Atlantics

Atlantics (Atlantique)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Atlantics (2019) BluRay 720p x264 Pahe in
Un commento di Adhiey
Putra14, Sub: Dyah D. Anggarini/Netflix Retail.

Tag

BluRay
x264
720p
720
Pubblicato il: 2020-04-24
Download: 37
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

PERSEMBAHAN NETFLIX

Tiap kali jawabannya "tunggu sebentar lagi".

Kau sudah tiga tahun bekerja di sini.

Ya, tetapi kami sudah tiga bulan belum digaji!

Tiga tahun itu tak berarti apa pun, kami sudah melupakannya!

Kami mau upah tiga bulan kami!

Kami mau upah tiga bulan kami!

Jangan bicara kepadanya lewat telepon.

Buat dia berikan uang kita!

Sudah cukup!

Sebelumnya, di tempat kerja,

sudah kubilang kami akan membayar upah kalian hari ini.

Namun, kami baru dengar Tn. N'Diaye pergi untuk urusan bisnis

dan tidak meninggalkan uang.

Kami tak mau dengar soal itu.

Tutup teleponnya dan bicara dengan kami!

Cheikh, aku sedang bicara denganmu.

Aku tak mau obrolan santai, kami ke sini untuk uang kami!

Aku bicara kepadamu sebagai pemimpin mereka.

Bicaralah kepada semuanya.

Ini terkait dengan semua orang.

Kami berempat.

Di kantor ini kami bekerja, sama sepertimu.

Kau paham?

Masalah ini bukan kesalahan kami.

Hal itu mungkin mengejutkanmu, tetapi aku tidak.

Kami sudah tiga bulan tak digaji. Kini jadi empat bulan!

Kau tahu? Simpan saja uangnya.

Namun, ingat, kami punya keluarga.

Aku tahu.

Dia benar.

Para orang tua dan saudara kami bergantung pada kami.

Merekalah alasan kami bekerja.

Utangku banyak, akan kutunggu hingga pukul 20.00 atau 21.00...

Akan kutunggu hingga hari gelap sebelum aku pulang.

Itu salah.

Uang itu adalah hak kami.

Souleiman!

Souleiman!

Bawakan gaunnya.

Ada, kau masih menemui pria itu?

Bawakan gaunnya dan pergilah.

Kau hanya menatap laut.

Kau sama sekali tidak menatapku.

Kau cantik sekali.

Bahkan lebih cantik hari ini.

Jangan mengolok-olok aku.

Itu benar!

Kau makin cantik.

Karena kita tidak bertemu selama tiga hari?

Ya, mungkin saja.

Kau terlalu cantik.

Aku bersumpah.

Dasar pelawak.

Aku?

Sayang sekali jika kau tak percaya.

Tunggu...

Ada apa?

Aku mendengar langkah kaki.

Langkah kaki, di sini?

Tak ada apa-apa.

Tak ada siapa-siapa.

Aku mendengar ada orang.

Sedang apa kau di sini? Kau siapa?

- Sedang apa kau? - Kau siapa?

Keluar dari sini!

Hei, tenang.

Jangan berdebat! Keluar!

Jangan berkata begitu kepada kami.

Ini bukan rumah bordil!

Apa maksudmu?

Keluar dari sini!

Kau beruntung...

- Biarkan dia, Souleiman, ayo. - Keluar dari sini!

Ada yang lucu?

Pria itu membuat sekesal itu?

Siapa pun akan kesal.

Ini tasmu, aku pergi.

- Itukah alasanmu tertawa? - Ya, benar.

Baiklah.

Aku pergi, sudah sore.

- Kenapa tergesa-gesa? - Aku harus pergi.

Kau senggang di rumah.

Aku harus pergi.

Sebentar lagi.

Aku harus pergi, sudah sore.

Sudah menjelang malam. Kita bertemu nanti.

Malam ini?

Ada apa?

Aku ingin memberimu ini.

Indah sekali. Terima kasih.

- Aku pergi. - Kau yang tercantik.

Kenapa tergesa-gesa? Aku ingin mengatakan kepadamu...

Mengatakan apa? Aku harus pulang, katakan nanti saja.

Kemarilah.

Cium aku lagi.

Nanti malam saja.

Nanti malam saja!

Nanti malam saja!

Aku pergi.

Nanti malam saja!

Ada apa?

Tidak ada.

- Mau ambil tasmu? - Ya.

Ikuti aku.

Ambil tasmu, itu dia.

Mariama.

Kenapa kau murung?

Kau sudah tidak perawan?

Apa yang kau lakukan?

Tak ada, kami hanya jalan-jalan.

Ada.

Tahu kau akan menikahi Omar sepuluh hari lagi?

Di hadapan Allah.

Mariama, aku mencintai Souleiman.

Jangan bercanda!

Kau tahu keinginannya?

Dia ingin menidurimu, lalu mencampakkanmu!

Lupakan itu, Mariama.

Ada! Ada!

Ada, kita sudah berteman sejak kecil.

Sudah kewajibanku ceritakan yang sebenarnya.

Bergaul dengan para jalang itu sudah mengubahmu.

Omong kosong!

Jaga rahasia ini di antara kita.

Tak ada yang boleh tahu.

Hanya itu permintaanku.

Namun, apa kau tak paham?

Tuhan mengujimu.

Dia menaruh Souleiman dalam hidupmu

untuk menguji komitmenmu terhadap Omar.

Jelas sekali.

Kau pasti buta jika tak memahaminya!

Mariama, semua baik-baik saja. Aku paham.

Namun, bisa kita rahasiakan hal ini?

Baiklah.

Namun, permintaanmu banyak.

Kau gila!

Pergilah!

Pergi! Pergi!

Sudah telepon Omar?

Tak punya pulsa.

Teleponlah sebelum dia naik pesawat.

Baiklah.

Telepon dia, ya?

Nenek...

kau baik-baik saja?

Telepon Omar agar dia meneleponmu balik.

Mari lihat gaunnya.

Halo.

Semoga Tuhan melindungi kita.

Ya.

Tidak.

Ya.

Baiklah. Semoga perjalananmu menyenangkan.

Begitukah caramu bicara kepada Omar, calon suamimu?

Jangan bicara begitu kepada suamimu.

Lalu, seharusnya bagaimana?

Bicaralah dengan manis.

"Sayang", "cintaku",

"aku merindukanmu"...

- "Sayang". - Benar.

Itu bagus.

Jika tidak, dia akan cari istri kedua sebelum kau hamil.

Paham?

Tahu berapa banyak wanita lain yang bersedia menggantikanmu?

Pertahankan tempatmu. Ini masa yang sulit!

Apa yang kau harapkan?

Ada, para lelaki sudah pergi.

Apa?

Pergi melaut.

Ada.

Mereka naik kapal. Souleiman, Cheikh, semuanya.

Abdou, adikku?

Namun, Abdou tak pernah tahu laut!

Kau tahu dia tak bisa berenang!

Tidak!

Sulit dipercaya!

Sudah terlambat, mereka sudah pergi.

Tenangkan dirimu.

Souleiman.

Yang juga merisaukanku

adalah kelab bisa kacau karena hal ini.

Tidak. Setelah para perempuan dengar kabar para lelaki,

mereka akan kembali kemari untuk menari.

Para perempuan kemari untuk para lelaki,

bukan untuk menari sendirian di depan cermin.

Mari berdoa mereka tiba di Spanyol dengan aman dan selamat.

Makanlah sesuatu, Ada.

Makanlah sesuatu atau kau bisa sakit.

Aku mau sendirian.

Kendalikan dirimu.

Jangan menyerah.

Ada.

Kau tak mendengarkan?

Bangun!

Ada

Ada!

- Bangun. - Assalamualaikum

Ada, kau baik-baik saja?

More Indonesian subtitles for Atlantics

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left