Le prime 200 righe.
Pada episode Star Trek: Discovery sebelumnya:
Kapten Christopher Pike ingin naik ke kapal.
Aku diperintahkan Armada Bintang untuk memimpin Discovery.
Selama 24 jam terakhir, sensor Federasi menangkap
tujuh semburan merah tersebar lebih dari 30.000 tahun cahaya.
Sekarang, hanya titik kecil inilah
- yang menunjuk lokasinya. - Tembak.
Pike ke Discovery, keluarkan kami.
Tunggu!
Saya butuh sampel asteroid itu.
Jika benar, kita bisa berinteraksi dengan materi gelap.
Asteroid memecahkan bebatuan.
Kita bisa mencapainya.
- Sudah di ruangan. - Status?
Ruang kapal angkut butuh perbaikan, tapi semua aman.
Aku melihatmu mati.
Aku melihat Tyler membunuhmu.
Aku memeluk tubuhmu di lenganku.
Aku memercayaimu.
Aku mencintaimu.
Saya ingin ke Enterprise.
Maaf, Burnham, Spock tak di sana.
BUKA
Beberapa bulan lalu, kurasakan perubahan darinya.
Seolah dia menemukan pertanyaan tak terjawab.
Dia meminta waktu. Kuberikan.
Spock.
Saat kecil, kualami hal yang Ibu sebut "mimpi buruk".
Aku diajarkan menggambar guna mengendalikan ketakutan,
mengalahkan ketakutan.
Mimpi buruk itu kembali.
Visi sama berulang kali.
Aku kini mengerti artinya dan ke mana aku harus pergi.
Jika aku mati, itu sudah kumasukkan ke fail audio ini.
Ini mungkin entri terakhirku di Enterprise.
Spock punya tablet ini sejak kecil.
Saya ambil dari kamarnya.
Dia menggambar sinyal ini dua bulan sebelum muncul.
Komputer, tunjukkan sinyal terjemahan Armada Bintang.
Putar 90 derajat arah jarum jam.
Hampir identik.
- Ada sketsa lain yang seperti ini? - Tidak.
Pak, saudara saya terdengar dalam masalah.
Saya tahu dia cuti, tapi kita harus menghubunginya,
menanyakannya soal sinyal ini.
Aku tahu Spock di mana.
Duduklah.
Saudaramu...
ada di unit psikiatri di Pangkalan Bintang 5...
sejak sepekan setelah dia cuti.
Masuk atas permintaannya.
Kenapa orang tua atau saya tak diberi tahu?
Protokol Armada Bintang adalah menghubungi keluarga...
Kecuali pasien tak mau, dan Spock tak mau.
Dengan jelas.
Meski begitu...
asosiasinya dengan sinyal ini melebihi keinginannya mendapatkan privasi.
Kau bisa mengajukan rekonsiliasi kepada saudaramu,
tapi dia yang akan memutuskan penerimaannya.
Tak akan.
Setidaknya tidak dariku.
Hubungan terakhir dengan saudara saya... Kami tak bicara bertahun-tahun.
Dinamika keluarga kadang rumit.
Dulu, ayahku guru sains.
Saat tak menjadi guru, dia mengajarkan Perbandingan Agama.
Kondisi rumah membingungkan dan kami sering berseteru.
Sudah kukatakan semua yang kutahu.
Kau juga bisa memberitahuku.
Jika ada yang ingin kau katakan kepadaku...
Pak, saat di atas asteroid itu...
Saya...
Saya tak pernah berterima kasih karena Anda kembali menjemput saya.
Sama-sama.
Kapten Pike ke anjungan segera.
Kapten di anjungan.
Kapten, sinyal lain baru saja muncul.
Transmisi terlalu lemah untuk menentukan koordinatnya.
Kupakai posmu untuk menjalankan program pemodelan kalibrasi.
Biar kututup.
Letda Tilly punya ide untuk menemukan sinyalnya.
- Saya izinkan dia coba. - Bagus.
Saya memodulasi deflektor Discovery.
Itu akan menciptakan distorsi gravimetri bagaikan sonar.
Rencana bagus, tapi sinyalnya terlalu jauh.
Jika lebih dekat, kita bisa mendeteksi pergeseran merah gravitasi
dan menghitung posisinya.
Kita masuk warp untuk sementara
lalu incar dengan sensor jarak jauh begitu keluar.
- Warp maksimum selama lima detik. - Ya, Pak.
Koordinat sinyal diterima. Itu ada di Kuadran Beta,
sejauh 51.450 tahun cahaya.
Dengan kecepatan penuh, kita butuh 150 tahun untuk ke sana.
Cucuku yang belum lahir belum tentu bisa ke sana.
- Ide? - Pendorong spora.
Tapi tanpa antarmuka non-manusia, Armada Bintang menonaktifkannya,
navigatornya.
Guna memandu kami lewat jaringan miselium,
Stamets menyuntik DNA Tardigrade ke dirinya,
melanggar larangan manipulasi genetik Armada Bintang.
Mereka mengabaikannya selama perang.
- Tardigrade? - Anda harus melihat langsung.
Memahami sinyal-sinyal ini sangat penting bagi Federasi.
Mesin itu boleh dipakai melawan Klingon.
Kita akan dimaklumi.
Kapan bisa beroperasi?
Setelah Komandan Stamets siap, 20 menit.
Lakukan.
Anda senang tetap di sini, 'kan?
Kembali ke sadel, Anda dan saya, melakukan keahlian kita.
Saya pikir lompatan ke Qo'noS adalah yang terakhir dalam waktu lama.
Ada apa?
Aku melihat Hugh di jaringan.
Maksud Anda setelah dia...
- Setelah dia tewas? - Ya.
Saat aku terjebak di sana, dia menenangkanku.
Dia mendorongku untuk lari saat aku menyerah.
Dia memiloti Discovery keluar dari semesta Terran.
Dia menolong kita.
- Saya... - Aku tahu ini terdengar gila.
Awalnya, kuberi tahu diriku, ini pemalsuan dari pikiranku,
diambil dari ingatanku oleh miselium.
Tapi sejak saat itu, aku tak terlalu yakin.
Aku tak melihatnya kali terakhir aku melompat.
Mengetahui itu mungkin...
Kemungkinan itu akan membuat Anda bahagia.
Astromikologi mengajariku, tak ada yang benar-benar hilang.
Fungi adalah pendaur ulang semesta.
Ini cara terminasi menurunkan kreasi.
Itu sebabnya kehidupan abadi.
Tempatku di sisi ini dari siklusnya.
Jika aku kembali ke jaringan dan melihatnya lagi...
Kita siap pergi, Stamets?
Semua awak, siap untuk siaga hitam.
Ini bukan latihan.
Diulang, ini bukan latihan.
Pendorong spora menyala.
Pendorong spora siap, Kapten.
Pertanyaan atau kecemasan, sebelum kita berangkat, Kapten?
Jika kau bilang kapal ini bisa menyusuri semesta
lewat jalan cepat jamur, harus kuyakini.
Bersikap tegas.
Bersikap berani. Bersikap nekat.
Siaga hitam.
Siaga hitam menyala.
Semua awak, siaga hitam.
Ayo melompat.
Pengalaman pertama takkan terlupakan.
- Komandan Stamets. - Jangan sekarang.
Tak ada sinyalnya.
- Posisi kita tepat? - Ya.
- Melapor. - Planet Kelas M.
Tak ada ciri daya atau kapal bintang di area.
Kita tak dipindai.
Tunggu. Ada tanda kehidupan manusia.
Tak ada manusia tinggal sejauh ini di Kuadran Beta.
Kapten, saya dapat transmisi dari permukaan.
Teruskan, Bryce.
Kami diserang.
Kami terkurung.
Sekian ratus jiwa.
Pria, wanita, dan anak-anak.
Siaga merah. Siapkan torpedo foton.
- Kau yakin tak ada orang lain? - Ya.
Temukan panggilannya. Tunjukkan asalnya.
Perbesar.
Mereka tak tampak dalam bahaya.
Bisa kau cari sinyal warp kapal bintang di dekat planet?
Tak satu pun.
Tapi saya bisa mengonfirmasi, berdasarkan degradasi audiosonik,
transmisinya disiarkan berulang selama...
200 tahun.
Sebelum warp ditemukan.
Ada yang tahu bagaimana mereka bisa ke sini?
Kedatangan orang-orang di planet itu bertepatan langsung
dengan Perang Dunia III di Bumi, bencana nuklir
berdampak 600 juta korban jiwa dan pemerintahan hancur.
Frekuensi siaran dari permukaan kuno,
lemah untuk komunikasi antarbintang.
- Semua berasal dari struktur ini. - Gereja.
- Ya. - Mereka berbahasa Standar Federasi.
Pasti ada kapal bintang untuk ke sini.
Kita bisa ke sini dengan pendorong spora.
Tapi dengan sekitar 11.000 orang
yang tersebar di seluruh planet,
tak ada kapal atau tanda daya apa pun.
Listrik pun tak ada.
Karena mereka tak kenal warp,
asumsikan Perintah Umum 1 berlaku.
Kenapa sinyal kedua itu meminta kita datang?
Sebagai Perwira Sains, saya sarankan batasi penyebabnya
menjadi sekadar ledakan energi tak dikenal.
"Ada banyak lagi hal di surga dan Bumi, Horatio..."
Saya tahu Shakespeare, Kapten.
Maksud Anda, semacam campur tangan ilahi
yang menempatkan mereka di sana?
- Kau memahami Hukum Ketiga Clarke? - Ya.
Di abad 20, Arthur C. Clarke bilang,
teknologi maju apa pun tak bisa dibedakan dengan hal magis.
Hukum itu diperdebatkan oleh ilmuwan dan ahli teologi,
lalu diinterpretasi ulang menjadi,
No comments yet. Be the first to leave one.