Specials

Informazioni sulla release

[Memori Plastik] 02 Tak Mau Jadi Beban
Un commento di Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tag

other
Pubblicato il: 2015-06-01
Download: 25
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

SAI Terminal Service, alias Departemen Penarikan,

punya 29 kantor cabang di seluruh dunia.

Terminal Service #1 tempatku bekerja,

satu area sama Kantor Pusat dan melayani wilayah timur.

Hari ini ada rapat lagi dengan Kantor Pusat.

Duh, sakit magku lagi-lagi kambuh.

Isla, bisa minta tolong dibuatkan teh?

Pak Manajer, jangan suruh Isla buat bikin teh lagi, dong.

Dia sudah jadi marksman-nya Tsukasa, 'kan?

Nah, tanda tangan dulu, dong.

Aku sudah terbiasa minta tolong ke dia, sih.

Halo, semuanya! Ciao!

Siapa itu?

Yasutaka Hanada, salah satu spotter kita.

Dia itu veteran yang sudah kerja di sini hampir sepuluh tahun.

Hoi!

Hem?

Ke mana saja kau, sampai lalai sama pekerjaanmu?

Aku sibuk cuti dan dinas ke banyak tempat.

Jadi, main ke rumah cabe-cabean kausebut dinas juga, ya?

Aku baru tahu, nih.

Mulai sekarang jangan lupa lagi, ya.

Kau ini!

Hem?

Wah, terima kasih!

Ah, Yasutaka. Itu tehku.

Enak! Teh buatanmu memang yang paling enak, Isla!

Terima kasih.

Oh, jadi itu orangnya, ya?

Si anak baru yang dipasangkan sama Isla?

Aku Tsukasa Mizugaki!

Salam kenal!

Kau dapat rekomendasi, ya?

Kau punya koneksi sama pak Godou, makanya dimasukkan ke sini, 'kan?

Eh, eh.

Jadi, apa hubunganmu sama si GM?

Aku penasaran, nih.

Eh, itu...

Kau gagal di ujian masuk gara-gara radang usus buntu, ya?

Ya. Maaf.

Jangan minta maaf kalau tak perlu.

Sudahlah.

Berterima kasihlah pada ayahmu. Kali ini kau kuberi kesempatan.

Tapi, kalau ternyata kau tak ada kontribusi di perusahaanku,

kau harus langsung hengkang. Paham?

Beliau itu teman lama ayahku.

Oh, jadi begitu!

Yasutaka?

Kita perlu bicara.

Wah, Sherry! Mitra kerjaku—

Hoi, hoi. Aku enggak dikasih senyum, nih?

Kok cewek-cewek di kantor ini semuanya pada galak, sih?

Kau sendiri seenaknya tinggalkan pekerjaan beberapa hari ini.

Aku mau dengar alasanmu kali ini.

Ya, sebetulnya aku kelaparan, jadi pergi cari makan—

Bercandanya lucu juga.

Jangan terlalu dipikirkan! Dibawa santai saja dan berusaha yang giat!

Tolong.

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Tak Mau Jadi Beban

Kau Yutaka Yanagi, 'kan?

Kami tak perlu ingatkan lagi.

Pokoknya, serahkan saja Max dan jangan coba-coba melawan!

Kami ini dari Terminal Service—

Kalian ini siapa?

Justru itu—

Max, lari!

Tu-Tunggu, kok kau jadi galak begitu, sih?

Eror. Aku enggak paham maksudnya. Tolong ulangi lagi.

Pokoknya kejar dulu, deh!

Isla!

Kau enggak apa-apa?

Diam sebentar.

Mereka jadi lolos, ya?

Kelihatannya perlu surat permintaan maaf tertulis lagi.

Mohon maaf sebesar-besarnya!

Maaf sudah merepotkan.

Baiklah, kami permisi dulu!

Ini sudah berapa kali, nih?

Ini yang ketiga!

Begitulah.

Aku sudah kasih pekerjaan yang gampang banget, tahu.

Tapi, kau malah gagal minta tanda tangannya sampai tiga kali berturut-turut!

Maaf.

Kalau kau sudah saling percaya sama Isla, harusnya enggak akan sampai begini, tahu!

Itu...

Bawaan orang dalam pasti begini, ya?

Bisa langsung masuk kerja tanpa ada usaha.

Kau sama sekali enggak berguna!

Tsukasa...

Maaf.

Lain kali aku lebih hati-hati, deh.

Sialan!

Si Tsukasa itu.

Apa aku terlalu keras, ya?

Michiru itu tipe yang blakblakan di awal dan menyesal belakangan, ya?

Oh, kau lagi berantem sama Tsukasa, ya?

Bukan begitu!

Kau jadi kesal karena suka sama dia, ya?

Aku paling suka anak polos begini!

Ha? Aku dan Tsukasa enggak punya hubungan apa-apa, tahu!

Ah, malu-malu!

Sudah kubilang bukan!

Michiru?

Eh? Ya?

Bagaimana Isla?

Isla?

Dia tetap kayak biasanya, kok.

Oh.

Tsukasa?

Kau ada waktu, 'kan?

Kau ada waktu, 'kan?

Ya.

Hoi, kau enggak ikutan minum?

Dari kemarin aku sudah bilang, aku ini belum cukup umur!

Dasar, payah banget.

Nah, kau sudah bisa kerja sama bareng Isla?

Soal itu...

Kau enggak tahu apa yang dia pikirkan, ya?

Bisa tolong ceritakan sedikit soal Isla?

Mbak Kazuki dulu pernah jadi mitranya, 'kan?

Enggak ada gunanya kuceritakan.

Kalau kalian enggak bisa saling mengerti, kalian akan sulit kerja bareng.

Aku tahu, sih.

Aku juga enggak enak.

Kau jadi dipaksa kerja bareng dia.

Pekerjaan kalian yang selama ini kacau,

sebagian besar pasti gara-gara Isla, 'kan?

Itu...

Aku tahu, kok.

Isla memang agak kikuk,

tapi coba kenali dia lebih jauh.

Cih, aku jadi minta tolong yang bukan-bukan, nih!

Tidak! Aku juga mau tahu lebih jauh soal Isla!

Tsukasa.

Kau ini paedofil, ya?

Bukan!

Master, tambah lagi!

Dari awal,

pak Manajer dan Kantor Pusat bilangnya mau tingkatkan efisiensi,

padahal itu omong kosong!

Ma-Maksudnya apa, sih?

Aku sudah kerja hampir sepuluh tahun di sini, tapi aku masih belum dapat jawabannya.

Kenapa kita harus tahu cara cabut ingatan, sih?

Semua orang juga enggak tahu!

Cara

cabut ingatan.

Kau dengar, enggak, Anak Baru?

M-Mbak Kazuki!

Aduh, duh, duh!

Wah! Kazuki mabuk berat!

Mas Yasutaka, kok di sini?

Aku juga pelanggan tetap di sini.

Dia sudah minum berapa gelas, nih?

Baru sekitar tiga gelas.

Jangan bilang dia ini lemah sama alkohol?

Banget.

Eh, lalu bagaimana?

Biar aku saja yang bawa dia pulang.

Ini sudah biasa!

Lo, kau balik lagi?

Ya.

Ah, biar aku saja yang kunci pintunya.

Begitu?

Aku duluan, deh.

Sampai besok.

Terima kasih!

Cara Jitu Menjadi Pengusaha

Isla

Ruang Uji Coba

Ruang Uji Coba?

Eh, di mana tempatnya?

Aku baru tahu ada tempat kayak begini di Kantor Pusat.

More Indonesian subtitles for Plastic Memories

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left