Le prime 200 righe.
Aku akan pisahkan Takeo dan Yamato.
Kau harus menembak dia.
Aku menembak dia?
Ke Takeo?
Kalau kau masih gila memikirkannya, berarti kau masih suka!
Enggak!
Aku sudah lupakan dia, tahu!
Berhentilah sakiti dirimu sendiri, kau bahkan nyanyikan lagu Kana Nishino di karaoke!
I-Itu enggak betul!
Mereka bertengkar.
Ya.
Aku cuma suka lagunya!
Kupikir dia cowok yang baik,
Semua orang di seminar sadar, tahu!
tapi enggak semuanya bisa berjalan mulus.
Jujur saja!
Kita harus pergi!
Ayo!
Bicaranya selesai.
Aku enggak akan berduaan sama Takeo,
pasti!
Maaf, maaf.
Ayo.
Kalau kau enggak lupakan dia,
mana mungkin aku bisa punya kesempatan.
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
GOSIP SIALKU
Ramai banget, ya!
Apa semuanya mau pergi ke MM Land, ya?
Lagi libur panjang, sih.
Semoga enggak kepenuhan.
Oh, sial.
Aku lupa bawa ponsel.
Enggak apa.
Aku bawa.
Aku juga bawa.
Bukan itu masalahnya, sih.
Kalau kau tersesat, cari saja Takeo.
Itu betul!
Kalau aku hilang, kalian enggak usah apa-apa.
Hoi, Suna!
Jangan jadi kesepian begitu!
Halo, semuanya! Selamat datang di MM Land.
Teman-teman, sini paspornya.
Aku akan melakukannya dengan cepat.
Aku ikut!
Kalau dibantu akan lebih gampang, 'kan?
Eh?
Enggak ap—
Aku harus pergi ke mana?
Badan besarmu itu menakjubkan ya, Takeo.
Wah, cocok banget, Takeo.
Yamato juga cocok banget.
Sunakawa, kau enggak mau coba?
Aku enggak akan cocok.
Eh, kita di sini buat lupakan dunia nyata.
Siapa bilang itu?
Kalau Kakak memakainya, pasti akan cocok.
Apa lihat-lihat?
Enggak kenapa-kenapa, kok!
Eh, eh.
Kita naik yang terjun itu, yuk!
Wah! Kita betul-betul terjun!
Cepat banget!
Menyenangkan.
Ternyata taman bermain bisa menyenangkan kayak begini, ya?
Takeo, ini menyenangkan.
Wajahku sampai sakit kebanyakan senyum.
Aku juga!
Itu MM!
Takeo, ayo foto bareng.
Tiga gosip sial MM Land!
A-Akankah jadi kencan kalau berduaan sama Takeo?
Kalau begitu, sama aku saja.
Kenapa harus kau?
Yamato, sama aku saja.
Mau naik?
Ya.
Suna, gosip sial itu apa, sih?
Dibilang gosip sial sih, sebetulnya itu kenyataan.
Kenyataan?
Katanya, pasangan yang main ke sini akan putus.
Tapi, meskipun pasangan itu enggak ke sini, suatu waktu akan putus juga.
Kupikir, hubungan itu memang pasang surut.
Kenyataan, ya?
Betul juga, aku mengerti.
Semenjak pacaran sama Yamato,
aku selalu lakukan hal yang menyenangkan.
Sampai lupa bagaimana kenyataan sebetulnya berjalan.
Suara Takeo bisa terdengar dari kejauhan.
Aku selalu berteriak saat ada yang muncul.
Jadi lapar, nih.
Takeo, ayo cari makan.
Apa? Apa?
Memangnya salah kalau aku pergi sama Takeo?
Takeo, soal pacarmu itu...
Siapa yang pertama kali menembak?
Sebetulnya, Yamato.
Oh, begitu.
Ya.
Kau tahu?
Aku juga mau Sunakawa yang menembak.
Aku mau cowok yang dia sukai sadari perasaannya.
Dengan begitu, Sunakawa pasti bisa lupakan dia.
Begitu, ya.
Seandainya si kakak malah pacaran sama cowok itu, kau mau bagaimana?
Kak Oda suka si kakak, 'kan?
Kalau sampai begitu, maka itu yang terbaik.
Mungkin aku akan menangis sebentar.
Begitu, ya.
Itu panas, 'kan?
Tanganku ini kulitnya tebal.
Hebat!
Hoi!
Di sana ramai?
Ramai banget.
Begitu, ya.
Kau enggak bilang apa pun ke Takeo, 'kan?
Aku sudah menyerah.
Menyusahkan banget.
Mending aku bersenang-senang denganmu.
Aku akan pulang sehabis kita buat kenangan bareng.
Oda.
Sunakawa, kau juga harusnya bersenang-sena—
Kayaknya tadi ada toilet di sana.
Bersihkan pakai handukku.
Oh, enggak usah.
Yang punyaku saja.
Kesempatan.
Oh!
Kayaknya enak!
Ah, popcorn!
Yamato, Sunakawa, ayo kita beli.
Takeo tunggu di sini, ya.
Jaga bangkunya.
Sip!
Lo?
Mana yang lain?
Lagi beli popcorn sama kak Oda.
Oh, lagi beli popcorn, ya.
Kami bertiga main di Märchen Zone dulu,
kau harus menembak dia di situ.
Omong-omong, aku pegang ponsel Yamato.
Jangan coba-coba meneleponnya.
Maaf, Takeo!
Kayaknya Yamato tersesat.
Apa?
Dia ada di Märchen Zone, ayo kita cari.
Ya!
Popcorn-nya ada di Future Zone!
Ke sini.
Terima kasih.
Bangunan di sini enggak biasa.
Kita lihat-lihat dulu, yuk.
Anu, kita harus kembali.
Ya, aku sudah kabari mereka buat susul ke Future Zone, jadi tenang saja.
Mereka lagi di jalan.
Terima kasih.
Berkat Kak Oda, aku bisa pergi ke MM Land bareng Takeo.
No comments yet. Be the first to leave one.