kau juga harus pikirkan dia, semua pengorbanannya.

- Kau di sini berkat pengacaranya. - Ya.

Kau sama seperti yang lainnya. Jangan ganggu aku. Pergi.

Ada apa ini?

Hanya memeriksa kirimanmu ke temanmu di Ukraina.

Kerem, masuklah dan lakukan hal berguna.

Apa yang sedang kau lakukan?

Memastikan kau tak lakukan hal bodoh lagi.

Kau tak punya hak di sini. Ini perusahaanku.

Salah. Separuhnya milikku.

Aku salah sekali, dan sudah diperbaiki.

Jangan khawatir, Anak Kecil. Semuanya terkendali.

Aku bisa lihat itu.

Ini tak ada hubungannya dengan itu. Pelakunya si keparat yang menyerangku.

Tutupi untuk pertemuan dengan orang Afrika.

Jika ini gagal, enam juta melayang.

Siapa yang membereskannya? Tepat.

Dr. Gassama. Aku Vinnie.

Akwane. Selamat datang di Belgia.

Akan kubawa kalian ke hotel.

Hei.

Laurent.

Aku mau minta maaf. Betty ceritakan perbuatan Steve.

Aku seharusnya tak undang dia. Dia tak ada urusan di sini.

Seharusnya aku bicara. Aku tak tahan dengannya sejak awal.

Saat keluargaku diusik, aku harus tanggapi.

Benar.

Aku hanya ingin kau tahu aku menyesal. Aku merasa betah di sini.

Aku tak suka jika ini menjadi ganjalan di antara kita.

Kau tak perlu cemaskan itu.

Aku tahu kau tak seperti bajingan dari Antwerpen itu.

Senang mendengarnya.

Terima kasih sudah menolongku.

Selamat datang di peternakanku. Mau lihat-lihat sebentar?

Keluargaku sudah memiliki ini selama 35 tahun.

Awalnya ini hanya sekolah berkuda biasa,

yang disebut manège.

Namun, aku ingat saat berumur 17 tahun, aku harus mengisi formulir di sekolah

tentang profesi cita-citaku. Dokter atau pengacara?

Kutulis "koboi".

Kata mereka, "Kau bercanda?

Kau bercanda atau apa?"

Lihat aku. Aku koboi.

Orang bilang aku tak boleh memercayaimu.

Namun, orang yang baik untuk hewan, baik untuk manusia.

- Benar? - Itu benar.

Jadi, Dokter, bagaimana keadaan di selatan negaramu?

- Kau punya pemantik untuk itu? - Ya.

Kulihat JP di tempat parkir dengan dua orang Afrika.

Kau tahu siapa mereka?

Mungkin pebisnis. JP banyak berbisnis di Afrika. Kenapa?

Hati seorang koboi Akan berbalik melawanmu

Kau dan aku sama-sama tahu Apa yang mungkin dia lakukan

Kami bisa segera kirim amunisi.

Namun, boleh kusarankan agar kau juga membeli antipesawat?

More Indonesian subtitles for Undercover

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left