Le prime 178 righe.
Tentara utama mereka akhirnya tiba.
Kalian semua sebaiknya cepat pergi dari sini.
Tak usah dibilang juga aku bakal pergi.
Akan kubunuh beberapa, baru aku sembunyi.
Tuan sendiri bagaimana?
Mau tinggal di sini?
Tuan ini sebenarnya kenapa memilih untuk bertarung?
Kalau tak salah, Tuan baru tinggal di pulau ini selama satu minggu, 'kan.
Jadi, mustahil Tuan bertarung karena menyukai pulau ini.
Aku tahu ini tak sopan
tapi kami semua merasa penasaran mengenai hal ini.
Satu-satunya alasanku bertarung adalah karena ada peperangan di depan mataku.
Selama ini begitu.
Dan itu tetap jadi alasanku, sebelum aku sampai di pulau ini.
Aku takkan kehilangan siapa pun lagi!
Baiklah. Aku sudah puas bertarung!
Tae. Sasamaru. Aku hanya...
Takkan kubiarkan
kematianmu sia-sia.
Tolong selamatkanlah pulau ini.
Sekarang mungkin alasanku sudah berubah.
Akhirnya aku bisa lihat dengan baik wajah kalian semua.
Memang aku tak bertarung karena menyukai pulau ini.
Tapi ini pulau yang bagus.
Di pulau ini juga ada kalian.
Perang tak selamanya dilakukan demi diri sendiri.
Ada juga perang yang dilakukan demi orang lain.
Hal itu aku pelajari di pulau ini.
Kita lindungi pulau ini
sekuat tenaga!
Jadi, inikah yang dimaksud "kesatria mati demi cari jati dirinya."
Mereka datang!
Jumlahnya jauh lebih banyak!
Terus tembak sampai anak panahnya habis!
Prajurit yang kelaparan mulai berdatangan ke benteng.
Jalan tercepat menuju kemenangan adalah biarkan mereka berebut hadiah perang.
Tapi kita tak punya banyak waktu.
Besok pagi kita harus sudah tiba di Sasu
dan langsung berangkat ke pulau berikutnya.
Itu pun kalau sampai tepat waktu.
Siapa pun yang gagal sampai tepat waktu, akan dihukum layaknya kabur saat perang.
Pesta ini harus selesai ketika sore nanti!
Sampai saat itu tiba, berkompetisilah!
Saling adu jumlah hadiah perang dan berapa banyak lawan yang dibunuh!
Lapor!
Di tembok timur muncul musuh baru!
Gawat.
Tembok timur jaraknya paling dekat dengan permukiman!
Hakim, kirim pasukan bantuan!
Jinzaburou!
Gantikan kami dan pergi lindungi tembok timur.
Kau masih berutang pada kami saat penyerangan malam di Sasu, 'kan?
Dengan begini, kita sama-sama impas.
Harga pertolonganmu tinggi juga, ya?
Sebagian ikut aku!
Tembok Timur
Sialan.
Tuan Putri, jumlah musuh terlalu banyak!
Aku tahu!
Tapi kita harus melawan!
Mereka mulai naik!
Gawat!
Putri, cepat pergi!
Kano!
Aku tahu!
Tunggu! Aku masih...
Awas!
Tuan Putri!
Putri!
Bantuan tiba.
Penampilanmu boleh juga.
Diam!
Putri, wajah Anda...
Wajah Anda penuh darah!
Apa Anda terluka?
Tidak, tenang saja.
Air mata?
Siapa yang menangis?
Ayo!
Gerbang Selatan
Itukah yang dinamakan meriam?
Gerbangnya mulai runtuh!
Semua tetap diam di atas tembok!
Tatsu, bawa para wanita pelempar batu kemari!
Mereka sudah sampai di sini, Hakim.
Kau memang paling bisa kuandalkan ya, Tatsu!
Gerbangnya...
Jatuhkan menara pengawasnya!
Bersiap! Tarik!
Jadi, menara pengawasnya dijatuhkan untuk tutup gerbangnya?
Dengan begini kita bisa ulur waktu.
Segera bawa para wanita untuk pergi dari sini!
Baik!
Tatsu, kau juga pergilah.
Aku akan tinggal dan ikut bertarung.
Mereka butuh ketua andal untuk bantu kabur dari kepungan Mongol.
Cepat pergi!
Aku...
Aku ingin berada di sisimu, Hakim.
Tenang saja, Tatsu.
Saat istana ini hancur, kami juga akan kabur.
Ketika badai sudah berlalu
kita bisa tinggal bersama kembali.
Hakim, aku...
Gerbangnya hancur?
Mustahil!
Tatsu, cepat pergi!
Hakim...
Aku ingin bersamamu.
Tatsu!
Gerbangnya...
Musuh mulai masuk!
Hakim!
Jangan gentar!
Kita adalah pelindung Jepang.
Kita yang datang ke Istana Kanatanoki
dan kita juga akan mati di istana ini.
Jangan biarkan mereka lewati mayatku!
Barusan kudengar suara ledakan.
Apa gerbang selatan baik-baik saja?
Pasukan Mongol!
Muncul dari mana mereka?
Sial!
Amushi?
Gawat.
Gerbang selatan sudah runtuh.
Semua penjaga di sana sudah tewas.
Apa?
Tn. Nagamine juga?
Benar.
Dia sudah tewas.
Sekarang kita sama-sama impas.
Jadi, dengan datang lindungi sisi ini, aku gagal lindungi sisi sana?
Pada akhirnya aku gagal membalas utangku.
Sial!
Para Toibarai, kalian sudah berjuang dengan gigih!
Sialan!
Ke mana para penduduk yang tinggal di istana?
Kok ke mana? Pada menyebar.
Kuchii, aku juga akan pergi.
Sana sudah menungguku.
Begitu, ya.
Aku berutang padamu.
Meski kau juga berutang padaku, sih.
Jangan sampai mati, ya.
Ya, kau juga.
Sampai nanti.
Mereka mulai naik ke tembok!
Putri, kita tak bisa bertahan lagi.
Kita harus pergi!
Tapi...
Jinzaburou, bisa kau ulur waktu sampai semua penduduk berhasil kabur?
Mustahil.
Istana ini ukurannya terlalu besar.
Kita sudah bertahan sebaik mungkin.
Sekali istana ini runtuh, maka akan sulit.
Kita hanya bisa pergi dari sini.
Jadi begitu.
Kalau begitu, setidaknya kita bisa jaga para penduduk yang kabur.
Katanya tadi mau pergi setelah membunuh beberapa, Hitari.
Memang iya.
Tapi memburu adalah tugas seorang pemburu.
Pergilah. Aku bisa pergi sendiri nanti.
Bukan hobiku bergerak dalam sebuah kelompok.
Baiklah.
Kuserahkan di sini padamu.
Jangan paksakan diri.
Kau juga.
Kita mundur!
Mundur! Mundur!
Hitari! Selanjutnya, jangan sampai meleset, ya!
Ya, aku takkan meleset lagi.
Aku juga.
Hoi, Sana, ayo kita kabur!
Amushi, kau benar-benar tak tahu Kak Tatsu pergi ke mana?
Mana kutahu.
Lagi pula, kakakmu itu juga yang memintamu urus mereka, 'kan?
Tenang saja.
No comments yet. Be the first to leave one.