Le prime 200 righe.
Di KEJUARAAN EROPA UEFA 2004, 297 PEMAIN TURUN KE LAPANGAN.
SAAT INI, DUA DARI MEREKA MASIH PESEPAK BOLA PROFESIONAL.
CRISTIANO RONALDO DAN…
Usiaku tak seperti 40 tahun, bukan?
Menurutmu aku seperti usia 40 tahun?
Baiklah.
Kameranya merekam?
- Beres? - Suaranya juga?
Ya.
Aku Lukas Podolski.
Kita sedang syuting sesuatu yang luar biasa.
Film dokumenter selalu sama saja. Itulah kesanku.
Menunjukkan karier…
Sorotan, video disisipkan.
Lukas Podolski, itulah posisinya!
Delapan puluh persen pria kadang menggaruk testis.
Itu sebabnya semuanya baik saja.
Sesekali, hal yang bersifat pribadi terlihat.
Punyaku…
Bayi yang mungil.
Lalu semua pelatih berbicara.
Jogi Löw, Thomas Müller, Toni Kroos, Bastian Schweinsteiger…
- Halo. - Oliver Khan.
Rekan-rekan tim.
Ada 25 kamera, lalu bicara.
- Kaki kiri. - Ya.
- Kaki kiri. - Kaki kiri terbaik.
Podolski! Gila! Aku jadi gila!
- Kekuatan. - Ketegasan.
Secara mental sangat stabil.
Bermain bagus lagi. Podolski!
Dia mencetak gol dari mana saja.
- Juara dunia. - 130 laga.
Seorang legenda.
Podolski. Pemain hebat dari Jerman. Skor 2-0. Permainan luar biasa.
Itu yang menurutku membuat pemain menjadi hebat.
Takkan ada hal yang belum kau ketahui. Itu agak membosankan, menurutku.
Benarkah?
- Baiklah. - Aku meluangkan waktu khusus. Baiklah…
Sayang sekali. Banyak yang mau kukatakan.
Kupikir orang lain yang ada hubungannya denganku
harus menjawab pertanyaan. Secara tak langsung.
MANAJER PERLENGKAPAN
Tentu, keluarga penting.
"Nyonya Podolski, cucumu benar-benar hebat!"
Katanya, dia bisa bermain lima tahun lagi.
AYAH
Jika tahu, dia akan membunuhku.
KAKAK
Aku sudah banyak mendengar tentang bibimu.
Ya, tentu, maksudku…
Kau tak akan salah.
Lalu bibi yang satunya datang: "Kenapa tak memilihku?
Hanya satu bibi?"
BIBI YANG SATU
Halo.
BIBI YANG SATUNYA LAGI
- Temani aku… - Masuklah. Kutunjukkan rumah baruku.
Semua demi film ini, dokumenter ini. Sedikit drama.
Ayo lihat apa hasilnya.
Upaya maksimal.
Lukas Podolski!
- Gila. - Selalu butuh aksi.
Begitulah dia.
Aku tak bisa dihentikan. Kau lambat, gagal.
BERGHEIM, JERMAN
Di sinilah aku dibesarkan.
- Kamera merekam? - Ya.
Baiklah, mulai.
RUMAH ORANG TUA
Luar biasa.
Menurutku, keren jika kita bilang, ayo lakukan wawancara keluarga.
Semua orang duduk dan mengobrol. Karena saat itulah, cerita terungkap.
Kenapa kau tertawa?
"Ya, waktu itu, benar."
Rambut hitam.
Foto yang indah.
Keluargaku termasuk ibuku, Krysia.
Ini dia.
- Tunjukkan. - Ibu main bola tangan.
Nomor 6. Di sini.
Ayahku, Waldemar.
Ya. Hei.
- Apa itu? - Lihat di sini!
Tidak! Tidak…
Itu saat aku jadi profesional. Dia senang.
- Kontrak profesional pertama. - Mana?
Jangan tunjukkan foto seperti itu.
Kakakku, Justina.
Podolski. Semuanya.
- Astaga, kita masih sangat muda. - Astaga. Gigolo!
Ya, kami memang agak gila.
Ya, benar-benar gila.
- Benar-benar gila. - Ya.
Kami berempat mandi memakai air yang sama.
Bak mandi penuh, tak dibuang atau pakai pancuran, tetapi…
- Yang pertama… - Yang pertama, lalu berikutnya…
- Yang parah yang terakhir. - Yang terakhir, tepat.
Dia selalu memakai banyak air dalam bak mandi.
- Itu maunya. - Ibu bilang, "Jangan terlalu banyak."
Lalu dia bilang dengan sangat sopan.
Dia bilang, "Suatu hari nanti Ibu akan punya banyak sekali air.
Ibu bisa mandi sesering Ibu mau."
- Itu agak… - Ya.
- Begitulah keadaannya dulu. Masih. - Hingga hari ini.
KATOWICE, POLANDIA
Ibu.
- Ibu. - Di sini. Baiklah.
Ya?
Elchi, Mniam-Mniam, stik pretzel!
Kopi ini dibuat oleh Ella!
Kopinya sedap sekali!
- Satu, dua, tiga. Hebat. - Lagi…
Gol Ella!
Tidak! Gol ayah!
Markas kami, rumah kami di Polandia sekarang.
Bukan yang itu.
Di situlah kami tinggal sebagai keluarga. Monika, aku, dan anak-anak.
Ayah harus beli saus untuk Maya.
Louis sudah mulai bisa berdiri sendiri.
Namun, dengan kedua anak perempuan ini, rutinitas harianku dan Monika sama.
Monika selalu berada di belakang layar. Dia tak suka di depan kamera.
Dia tak akan pernah mau.
MONIKA PODOLSKI PERTAMA BICARA DALAM WAWANCARA
- Entah kenapa kau tetap di sini. - Tes. Satu, dua, tiga.
Kupikir penting untuk melihat bahwa dia bukan hanya pesepak bola.
Poldi.
Namun, juga seorang ayah.
Bahwa dia sangat penyayang, lembut, dan ya, punya sisi berbeda.
Itu sebabnya aku setuju ikut dalam wawancara ini.
Kurasa rutinitas harianku sama sejak aku mulai bermain sepak bola.
Aku berlatih setiap hari.
Lalu bertanding, entah hari Jumat, Sabtu, Minggu, atau Senin.
- Tubuh kaku. Harus lebih banyak berlatih. - Apa?
Buat lebih bertenaga. Harus lebih stabil, tahu?
Baiklah. Kita mulai lagi.
Ayo, Sayang!
Sober! Kuharap kau senang saat bercinta!
Ingat, kondom itu penting…
- Soberka, semoga sukses! - Terima kasih!
Aku sudah berpikir untuk kembali ke Polandia sejak lama.
Kami berada di wilayah Silesia.
Zabrze adalah kota tempat klub bermarkas.
Górnik Zabrze.
Tempatku bermain sepak bola juga.
Zabrze adalah kota kelas pekerja.
Dikenal karena banyak lubang terbuka, untuk pertambangan.
Orang-orang normal, yang berpikiran terbuka.
Sosnica berjarak lima menit dari stadion. Di sinilah seluruh keluargaku berasal.
Dahulu, aku sering ke stadion bersama ayah dan pamanku.
Aku sudah berpikir untuk kembali ke wilayah dan klub ini
sejak lama.
Aku berjanji kepada nenekku di Polandia.
Juara dunia.
Terbaik di dunia.
Tak bagus?
Bagus.
Aku merasa nyaman di sana. Aku berasal dari sana, dan senang di sana.
Hari pertandingan pertama Polish Ekstraklasa!
Lech Poznań menyambut Górnik Zabrze.
Aku sudah bilang, dalam benakku, ini adalah musim terakhir.
Usiaku 40 musim panas ini.
Itu akhir karier profesional aktifku.
Aku akan duduk memikirkan yang harus kulakukan nanti.
Namun, untuk saat ini, itu sudah berakhir.
Kalian bagian dari perjalanan ini.
Mereka diberi makan pukul 06.00.
Dua kucing bodoh ini.
Ayo.
Kurasa semua orang mengenalku sebagai pesepak bola.
Itu pasti dibahas dalam film dokumenter. Masuk akal.
Ada momen yang sangat menyenangkan. Banyak momen. Banyak gol.
SELANJUTNYA DI POLDI
Juara dunia!
Kekalahan.
Ini akan jadi akhir yang sangat buruk.
Itu bagian dari ini.
Film dokumenter berdurasi 90 menit. Kurang lebih. Tergantung.
Sekitar 70 hingga 80 persennya tentang pesepak bola dan kesuksesannya.
Sekitar 20 persennya tentang apa yang dia lakukan di luar lapangan.
Jika berhak menentukan, aku lebih suka membaliknya.
COLOGNE JERMAN
1,2 juta euro, 'kan?
Ya, lihat saja. Lihat saja yang akan terjadi, ya?
Ya?
Lukas telah banyak berubah dalam 10, 12 tahun terakhir.
Orang tak mengharapkan orang itu, tetapi pesepak bola.
Namun, Lukas sang pengusaha telah berkembang beberapa tahun ini.
Ini mungkin akan menjadi musim terakhirku.
Saat itu, aku ingin membuat koleksi
yang akan menjadi koleksi terakhir.
Misalnya, dinding seperti ini. Ini adalah koleksi perpisahan
dari Lukas Podolski bersama klub.
LP10-X, logo Górnik Zabrze di mana-mana di sini, ukuran kecil, atau di kerah baju.
Akan ada berapa artikel, kurang lebih?
- Kami perlu memberi saran? - Ya.
Aku ingin yang sedikit lebih keren. Aku tak ingin melakukan hal seperti ini.
- Ya. - Kau tahu?
Aku lebih suka yang seperti ini.
Potongan yang keren, kain yang nyaman, dan logonya rapi.
No comments yet. Be the first to leave one.