Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E83-E84-NEXT-VIU
Un commento di Anangkaswandi

Tag

other
Pubblicato il: 2021-08-22
Download: 25
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

"Episode 42"

"Pusat Perawatan Darurat"

Dari mana saja kamu?

Kenapa lama sekali

padahal ayahmu berjuang untuk hidupnya?

Sia-sia saja punya anak, bukan?

Bagaimana bisa kamu tidak tahu ayahmu sakit?

- Ayah, dia punya alasan. - Kamu tidak lebih baik!

Merasa bersalah bukan alasan untuk tidak memperhatikannya.

Sebagai menantunya,

kamu seharusnya menelepon siang dan malam

dan memperhatikannya karena dia tinggal sendirian.

Apa yang lebih penting? Kamu tidak kasihan kepadanya?

Apa hanya bahagia berduaan yang kalian pedulikan?

Bagaimana jika dia tidak bangun?

Maafkan aku, Ayah.

Kak Cheol Soo, bagaimana?

Dia masih dioperasi.

Tolong beri tahu aku jika ada perubahan.

Ini semua salahku.

Seharusnya aku membawanya ke dokter kemarin.

Seolah-olah menjadi penyanyi itu penting.

Bagaimana hasilnya?

Tekanan otaknya tinggi saat tiba,

karena itu kami memutuskan untuk membuka tengkoraknya.

Tekanannya turun. Kami mengangkat gumpalan darahnya saja.

Gumpalan darahnya menghalangi

arteri serebral tengah dan arteri serebral anterior,

jadi, kami tidak bisa melihat pembuluh darahnya dengan jelas.

Untungnya, kami menyelamatkannya sebelum terlambat.

Terima kasih.

Syukurlah dia selamat.

Aku senang sudah datang menemuinya hari ini.

Terima kasih, Ayah. Terima kasih banyak.

Kami akan tetap di sini bersamanya. Ayah harus pulang.

Ayah harus melakukan itu. Ayah pasti lelah.

Ayah ingin melihat Dol Se siuman.

Apa? Dol Se.

- Ayah. - Ayah.

Kamu masih hidup? Kamu mengenaliku?

Ayah.

Ya.

Katakan sesuatu.

Katakan apa saja. Katakan saja.

Ini tidak nyaman.

Ini menyiksaku.

Astaga, dia baik-baik saja sekarang.

Dia bicara dengan baik.

Aku sangat khawatir.

Apa tangan dan kakimu baik-baik saja?

Gerakkan.

Itu bergerak. Dia tidak apa-apa.

Gerakkan jari kakimu juga.

Itu bergerak. Aku sangat bersyukur.

Astaga.

Kak Cheol Soo.

Dia masih hidup.

Apa ada yang salah dengannya?

Dia bicara dengan baik.

Kaki dan tangannya juga baik-baik saja.

Dia sangat beruntung dua kali.

Akan gawat jika kami terlambat.

Aku senang kamu menyuruhku menemuinya membawa makanan.

Jika tidak, kita akan mengadakan pemakaman.

Kamu menyelamatkan nyawanya.

Aku senang dia baik-baik saja.

Jika tidak, dia dan anak-anaknya akan kesulitan.

Mengerikan bagi mereka semua.

Kamu pasti sangat khawatir.

Kamu bahkan tidak bisa menemuinya.

Jika dipikir-pikir, tidak ada yang semenyedihkan Dol Se.

Dia terlahir sebagai anak pelayan.

Ayahnya selalu memukulinya tiap saat.

Saat usianya baru 17 atau 18 tahun,

semua temannya pergi ke sekolah memakai seragam,

tapi dia harus membawa pupuk ke ladang.

Dia pasti sangat frustrasi.

Dol Se mungkin satu-satunya

yang langsung pergi bekerja membawa pupuk dengan seragamnya

tepat setelah selesai wajib militer.

Dia masih membencinya,

jadi, dia masih memakai seragam sekolah militernya.

Dan di usia tuanya,

dia hanya terjebak di kamarnya, memalu mata ke boneka hewan.

Dan sekarang...

Aku sangat kasihan kepadanya.

Saat kudengar dia dioperasi, kupikir...

Jika aku tahu dia akan mati begitu saja,

mungkin seharusnya aku tinggal dengannya setidaknya satu hari.

Aku takut dia akan mati begitu saja.

Ayah.

Bagaimana audisinya?

Ayah tidak bisa bertanya karena Cheol Soo ada di sini.

Itu yang paling ingin ayah ketahui.

Aku tidak menunggu hasilnya.

Aku bahkan tidak tahu apa yang kupikirkan saat kemari.

Aku takut akan kehilangan Ayah.

Ayah tidak perlu hidup lama.

Ayah hanya akan membebanimu.

Jangan bilang begitu.

Aku bisa hidup karena Ayah di sini bersamaku.

Jangan sakit lagi.

Baiklah.

Astaga.

Kamu tidak pandai mengarang cerita.

Kenapa kamu bilang kita berlibur di hotel?

Ini bahkan bukan hotel, tapi motel kumuh.

Aku tidak bisa melakukannya.

Bersabarlah. Aku akan mengurus Ibu.

Jangan bicara konyol.

Ayo pergi.

- Kami pulang. - Kami pulang.

- Ibu. - Ibu mengemas pakaianmu.

Ibu akan mengirimkan sisanya dengan perusahaan pindahan.

Bawa saja untuk saat ini.

Maafkan aku.

Dia memberitahuku soal itu di saat terakhir.

Setidaknya kamu bisa meneleponku.

Aku bisa melihat bagaimana kamu meremehkanku.

Itu yang kusarankan.

Ibu tahu. Ibu mengerti.

Ibu mengerti kalian berdua sangat akrab.

Jadi, kalian harus pindah dan bersenang-senang tanpa ibu.

Ibu akan hidup bersama Berkat.

Jika sangat mencintai istrimu, kamu harus menggendongnya.

Kenapa kamu membiarkannya berjalan di tanah kotor?

Jika ibu bicara, kamu menyela seolah-olah kamu pengacaranya

Kamu memperlakukan ibu seperti penjahat.

Jangan marah.

Pergilah beristirahat.

Dia sedang tidak enak badan.

Dia pergi bersantai, jadi, dia seharusnya penuh energi.

Kenapa dia tidak enak badan?

Ibu.

Maaf, tapi aku harus berbaring.

Maaf.

Hari ini giliranmu.

Kamu harus memasak.

Kami mengubahnya. Hari ini giliranku.

Sial.

Ibu benci semua yang dia lakukan.

Maria selalu baik kepada ibu

dan sangat peduli kepada ibu.

Tapi apa dia pernah seperti itu?

- Bagaimana hasilnya? - Begini... Masalahnya...

Aku tidak lolos, bukan?

- Maafkan aku. - Kenapa kamu minta maaf?

Itu karena aku tidak cukup baik.

Itu tidak benar.

Sebentar lagi akan ada audisi lain.

Mari bersiap untuk itu.

Aku tidak lolos.

Kamu tidak menunjukkan kemampuanmu kali ini.

Kamu benar. Kita akan bersiap untuk audisi berikutnya.

Kamu pasti akan menjadi juara pertama.

"Pak Kim"

Ini aku.

- Hei, Ki Jin. - Halo, Ayah.

Ini. Ini untukmu.

- Apa ini? - Kepiting biru kukus dan abalone.

Ada udang Dokdo juga di sana.

Ini dibuat dengan kekhasan Pulau Dokdo.

Mereka sangat langka.

Aku hanya membuat ini jika harus menyuap seseorang.

Berikan kepada Gwang Tae.

Aku yakin Gwang Tae akan menyukai apa yang kusuka.

Dia hamil sekarang, jadi, dia harus makan dengan baik.

Aku membuat porsi besar, jadi, kamu juga bisa memakannya.

Terima kasih, Ayah.

Astaga.

Gwang Tae, kemarilah.

- Apa ini? - Kepiting biru kukus dan abalone.

Ada udang Dokdo juga.

Semuanya ciri khas Kepulauan Dokdo.

Itu pasti lezat.

Dari mana kamu mendapatkan hidangan berharga ini?

Apa?

Dari seseorang yang kukenal.

Dia memberiku ini karena kubilang kamu hamil.

Aku suka kepiting biru dan abalone. Aku juga suka udang.

Ini bukan sekadar udang. Ini udang Dokdo.

Dia bilang kamu akan menyukainya.

- Kalian sangat mirip. - Apa?

- Apa? - Aku mirip siapa?

Begini... Maksudku, kita sangat mirip.

Silakan makan ini.

Baiklah.

Silakan.

Ini enak sekali.

Sampaikan terima kasihku.

Hanbang, kamu menyukainya?

Apa Ayah memberimu yang seperti ini?

Dia tidak kenal siapa pun dari Kepulauan Dokdo.

Tapi dia harus melakukan sesuatu untuk putrinya yang hamil.

Kamu tidak sedih dia belum memberimu apa pun?

Tidak. Bukan itu yang Ayah lakukan.

Tapi Bibi melakukan segalanya untukku.

Ini enak. Kamu harus mencobanya.

Ayah. Dia sangat menyukainya.

Dia tidak makan dengan baik karena mual paginya.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left