Le prime 200 righe.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Kami memiliki tempat, sebuah kawasan.
Kami memiliki komunitas.
Di sini aman.
Kalian berjumlah berapa orang?
Apakah ada anak-anak?
Sebab cara tercepat untuk ke sini adalah lewat sungai,
dan kurasa takkan bisa jika ada anak-anak.
Streaming And Download Movies AKATSUKI MOVIE .COM
Dengar aku. Aku hanya akan mengatakannya sekali.
Kita akan menempuh perjalanan. Perjalanannya akan sukar.
Itu akan terasa seperti berlangsung amat lama,
maka sulit untuk bersiaga.
Lebih sulit lagi untuk diam, tetapi kalian harus melakukan semuanya.
Kalian harus patuh pada perintahku atau kita akan gagal.
Mengerti?
Kalian dilarang untuk melepas penutup mata dalam keadaan apa pun.
Jika kuketahui itu dilakukan, aku akan menyakitimu.
Kau mengerti?
Udaranya dingin, kita punya selimut.
Nak, kau ambil anjingmu. Nak, kau ambil kucingmu.
Ini hanya tempat biasa. Tak ada hal lain yang kita butuhkan darinya.
Kau mengerti?
Dan jangan bicara saat di sungai.
Kalian harus mendengarkan dengan cermat.
Jika mendengar sesuatu dari arah hutan, beri tahu aku.
Jika mendengar sesuatu di air, beri tahu aku.
Tetapi jangan pernah kau buka penutup matamu.
Jika kau melihat, kau akan mati.
Kalian mengerti?
Tak apa.
Desain Rumah & Apartemen Murah Bergaransi Sedia Furniture Material Terbaik Hubungi CV Putra Pratama 085 100 458 973
Ayo pergi.
Oke.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Dua puluh delapan, 29, 30. Tak apa, lewat sini. Tak apa.
Tiga puluh satu, 32, 33.
Di mana benda itu?
LIMA TAHUN YANG LALU
Saat aku bisa mendapatkannya
Aku tak mengenal
Adanya penyesalan
Kurasa aku akan datang
- Berengsek, aku sedang mendengarkan. - Ya, orang di jalanan juga.
Tokonya ramai. Hal ini tampaknya serius.
Wah, kau sungguh tak punya makanan.
- Hal apa? - Kau serius?
- Aku serius. - Nyalakan berita, Bodoh.
Bodoh.
- Saluran apa, Bodoh? - Apa saja.
...bandara dan stasiun kereta ditutup.
Jalanan dipenuhi orang-orang yang kabur dari kota dengan mobil dan berjalan kaki
saat para saksi melaporkan bunuh diri massal.
Pertama kali tercatat di Rumania,
kini penyebaran mengkhawatirkan terjadi di Eropa dan Siberia.
Perkiraan korban nyawa mencapai angka puluhan ribu.
...masih tak diketahui penyebab bunuh diri massal di Eropa dan Rusia ini.
Para saksi melaporkan orang-orang menunjukkan perilaku psikotik.
Sumber kami mengatakan
ini tak tampak seperti penyakit patologis atau menular.
Pihak berwenang AS mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.
Belum ada konfirmasi resmi...
Ada di Rusia, jadi...
Coba katakan itu pada para ibu yang memperebutkan air kemasan.
Omong-omong soal itu, aku baru selesai bertelepon dengan Ibu.
Mengapa aku harus selalu mengabarinya tentangmu?
- Mengapa membicarakanku? - Aku takkan cerita soal hidupku.
Pada pukul tiga, aku akan menengok pria Arab tampan di Sausalito.
Ya, itu kalimat yang tak kudengar setiap hari.
- Mau ikut? - Tak bisa, aku janji dengan Dr. Lapham.
- Lapham, kapan? - Astaga.
Kenapa nadamu meninggi saat kau kegirangan?
- Mau jika kuantar? - Tak perlu.
Aku bisa masuk. Kita mungkin bisa menengok bayi.
Atau bisa kubatalkan janjinya dan kita pergi melihat kuda.
Tidak. Persetan dengan kuda.
Wah. Negatif sekali.
Apa pendapatmu?
Menurutku aku melihat sekelompok orang duduk bersama,
tetapi mereka merasa kesepian.
Rasa kesepiannya hanya kebetulan.
Sebenarnya ini soal ketidakmampuan orang untuk saling terhubung.
Tak mampu terhubung dengan apa?
- Bisa bergeser? - Malorie.
- Menyingkir. - Ini sudah kita bahas.
Kau takkan seperti itu.
Dengan bayi itu berbeda. Itu sebuah jalinan cinta langsung.
- Untukku takkan begitu. - Pasti begitu.
- Tidak, Bu. - Seharusnya kau takut sendirian,
bukan takut akan hal ini.
Yang perlu kita lakukan adalah mengajakmu ke dunia nyata bersama orang lain,
bukan terkurung seharian. Kau tak keluar.
Kenapa aku harus ke luar? Ada kau yang berbelanja.
- Pindahlah. - Tak mau.
- Harus. - Tak mau.
- Kenapa? - Tidak. Aku suka rumahku!
Kutahu lama untukmu menemukan studio yang kau suka
dan sejak kepergian Ryan, kau lebih banyak bekerja.
Tetapi... Baiklah, tak perlu teman serumah.
Ryan bukan teman sekamar.
Memang begitu kenyataannya.
Lagi pula, tak bisa membesarkan anak di sini. Akan kau taruh di mana dia?
Dari mana kau tahu bayinya perempuan?
Kurasa itu keinginanku.
Maaf, ini pekerjaan. Aku akan tiba sebentar lagi.
Hai.
Ya.
Kutelepon kembali nanti.
Apa?
Kau tetap tak mau tahu jenis kelaminnya?
Dan merusak kejutannya, Dr. Lapham? Tidak.
Bagaimana keadaanmu? Apa tidurmu lebih nyenyak?
Berat.
Aku tak pernah tidur nyenyak sebelum mengidap kondisi ini.
Ini namanya kehamilan. Tak apa mengatakannya.
Dokter, apa kau tak tahu bahwa jika sesuatu kau abaikan,
lama-lama ia hilang?
Benarkah? Aku tak tahu selama ini.
- Saat kuda bunting... - Astaga, kuda.
Kau tahu soal kuda?
Saat kuda bunting, dia langsung tahu.
Benarkah?
Kehamilan mengubah caranya makan, cara jalannya.
Dia menggigit kuda lain yang terlalu dekat.
- Sayang kita bukan kuda. - Memang disayangkan.
Enak jadi kuda, kalau begitu kita bisa punya ibu
yang memang membesarkan kita
dan ayah yang ada di peternakan kuda jantan entah di mana.
Sebentar. Ayah memang di peternakan entah di mana.
- Itu benar. - Itu benar.
Kasihan, ya, kita.
Seharunya kita mengasihani diri dengan makan siang dan anggur.
Akhirnya, kau bicara yang masuk akal.
- Bagus. - Sungguh, di hadapanku?
Kami tak bermaksud...
Tidak, segelas mungil takkan menyakiti buah hatinya.
Aku yakin tadi kudengar "botol".
Sebaiknya kau pikirkan nama selain "buah hati"
sebab kini anakmu sudah sebesar buah melon
Melon kecil!
Aku tahu sulit mencintai orang yang belum kau kenal.
Itu indah sekali.
Pernah berpikir untuk merajutnya di sebungkus bunga lavender?
- Bisa dijual di toko cendera mata. - Di toko.
Kau mengandung, Malorie.
Sebentar lagi kau dan aku, Jessica dan suster bersalin yang galak
berada di lantai tiga membuat lelucon yang sama.
Hanya saat itu, kau takkan pulang seorang diri.
Aku tahu.
Tetapi jika itu bukan yang kau inginkan,
ada banyak pasangan yang ingin sekali mengadopsi anak.
Aku tak menghakimi. Silakan buat keputusan yang kau mau.
Tetapi yang tak bisa kau lakukan adalah mengabaikannya dan berharap ia menghilang.
MEMPERTIMBANGKAN ADOPSI? KEHAMILAN DAPAT MEMBINGUNGKAN
Kau baik-baik saja?
Aku luar biasa.
Kau sedang muntah, ya?
Pergilah ke mobil.
Menggumpal, ya?
Tidak, justru sangat lembut sampai keluar begitu saja dengan mudah.
Kutunggu kau di mobil, ya?
- Di lorong. - Kita perjelas.
Hei! Hei, keamanan!
Hati-hati. Tolong! Bantu aku!
Tidak, menyingkir!
- Tenanglah. Tolong tenang. - Kode Abu-abu. Tahap satu.
Tenanglah. Keamanan!
- Kau merasa baikan? - Sedang terjadi sekarang.
Kau terkena muntah?
Hal di Rusia yang membuat orang jadi gila, ada di sini.
- Apa? - Bisakah kau...
Tunggu!
- Di dalam rumah sakitnya. - Astaga. Tancap!
Jalan!
Kita langsung ke Santa Rosa.
Kau bisa tinggal di rumahku sampai hal ini berhenti.
- Aku tak bawa pakaian. - Pakai saja punyaku.
Aku bukan pemakai celana kulit dan bot.
Kau khawatir soal pakaian sekarang?
Menurutku menenangkan untuk fokus pada hal yang salah.
- Sial. - Apa?
Ada mobil yang berhenti di tengah jalan.
- Setop. Memutar saja. - Pergi. Aku mau lewat.
Jika hal ini memburuk, kau pasti mau pergi jauh
dan menunggang kuda, percayalah.
- Ya ampun...! - Berengsek.
Orang-orang harus berhenti bertindak bodoh.
Ya ampun, Tuhan. Ayo jalan. Jalan.
Aku takkan langgar dengan wanita hamil.
Jalankan saja mobilnya!
Biarkan aku menyetir. Kau membuatku takut.
- Kau tahu? - Biarkan aku saja.
- Bukan punyaku. - Ponselku di kursi belakang.
- Mungkin mandor ingin tahu keberadaanku. - Ya, sabar.
Kau taruh di mana?
Astaga. Apa itu?
Yang mana?
Yang mana?
Yang mana? Kau sedang melihat apa?
Apa yang kaulihat? Bicara padaku. Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.