Le prime 190 righe.
ZainuddinAri
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
Episode 14
Bani Quraidhah, inikah janji kalian terhadap rasul?
Kembalilah, pergi sebelum kami mengangkat pedang pada kalian.
Cepatlah!
Tinggalkan bawaan dan unta kalian.
Allah telah menjadikannya harta rampasan bagi kita, pedulikan keselamatan kalian sendiri.
Cepatlah, para musuh Allah.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Bani Quraidhah, kami di sini menawarkan persaudaraan yang baik
dan memaafkan apa yang telah kalian lakukan.
Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Sepertinya Muhammad menjanjikan kita
untuk menikmati wadah-wadah Kisra dan Kaisar.
Tak ada seorang pun dari kita ingin pergi menuju kehinaan.
Kita tak ada urusan lagi di sini. Pulanglah ke rumah masing-masing!
Peringatan! Peringatan!
Pasukan segera maju sebelum musuh sampai ke parit.
Cepat!
Rasakan itu dariku, dan aku putra 'Ariqah!
Semoga Allah melukai wajahmu dengan api neraka!
Lengannya terluka, semoga Allah melaknatnya!
Ya Allah, kalau masih ada kesempatan memerangi orang-orang Quraisy, berilah hamba kesempatan itu!
Rasul telah memerintahkan untuk membawanya ke tendamu, uruslah lukanya!
Rufaidah, tak seorang pun dari keluarga Aus,
itulah wasiatnya, maka tak ada seorang pun yang mengingkarinya.
Aku akan melakukannya, insya Allah!
Hati-hati dengan lenganmu, Saudaraku!
Siapa kau?
Nu'aim bin Mas'ud dari Ghatafan.
Apa maksud kedatanganmu? Sedangkan kau telah melihat apa yang dilakukan oleh kaummu.
Bukankah kau Umar bin Khattab?
Bawa aku ke Rasulullah.
Apa kaubilang? Apa kau muslim?
Rasulullah, sesungguhnya aku telah Islam,
sedangkan kaumku belum mengetahuinya.
Beri aku perintah, semoga Allah memberiku petunjuk.
Bani Quraidhah, kalian sudah mengetahui kemurahan hati kami dan kami pun menepatinya.
Benar, dan kami tak menuduh apa pun terhadapmu.
Aku berikan tawaran antara kita bahkan kaumku.
Sebenarnya orang-orang Quraisy dan Ghatafan tidaklah seperti kalian.
Negeri ini milik kalian, di dalamnya ada harta, anak dan istri kalian,
dan tak akan menyerahkannya kepada orang lain.
Sesungguhnya orang-orang Quraisy dan Ghatafan
telah datang memerangi Muhammad dan sahabatnya.
Dan kalian telah membantu mereka.
Negeri, harta dan istri-istri mereka jauh,
mereka tidaklah seperti kalian, kalau mereka lihat kesempatan
dan kalau tidak mereka akan pulang ke negerinya
tinggalkan kalian dan orang ini begitu saja,
kalian tak akan mendapatkan apa-apa kalau mereka tinggalkan kalian.
Jadi janganlah berperang dengan mereka sampai kalian membuat jaminan dengan pembesarnya.
Hingga ada kepercayaan pada kalian dari mereka saat memerangi Muhammad sampai kalian jadi jaminan mereka.
Idemu sangat baik.
Bersiaplah! Bersiaplah!
Siapa yang akan menantang?
Amru, kau telah bersumpah
pada salah satu dari dua persaudaraan kecuali kau yang mengambil darinya.
Ya.
Sebenarnya aku mengajakmu beriman kepada Allah, rasul-Nya, dan kepada Islam.
Aku tak butuh ajakanmu!
Kalau begitu aku mengajakmu bertarung.
Kenapa, Keponakanku? Sungguh aku tak ingin membunuhmu.
Tapi demi Allah, aku ingin membunuhmu.
Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Kembali!!
Kalian mengetahui kecintaanku terhadap kalian dan aku menjauhi Muhammad,
juga telah ada perintah kepadaku yang sungguh aku harus menyampaikannya kepada kalian.
Ini adalah nasihat, jadi rahasiakanlah.
Ya.
Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang Yahudi telah menyesal atas apa yang mereka
perbuat dengan Muhammad dan menyampaikan pesan kepadanya:
"Sesungguhnya kami telah menyesal atas keputusan kami.
Apa kau rela kami memilih pembesar di antara dua kabilah Quraisy dan Ghatafan
untuk kami berikan sehingga kau bisa menyerang mereka,
dan kami bersamamu beserta orang-orang yang tersisa dari mereka
sampai kami mendekatinya?" Rasul pun membalas dengan: "Ya."
Bani Quraidhah! Bani Quraidhah!
Kita sudah tak layak berada di medan peperangan, sepatu dan baju telah rusak,
maka ikut berperang, sampai kita mengalahkan Muhammad
dan selesailah antara kita dengannya.
Ini adalah hari Sabtu, di mana kita tak melakukan apa pun.
Dan kita tak ikut campur dengan orang yang ikut memerangi Muhammad
sampai kalian menyerahkan sebagian dari orang-orang kalian sebagai jaminan
yang jadi tanda kepercayaan sampai kita mengalahkan Muhammad.
Karena kami khawatir kalian kewalahan dalam peperangan dan terdesak sehingga kalian
kembali ke negeri kalian dan meninggalkan kami.
Nu'aim benar, sungguh, kita tak akan memberikan satu pun orang kepada mereka.
Sudah tetaplah sekarang bahwa Nu'aim bin Mas'ud itu benar.
Ya, ya.
Sungguh, kita tak akan ikut berperang sampai mereka memberi jaminan.
Orang-orang Quraisy! Kalian sungguh bukan berada di medan perang,
kuda-kuda dan unta pun sudah tak berdaya ditambah dengan ingkarnya Bani Quraidhah,
memutuskan apa yang tak kita harapkan, di sini pun kita menghadapi angin badai
menggoyangkan kuali-kuali kita, memadamkan api dan merobohkan tenda.
Jadi pulanglah, pulanglah, karena aku sendiri akan pulang.
Rasulullah, wahai Rasulullah, musuh sudah mundur.
Allahu Akbar.
Wahai orang-orang muslim! Wahai orang-orang muslim!
Sesungguhnya Allah telah memerintahkan nabi-Nya agar tak mengangkat senjata
sampai berjalan menuju Bani Quraidhah. Barang siapa yang taat dan patuh,
maka janganlah ia melaksanakan salat Asar kecuali di tempat Bani Quraidhah.
Bani Quraidhah!
Kau telah tiba dan aku yang mendapat hinaan.
Aku sudah berjanji kalau pasukan akan mundur dan tak mengalahkan Muhammad,
serta menyerahkan diri sampai aku mendapatkan apa yang pantas kudapatkan.
Tawanlah aku!
Apa untungnya bagiku membunuhmu?
Sa'ad, tenanglah, insya Allah bagimu ada kesembuhan dan pahala.
Bahkan juga mati sebagai syahid, insya Allah.
Aku telah berdoa kepada Allah kalau masih harus menunggu peperangan dengan orang Quraisy,
agar membiarkanku hidup setelahnya.
Kalau Allah menentukan kita harus berperang dengan mereka,
agar menjadikanku syahid.
Saat sudah selesai perang dan urusan dengan Bani Quraidhah,
aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Mereka tak akan memerangi kita setelah ini."
lalu air mataku pun menetes, sehingga aku pun tahu bahwa Islam
mulai saat ini sudah menang, bukan kalah.
Duri-duri pun sudah hilang dan orang-orang musyrik akan tertinggal.
Sungguh aku berharap kepada Allah agar mengabulkan doaku.
Semoga Allah merahmati, Sa'ad bin Mu'adz.
Keinginannya telah terpenuhi dan ia juga telah menunaikan hak Allah.
Ia meninggal dalam keadaan diridai oleh Rasulullah saw.
Kita pun memasukkannya dalam golongan orang-orang syahid.
Kepunyaan Allah lah apa yang Dia ambil dan yang Dia beri.
Sengsaralah Ummu Sa'ad kehilangan Sa'ad, semangat dan kesungguhannya,
juga kewibawaan dan kemuliaannya.
Janganlah kau meratap, Ummu Sa'ad! Tapi bersabar dan koreksi diri!
Allah menyukai kesabaranmu.
Biarkan saja, Bilal. Karena Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap peratap itu berpura-pura kecuali untuk Sa'ad bin Mu'adz."
Setelah ini apa?
Setelah ini apa?
Semenjak pagi selalu kauulangi tapi tak kauteruskan.
Suasana sudah bisa mengatakan semuanya.
Orang-orang pun, antara terbunuh atau bergabung dengan Muhammad dan sahabatnya.
Seperti baru kemarin, saat kita duduk di sana dan para tetua sedang berdiskusi di dalam
tentang Muhammad dan agama barunya, juga bagaimana cara membungkamnya.
Sudah berlalu sembilan belas tahun yang lalu.
Bukan kebiasaanku untuk diam membiarkan suatu masalah seperti ini.
Kalau masih saja belum ada jalan keluar untuk mendamaikannya dengan orang-orang ini,
maka hanya ada dua kemungkinan,
ia akan dikalahkan oleh orang-orang Arab
atau ia mengalahkan mereka sehingga masuk dalam agamanya dan bersatu padu.
Kalau terjadi hal yang kedua tadi, aku bersumpah tak akan lama lagi
kau akan lihat ia dan para sahabatnya tawaf mengelilingi Kakbah
dan tak akan ada satu pun berhala yang tersisa di sini.
Bagaimana denganmu?
Aku akan pergi.
Ke mana?
Jauh darinya dan dari Quraisy bahkan dari bangsa Arab.
Apa yang kaukatakan?
Aku hanya tak ingin nanti mendapat bagian atas hubungan Muhammad, Quraisy, dan Arab
sampai masalah ini benar-benar selesai, entah ia menang atau kalah.
Kalau perlakuannya buruk, aku sudah cukup merasakannya,
dan kalau baik, aku juga telah memenuhi bagianku darinya.
Amru kurang ajar! Ia memanfaatkan kaumnya saat mereka
benar-benar harus mengikuti apa yang ia katakan.
Ini merupakan sebuah penghinaan!
Sungguh pengecut dan hina, saat ia melihat kemenangan Muhammad
ia mengira kita telah diperangi olehnya padahal kitalah yang memerangi.
Kalian jangan membicarakan hal yang buruk terhadap sahabat kalian.
Ia bukanlah sahabatku,
karena seseorang itu memang diuji saat dalam kesempitan.
Kalian belum tahu apa ia benar pengecut, jadi carilah penyebabnya!
Tak perlu mencari penyebabnya, karena semua kata Ikrimah memang benar.
Sebelumnya ia selalu penasaran dengan kabar antara kita dan Muhammad,
kalau bertemu dengan kita, ia berkata "Aku masih tetap seperti yang kalian tahu."
Dan kalau bertemu Muhammad, alasan yang tadi sudah disebutkan memang benar adanya.
Kau terlihat gembira dan berseri-seri, Ibnu Khattab?
Bagaimana tidak, rasul berniat membawa kita untuk umrah ke Mekah.
Benarkah begitu?
Aku di sampingnya, ia pun menyuruhku untuk memberi tahu kepada semua orang.
Alhamdulillah, bagaimana dengan orang-orang Quraisy?
Tak peduli dengan mereka. Karena ini adalah mimpi yang terlihat oleh rasul,
ia melihat kita berbondong-bondong menuju Mekah untuk umrah.
Sungguh ini adalah kebenaran. Kembalilah untuk bersiap!
Aku akan memberi tahu orang-orang.
Tahun Ke-6 Hijriah
Hudaibiyah
Budail bin Warqa' al-Khuza'i telah kembali dari Muhammad.
No comments yet. Be the first to leave one.