Le prime 200 righe.
Oleh Putra Bangka Tidak untuk penjual film "khususnya wilayah" Pangkalpinang, Bangka
Pergi!
Pergi!
Ada apa kamu kesini?
Jangan membuat masalah.
Setiap kali ada pekerjaan tidak membawa aku.
Bagus kalau benar ada pekerjaan.
Setengah dewa marga Hong. Ular panjang didalam tas.
Ada ular panjang, percaya tidak?
Sendirian?
Tadi aku sendiri yang menangkapnya
Balik badan
Balik badan!
Jangan!
Jangan..!
Orang Cina?
Bicara bahasa Cina!
Bahasa Cina
Sekarang beri kamu 2 pilihan. Satu, aku membuat kamu pingsan.
Dua, kamu pura2 pingsan.
Pura2 pingsan, bukan menabrak lalu pingsan.
Kenapa...lepaskan aku!
Keparat!
Apa yang sedang kamu lakukan?
Turun dan bertahan hidup.
Tak ada isi, cepat sekali
Ini harus benar2 cepat.
Duduk!
Balik badan
Siapa yang membawa kamu?
Ular! Kenapa keluar lagi? Bukankah sudah dilepas?
Biar aku saja. Ini masalah kecil.
Kawan, buka bajunya
Kamu bisa bahasa Jepang ya
Dimana mencari kacang
Dimana mencari kacang, dibelakang gunung
Kacang satu kantong
Ini kepala, telinga, mata.
Ekor.
Ini sayap. Ini harimau terbang. Ikuti gambar ini.
Ayo.
Api begini besar.
Sini.
Mulai!
Pak, telepon.
Mohon anda kesini melihat-lihat.
Berkumpul!
Berkumpul..berangkat!
Ada masalah.
Cerewet apa?
Pak Ma
Kamu..sedang apa?
Enak sekali.
Mau makan kue? /Mau...
Begitu banyak orang, tak cukup untuk semuanya. Makanlah
Ini. Ayo, makanlah
Kurasa kepala itu ada yang tak beres
Tidak apa-apa. Enak
Pasti terjadi sesuatu.
Kenapa kamu tertawa?
Aku tak tertawa/Kamu masih tertawa!
Siu Er!
Dimana-mana pasti ada kamu.
Maaf
Tidak apa-apa, lihatlah.
Kamu tak pernah serius.
Kucing sayap panjang lagi.
Siapa yang lakukan? /Bukan aku./ Apa pekerjaan kamu?
Aku penjahit./ Apa buktinya?
Tenanglah. Penjahit
Bukan dia yang lakukan.
Selamat pagi. Anda sudah makan?
Orang ini hebat sekali. Dia bisa dengan mudah naik turun kereta
Tangkap dia!
Tunggu. Kamu bilang apa padanya? Pelan-pelan. Menakuti aku saja
Siapa memukul kamu? Siapa, cepat katakan!
Jangan lihat..!
Kak, bagaimana?
Tidak apa2, yang penting jangan lari.
Maafkan aku..!
Jangan sembarangan tembak!/Maaf.
Berikan aku catatannya.
Yang Mulia. Apa kesalahan kami?
Maaf.
Aku kepala kuli disini. Maaf.
Jangan memukulnya..
Ini.
Siapa namamu? /Ma Yuan
Tadi pagi sudah tanda tangan.
Yang lain juga disini.
Kami pagi-pagi sekali sudah kesini./Iya..
Kamu tidak apa-apa./Tidak apa-apa.
Kakak/2 hari lagi sembunyikan baju-baju ini di pulau.
Kak, begini banyak senjata api tak bisa dipakai. Begini
banyak baju juga tak bisa dipakai, untuk apa menyimpannya?
Untuk dibakar./Jika tadi kakak tidak menolong kamu, kamu sudah ditangkap.
Tadi kamu lakukan dengan baik.
Kamu masih omongin orang lain. Suruh kamu naik kereta, kamu naik kemana?
Kenapa? Jangan bergerak.
Kapan bisa lakukan pekerjaan besar.
Kak, kamu tak merokok, kenapa selalu membawa pipa rokok?
Bagaimana menggambar harimau terbang? Hari ini belum selesai menggambarnya
Apa ini?
Dimana mereka? / Aku hitung dulu..
Terjadi sesuatu.
Dia bilang akan terjadi sesuatu.
Ada masalah apa?
Terjadi masalah besar.
Kamu kembali mencari tahu.
Kamu makanlah kue.
Sampai ketemu/Baik
Tak perlu antar.
Tahan dia
Tak perlu antar..
Kamu mencarinya lagi ya/Jangan banyak bicara.
Ibu, aku sudah pulang.
Wangi sekali
Ta Hai, bantulah
Berdarah lagi/Cepat duduk
Ada apa itu?
Tadi dia tendang aku. Aku berikan sedikit obat. Aku sial sekali
Tadi siang dipukul orang Jepang/ Aku juga dipukul orang Jepang
Kamu juga ditendang? /Tidak
Aku sial sekali/Kamu sial ya
Makan kue.
Kukira kalian hanya bermain-main. Masalah begitu besar
Ini masalah kecil, benar'kan?
Ayah, masalah kecil, aku juga ingin terlibat.
Kamu panggil kakakku, panggil ibunya. Mungkin kelak
aku menikahinya. Kamu panggil aku kakak atau ayah?
Kamu panggil aku apa? Panggil ayah atau..
Kenapa kamu begitu cerewet ya. Biasanya kamu tak banyak bicara.
Aku akan beri kamu obat..
Kamu taruh lebih banyak kedalam kue
Kamu kira aku tak berani
Setelah menaruhnya, memberi tanda, jangan sampai makan sendiri/Kamu kira aku tak berani
Apakah bisa bersembunyi disini?
Maaf. Aku cari tempat lain saja
Maaf
Bawa pergi
Periksa
Kenapa kamu lagi? Ada orang masuk lompat tembok.
Aku seorang janda, dia datang mencari aku. Dia tidak ada waktu.
maka secara diam-diam
Secara diam-diam? /Dia masuk melompat tembok
Kamu sudah lupa. Kamu...tadi pagi, kamu memukul aku. Berdarah, sakit.
Secara diam-diam/Iya..
Pak, ada orang mencurigakan!
Kenapa selalu kehilangan barang, kamu mencurinya ya/Suruh dia pergi
Orang desa
Cari di tempat lain
Ini...
Cepat ambil air/Bagaimana? /Kamu tidak apa-apa? Bicaralah
Minggir...
Yang lain sudah mati. Tewas dibunuh pasukan Jepang
Semua sudah tewas, hanya dia tidak tewas
Apakah desersi? /Tidak/Dimana kamu sembunyikan dia?
Sembunyikan di rumahnya dulu. Ta Hai menjaganya. Nanti kita bawa dia kesana
Bos Fan, ada apa malam begini?
Mau pergi kemana lagi?
Pelayan/Bos/Beri makan kuda
Makan sampai kenyang ya/Bajunya bagusjuga
Paling pusing orang seperti itu
Dia benar pernah bertarung dengan orang Jepang. Kudengar dia
penebak jitu/Kenapa pasukan Pa Lu ingin meledakan jembatan itu
Dia tidak mengatakannya/Mati begitu banyak orang hanya untuk meledakan jembatan itu
Jembatan dikuasai pasukan Jepang, mengerti? /Ini wilayah kita
Ribut diluar saja. Jangan bicara bukan2 di tempatku
Apa maksudnya?
Kalian banyak bisa omong melawan Orang Jepang,
apa gunanya? Tak bisa lakukan hal besar!
Bagaimana kamu tahu kami tak pernah melakukannya? /Hari ini kami..
Hanya lakukan hal kecil itu.
Setidaknya kami tak seperti kamu.
Kamu bilang apa? /Sebenarnya benar juga yang dia katakan. Bonnya.
Rupanya bos Fan adalah pengawal Ta Cin
Ma Yuan! Turun...
Ada masalah apa? / Aku ingin beritahu kamu satu hal
Lain kali kamu jangan membuat masalah lagi
Kamu akan berhenti setelah lakukan ini
Jangan memaksa aku. Kalau tidak, aku akan beritahu mereka!
Ada apa?
Apa maksudnya?
Bahasa Jepang
Hidup!
Begitu banyak prajurit, mereka mau kemana?
Jembatan besar itu. Menambah pasukan
Aku sudah baikan, sudah bisa pergi?
Luka kamu ini, setidaknya harus istirahat selama 10 hari disini.
10 hari? Jika dalam waktu 4 hari jembatan itu meledak..
Bagaimana? /Kalian takkan mengerti.
Anggap saja kalian tak melihatnya, biarkan aku pergi
Aku tak mau perang. Aku kangen rumah. Aku rindu ibuku.
Aku rindu ibu/Sudah...aku tak tahan yang seperti ini
Aku juga rindu ibuku. Orang Jepang menewaskan ibuku.
Saat dia meninggal, aku tidak bersamanya
Sudah..jangan menangis. Pergilah
Bagaimana pergi?
Kereta api.
Kereta sudah datang
No comments yet. Be the first to leave one.