Le prime 183 righe.
Untungnya
tidak menyakitimu.
Jenderal Ye,
apa yang sedang kau lakukan?
Yang Mulia sudah gila, apakah kau juga sudah gila?
Jika kakakku
melihatmu seperti ini sekarang,
dia hanya akan merasa jijik.
Kau omong kosong.
Jika dia merasa aku menjijikkan,
kenapa menikah denganku?
Kenapa begitu baik padaku?
Di dunia ini,
hanya dia yang baik padaku.
Hanya dia.
Aku...
Aku...
Tantai Jin,
anggap aku memohon padamu juga memohon untuknya.
Lepaskan dia, biarkan dia pergi dengan tenang.
Dia tidak mau pemberianmu.
Kau tidak pernah menerima apa yang dia inginkan.
Dia hanya ingin meninggalkanmu.
Dia bahkan rela mati untuk ini.
Apakah kau masih tidak mengerti?
[dan segalanya milikku untuk bertukar denganmu.]
[Aku hanya berharap dalam kehidupan seterusnya,]
tidak akan pernah bertemu lagi.
Tidak!
Tidak!
Aku tidak ingin.
Aku tidak ingin menyiksanya.
Aku hanya ingin bersikap baik padanya.
Seperti dia yang melindungiku
dan menjagaku.
Makanan ini tidak bersih.
Kau akan sakit jika memakannya.
Percaya atau tidak aku akan memukulmu sekarang?
Mengapa mau memukulnya?
Begitu menikah, ada budi yang mendalam.
Bukankah wajar bagiku untuk menolongmu?
Dia telah berhasil.
Tantai Jin.
Istrimu
yaitu kakakku,
orang bernama Ye Xiwu ini sudah mati.
Dia sudah meninggal,
biarkan dia beristirahat dengan tenang.
Atur dirimu dengan benar.
Jenderal Ye, tunggu.
Jenderal.
Raja tidak punya teman dekat.
Sekarang hanya kau yang bisa membujuknya.
Kau tidak bisa pergi begitu saja.
Jika dia terobsesi dengan dirinya sendiri,
tidak ada gunanya aku bersikeras membujuknya.
Aku iri padanya.
Iri padanya karena begitu gila.
Aku juga ingin seperti dia
mengingat kerabat dan kekasihku.
Namun, dalam perang ini,
berapa banyak jenderal dan penduduk yang tewas?
Negara Jing sekarang dalam kesulitan
dan butuh seseorang untuk membangkitkannya kembali.
Dia malah tenggelam dalam kesedihan
dan tidak ingin bangun.
Apakah kakak keduaku, ayahku,
kakak pertamaku
dan Pian Ran mati sia-sia?
Dia ingin mati bersama kakak keduaku.
Bagaimana denganku?
Untuk apa aku harus hidup menyendiri?
Namun, aku tidak bisa membiarkan mereka mati sia-sia.
Ribuan rakyat dan negara bobrok ini
harus ada orang yang memimpinnya.
Bisakah kau mengerti bagaimana perasaanku?
Aku paham.
Aku mungkin tidak pernah bisa
segila Raja.
Apakah ini adalah akhir dari karmaku
setelah membunuh terlalu banyak?
Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku
adalah apa yang harus dilakukan mereka yang masih hidup?
Sampai pada tahap hari ini,
siapa yang mencelakai mereka?
Pelakunya, Tantai Minglang,
telah dibunuh oleh Raja.
Siapa yang dimaksud Jenderal Ye?
Pemimpin,
mereka sudah menemukan Ye Bingchang.
Dia mau menyelinap keluar kota dengan menyamar,
tapi para penjaga mengenalinya.
Haruskah
dia dikurung kembali?
Pemimpin Nian,
bisakah kau membawa Ye Bingchang kemari?
Ada yang mau kutanyakan padanya.
Mengapa melarikan diri?
Qingyu,
tolonglah aku.
Aku tidak ingin dikurung lagi.
Penjara itu begitu gelap,
aku sudah muak.
Aku sudah tahu kesalahanku.
Di penjara hari itu,
kenapa kau menyerang kakak keduaku?
Jika kami telat selangkah,
dia sudah mati saat itu.
Aku sudah pernah bilang
kalau aku melakukannya untuk balas dendam.
Ye Xiwu yang membunuh Xiao Lin.
Kau bohong!
Ye Bingchang,
aku terus memikirkannya setelah itu.
Kau kakak kandungnya.
Banyak kesempatanmu kalau mau membunuhnya.
Tidak perlu menunggu dia dijebloskan ke penjara.
Ye Qingyu,
kau memang satu-satunya orang pintar
di Keluarga Ye selain aku.
Aku juga kakak kandungmu.
Kau benar-benar ingin meninggalkanku
tanpa jalan keluar untuk Ye Xiwu?
Jangan membandingkan dirimu dengan Kakak Kedua.
Kau sudah lama tidak layak menjadi Keluarga Ye
dengan sikapmu yang seperti ini.
Apakah aku tidak layak, Ye Qingyu?
Kualifikasi apa yang kau miliki
untuk mengkritikku dengan begitu sombong?
Kau hanyalah pecundang yang memihak kepada siapa pun yang menang.
Jika Xiao Lin yang memenangkan dunia hari ini,
takutnya yang berlutut di sini hari ini
adalah Ye Xiwu yang ditolak olehmu.
Baik.
Karena kau sangat ingin tahu kebenarannya,
aku akan memberitahumu.
Aku membunuh Ye Xiwu
karena tidak ingin suatu hari
masalah bubur beracun terungkap.
Bubur beracun?
Benar.
Ye Xiwu ingin menarik perhatian Tantai Jin.
Jelas dia tidak tahu cara memasak, tapi mau memasak bubur,
jadi, aku hanya memasukkan
sedikit racun ke dalam bubur.
Apa katamu?
Bagaimana dengan Nenek?
Kau jelas tahu bubur itu beracun,
masih mengantarkannya ke Nenek?
Benar.
Aku memang mau dia
mati bersama
Tantai Jin dan Ye Xiwu.
Ye Bingchang,
kau sudah gila.
Aku tidak gila.
Aku sangat jelas.
Aku hanya tidak ingin bersabar lagi.
Nenek hanya menyukainya
dan menyayanginya.
Karena dia begitu menyukai Ye Xiwu,
aku akan mengabulkan permintaannya.
Lalu, mengapa kau ingin
meracuni Tantai Jin?
Tantai Jin.
Karena dia,
Xiao Lin bukanlah apa-apa lagi.
Aku kehilangan segalanya.
Lalu,
dia malah mencabut benang cinta itu.
Dia masih ingin aku hidup,
tapi aku tidak menerimanya.
Jika bukan karena dia,
aku tidak akan sampai berada di titik ini.
Ternyata begitu.
Jika bukan karena kau,
Xiao Lin tidak akan mati.
Kupikir Ye Xiwu ingin membunuhku karena Xiao Lin,
itu sebabnya semua tragedi ini terjadi.
Buka mulutmu.
Ye Xiwu membenciku sejak saat itu
sehingga kami sampai di hari ini.
Kau omong kosong.
No comments yet. Be the first to leave one.