Le prime 186 righe.
Sihir.
Produk dongeng ini
dibentuk sebagai teknologi murni di awal abad ke-21.
Akibat pendinginan iklim drastis yang dimulai sekitar tahun 2030,
persediaan makanan berkurang.
Sumber energi gencar diperebutkan
hingga meletus Perang Dunia III pada tahun 2045, selama 20 tahun.
Populasi menyusut hingga tiga miliar jiwa.
Alasan konflik tidak berujung pada perang termonuklir
dikarenakan solidaritas global para teknisi sihir dunia.
Sekarang sudah akhir abad ke-21.
Dalam ketidakpastian ini,
setiap negara berkompetisi untuk mengembangkan penyihir.
11 AGUSTUS 2092 KENDALI UDARA, OKINAWA
Bagai menjelma iblis…
kakakku terpaksa ke medan perang.
Semuanya demi kebaikan diriku.
Entah bagaimana caraku membalas budinya nanti.
Bagaimana caraku membalasnya?
Bahkan hidupku sampai saat ini berkat pemberian dari kakakku.
Geladi upacara penerimaan segera dimulai.
Semua pihak diminta
- berkumpul di auditorium. - Aku tidak mengerti!
Kenapa kau masuk cadangan, Tatsuya?
Kau mendapat nilai tertinggi dalam ujian masuk!
Seharusnya bukan aku, tapi kau yang…
Miyuki.
Ujian praktik bernilai lebih besar dibanding ujian tertulis.
Aku beruntung diterima di SMA Pertama, meski cadangan.
Kenapa kau begitu mudah menerimanya?
Tidak ada yang bisa menandingimu dalam akademik atau bela diri!
Bahkan dalam sihir, biasanya…
Miyuki!
Apa pun keluhanmu, semua sudah ditetapkan.
Kau pasti mengerti, 'kan?
Aku…
Maafkan aku.
Kau selalu marah demi membelaku.
Itu membuatku bahagia.
Sikapmu itu membuat hatiku ceria.
Dasar pembohong.
Kau selalu menegurku saat aku marah, Tatsuya.
Aku tidak berbohong.
Seperti kau yang selalu memikirkanku, aku juga peduli tindakanmu.
Tatsuya, kumohon.
Katakan kau peduli kepadaku…
Aku punya firasat dia salah paham, tapi terserah.
Miyuki, meski kau menolak kesempatan berpidato,
aku tetap tidak akan terpilih menggantikanmu.
Kau pintar, pasti paham, 'kan?
Itu…
Selain itu, Miyuki, aku sangat menantikannya.
Biarkan kakakmu yang tidak berguna
melihat adiknya dalam kejayaan.
Kau bukan kakak yang tidak berguna!
Namun, baiklah.
Aku minta maaf karena bersikap egois.
Baiklah, aku akan pergi.
Silakan.
Baiklah.
Perhatikan aku, Tatsuya!
Tentu.
Sekarang, bagaimana aku akan menghabiskan waktu?
SMA Pertama Terafiliasi Universitas Sihir Nasional.
Fakta bahwa kau diizinkan masuk ke institusi negara bagian
yang khusus melatih para teknisi sihir ini
menjadikanmu anggota elite dengan bakat sihir langka yang sudah diakui, 'kan?
Namun, di sekolah ini…
Hei, itu murid Rumput, 'kan?
Kenapa datang pagi sekali?
Dia terlalu bersemangat menjadi cadangan!
Kau murid baru, 'kan?
Ada yang bisa kubantu?
Senior kelas atas?
Tidak, aku baik-baik saja.
Alat Bantu Sihir.
Begitu rupanya.
Aku ketua OSIS.
Namaku Mayumi Saegusa.
Tulisannya "Nanakusa", tapi dibaca "Saegusa".
Senang bertemu denganmu.
Namanya mengandung angka. Ditambah "Saegusa".
Aku… Namaku Tatsuya Shiba.
Tatsuya Shiba.
Begitu rupanya. Kau adalah…
Ketua OSIS!
Geladi sudah dimulai!
Kau sedang ada urusan?
Tidak. Permisi.
Begitu rupanya.
Separuh murid di depan adalah Bunga.
Sisanya di belakang adalah Rumput.
Tidak ada yang lebih paham diskriminasi daripada yang terdiskriminasi, 'kan?
Permisi.
Ada orang di kursi sebelahmu?
Tidak, silakan saja.
Terima kasih banyak.
Aku…
Aku Mitsuki Shibata.
Senang bertemu denganmu.
Berkacamata?
Aku Tatsuya Shiba.
Senang juga bertemu.
Aku Erika Chiba!
Senang bertemu denganmu, Shiba.
Aku juga.
Namun, ini kebetulan yang keren, 'kan?
Apa?
Maksudku…
Shiba, Shibata, dan Chiba.
Nama kita hampir berima, 'kan?
Kau benar!
Benar juga.
Cukup bagus, 'kan?
Ya, sulit kupercaya
- kau sadar itu! - Chiba?
Angka lagi.
Shibata. Chiba.
Tidak mungkin, 'kan?
Kita akan memulai upacara penerimaan
untuk SMA Pertama Terafiliasi Universitas Sihir Nasional.
Berikutnya, pidato murid yang baru diterima.
Perwakilan dari kelas baru, Miyuki Shiba.
Ketika matahari bersinar lembut,
lalu bunga sakura bermekaran di musim semi yang indah ini,
aku merasa bahagia dan terhormat karena impianku untuk diterima
di SMA Pertama Terafiliasi Universitas Sihir Nasional terwujud.
Atas nama para murid baru,
serta dengan kebanggaan sebagai anggota SMA Pertama…
Hei, Shiba!
Mau melihat ruangan kita?
Maaf. Aku harus bertemu adikku.
Adik?
Apa adikmu adalah Miyuki Shiba,
perwakilan dari kelas baru?
Benar.
Kalau begitu, kalian kembar?
Sering dikira begitu, tapi kami tidak kembar.
Ulang tahunku di bulan April.
Adikku di bulan Maret.
Aku terkesan kalian beranggapan begitu.
Ya, penampilan kalian, atau lebih tepatnya…
Aura kalian…
Tatapan berwibawa kalian serupa.
Sudah kuduga, gadis ini…
Jika bisa membaca aura seseorang, penglihatanmu pasti bagus.
Hipersensitif terhadap Emisi Partikel Roh.
Berbahaya jika dia mengamatiku lebih jauh.
Mengamati rahasiaku…
Tatsuya?
Tatsuya.
Terima kasih menungguku.
Kau cepat sekali.
Halo.
Kita bertemu lagi.
Kakakku sayang…
Kau sudah berpacaran?
Tentu saja tidak, Miyuki.
Mereka berdua teman sekelasku.
Tidak sopan berkata begitu.
Maafkan aku!
Senang bertemu kalian. Aku Miyuki Shiba.
Aku Mitsuki Shibata.
Senang bertemu denganmu juga.
Aku Erika Chiba. Kau bisa memanggilku Erika.
Aku boleh memanggilmu Miyuki?
Ya, silakan!
Miyuki, kau cukup rendah hati, ya?
Miyuki, urusanmu dengan OSIS sudah selesai?
Tidak apa-apa.
Kami hanya memperkenalkan diri hari ini.
Ketua!
Miyuki.
Ya?
Kita akan membahas mendetail lain kali.
Kau juga, Shiba.
Mari berbincang panjang lain kali.
Ketua.
Maaf, Tatsuya.
Ini semua salahku.
Kau tidak perlu meminta maaf.
Kakak.
Kalian berdua…
Bagaimana jika kita pergi sekarang?
Kakak, aku mau membuat kopi, kau mau?
Ya, boleh saja.
No comments yet. Be the first to leave one.