Le prime 199 righe.
Teman-teman. Berikan pendapat dalam rapat kelas.
Tidak ada yang mau bicara?
Teman-teman. Tolong berpartisipasi. Ini juga sulit bagiku.
Katamu kita dapat 200.000 won per kelas, 'kan?
Bagaimana jika kita adakan kontes berkelahi
dengan setiap kelas demi uang?
- Ide bagus. - Benar, bukan?
Lagi pula, jika Oh A-ram mewakili kelas kita, kita akan menang.
Minta orang membayar untuk menonton dan bertaruh.
Jika kita beri A-ram makanan untuk uang pertarungan,
biayanya juga murah.
Aku tidak butuh uang untuk menutup mulut kalian.
Itu menyenangkan. Bahkan akan ada rapat komite kekerasan di sekolah.
Berhentilah bercanda.
Mari menghias kuku.
Kita punya banyak anak yang mengikuti kelas kecantikan.
Kedengarannya bagus. Mari kita lakukan itu.
Menghias kuku? Kedengarannya bagus,
tapi semua orang di kelas harus punya peran.
Anggap saja itu sebagai pilihan
dan pikirkan hal lain sebagai acara utama.
Ayo buka kafe seperti kelas lainnya.
Hei, Lee Kyung-woo. Kau pernah bekerja di kafe.
"Halo. Mau pesan apa?"
Senyum kapitalistis palsumu luar biasa.
Kau benar. Dia hebat.
Kau bisa ajari semua orang tugasnya.
Tutup mulutmu.
Banyak kelas membuka kafe,
jadi, akan bagus jika kita punya konsep.
Apa ada konsep yang akan menarik banyak orang?
Kafe harus memiliki pegawai yang tampan atau cantik.
Kita tidak punya orang tampan atau cantik di kelas kita.
Kita punya. Ada dua di sana.
Kalian berdua bisa berpromosi.
Jika kalian perhatikan baik-baik, mereka serasi.
Kau gila.
Hei. Apa maksudmu? Dia punya pacar.
Aku hanya bilang mereka berdua yang tercantik dan tertampan.
Bagaimana Lee Kyung-woo bisa tampan?
Astaga. Dia bersikap seperti anak SMP.
Kurasa lebih baik membuat zona foto dan memotret orang-orang.
Itu bagus.
Kalian mau berfoto dengan mereka?
- Apa? - Dia menyetujuinya.
Itu ide bagus.
Jika pelanggan kita mau,
siapa pun bisa berfoto dengan mereka.
Baiklah. Bagus.
Baiklah.
Wang Ja-rim dan Lee Kyung-woo akan mempromosikan kafe kita
dan berfoto dengan pelanggan kita.
Hei,
itu hanya menjadikanku budak.
Tidak apa-apa. Semangat!
- Semangat! - Semangat!
Ayo pilih satu dari daftar yang disarankan Pak Dokgo.
Kelas permainan membaca, kuis matematika, dan pencegahan merokok.
- Itu buruk. - Aku benci semuanya.
Apa pendapatmu tentang latihan CBR?
Kita punya banyak gas.
Bagaimana dengan panti pijat? Pijat Thailand.
Sawadikap. Khobkhunkap.
Hei. Seseorang hentikan dia.
Itu lebih baik daripada saran Pak Dokgo.
Ada hal lain yang seru?
Hei, Gong Ju-young. Kau punya ide?
Benar. Apa yang kau lakukan?
Aku bahkan tidak peduli.
Pikirkan saja sendiri.
Kalau begitu, kita harus melakukan saran Pak Dokgo.
Aku menyebutkan pencegahan merokok,
kelas eksperimen sains, dan kelas bisnis.
Semuanya membosankan.
Kenapa aku tidak sekelas dengan Ja-rim?
Apa? Jadi, kelasmu juga membuat kafe?
Tidak. Awalnya, itu kafe,
tapi kini jadi bar koktail tanpa alkohol.
Bagaimana dengan kelasmu? Kafe?
Ya. Wali kelas kami enggan menyetujuinya.
Kemarilah.
Kurasa aku akan sibuk karena aku pelayan untuk kelasku.
Kalau begitu, aku akan mengunjungimu.
Berbuatlah sesukamu.
- Aku mau tidur. - Baiklah.
Selamat tidur. Sampai jumpa di mimpi.
Bisakah kau mengendalikan mimpimu? Tidur saja.
Aku akan memimpikan Ja-rim. Ja-rim akan muncul dalam mimpiku.
Ja-rim akan muncul dalam mimpiku.
[Episode 16, Bintang Festival Hari Ini Adalah Aku]
[Parfum buatan sendiri, Ada jasa pengantaran]
- Kau bisa menaruhnya di sini. - Ini tidak berat.
- 5.000 won. - Tidak, kau 10.000 won.
"Kau bisa melakukannya."
"Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis."
Kelasmu cukup heboh.
Apa konsep di kelasmu sampai kau terlihat seperti itu?
Ikat kepalamu...
Ini bar koktail tempat kami berfoto untukmu.
Aku harus berfoto seperti ini.
Tunggu.
Seluruh kelasmu seperti ini?
- Ya. - Kalian semua?
Ya.
Apa ini? Di mana Ja-rim?
Dia di dalam.
Di mana Ja-rim?
Di sana.
Hei, kenapa kau berbaring di sana?
Ja-rim. Kau terlihat sangat cantik.
Mari pertahankan itu selamanya.
Apa kau gila? Aku dipaksa melakukan ini.
Ja-rim. Tunggu. Mari berfoto.
- Lihat kemari. Satu, dua, tiga. - Hentikan. Aku malu.
Jika kau bayar 500 won,
seorang fotografer profesional akan memotretmu di zona foto.
Baiklah.
Ini. 5.000 won. Potret aku 10 kali.
Pak, ayo berdiri di sini.
Ja-rim. Aku sudah bayar. Ayo berfoto.
Astaga.
Lakukan saja. Dia bahkan membayar.
Jangan anggap dia Gong Ju-young.
Dengan uang sebanyak ini, dia adalah pemboros.
Lakukanlah demi kelas kita.
Ini.
- Bersikaplah lebih penuh cinta. - Ini.
Tersenyumlah ke kamera. Baiklah.
Kalian berdua tampak buruk...
Maksudku, kalian tampak serasi.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
- Apa hasilnya bagus? - Ya.
Satu, dua, tiga.
Haruskah kita berfoto juga?
- Ayo lakukan. - Berfoto dengan kami juga.
- Baiklah. - Baiklah.
- Ini bagus. - Setelah 10 selesai, aku mau 10 lagi.
Mulai denganku.
Baiklah. Tunggu sebentar. Tunggu.
Aku akan memotret lagi. Satu, dua, tiga.
Baik, ini bagus.
- Lihat dia. - Dia cantik sekali.
Apa dia manusia?
- Satu foto lagi. - Astaga.
Ini berjalan lancar.
Astaga.
Ini berjalan cukup baik menimbang kau tidak melakukan apa pun.
Kurasa kau melakukan banyak hal untuk kelasmu.
Karena itulah...
Kenapa kau tertawa?
Murid-murid di kelasku bersatu
dan senang melihatnya.
Itu sangat tenang dan payah. Kau pasti sangat bahagia.
- Lepaskan aku. - Sudah cukup.
Kenapa kau mengusirku?
Aku menghabiskan lebih dari 10.000 won. Kau pasti bercanda.
Astaga. Maafkan aku.
Benar.
Astaga.
Apa?
Muridmu menggalang dana untuk kelas kami.
Aku tidak tahu cara berterima kasih.
Minumlah koktail sebelum kau pergi.
Siapa pun yang menghias kuku akan dapat diskon 10 persen.
Terima kasih. Kau bisa menunggu di sana.
Kau harus membayar di muka.
Minumanmu sudah jadi. Selamat menikmati.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih.
Astaga! Hasilnya bagus sekali.
Tolong foto yang bagus.
Byung-hoon.
Namkoong. Kau datang untuk bercengkerama?
Ya. A-ram memberitahuku soal itu.
Di mana kelasnya?
Aku tahu. Duduklah di sini dahulu.
- Cepat duduk. Lepas sepatumu. - Kenapa? Apa yang kau lakukan?
Penting untuk bermeditasi jika kau akan berolahraga.
Ikuti aku.
Aku akan mengajarimu bernapas dengan otakmu.
Tidak apa-apa.
Aku akan pergi ke kelas A-ram saja.
Hei. Kau seorang atlet.
Kau harus berpikir jernih.
Ambil posisi.
Tarik napas.
Putar kepalamu saat buang napas.
Tarik napas.
Putar kepalamu ke kanan saat buang napas.
Tarik napas.
Putar kepalamu ke kiri saat buang napas.
Tarik napas.
Aku hampir mati.
Dia bilang pernapasan otak, tapi aku memutar kepala berkali-kali.
Seharusnya kau mati saja. Kau mau minum apa?
Kau punya minuman khas Hawaii?
No comments yet. Be the first to leave one.