Arthdal Chronicles

Arthdal Chronicles (아스달 연대기)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

아스달 연대기 Arthdal Chronicles E05 190615-NEXT
Un commento di KURIRMALAM
Subtitle by Netflix Terjemahan subtitle oleh Sulaiman Untuk Video versi NEXT durasi 1:19:40 [revisi]

Tag

HD
Pubblicato il: 2019-06-15
Download: 30
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Kau tak akan mencapai apa pun.

Apa maksudmu?

Putraku ingin aku mati.

Maka, jika aku mati,

hanya kau yang akan disalahkan.

Apa yang terjadi?

Tagon masuk sendiri untuk menyelamatkan Sanung Niruha.

Sendiri?

Sendiri?

Ya, dia masuk sendiri.

Sanung dalam bahaya.

Tak masuk akal.

Ayo pergi. Kita harus menghentikan dia.

Waktunya menepati janjimu,

pemimpin Serikat Arthdal.

Janji?

Kau sungguh putranya Asa Hon?

Akan kubiarkan kau dan suku Wahan pergi.

Rakyat Arthdal

berutang pada ibumu.

Aku berjanji sebagai pemimpin Serikat.

Ayah selalu cari cara agar selamat dalam situasi apa pun.

Tampaknya

ramalan Daraburu benar.

- Tepati janjimu... - Beraninya kau!

Kau dan Asa Ron yang licik itu

berkomplot untuk menyingkirkanku selamanya.

Pemimpin Serikat!

Beri tahu rakyatmu sesuai janjimu.

Bahwa kesatria Wahan melindungimu dari pria ini.

Kau pernah coba membunuh ibumu.

Kini kau mencoba membunuhku juga.

Aku hanya ingin hidup.

Tidak.

Jika itu tujuanmu,

kau sudah pergi saat itu.

Silakan tinggalkan Arthdal.

Tolong ampuni aku.

Biarkan aku tetap di Arthdal.

Akan kulakukan.

Akan kubunuh mereka.

Aku tahu caranya.

Pemimpin Serikat!

Buka jendelanya

dan umumkan.

Dia tak akan menjawabmu.

Kau...

tak tahu apa pun

tentang Sanung.

Tagon.

Kau sudah berdosa dengan mencoba membunuh ayahmu.

Rakyat Arthdal tak akan memaafkan itu.

Aku...

minta maaf.

Eunseom sungguh di dalam sana?

Ya, itu Eunseom.

Itu dia, 'kan?

Ya, dia kemari untuk menyelamatkan kita.

Kau datang menyelamatkan kami?

Kini kita bisa pulang dan makan lagi.

Tidak.

Jika Eunseom bunuh pemimpin mereka,

mereka akan balaskan dendamnya pada kita.

Eunseom.

Eunseom...

Putra Ayah berlutut di depan Ayah memohon maaf.

Tiap anak pernah berbuat salah.

Tolong maafkan aku dan tuntun aku lagi.

Ini putra yang sama

yang tadi mencoba membunuhku.

Kini, kau minta aku memaafkanmu dan memegang tanganmu?

Ya, Ayah.

Tolong pegang tanganku dan peluk aku

seperti waktu itu.

Maafkan aku. Astaga. Maaf. Itu salahku.

Menerimamu kembali hari itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku.

Aku lengah dengan cinta seorang ayah

dan memutuskan menjagamu, alih-alih membunuh atau mengusirmu.

Itulah penyebab momen ini.

Ya, Ayah.

Aku putra Ayah.

Daripada memihak dujeumsaeng hina itu,

peganglah tangan putra Ayah.

Kau pikir aku akan mengulangi kesalahanku?

Kali ini berbeda.

Aku tak memohon kasih sayang Ayah.

Berkuasa dan memerintah.

Gaegeol tak terpuaskan kita.

HASRAT

Jika Ayah bicara

sambil memegang tanganku,

keraguan rakyat tentang kita

akan lenyap bagai salju di musim semi.

Mereka yang mengelukan namaku

akan menyebut nama Ayah lebih dahulu.

Dahulu, hanya umpan balik buruk

yang diterima oleh Ayah.

Namun, kali ini,

kejayaan ada di hadapan Ayah.

Ayah.

Kini, aku dikenal memiliki kemampuan cenayang.

Jika Ayah sendiri menerima itu,

Asa Ron tak bisa memakainya untuk mengancam Ayah.

Pemimpin Serikat!

Buka jendela, lakukan janjimu.

Bilang putramu mencoba membunuhmu!

Lalu kesatria Wahan menyelamatkanmu.

Kubilang, buka jendela!

Jika Ayah lakukan itu...

Jika memilih mengkhianatiku,

Ayah pikir aku akan diam saja?

Akan kuhentikan dia dan melindungimu!

- Walau harus mati. - Dia tak akan menang dariku.

Ayah tahu kemampuanku.

Akankah aku...

bisa menghentikan dia?

Dujeumsaeng ini berbeda.

Dia cepat dan kuat.

Jika sedikit terlambat, aku bisa membunuh Ayah di depan semua orang.

Bagaimana...

aku bisa memercayaimu?

Pemimpin Serikat.

Ayah tahu kelemahan terbesarku.

Itu juga kelemahanku.

Ya, kebenaran itu bisa mencelakai kita berdua.

Mungkin...

tak ada alasannya

bagi kita untuk saling bertarung.

Sekali ini saja.

Kasihani aku sekali ini saja...

dan tolong

tuntun aku, Ayah.

Tidak.

Pemimpin Serikat.

Tak akan kubiarkan kau lakukan ini.

Akan kubereskan hewan ini.

Peganglah tanganku.

Lalu keluarlah

dan teriakkan namaku

sepenuh perasaan

seperti yang biasa Ayah lakukan.

Maafkan ayah.

Kau anak yang malang.

Ayah dahulu menyesal.

Kini pun masih.

Namun,

mestinya ayah bunuh kau sejak dahulu.

Ya.

Ayah seharusnya membunuhku

saat kukecil dan lemah.

Kulakukan.

Kulakukan.

Akhirnya kulakukan, Taealha.

Sesuatu telah terjadi.

Apa tepatnya?

Airuju,

apa yang kau tunjukkan?

Bagaimana bisa sejauh ini?

Kenapa dia begitu benci putranya?

Sanung Niruha.

Kenapa kau menyimpan kebencian besar kepada putramu?

Kau sungguh berpikir menangkap pemimpin Serikat

akan membantumu membebaskan sukumu?

Kau tahu tempat apa ini?

Kau tahu apa itu bangsa?

Bangsa?

Kau tak akan bisa menyelamatkan sukumu

karena tak tahu

tempat apa ini,

apa itu bangsa,

dan apa yang menggerakkan dunia.

Kau jelas tak mengerti.

Bagaimana...

Bagaimana kau...

Kau juga

tak tahu tentang ini.

Kaulah yang akhirnya akan membunuh sukumu.

Akan kuberi tahu semua orang

kau membunuh pemimpinmu.

Siapa yang akan percaya

jika tak bisa dibuktikan?

Lalu...

bagaimana dengan sukuku?

Mereka?

Akan dibantai.

Aku tahu

kau istimewa.

Kau tangkas.

Aku terkejut kau bisa

menirukan seni bela diri Pasukan Daekan. Namun,

situasinya tak sesederhana itu.

- Penjaga! - Siap!

Sodang dari Divisi Satu, Pyeonmi dari Divisi Dua,

Gilseon dari Divisi Tiga.

- Siap. - Siap.

DANBYEOK

Jangan menunggu lagi.

Kita akan masuk.

Namun, entah apa yang terjadi di dalam.

Sudah cukup lama.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left