Daemons of the Shadow Realm

Daemons of the Shadow Realm (黄泉のツガイ)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Yomi no Tsugai - S01E09
Un commento di jambuijo

Tag

webdl
Pubblicato il: 2026-05-31
Download: 54
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 160 righe.

(Mamitan Diadaptasi ke Anime)

Utang minum di sana, ah.

Oke.

Mumpung di pusat kota, ayo bersenang-senang.

Waktunya pelajaran hidup.

Pelajaran hidup.

Kuda-kuda di sini besar dan cepat, kayaknya perlu trik buat menaikinya.

Kuda yang juara satu bagus.

Harganya berapa, ya?

Jangan, nanti Hana menceraikanku.

Kebutuhanmu akan kubelikan, kok.

Kuda dan sapi.

Selain hewan ternak.

Aku sedang butuh anak panah.

Busurnya ada di rumah, tapi anak panahnya sedikit.

Toko mana yang jual anak panah, ya?

Aku bisa bikin sendiri kalau ada bahannya.

Oh.

Semua ini dijual?

Iya.

Bahannya apa saja?

Bambu, benang, dan pisau.

Mata panahnya bisa besi atau batu.

Lalu bulunya?

Bisa pakai burung pegar yang kujual padamu.

Di sini jual rusa utuh?

Rusa?

Kulit dan jeroannya mau kujadikan lem.

Sebaiknya jangan, nanti tetangga kita protes karena bau.

Pakai ini.

Lem kayu!

Apa ini?

Begini caranya.

Praktis banget!

Silakan.

Dataran rendah punya segalanya.

Satu, dua, tiga.

Terima kasih.

Manajer, aku izin istirahat karena sudah mulai halusinasi.

Hah? Enak saja minta istirahat.

Dasar jahat!

Gadis itu bisa melihat kami.

Meski tampaknya dia tidak punya Tsugai.

Mungkin dia orang peka seperti kata Hidari.

Kurang tidur pun kadang bikin orang bisa melihat, lo.

Sekalian beli baju, deh.

Bebegig?

Baju dataran rendah enak juga soalnya sakunya banyak.

Iya, pilihlah yang kamu suka.

Aku mau hitam, biar menyamarkan bercak darah.

Memilih baju dari bercak darah, dingin banget.

Mau celana dalam?

Apa ini?

Ini kolor, model barunya fundoshi.

Ini aneh, aku mau fundoshi saja.

Maaf, apa di sini jual fundoshi?

Sayangnya tidak.

Oh, iya.

Waktu berburu sendirian dulu, aku pernah beberapa kali diserang bandit.

Sesuai ajaran Ayah, mereka langsung kuhabisi karena berniat membunuh.

Kalau tidak dikubur, aku buang ke sungai.

Tapi selalu terasa janggal.

Sekarang kejanggalan itu terjawab.

Semua bandit itu berpenampilan rapi.

Orang dewasa sudah lama hidup di gunung

biasanya punya noda membandel

di sela jari dan kuku mereka.

Tapi tangan mereka sama bersihnya denganmu yang hidup di dataran rendah.

Dan salah satunya pakai benda bernama kolor ini.

Kamu menelanjanginya?

Mereka orang dataran rendah yang naik gunung untuk membunuhku.

Kalau pelakunya warga desa, kepercayaan Yuru akan hilang meski hidup lagi.

Yuru mau dibuat seolah mati dan mendapatkan Fuu akibat orang luar

agar dia tetap tinggal di desa.

Belum tentu ini ulah warga desa.

Tapi bukan berarti aku memercayai mereka...

Bagaimana kalau ada apa-apa di gunung?

...meskipun aku ingin.

Yang tahu jalur masuk ke desa

hanya aku dan segelintir orang.

Bagus, menguaknya akan lebih mudah.

Kita akan menangkapnya?

Iya, kitalah yang punya kendali.

Sudah kuduga akan begini.

Dalam berburu, siapa cepat dia dapat.

Omong-omong, Dera.

Iya?

Kita dibuntuti.

Ya, sekitar tiga orang.

Satu, dua, tiga orang.

Mereka membuntuti bergantian.

Kayaknya suruhan Kagemori, mereka memang licik.

Jangan menoleh.

Oke.

Dera, kalau memang tidak mau dilacak,

kok Asa boleh mengambil gambarmu?

Kamu bisa dicari lewat situ, kan?

Tidak apa-apa.

Di wisma semewah itu pasti ada kamera pengintai.

Kura-kura pengintai?

Sejak menginjak wisma Kagemori, wajahku pasti akan dikenali.

Kakak...

Edit dulu, ah.

Sip!

Asa, tadi kamu dapat fotonya Tadera, kan?

Dera tidak terfoto.

Kami perlu informasinya...

Eh, tidak terfoto?

Tidak.

Bukannya difoto bareng si Abang...

Tidak.

Haruo, cari video Tadera di kamera pengintai di gerbang.

Berikan aku rekaman Kakak kalau ada.

Pria berewokan berjaket kamuflase, namanya Akishima.

Dia makelar pekerjaan ilegal.

Bahkan kerjaan ini juga dari dia.

Ini riwayat panggilanku.

Dia menghubungiku kemarin, tengah malam.

Aku juga ditelepon di waktu serupa.

Mungkin dia menghubungi orang yang bisa langsung datang.

Seperti yang kubilang, semua yang dipanggil tidak saling kenal.

Tengah malam, berarti setelah kami bertemu Yuru dan menuju kemari.

Tepat saat Jin dan aku bertukar pesan.

Jam berapa kalian memasuki wisma?

Sekitar jam setengah dua atau lebih sedikit.

Berarti saat aku mengobati kaki Jin.

Betul.

Wisma ini dipasangi pelindung.

Seharusnya, cuma anggota kami dan tamunya yang bisa masuk di jam tersebut.

Adakah orang dari Kagemori yang membiarkan kalian masuk?

Cuma berewok... Maksudku cuma ada Akishima.

Dan kami langsung masuk karena gerbang baratnya terbuka.

Betul.

Sudah ada banyak Tsugai saat masuk wisma.

Jadi kupikir bisa sembunyi...

Tunggu dulu, tadi gerbang apa katamu?

Eng, gerbang barat.

Wisma ini tidak punya gerbang barat.

Eh?

Lah, bukannya ada?

Tidak ada.

Di sepanjang halaman kami, tidak ada gerbang barat.

Sisi baratnya cuma dinding.

Fuyuki.

Baik.

Partnerku mau diapakan?

Tenang, mereka tidak akan dibunuh.

Tsugai ini adalah Siluman Penyamar.

Masing-masing bernama Akai dan Midori.

Tuan mereka adalah Tachikawa Makoto.

Lahir 4 Mei 1997.

Dikeluarkan dari Universitas Wanita Ariake.

- Tinggal di Shin-Kiba, Distrik Koutou, Tokyo. - Tunggu...

Punya satu adik lelaki dan satu adik perempuan, orang tuanya cerai Agustus 2008.

Mereka diasuh ibunya.

Dia pengangguran tapi ibunya dirawat di rumah sakit.

- Tu-Tunggu... - Dia mengambil pekerjaan ini

- Oh, maaf. - demi membiayai ibunya.

Seharusnya aku tidak membeberkan informasi pribadi seorang wanita.

Lelaki juga enggak boleh!

More Indonesian subtitles for Daemons of the Shadow Realm

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left