Le prime 183 righe.
Duel Magis
Setahun Kemudian Agustus 2007
Aku mulai!
Boleh juga.
Apa yang barusan itu?
Pemilihan target secara otomatis untuk Teknik Terkutuk?
Benar, tetapi lebih tepatnya, akulah yang menjadi targetnya.
Yang selama ini kulakukan secara manual, sekarang menjadi otomatis.
Bukan hanya intensitas Energi Terkutuk,
itu juga bisa membedakan tingkat bahaya objek dari massa, laju, dan bentuk.
Akan lebih baik lagi kalau bisa membedakan objek beracun,
tetapi hal itu masih sulit.
Dengan ini, Teknik Terkutuk Tanpa Batas bisa kupertahankan dengan sumber daya minimal.
Kalau terus dalam kondisi siap tempur, otakmu bisa terbakar.
Asalkan masih dalam jangkauanku, Teknik Terkutuk Pembalik akan terus aktif.
Otak segar bisa terkirim kapan saja.
Gerakan tangan yang terus kulatih juga sudah kusempurnakan.
"Merah" dan "Biru".
Aku sudah lumayan bisa mengaktifkan kedua jurus itu secara bersamaan.
Tugasku selanjutnya adalah domain dan teleportasi jarak jauh.
Kalau rutenya dari sekolah dan bebas hambatan, seharusnya aku bisa melakukannya.
Shouko, pinjamkan aku tikus percobaan.
Satoru sudah menjadi yang terkuat.
Suguru, apakah kau kurusan?
Kau tak apa-apa?
Semua misi bisa dia selesaikan sendiri.
Sejak awal Shouko tak pernah pergi ke luar untuk menjalankan misi berbahaya.
Karena itu, aku akan sering menjalankan misi sendirian.
Cuaca panas membuatku agak kelelahan, aku tak apa-apa.
Apa kau makan terlalu banyak somen?
Musim panas tahun itu sangat sibuk.
Episode 28
Mati Muda
Mungkin akibat pengaruh dari banyaknya bencana pada tahun itu,
Roh Terkutuk begitu banyak bagaikan ulat.
Pembersihan, penyerapan. Dilakukan secara berulang.
Pembersihan, penyerapan.
Tak ada yang tahu rasa Roh Terkutuk.
Rasanya bagaikan menelan kain lap bekas yang dipakai untuk menyeka muntahan.
Untuk siapa aku melakukan ini?
Pembersihan, penyerapan.
Semenjak hari itu, aku terus meyakinkan diriku.
Tak ada yang istimewa dari hal yang kulihat,
hanya kekejian yang lumrah.
Karena cukup mengerti hal ini, jadi, selama ini aku
memilih menjadi Penyihir Jujutsu untuk menyelamatkan orang lain.
Jangan goyah.
Aku harus melakukan tugas sebagai Penyihir Jujutsu dengan baik.
Kera sialan.
Senior Geto!
Haibara?
Senior sudah berusaha keras!
Apa kau mau minum sesuatu?
Aduh, aku menjadi tak enak.
Aku mau kola.
Besok aku akan menjalankan misi di tempat yang cukup jauh.
Benarkah? Jangan lupa bawa oleh-oleh.
Baiklah.
Senior mau yang manis atau asin?
Mungkin Satoru juga mau makan, berarti yang manis saja.
Baiklah.
Haibara, sebagai Penyihir Jujutsu, apakah semuanya lancar?
Apakah kau kesulitan?
Soal ini...
Aku bukan tipe orang yang terlalu memikirkan hal secara mendalam.
Bisa memberikan hal yang terbaik itu rasanya
sangat luar biasa.
Benarkah?
Benar juga.
Apakah kau Geto?
Kau suka wanita yang seperti apa?
Maaf, siapa kau?
Aku suka wanita yang banyak makan.
Haibara.
Tenang saja, dia bukan orang jahat.
Aku yakin dengan kemampuanku dalam menilai orang.
Lalu, kenapa kau masih duduk di sampingku?
Benar.
Tadi dia sedang menjailimu.
Aku pamit dahulu.
Juniormu?
Sungguh anak yang polos dan manis.
Sebagai Penyihir Jujutsu, dia harus belajar mencurigai orang.
Apa kau tak mau menjawab pertanyaanku?
Tolong jawab pertanyaanku dahulu.
Siapa kau?
Penyihir Jujutsu Tingkat Khusus, Yuki Tsukumo.
Seharusnya sekarang kau sudah paham.
Jadi, kau yang itu...
Wah, yang mana?
Padahal penyihir Tingkat Khusus, tetapi tak menerima misi sama sekali.
Orang yang tak berguna yang kerap bermalas-malasan di luar negeri.
Aku paling benci sekolah.
Dia merajuk.
Aku bercanda.
Tetapi keinginanku memang tak sejalan dengan sekolah.
Yang dilakukan orang-orang sini adalah mengobati sesuai dengan diagnosis,
sementara aku ingin mengobati berdasarkan penyebabnya.
Mengobati berdasarkan penyebabnya?
Bukan memburu Roh Terkutuk,
tetapi menciptakan dunia tanpa kelahiran Roh Terkutuk.
Aku akan menjelaskannya kepadamu.
Kalau dibahas dari dasar, apa sebenarnya Roh Terkutuk itu?
Energi terkutuk yang bocor dari manusia, terakumulasi bagai reaksi pengendapan.
Jawabanmu benar.
Jadi, ada dua cara untuk menciptakan dunia tanpa Roh Terkutuk.
Pertama, musnahkan semua Energi Terkutuk milik umat manusia.
Kedua, buat agar semua umat manusia bisa mengendalikan Energi Terkutuk.
Aku rasa yang pertama cukup bagus.
Selain itu, ada model kasusnya juga.
Model kasus?
Orang yang sangat kau kenal, dia adalah Toji Zenin.
Aku sudah melihat banyak pemilik Energi Terkutuk menjadi orang biasa karena Pembatasan Surgawi.
Tetapi setelah mencari di seluruh dunia, hanya dia yang Energi Terkutuknya nol.
Bukan hanya itu yang membuat dia menarik.
Meski Energi Terkutuk dari Toji Zenin nol, dia mengenali Roh Terkutuk dengan kelima indra.
Karena melepas Energi Terkutuk sepenuhnya, fisiknya berbeda dengan orang biasa.
Selain itu, dia bahkan mendapatkan kekebalan terhadap kutukan.
Dia benar-benar manusia super.
Kau tak usah malu karena kalah darinya.
Aku sangat ingin menelitinya, tetapi dia menolaknya.
Kematiannya sungguh suatu kerugian besar.
Sampel Pembatasan Surgawi sangatlah sedikit.
Jadi, kuganti targetku menjadi cara kedua,
yaitu membuat semua umat manusia bisa mengendalikan Energi Terkutuk.
Apa kau tahu bahwa Penyihir Jujutsu tak bisa menghasilkan Roh Terkutuk?
Tentu saja, selain Penyihir Jujutsu yang menjadi kutukan setelah meninggal,
kebocoran Energi Terkutuk Penyihir Jujutsu sangat sedikit dibandingkan bukan penyihir.
Pertimbangkan juga selisih konsumsi Energi Terkutuk dengan kapasitas pemakaian sihir,
tetapi yang terpenting tetaplah "sirkulasi".
Energi Terkutuk di tubuh Penyihir Jujutsu tak akan berhenti bersirkulasi.
Singkatnya,
kutukan tak akan terlahir kalau semua manusia menjadi Penyihir Jujutsu.
Kalau seperti itu, bukankah tinggal menghabisi semua yang bukan penyihir?
Geto,
pemikiranmu masuk akal.
Tunggu.
Lebih tepatnya, yang kau katakan tadi adalah cara termudah.
Terus memusnahkan yang bukan penyihir,
memaksa umat manusia bertahan hidup, beradaptasi, dan menjadi Penyihir Jujutsu.
Itu juga berarti mendorong evolusi.
Seperti burung yang berevolusi dan akhirnya punya sayap.
Manfaatkan rasa takut dan terancam agar manusia bisa berevolusi.
Tetapi sayangnya aku belum segila itu.
Apa kau membenci yang bukan penyihir, Geto?
Aku tak tahu.
Dahulu aku merasa Penyihir Jujutsu ada demi melindungi yang bukan penyihir.
Tetapi belakangan ini standar penilaianku pada yang bukan penyihir mulai goyah.
Martabat orang yang lemah, dan keburukan orang yang lemah.
Aku mulai tak bisa membedakan dan menerima semua ini.
Aku yang merendahkan yang bukan penyihir,
dan aku yang menyangkal pemikiran ini.
Menjadi Penyihir Jujutsu seperti ikut maraton,
karena garis finisnya terlalu samar-samar,
membuatku tak mengerti manakah pikiranku yang sebenarnya.
Keduanya bukan pemikiranmu yang sebenarnya.
Kau belum sampai ke tahap itu.
Kau yang merendahkan yang bukan penyihir,
dan kau yang menyangkal pemikiran itu,
keduanya hanya kemungkinan yang terpikirkan olehmu.
Mana yang menjadi pemikiran sebenarnya adalah pilihanmu sendiri setelah ini.
Aku pergi dahulu.
Sebenarnya aku ingin menyapa Gojou juga,
tetapi tampaknya aku datang pada saat yang tak tepat.
Kalau kalian sudah mencapai tingkat khusus, kita bertiga harus berhubungan baik.
Akan kusampaikan kepada Satoru.
Oh, ya, masih ada satu hal lagi.
Masalah Wadah Plasma Bintang jangan kau masukkan ke dalam hati.
Sepertinya masih ada Wadah Plasma Bintang lainnya saat itu.
Atau Wadah Plasma Bintang yang baru sudah lahir.
Bagaimanapun, kini Tengen sudah stabil.
Kupikir juga begitu.
Ah.
Aku belum tahu tipe wanita kesukaannya.
Seharusnya ini misi mengalahkan Roh Terkutuk tingkat dua yang mudah.
Sial!
Kepercayaan Dewa Bumi...
Itu sebenarnya Dewa Tanah...
Kasus tingkat satu.
Kau fokus istirahat dahulu, Nanami.
Satoru sudah menerima dan menangani misi ini.
Misi akan diselesaikan olehnya sendiri.
Maraton sebagai Penyihir Jujutsu...
No comments yet. Be the first to leave one.