Dororo

Dororo (どろろ)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Dororo - 02
Un commento di Inisial ZA
02. Kisah Bandai

Tag

other
Pubblicato il: 2019-01-16
Download: 43
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 135 righe.

Di zaman ini, berkelana berarti korbankan nyawa.

Bisa saja tersesat maupun dirampok.

Terluka ataupun jatuh sakit bisa jadi hal yang buat nyawa melayang.

Jadi, sudah biasa bagi para pengembara kalau mereka lenyap tak berbekas.

Kau mau?

Kau mau?

Wah, dia ini kan...

Episode 2

Kisah Bandai

Kisah Bandai.

Ternyata kau memang bisa lihat. Sudah sangat jelas.

Eh, kau bisa lihat, 'kan?

Kalau tidak, bagaimana caramu melawan monster aneh itu seperti yang kaulakukan?

Kau hebat sekali, ya. Kemampuanmu itu jangan disia-siakan.

Rasanya kau bisa...

Hoi, kau dengar, tidak?

Apa kau berkeliling untuk tebas para monster?

Pedang itu bagaimana caranya bisa ada di tanganmu?

Selain itu, yang ini.

Jatuh dari wajahmu dan tumbuh kulit baru.

Benda ini palsu,

tapi kulit barumu yang sekarang itu asli, 'kan?

Bagaimana bisa?

Dengarkan, dong!

Jelas sekali kau bisa melihat.

Kenapa, sih? Kau tak mau bicara denganku?

Kenapa?

Wah, tunggu! Maaf, aku sudah kelewatan.

Hebat!

Wah! Tunggu, tunggu!

Jangan dimakan mentah. Tunggu sebentar.

Nah! Aromanya sedap, 'kan?

Akan lebih enak kalau pakai garam.

Apa boleh buat. Ini dia.

Terkadang, kau terlihat seperti buta sungguhan.

Kau juga tak bisa mendengar atau bicara.

Kau ini benar-benar orang yang aneh, ya.

Ya, terserahlah.

Eh.

Kau tak ingin dapat uang?

Serahkan saja padaku dan akan kubuat kau jadi kaya.

Jadi jutawan pun sudah bukan mimpi lagi, ya?

Kau juga berpikir begitu, makanya tak mengusirku. Benar, 'kan?

Hyakkimaru tak mampu melihat maupun mendengar Dororo.

Tapi ada hal yang bisa dia lihat sedari lahir.

Biasa kita sebut dengan "api jiwa."

Kuncinya adalah warna.

Permusuhan, rasa benci, dan yang bukan dari dunia ini.

Hyakkimaru mengetahui bahaya semacam itu berdasarkan dari warnanya.

Berkat melihat jiwa dari warnanya, dia pun punya indra dan kekuatan manusia super.

Beginilah caranya bertahan dalam kegelapan di kehidupannya.

Saat ini, Hyakkimaru membiarkan Dororo tetap di dekatnya

hanya karena warna jiwanya bukan hal yang berbahaya.

Hanya saja...

Lihat! Yang kecil ini biar kumakan karena aku memasaknya untukmu.

Jiwanya tak meninggalkannya begitu saja, tapi malah semakin dekat.

Ini kedua kalinya ada jiwa yang berbuat begini padanya.

Hentikan.

Kumohon hentikan.

Ibu!

Aku tadi mengatakan sesuatu saat sedang tidur, ya?

Begitu, ya.

Kau tak bisa mendengarku, ya.

Eh, bisakah paling tidak kau beri tahu aku namamu?

Aku Dororo. Do-ro-ro.

Kau?

Percuma, ya? Ya, kalau begitu, kau Mas Tanpa Nama saja.

Selamat tidur.

Dengar, dengar!

Aku baru dengar soal cara cari uang! Pokoknya, sini sebentar.

Tampaknya, ada monster yang menghantui sebuah kampung di sini.

Penduduk kampung dan para pengembara yang singgah di sana hilang begitu saja.

Kau akan mengalahkannya seperti kemarin dan akan dapat imbalan.

Kita selamatkan orang dan dapat uang. Bagus ideku ini, 'kan?

Ada apa ini? Tampaknya penduduk kampung ini cukup berada, ya.

Memangnya sungguh ada monster di sini?

Tunggu. Ada yang mengatakan monster?

Ada apa dengan monster?

Jangan kira aku tak tahu.

Kami tahu kalian dalam masalah.

Biar kuberi tahu berita bagus.

Mas ini paling hebat dalam menebas monster.

Bagaimana menurutmu?

Dia benar-benar mampu melakukannya?

Benar bisa, kok.

Tempo hari, dia juga kalahkan monster sebesar ini dalam sekali tebas.

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

Bagaimana? Kalian hanya bisa minta tolong pada kami, 'kan?

Jangan kira kami bohong, ya?

Kalau begitu, beruntung sekali kalian datang.

Kalau mau menghabisinya demi kami,

para penduduk kampung pun akan beri imbalan untuk kalian.

Benar 'kan, Semuanya?

Wah, aku suka cara bicaramu, Pak Ketua.

Eh, tidak. Aku hanya wakil ketua. Namaku Denkichi.

Nama ketua kami adalah Bandai.

Kakinya terluka dan tak mampu bergerak.

Omong-omong, silakan menginap di rumahku.

Tak banyak yang bisa kusajikan, tapi maukah kalian makan malam sebentar?

Serius? Aku sangat suka cara bicaramu!

Silakan lewat sini.

Rasanya seperti di surga!

Sudah lama sekali aku tak makan sebanyak itu.

Tapi mereka itu terlalu santai untuk penduduk kampung yang dapat masalah karena monster.

Tak punya banyak persediaan gabah.

Kenapa bisa punya banyak uang?

Sudah muncul!

Dia muncul! Hoi, sebelah sana!

Dia di depanmu! Habisi dia!

Hoi, kau sedang apa? Cepatlah!

Kalian mau?

Lihat, dia ingin bertarung! Tunggu, kau akan dapat yang kauinginkan!

Cepat lepas lenganmu ini!

Cepatlah!

Hoi, cepatlah!

Eh? Hoi, tunggu. Dia pergi.

Cepatlah.

Ah, duh. Apa-apaan kau ini?

Apa ada sesuatu?

Apa kalian lihat monster?

Oh, tidak. Dia kabur. Hari ini mau istirahat. Kami bisa membereskannya, kok.

Begitukah?

Selamat pagi. Kalian sudah bangun?

Begini, Ny. Bandai ingin bertemu kalian berdua.

Bandai? Oh, si ketuanya itu.

Benar. Maaf kami belum sempat siapkan sarapan kalian.

Tak apa. Aku mengerti.

Di sanalah kediaman beliau.

Hebat!

Kalau begitu, permisi.

Ada apa ini? Semuanya gelap begini.

Sekarang, akan kunyalakan lilin.

Maaf karena gelap begini.

Kakiku tak bisa digunakan.

Aku adalah ketua di kampung ini, Bandai.

More Indonesian subtitles for Dororo

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left