Mary Kom

Mary Kom (मैरी कोम)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Mary-Kom-2014-All DVDRip Version
Un commento di Ackiel_Khan

Tag

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Pubblicato il: 2019-06-02
Download: 56
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Ada banyak orang yang diserang...

Ada jam malam, Pemerintah menginstruksikan..

...Untuk tidak keluar rumah.

Saya ulangi.

Hati-hati. - Ada jam malam..

...Yang diinstruksikan Pemerintah. Jangan keluar rumah.

Pelan-pelan, Oke. - Ada jam malam.

Sakitnya sudah sejak 3 jam lalu dan kau baru bilang sekarang.

Ku kira aku bisa kendalikan rasa sakit ini sampai jam malam selesai.

Sayang, ini kontraksi kelahiran...

Tak ada wanita yang tahan sakitnya.

Mana ku tahu kalau sesakit ini?

Hati-hati.

Pertama jam malam ditambah lagi cuaca buruk.

Takkan ada yang membantu kita sekarang.

Kita akan cari kendaraan di perempatan.. Hati-hati.

Aku sudah tak kuat.. Aku tak kuat.

Perempatan Tidim di sini.

Syukurlah, hujannya sudah reda.

Sayang..

Kau baik-baik saja, Sayang?

Pelan-pelan.. pelan-pelan.

Duduklah.. Duduk di sini sebentar sementara aku akan cari bantuan.

Tidak, Aku akan ikut bersamamu. - Duduklah.

Aku di sekitar sini. - Tidak, aku akan ikut bersamamu.

Aku di sekitar sini, Sayang.. bersamamu.. Hanya sebentar.. kumohon duduklah.

Oh Ibu!

Berhenti.. berhenti.. siapa disana? Angkat tangan.

Pak.. Pak.. Pak.

Pak, apa yang Anda lakukan?

Dasar preman sialan.. Kau membuat kerusuhan di mana-mana.

Aku bukan preman, Pak.

Kumohon lihatlah kesana.

Turunkan nada bicaramu.

Istriku sedang hamil, Pak. Kita perlu membawanya ke rumah sakit. Tolong.

Bizhou, periksalah. Sana.

Pergi dan lihat di sana. Jangan bergerak. - Tolong, Pak. Bantu kami.

Sayang..

Sayang..

Sayang..

Hey! Anak siapa ini? Usir dia dari sini.

Pak, dia berkata benar.

Ada pesawat jatuh dan terbakar.

Dan kau membiarkan Chungneizang pergi kesana?

Dan kau?

Apa yang kau sembunyikan itu?

Tunjukkan.

Kau mengambilnya dari sana?

Ini bukan mainan anak perempuan.

Tonpa, butuh bantuan di daerah kecelakaan pesawat.

Ya ya.. Aku akan kesana.

Tidurlah sekarang dan jangan mencoba keluar dari rumah.

Ayo, cepat tidur.

Gadis gila.

Bagaimana kau memukulnya?

Kau suka berkelahi dengan pria.

Lepaskan dia, Mangi.

Mundur..

Lepaskan rambutku..

Kenapa kau memukulnya?

Dia pacarku. - Jawab aku.

Aku bisa lakukan apapun padanya semauku. Apa urusanmu?

Lepaskan aku..

Ada keributan apa ini?

Pergi dari sini! - Pengecut!

Aku melepaskanmu untuk terakhir kalinya. - Mau lari kemana kau, Pengecut?

Aku tidak lari.. Aku kasihan padamu. Lepaskan aku.

Jangan Chungneizang, dia akan terluka.

Aku menghajar dia untukmu dan kau lebih peduli padanya.

Katakan pada pacarmu kalau Aku akan hancurkan mukanya lain kali.

Apa yang kalian lakukan di sini? Pulang.

Aku tak tahu harus bagaimana lagi padamu.

Kau anak tertua di rumah ini.

Tapi melihat kelakuanmu, sepertinya..

Adik-adikmu akan lebih cepat dewasa daripada dirimu.

Ayah, dia memukul Tarisa. Aku takkan marah, begitu?

Amarahmu selalu saja jadi alasan, 'kan?

Ku kira dengan mengijinkanmu ikut atletik..

Akan membantumu mengendalikan sifat marahmu itu, tapi..

Aku tak suka atletik.

Aku pinjam uang kesana kemari untuk membiayai dirinya...

Dan sekarang dia bilang dia tak suka atletik!

Ayah, dia ingin menjadi Petinju.

Diam!

Siapa yang mau menikahimu saat hidung dan mukamu hancur?

Aku seharusnya membakar sarung tinju itu dari dulu.

Sejak kau mendapatkan sarung tinju itu kau mulai bertingkah seperti pria.

Panggil aku semamumu, tapi jangan panggil aku pria.

Cukup! - Chungneizang..

Sudah cukup kelakuan kasarmu itu. - Sudah.. sudah.

Jangan pernah berpikir keluar rumah sebelum mukamu sembuh.

Ada apa?

Tunjukkan padaku.

Gadis ini tak bisa diharapkan.

Tunjukkan padaku, ada apa?

Si Mangi itu harus mengalaminya juga saat ku melihatnya nanti.

Karena dia, Aku terkunci di rumah selama seminggu.

Biarlah... Untuk apa kau cari masalah dengannya?

Dan Si Tarisa itu, Dia benar-benar gila.

Dia terus menerus disiksa dan dia masih berhubungan dengannya.

Hey Chungneizang, ayo kita lewat jalan lain.

Kenapa? Itu akan lebih lama.

Ya, terus kenapa? Ayo kita lewat sana saja.

Ayo.

Mangi.. - Hey Chungneizang, biarlah. Chungneizang, apa yang kau lakukan?

Sebentar.. pegang ini.. pegang tasku.

MANGI! Tunggu Mangi. - Lupakanlah.. Biarkan saja.

Biarlah. Apa yang kau lakukan?

Biarkan saja Chungneizang, ayo kita pergi.

Ada apa dengan gadis ini? Apa dia sakit jiwa?

Apa yang akan kau lakukan dengan itu? - Hari ini, dia akan ku habisi.

Chungneizang - Biarkan saja.

Tunggu!

Apa masalahmu?

Kau mengasihaniku, 'kan? - Apa masalahmu, ha?

Kau belum memenuhi harapanmu untuk menghajarku terakhir kali?

Kau ingin dihajar lagi?

Ada apa?

Hey lihatlah! Kita punya Mohammad Ali versi wanita di sini!

Kau akan menghajarku? Ayo, lakukan.

Hajar aku.. hajar. Enyahlah!

Enyahlah!

Beraninya kau memukul gadis!

Kali ini aku takkan melepasmu.

Tunggu..

Tunggu..

Mau lari kemana kau?

Kau sudah gila.

Minggir!!!

Berhenti!!

Sampai kapan kau akan terus berlari..

Mau lari kemana kau?

Kau tak bisa kabur hari ini.

Enyahlah!

Tunggu..

Aku takkan melepaskanmu..

Mangi.. - Minggir.

Mau kemana kau? - Minggir..

Kau akan mengasihaniku, 'kan? Mengasihaniku?

Gadis ini sudah gila. Dia gila. Tolong aku.. selamatkan aku.

Sudah ku bilang, akan ku hancurkan wajahmu.

Hey, anak gadis! Kemarilah.

Memakai sarung tinju dan menggunakannya untuk berkelahi?

Beginilah caranya bertarung.

Jangan menghina sarung tinju itu.

Sarung tinju digunakan untuk olahraga bukan berkelahi. Mengerti?

Anda Pak Pelatih Singh?

Pelatih Mingko Singh, Sang Juara Asia?

Apa kau Petinju?

Hanya Petarung sampai saat ini.

Tapi jika Anda mengajariku, Aku juga akan menjadi Petinju.

Hey, kenapa kalian berhenti?

Ayo, kembali latihan.

Beri aku 5 alasan kenapa aku harus mengajarimu bertinju?

Aku cinta tinju.

Aku cinta tinju.

Aku cinta tinju. Aku cinta tinju.

Masih perlu menyebut alasan ke-5 juga?

Kau harus mendapatkan sarung tinju ini.

1 Bulan, mulai dari sekarang, Datanglah Pukul 7 pagi.

Terima kasih, Mangi.

Cepatlah. - Iya.

Ini, cuci pakai ini.

Ibu.. - Ya.

Aku sudah ikut tinju.

Bagus..

Apa yang baru saja kau bilang? Tinju?

Ya, Bu.

Lalu, kau keluar dari atletik?

Bagaimana dengan biayanya?

Bu, Pelatihan tinju wanita tak dipungut biaya.

Ayahmu tak senang dengan hobi perkelahianmu itu..

Kau pikir dia akan menyetujui ini?

Aku akan bilang pada Ayah.

Dengar! Apa yang kau lakukan? - Aku tak peduli lagi, Bu.

Siapa yang akan memandikan Chaobi?

Ayah, aku ingin bilang sesuatu.

Ya, katakan.

Ada apa?

Bicaralah.

Chaobi sudah makin besar, 'kan?

Dia makin besar, lalu? Aku harus cari pasangan untuknya?

"Hanya mendengar dirinya sendiri."

"Tak punya hubungan apapun dengan yang lain."

"Menggeram di jalan."

"Memanggilnya sebagai hubungan."

"Melihat di mata takdir."

"Mengatakan pada angin, milik siapa takdir itu?"

"Hati ini keras kepala."

"Hati ini keras kepala."

"Akan menuju ke kota impian."

"Membawa harapan besar dan mengikatnya di kepala."

"Menentramkan ejekan..."

"...Datang secara diam-diam."

"Mengacaukan semua orang."

"Hanya mendengar dirinya sendiri."

"Melihat di mata takdir."

"Mengatakannya pada angin, milik siapa takdir itu?"

"Hati ini keras kepala."

"Hati ini keras kepala."

More Indonesian subtitles for Mary Kom

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left