Le prime 200 righe.
Yang Mulia, korban jelas mengalami cedera parah...
- ...yang disebabkan oleh terdakwa. - Keberatan!
Tidak ada kesaksian apapun yang mengaitkan klienku...
- ...dengan foto-foto itu. - Yang Mulia,
Silakan lihat foto nomor tujuh.
Seperti apa itu kelihatannya menurutmu?
Pengacara, tanpa ada konteks, aku tak bisa berspekulasi soal ini.
Ini yang terjadi ketika seorang pria paruh baya...
...yang masih memakai cincin Kejuaraan Negara Bagian futbol SMA-nya,
- Memukuli istrinya. - Keberatan.
Faktanya tidak ada di dalam bukti.
Diterima. Pengacara, lanjutkan.
Kau bagian dari tim futbol Juara Negara Bagian ke-89, benar?
Pak, kau tak harus menjawab pertanyaan itu.
Dia tidak berada di bilik saksi. Dia bukan saksimu.
Pengacara, kau lebih mengerti.
Dan aku sudah beritahu kau sekali. Lanjutkan.
Aku minta maaf kepada pengadilan.
Sekarang, apa terduga korban siap untuk bersaksi...
...dan benar-benar memberikan landasan terhadap foto-foto ini?
Tidak, kau bilang aku tidak harus.
Aku butuh jawaban, pengacara.
Pengacara? Kau bersama kami?
Tidak. Maksudku, ya. Maksudku...
Maksudku, aku ingin memanggil saksi lain.
Oke, silakan.
Aku memanggil Sherif Williams ke bilik.
- Terima kasih. - Yang Mulia, ini adalah laporan sherif.
Sherif Williams, bisa tolong bacakan komentarmu...
...dari baris ketujuh,
Yang menegaskan apa yang terdakwa katakan padamu saat ditanyakan?
- Keberatan. - Dia bahkan belum bicara.
Aku ingin perbarui mosi ku...
...untuk mengabaikan setiap pertanyaan terhadap klienku.
Rekaman kamera rompi menunjukkan...
...sherif tidak membacakan klienku hak Miranda-nya.
Jadi semua yang dia katakan harus diabaikan.
Oke. Yang kulihat sudah cukup.
Pengacara, aku pertimbangkan mosi darimu...
...untuk mengabaikan pernyataan klienmu.
Dan berdasarkan apa yang ditunjukkan hari ini,
Tidak ada cukup bukti untuk menetapkan kemungkinan penyebab...
...dan menjadikan ini persidangan resmi.
Oleh karena itu, seluruh tuntutan terhadap terdakwa...
...dengan ini dicabut.
Terdakwa, kau bebas untuk pergi.
Sherif, kau boleh turun.
Yang Mulia, aku minta agar kau pertimbangkan ulang!
Perlu aku ingatkan kau bahwa ini pengadilanku?
Benar, aku di pengadilanmu. Jadi lakukan hal yang benar!
Pengacara, mendekat. Sekarang!
Sekarang dengar. Ini bukan sekolah hukum lagi,
Dan aku tak mau ditantang di ruang sidangku,
Khususnya oleh seseorang yang bahkan tak bisa menetapkan landasan...
...terhadap buktinya sendiri. Biar aku jelaskan kepadamu.
Perbedaan antara sistem peradilan kita...
...dengan seluruh dunia ini adalah jika kita memiliki peraturan.
Dan di ruang sidangku, kita mengikuti peraturan itu.
- Apa kau bisa mengerti? - Bisa, Yang Mulia,
Tapi pasti ada keadilan terhadap tindakan orang ini.
Maka bawakan aku bukti...
...yang memang bisa digunakan untuk menghukum dia.
Dan kau bisa mulai dengan sherif itu.
Minta dia untuk melakukan tugasnya dengan benar,
Agar kita bisa gunakan bukti yang dia kumpulkan.
Jadi kau bilang padaku jika kau membatalkan kasusku...
...karena dia bodoh?
Bukan, aku membatalkan kasusmu karena itu adalah hukum.
Sekarang dengar, aku tak suka pria itu melebihi kau.
Tapi aksi yang kau lakukan di sini hari ini,
Bukan begitu cara kita menyelesaikan sesuatu.
Apa kau bisa mengerti, anak muda?
Diberikan kepada Wakil Kepala Sherif, Tyler Williams,
Atas upayanya selamatkan nyawa saat Badai Besar 4 Mei 2008.
Hati-hati. Aku bersenjata dan berbahaya.
Ya, tapi kau tidak secerdas itu.
- Ayolah. Jangan di telinga. - Apapun yang kau bilang.
Benar begitu. Aku tidak keberatan, pengacara.
Bisa kau berhenti bicara...
Aku akan bersaksi!
Berhenti menatap. Itu menyedihkan.
Aku paham. Aku hanya seonggok daging untukmu.
Terserahlah.
Kau tahu aku menyukai pertemuan internal kita ini.
Biarkan ini menjadi pengingat...
...agar tak lupa sebutkan hak Miranda berikutnya.
Dan aku sempat percaya jika kau menikmati ini.
- Aku memang bodoh. - Ayolah.
Ya, ya, ya.
Aku tahu ini apa.
Dengar, aku bisa menerima kesepakatannya.
Kau?
Ya. Terserah.
Pastikan untuk bekerja dengan baik berikutnya.
Ya, bos.
Terima kasih sekali lagi,
Sudah begitu cepat mengumpulkan laporan ini.
Baiklah. Apapun yang bisa aku lakukan...
...untuk membantu tempatkan bajingan itu ke balik jeruji.
Sial!
Ron, apa yang kau lakukan di sini?
Aku rasa itu sangat jelas.
Bukan begitu, Gina?
Aku rasa ini waktunya untuk pergi.
- Ya, pergilah. - Tidak, tidak, tidak...
Tetaplah di sini...
Namamu Gina, 'kan?
Keluar dari rumahku!
- Aku butuh tumpangan. - Lihat melihat aku.
Bicara dengan si perusak pesta itu.
- Dia mau kau pergi, dia bisa... - Ron!
Oke. Aku akan pesankan kau Uber.
Lagi pula aku harus matikan rekaman video di ponselku.
Apa?
Ya. Aplikasi perekam pandangan malam ini menakjubkan.
Baiklah, sudah. 15 menit lagi.
Siapa yang mengurusmu?
Kau membuatku muak, Ayah.
Itu yang akan terjadi?
Apa kau serius?
Kau bahkan seharusnya masih belum datang.
Bukan itu yang kita bicarakan.
Kau akan keringkan tanganmu? Ada handuk di sana.
Kau tahu? Tidak.
Jika aku mau keliling dengan tangan basah, akan aku lakukan.
Kau di rumahku, jadi kau akan patuhi peraturanku.
Jika tangan basah salah satu peraturannya,
Aku akan bisa langsung mengerti.
Karena tanganku cukup basah sebelum kau masuk.
Setidaknya salah satunya.
Kau sangat menjijikkan.
- Lagi pula siapa wanita itu? - Siapa? Gina?
Hanya kucing kecil yang mengikutiku pulang.
Tentu saja. Kau takkan pernah berubah.
Aku memang bodoh karena berpikir ini bisa dilakukan.
Hei, jangan beritahu aku harus bagaimana dengan hidupku.
Kau bilang padaku untuk menganggap ini rumahku sendiri...
...saat aku pindah ke sini.
Ya, aku tak mengira kau akan mencumbu wanita acak di hari pertamamu.
Agak kurang tepat untukmu mengatakan itu,
Bukan begitu, "Nona kecil yang taat peraturan"?
- Apa artinya itu? - Itu artinya...
...karena terlalu sok suci demi kebaikanmu sendiri.
Hei, aku juga punya kebutuhan.
Satu-satunya alasan aku di sini...
...yaitu karena aku tak bisa lagi tinggal sendirian...
...karena masalah kesehatan ini.
Kanker bukan alasan untuk menjadi pelacur, Ayah.
Seorang pelacur pasti bisa mengenali pelacur lainnya.
Ya, aku masih punya banyak teman...
...di kota ini yang bisa aku ajak bicara.
Aku tahu semua tentangmu...
...dan kehidupan seksmu dengan sherifmu yang sudah menikah.
Terdengar munafik bagiku.
Jadi kau balik menghinaku sekarang?
Bagus.
Kau akan merusak semua hal bagus yang aku alami sekarang.
- Aku tahu itu. - Baiklah kalau begitu.
Baik! Aku penjahatnya,
Karena aku mencoba mencari kesenangan dari hidupku yang buruk.
Bagus. Luar biasa.
Aku yakin kau sekarang juga akan berikan aku jam malam, 'kan?
"Anggap rumah sendiri, Ron."
Sial.
Kenapa aku selalu merasa seperti penjahatnya?
Bajingan!
Ini aku yang traktir.
Aku pikir semuanya traktiranmu.
Apa, tak ada diskon sahabat?
Aku memiliki bisnis di sini.
Kau tahu betapa sulitnya mengelola bar?
Aku tahu. Maaf.
Tak perlu meminta maaf, cukup...
Kau tahu, berikan aku tip yang banyak.
Aku akan melakukan itu.
Jadi, ada cerita apa?
Malam gadis hari Kamis.
Astaga, ini hari yang berat.
Biar aku tebak.
Keputusan sidang tidak berpihak kepadamu?
Ya, itu juga.
Ada yang lainnya?
Ini harusnya menarik.
Sebentar.
- Sampai mana kita? - Kau takkan percaya aku.
Katakanlah.
Ayahku menghubungi minggu lalu.
Tidak mungkin. Kenapa kau tidak beritahu aku?
Aku tidak tahu. Aku tidak tahu.
Oke, apa dia bilang?
Itu tidak bagus.
- Hei! Pelayanan! - Aku bilang sebentar.
- Astaga. - Kau mau membantu dia?
Tidak. Persetan pekerja finansial itu... Atau apapun dia.
- Tunggu, apa yang terjadi dengan Ron? - Sial.
Dia bilang padaku dia mengidap kanker.
Leukemia.
Sial.
Lalu aku...
Lalu apa?
No comments yet. Be the first to leave one.